Suara Indonesiaku

PC IMM Makassar Timur Adakan Talk Show Kesehatan: Menyentuh Masyarakat Tepat di Hatinya

Suaraindonesiaku.com – Pada Senin, 29 Juni 2024, PC IMM Makassar Timur akan menyelenggarakan Talk Show Kesehatan yang luar biasa dan sangat dinantikan, dengan tema Menyentuh Masyarakat Tepat di Hatinya. Acara ini akan diadakan secara daring melalui Zoom dan bertujuan untuk mensosialisasikan program Kampung Binaan Bersama Ikatan, sebuah inisiatif revolusioner yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di kampung ex-kusta. PC IMM Makassar Timur bangga menghadirkan dua pembicara ternama dalam bidang kesehatan, yaitu Dr. Andi Afdhal Abdullah, MBA, AKK, Direktur SDM dan Umum BPJS RI, serta Dr. Ishaq Iskandar, M.Kes., MM., MH, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Kedua tokoh ini tidak hanya akan membagikan wawasan berharga dan pengalaman mereka dalam dunia kesehatan, tetapi juga menjawab berbagai pertanyaan dari masyarakat kampung binaan yang masih tergolong menengah ke bawah dan hidup dalam kondisi populasi yang cukup kumuh. Program Kampung Binaan Bersama Ikatan ini diinisiasi oleh bidang KSPM (Kesehatan dan Sosial, Pemberdayaan Masyarakat) dengan berbagai kegiatan yang telah berjalan, seperti pemeriksaan kesehatan berkala dan sosialisasi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi tantangan kesehatan di kampung ex-kusta dan membawa perubahan positif yang signifikan. Menurut Dr. Andi Afdhal Abdullah, “Program ini sangat bagus dan luar biasa. Dengan tema ‘Menyentuh Masyarakat Tepat di Hatinya’, saya kira ini sangat cocok karena saya tahu betul kondisi kampung tersebut. Saya sering tinggal di Pusat Dakwah Muhammadiyah dan merasakan langsung kehidupan di sana. Untuk program-program yang ingin dijalankan, silakan berkoordinasi dengan BPJS agar ke depannya bisa dikolaborasikan apa saja yang bisa dilaksanakan di kampung tersebut.” Dr. Afdhal menambahkan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari konsep kesehatan holistik yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mental dan sosial. Hal ini sejalan dengan teori determinasi sosial kesehatan yang menyatakan bahwa faktor-faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan memiliki peran penting dalam menentukan status kesehatan individu dan masyarakat. Dr. Ishaq Iskandar juga memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. “Kami akan mengkomunikasikan dengan Dinas Kesehatan agar dapat difasilitasi program yang Anda laksanakan. Sebenarnya, program kusta juga kami laksanakan, bahkan ada ‘Kusta Goes to Kampus’. Semoga program-program seperti itu bisa dikolaborasikan ke depannya,” ujarnya. Dr. Ishaq menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat, sesuai dengan teori kesehatan masyarakat integratif yang menekankan pendekatan multidisiplin dan kolaboratif. Pada acara ini, Dr. Afdhal dan Dr. Ishaq juga akan berbagi cerita tentang masa-masa kuliah mereka, di mana Dr. Ishaq merupakan senior satu tahun di atas Dr. Afdhal. Kisah-kisah inspiratif ini diharapkan dapat memotivasi para peserta, khususnya mahasiswa yang berpartisipasi dalam acara ini. Selain itu, PC IMM Maktim telah terintegrasi dengan YAMALI TB melalui program screening TB yang telah berjalan. Ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam upaya pemberantasan penyakit menular dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Acara talk show ini adalah bukti nyata dari dedikasi PC IMM Makassar Timur dalam memajukan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kampung ex-kusta. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang besar dan berkelanjutan. Mari kita bersama-sama menyentuh hati masyarakat dan membawa perubahan nyata untuk masa depan yang lebih sehat dan sejahtera.

Penampilan Enerjik Nidji Tutup Panggung Fusion Music di Makassar F8 dengan Meriah

Suaraindonesiaku.com, Makassar –Penampilan grup band Nidji menandai berakhirnya rangkaian kegiatan di panggung fusion music zona 4 dalam pagelaran Makassar F8, Minggu (28/7/2024). Ribuan pengunjung yang memadati Anjungan Pantai Losari disuguhkan dengan penampilan spektakuler yang penuh energi dari band yang dikenal dengan hits-hitsnya dalam belantika musik Indonesia. Nidji membuka penampilannya dengan lagu andalan mereka, “Disco Lazy Time”, yang langsung mengajak para pengunjung untuk berdisko bersama. Suasana langsung berubah menjadi meriah, dengan banyaknya pengunjung yang ikut bergoyang mengikuti irama musik. Lagu ini berhasil membangkitkan semangat dan membuat malam menjadi semakin riuh. Tak hanya itu, Nidji juga membawakan beberapa lagu hits lainnya seperti “Laskar Pelangi”, “Biarlah”, dan “Hapus Aku”. Setiap lagu yang dibawakan seakan mengajak penonton untuk bernostalgia, dengan setiap lirik yang dinyanyikan disambut sorak sorai yang meriah. Ubay, sang vokalis, tak henti-hentinya memberikan semangat kepada penonton, membuat setiap detik penampilan mereka terasa begitu istimewa. Di tengah-tengah penampilannya, Ubay menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini. “Terima kasih untuk F8 Makassar, untuk yang tercinta Pemkot Makassar, dan untuk Dinas Pariwisata Kota Makassar,” ujar Ubay. Ucapan terima kasih ini disambut dengan tepuk tangan dan sorakan yang semakin menggelegar dari para penonton, menunjukkan bahwa mereka benar-benar menikmati setiap momen penampilan Nidji. Acara ini bukan hanya sekadar konser musik, tetapi juga menjadi ajang untuk merayakan keberagaman budaya dan seni yang ada di Makassar. Penampilan spektakuler Nidji ini menutup dengan gemilang seluruh rangkaian kegiatan di panggung fusion music zona 4, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh pengunjung yang hadir di Makassar F8 tahun ini. Makassar F8 menjadi bukti bahwa Makassar bukan hanya kaya akan budaya dan kuliner lewat branding Makassar Kota Makan Enak, tetapi juga mampu menyuguhkan hiburan berkualitas yang mampu menggaet perhatian banyak orang lewat branding Kota Festival Tepian Air.(*)

Natinson Bawa Semangat Nasionalisme dan Kebersihan di Makassar F8

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Malam penutupan panggung Fusion Music di Zona 4 Makassar F8 dibuka dengan penampilan luar biasa dari grup musik Natinson, Minggu (28/7/2024). Duo akustik yang digawangi kakak beradik Ahmad Nazar Najib dan Muhammad Nashrul Najib ini membuka penampilan mereka dengan mengajak penonton dan seluruh pengunjung F8 untuk bersama-sama menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka”. Atmosfer penuh kebersamaan dan nasionalisme seketika memenuhi Anjungan Pantai Losari. Dua bersaudara ini bersama-sama menciptakan musik dengan lirik sederhana yang mengangkat isu-isu sosial. Salah satunya, tentang kebersihan. Di sela-sela penampilannya, Ahmad Nazar Najib dengan penuh semangat mengajak para penonton untuk tidak hanya menikmati musik, tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan. “Saling mengingatkan bahwa hal kecil seperti sampah, mau itu sampah rokok, makanan, apapun itu, kita berharap sampah-sampah yang kita pikir itu hal kecil, bisa kita perhatikan, buang ke tempat yang seharusnya,” ungkapnya. Pesan ini disampaikan dengan harapan bahwa setiap orang akan lebih sadar untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Tidak hanya itu, penampilan Natinson juga diwarnai dengan momen-momen penuh kehangatan. Di akhir penampilan, mereka mengajak seluruh penonton untuk berfoto bersama sambil mengacungkan jari kelingking, simbol persahabatan yang mereka angkat sebagai pesan penutup. “Karena jari kelingking itu simbol persahabatan,” tambahnya. Penampilan Natinson di malam penutupan Makassar F8 tidak hanya menghibur tetapi juga mengandung pesan moral yang mendalam. Mereka berhasil menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mempererat tali persaudaraan antar sesama.(*)

UMKM Butik Lokal Sulsel Tunjukkan Eksistensi dan Karyanya di Segmen Fashion F8

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Makassar International Eight Festival & Forum (F8) memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM butik lokal Sulsel untuk menunjukkan eksistensi dan karyanya pada Segmen fashion di Zona 3 F8, Minggu (28/7/2024). Salah satu peserta yang menarik perhatian dari Butik Basrah dari Kota Pare-Pare. Pemiliknya, Rahmah, menampilkan enam baju busana muslim perempuan dan tiga baju busana muslim laki-laki dalam fashion show. “Koleksi yang ditampilkan mengusung tema Labukesso, yang berarti matahari terbenam, menggambarkan keindahan nuansa warna yang hangat dan menawan,” jelasnya. Rahmah mengaku bahwa ini adalah kali pertamanya ia menampilkan karyanya dalam bentuk fashion show dan di panggung F8. “Saya sangat berterima kasih kepada F8 yang memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM seperti saya untuk menunjukkan karya kami,” ungkapnya. Ia berharap partisipasinya dalam acara ini dapat meningkatkan eksposur dan pemasaran untuk butik yang telah ia kelola. Sementara itu, Butik Husna asal Kabupaten Bantaeng juga ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Pemilik butik, Husna, menampilkan enam baju bertema pesta yang terbuat dari kain sutra khas Makassar. “Kain wastra tersebut dipadukan dengan desain modern, menciptakan perpaduan yang unik antara tradisi dan inovasi,” jelasnya. Butik Husna, yang telah berdiri selama 18 tahun, juga baru pertama kali mengikuti F8. Husna merasa sangat bahagia bisa memperkenalkan koleksinya di panggung yang bergengsi ini. “Ini adalah kesempatan yang sangat berarti bagi kami untuk menunjukkan bahwa produk lokal juga bisa bersaing dengan yang lain,” ujarnya. Dengan adanya dukungan dari F8, diharapkan industri fashion lokal di Sulsel dapat semakin dikenal. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan keberlanjutan UMKM di Sulsel.(*)

Tari Odissi India Kembali Guncang Panggung F8 di Hari Terakhir

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Setelah sukses dan membuat terpukau pengunjung F8 pada hari keempat kemarin, Konsulat Jenderal India kembali mempersembahkan satu tarian indah dari negeri Bollywood itu. Ialah Tari Odissi. Adalah salah satu bentuk tarian klasik unggulan India yang berasal dari kuil Hindu di negara bagian pesisir timur Odisha di India. Sang penari, Sriradha Paul menampilkannya dengan begitu indah. Gerakan tubuhnya menunjukkan penghayatan yang luar biasa. Pengunjung juga dibawa pada suasana di India kuno dengan perpaduan musik khasnya. Sriradha mengatakan, dia menampilkan karakter populer dari Ramayana yang begitu familiar di Indonesia juga di India. Bagaimana kisahnya ialah seorang perempuan bernama Supernaka yang bertemu Rama. Dengan wajah tampan Rama justru membuat Supernaka tidak percaya diri. Dia merasa tidak bisa mendekati Rama karena wajahnya yang jauh dari kata cantik. Tetapi beruntungnya dia menemukan satu kekuatan magis yang bisa mengubah penampilannya sehingga bisa mendekati Rama. Sayangnya, Rama mengatakan bahwa dia sudah memiliki istri yakni Shinta. Dari penampilan ini, Sriradha ingin penonton bertanya apa sebenarnya standar cantik itu. Nah tarian ini salah satunya menggambarkan hal tersebut. Kecantikan yang selalu kita ingin mencari dan menemukannya. “Jadi saya ingin titipkan pertanyaan kepada penonton, apa sebenarnya cantik dan tidak cantik itu?,” katanya di Panggung Utama F8, pada sela-sela pertunjukkan, Minggu, 28 Juli 2024. Selama sekitar 40 menit menari seorang diri di panggung diiringi dengan permainan mardala, vocal juga violin membuat penonton F8 terhipnotis. Ekspresi luar biasa dari sang penari yang seorang diri tampil memukau di atas panggung pun mendapat tepuk tangan meriah pengunjung. Di akhir pertunjukan, tiga talent juga koreografer ini pun bersama-sama menuju panggung dan berterimakasih kepada warga Makassar yang sudah mengizinkan mereka tampil di F8. Sebagaimana diketahui hari ini merupakan penampilan terakhir dari talent dan malam ini merupakan penutupan F8 Makassar. (*)

Pertama Kali di Sulsel, IKDH Makassar Gelar MHQ Antar Ponpes, Peserta Tak Dipungut Biaya

Suaraindonesiaku.com, Sulsel – Ikatan Keluarga Darul Huffadh (IKDH) Cabang Makassar menggelar Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) antar pondok pesantren (Ponpes) Se-sulsel. Gelaran ini diketahui dijadwalkan berlangsung mulai 26 – 28 Juli 2024 di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Pada Jumat, 26 Juli 2024 malam, Panggung utama MHQ antar Ponpes Se-sulsel IKDH Makassar di Aula Utama Asrama Haji Sudiang berdiri megah, para peserta serta tamu undangan memenuhi aula untuk menyaksikan pembukaan MHQ. Pada Pembukaan MHQ, Ketua panitia pelaksana MHQ IKDH Henri Hasrianto menyampaikan dalam pembukaan nya tentang kegiatan mhq yang terlaksana tanpa membebankan biaya pada peserta. “Alhamdulillah kegiatan mhq bisa terlaksana tanpa membebankan biaya sekecil apapun pada peserta atau gratis,” ucapnya dalam sambutan. Sambutan Ketua IKDH Makassar, Rajuddin menyampaikan pula tentang tujuan diadakannya MHQ untuk mensyiarkan Agama lewat Al-Qur’an dan ajang silaturahmi antar Ponpes Se-sulsel. “Kegiatan MHQ Bertujuan untuk menyiarkan agama Allah SWT melalui Al-Qur’an dan juga sebagai bentuk silaturahmi kita antar Ponpes Se-sulsel,” ujarnya. Lalu sambutan-sambutan yang cukup meriah oleh 4 Tokoh besar terlaksananya MHQ ini, yaitu dari ayahanda bapak Pimpinan pondok pesantren Darul Huffadh oleh Ustadz H. Saad Said, S.Ag. Perwakilan Walikota Makassar oleh Asisten 1 bidang pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat Bapak Drs. H. Muhammad Andi Yasir, M.Si, Perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan oleh Pelaksana Harian Sekda Provinsi Sulawesi Selatan Bapak Ir. Andi Darmawan Bintang M.Dev.P.L.G. Acara dilanjutkan dengan penabuhan gong oleh yang mewakili gubernur Sulawesi Selatan sebagai tanda dibukanya MHQ antar pondok pesantren Se-Sulawesi Selatan dan diakhiri dengan sesi Foto bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan Agenda Seminar Alqur’an yang dirangkaikan bersama MHQ, yang dipimpin oleh moderator Ustadz Awal dan bersama 2 narasumber yang menyampaikan materi seminar Al-Qur’an oleh AKBP atau Ajun komisaris Besar Polisi Bapak H. Muhtar, S.E dan Ayahanda Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Darul Huffadh Ustadz H. Saad Said, S.Ag. Sementara pada Sabtu hari ini, 27 Juli 2024, mulai pukul 08.00 WITA hingga malam berlangsung pelaksanaan lomba sesuai jadwal dari panitia. Kemudian pada Minggu, 28 Juli 2024, akan diadakan seminar kembali yang masih dalam rangkaian agenda MHQ juga oleh pemateri Ustadzah Sa’diah Said Direktris Pondok Pesantren Darul Huffadh dan akan berlangsung pada pukul 08.00 WITA, serta akan dilakukan penutupan serta pengumuman Hasil lomba pada pukul 11.30 WITA. Selain itu, juga direncanakan akan ada Rihlah bagi peserta dan panitia sebelum semuanya check out dan bisa meninggalkan lokasi Asrama Haji Sudiang. (*)

Dj Asal Makassar Maya Yulanda Tutup Kemeriahan Panggung Utama F8 Makassar di Malam Ketiga

Suaraindonesiaku.com, Makassar,- Dj cantik asal Makassar Maya Yulanda berhasil mengguncang Panggung Utama F8 Makassar di Tugu MNEK, Jumat (26/7/2024) malam. Memulai hobinya di dunia Disk Jockey sejak 2016 lalu, Dj Maya Yulanda sukses membuat  pengunjung F8 Makassar ikut bergoyang. Aksi Dj Maya Yulanda memecah kemeriahan Panggung Utama F8 di akhir acara dengan berbagai genre musik. Maya Yulanda banyak mengisi event-event di Kota Makassar hingga keluar daerah dengan bakat yang ia miliki. F8 Makassar merupakan event tahunan di Kota Makassar yang digelar PT Festival Delapan Indonesia berkolaborasi dengan Pemkot Makassar. Mengusung tema ‘The Unity’, F8 Makassar tahun ini digelar 24-28 Juli 2024. Event ini mengahdirkan beragam kegiatan menarik di lima zona. Tak hanya menampilkan musik Dj, Panggung Utama F8 sebelumnya telah menampilkan beragam tarian budaya, musik tradisional, hingga desainer lokal  dan Internasional.(*)

Mey Christine Perkenalkan Lagu Pop Toraja di Panggung F8 Makassar

Suaraindonesiaku.com, Makassar, – Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8) memberikan ruang bagi musisi lokal untuk terus berkarya. Usai menghadirkan band lokal Art2tonic di hari kedua, malam ini F8 Makassar kembali mendatangkan penyanyi muda asal Toraja, Mey Christine. Penyanyi kelahiran Mei 1998 menyanyikan empat lagu. Pudar dari Rossa menjadi lagu pembuka aksi memukau Mey Christine di Panggung Utama F8 Makassar. Sebagai perwakilan musisi dari Toraja, Mey Christine tak lupa membawakan lagu pop dari Toraja sebagai bentuk kecintaannya terhadap daerahnya. “Kami adalah perwakilan dari Kabupaten Toraja dan kami sangat bangga diberikan kesempatan bisa tampil di sini (F8),” kata Mey Christine disela-sela manggung di Panggung Utama Zona 1 Tugu MNEK F8, Jumat (26/7). Sukses di dunia tarik suara, Mey Christine banyak memproduksi lagu-lagu pop Toraja untuk bisa dinikmati anak-anak muda masa kini. “Ini untuk anak-anak muda daerah yang semakin mengapresiasi dan melestarikan lagu di daerahnya. Lagu ini saya produksi mengikuti perkembangan zaman, modern agar anak-anak muda juga bisa menerima,” ujarnya Ditutup dengan lagu Berharap Tak Berpisah dari Reza Artamevia, Mey Christine senang bisa manggung di F8 yang dihadiri ribuan pengunjung setiap harinya. “Terima kasih untuk F8 yang memberikan kesempatan, semoga ini bukan pertama dan terakhir tapi masih ada kesempatan di F8 selanjutnya,” ucap Mey. Berbaur denga  pengunjung, Pj Sekda Kota Makassar Firman Hamid Pagarra terlihat begitu menikmati beragam rangkaian acara di Panggung Utama F8 Makassar.(*)

Kabupaten Bantul Persembahkan Tarian Putri Retnaningsih di Panggung Utama F8 Makassar

Suaraindonesiaku.com, Makassar, — Pemerintah Kabupaten Bantul ikut ambil bagian memeriahkan Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8) yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Sebanyak 20 penari asal Kabupaten Bantul berhasil menghipnotis pengunjung F8 lewat tarian tradisional Putri Retnaningsih di Panggung Utama F8 MNEK, Jumat (26/7) malam. Tarian tradisional Putri Retnaningsih sekaligus memperkenalkan keanekaragaman budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tampil selama kurang lebih 10 menit, tarian Putri Retnaningsih menceritakan tentang sekelompok prajurit putri pasukan Raden Ayu Retnaningsih yang merupkan istri dari Pangeran Diponegoro. Prajurit putri tersebut sedang berlatih dan menggembleng diri terkait olah kanuragan, olah keterampilan perang menggunakan senjata Cundrik dan Gendewa, serta olah kesemaptaan diri guna menjaga kadaulatan dan keutuhan wilayah. Aksi memukau tarian Putri Retnaningsih yang dipersembahkan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul ini disambut dengan tepuk tangan penonton di akhir penampilan. Tarian tradisional dari Kabupaten Bantul Yogyakarta turut disaksikan Pj Sekda Kota Makassar Firman Hamid Pagarra, Dandim 1408/BS Letkol Inf Lizardo Gumay, dan Pj Ketua DWP Makassar Fadliah Firman. Mereka berbaur di tengah-tengah para pengunjung yang antusias menyaksikan beragam kegiatan yang dihadirkan di Panggung Utama F8 Makassar.(*)

Desainer Lokal dan Internasional Unjuk Gigi di Panggung F8 Makassar

Suaraindonesiaku.com, Makassar, — Kemeriahan event Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8) di sepanjang Tugu MNEK CPI dan Anjungan Pantai Losari sejak 24 Juli kemarin masih terus berlanjut. Event tahunan yang sudah masuk Top 10 KEN Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI ini membuka ruang bagi desainer lokal untuk tampil di panggung yang sama dengan desainer Internasional. Dari panggung utama F8 Makassar di Tugu MNEK CPI tampil desainer lokal Ida Jashari & Hielda Aligenda x UPI Collection dan Itja Achmad, Jumat (25/7/2024). Mereka menampilkan busana terbaiknya di Panggung Utama F8 Makassar. Tidak mau kalah dengan desainer Internasional yang juga unjuk gigi di F8 Makassar. Desainer-desainer lokal tetap menampilkan busana yang mempunyai ciri khas budaya Indonesia, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung F8 Makassar. Begitu pun dengan desainer Internasional, Fadzil Hadin dari Brunei Darussalam dan Maitha Ali Al Harthi dari Oman Timur Tengah yang mempersembahkan karya terbaiknya. Panggung F8 Makassar menjadi jembatan  desainer lokal untuk bersaing di kancah International. Apalagi dalam waktu dekat, Kota Makassar kembali akan mengadakan Makassar Fashion Week (MFW) November mendatang. Ini merupakan komitmen pemerintah kota bersama pihal swasta untuk mewujudkan Makassar Kota Festival Tepian Air.(*)