Suara Indonesiaku

Indira Yusuf Ismail Terus Melejit di Pilwali Makassar 2024, Figur Lain Meredup?

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Beberapa nama Bakal Calon Wali Kota Makassar 2024 sebelumnya muncul ke permukaan, dengan memasang alat peraga dan membuat pernyataan diri untuk bertrung pada kontestasi lima tahunan tersebut. Namun, beberapa figur meredup pergerakannya dipermukaan disaat Indira Yusuf Ismail yang terus melakukan pergerakn politiknya. “Elektabilitas dan popularitasnya seiring dengan pergerakan safari politiknya disetiap sudut kota tembus ke lorong dengan, teglain Ini demi rakyat, lanjutkan kebaikan terus menggema disetiap loron, disetiap ruang-ruang perjumpaan warga Kota Makassar (ruang silaturahim),” ucap Akademisi UIN Alauddin Makassar, Ibnu Hadjar, Kamis 11 Juli 2024. Menurut akademisi bergelar Doktor ini, pergerakan politik Indira Yusuf Ismail membuat surveinya naik signifikan sehingga meredupnya figur lain. “Kemudian sangat kelihatan di lapangan baliho ibu Indira Yusuf Ismail ada dimana-mana, dimana-mana selalu ada disetiap sudut kota, jantung kota, menembus ke setiap gang lorong disetiap gerbang dan dinding tembok rumah warga menghiasi wajah khas senyuman tulus penuh semangat, optimis melanjutkan kebaikan untuk semua warga Kota Makassar. Begitupun warga saya melihatnya, begitu antusias memasang baliho-baliho, karena rakyat telah merasakan kebaikan apa telah torehkan tinta kebaikan kebajikan untuk warganya pada Wali Kota sebelumnya,” jelas Ibnu. Dia pun menambahkan, bahwa dirinya melihat dari geliat masayarakat Makassar memasang sendiri didepan rumah ditembok rumah baliho, menandakan Indira Yusuf Ismail dicintai masyarakat. “Besar peluangnya memenangkan Pertarungan Wali kota Makassar 2024,” tambahnya. (**)

Sekwan DPRD Makassar Tegaskan Anggaran Rp2,2 Miliar Diluar Pelantikan

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, Dahyal menegaskan bahwa anggaran pengadaan pin emas sebesar Rp2 miliar, diluar dari anggaran pelantikan. “Tidak ada dana pelantikan 2 M, bukan kelengkapan pelantikan itu,” kata Dahyal saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (10/07/2024). Dahyal menjelaskan bahwa anggaran pin emas dan jas baru yang menelan anggaran sebesar Rp2,2 miliar itu, merupakan dana khusus pengadaan atribut yang memang hak yang melekat anggota dewan saat pelantikan. “Pin itu juga bukan untuk pelantikan, pin itukan hak melekat untuk anggota dewan tapi dikasih sebelum pelantikan, kan memang dia pakai,” tegasnya. “Itukan atribut baju dan pin itu yang diberikan kepada anggota dewan , kebetulan momennya untuk pelantikan. Tapi bukan masuk di dana khusus untuk pelantikan,” lanjut Dahyal. Dahyal menyebutkan bahwa pihaknya menargetkan anggaran pelantikan paling banyak di kisaran Rp100 juta. “Pelantikan itu paling banyak seratus juta makan, minum dengan dekor, jadi tidak ada itu dana pelantikan sampai milyar milyar,” ujarnya. Ia juga mengaku bahwa pelantikan anggota dewan yang terpilih ini, mendapatkan bantuan dari stochkholder terkait. Sehingga ia mengatakan tidak ada anggaran khusus saat pelantikan. “Itukan makan minumnya kita tidak di anggarkan khusus untuk pelantikan karena ada makan minumnya paripurna, bantua dekor itu kan ada misalnya bagian umum sekda,” sebutnya. Diketahui, rincian anggaran pengadaan pin emas seberat 20 gram, sebsesar Rp2 miliar. Sedangkan anggaran pengadaan jas baru sebesar Rp215 juta. Anggaran pengadaan keseluruhan sebesar Rp2,2 miliar. “Pin itu dua miliar tapi kan anggaran tapi dananya tidak sampai segitu,” pungkasnya. (*)

Komisi D DPRD Makassar Minta Penambahan SMP Baru

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar Bidang Kesejahteraan Rakyat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Makassar, Rabu (10/7/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi dan kesiapan sekolah dalam menghadapi tahun ajaran baru, serta mengevaluasi fasilitas dan lingkungan belajar siswa. Saat sidak, Anggota Komisi D memeriksa berbagai aspek, termasuk kebersihan lingkungan sekolah, kondisi ruang kelas, ketersediaan sarana dan prasarana. Selain itu, Anggota Komisi D juga berdialog dengan kepala sekolah dan guru untuk mendapatkan masukan terkait kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi. “Memang saat ini di PPDB 2024 masih ada kendala salah satunya ialah ruangan di setiap sekolah masih terbatas sehingga penempatan harus dilakukan secara merata, karena memang proses penerimaan perlu kejelasan dan keterbukaan. “Tuturnya. Olehhya itu pihaknya berkunjung ke beberapa sekolah yang dianggap cukup padat proses penerimaannya sehingga perlu dilakukan penempatan yang kosong pendaftarnya Iapun meminta agar pihak pemerintah ke depan ada lagi penambahan sekolah tingkat SMP negeri jika melihat kondisi saat ini. Legislator dari fraksi Gerindra ini menginginkan dan memastikan bahwa semua SMP di Kota Makassar memiliki fasilitas yang memadai dan lingkungan belajar yang kondusif. Ini penting agar siswa dapat belajar dengan nyaman dan mencapai prestasi yang baik.”ujar dia. Diketahui hasil dari sidak ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Komisi D dalam menyusun rekomendasi kepada pemerintah kota untuk perbaikan dan peningkatan fasilitas pendidikan di Kota Makassar. Dan Komisi D juga berkomitmen untuk terus memantau kondisi sekolah-sekolah di Kota Makassar agar mutu pendidikan semakin meningkat. Hadir dalam sidak itu sejumlah Anggota Komisi D DPRD Makassar dipimpin H. Saharuddin Said, diantaranya Kasrudi dari Fraksi Gerindra, Fraksi PAN Hamzah Hamid, Ray Suryadi Arsyad Fraksi Demokrat dan Mesak Rante Padang dari Fraksi PDIP di dampingi Kabid SMP Dinas Pendidikan Makassar Muhammad Guntur.Spd (*)

Disnaker Makassar Sukseskan Program Strategis Danny Pomanto: 10.000 Ribu Skill Pelatihan Gratis

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, dalam kepemimpinannya sebagai Wali Kota Makassar, memiliki visi meningkatkan kompetensi masyarakat dalam dunia usaha dan dunia industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kota. Untuk itu, salah satu program strategis Danny adalah penyediaan 10.000 Ribu Skill Training Gratis bagi masyarakat. Dinas Keternagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar menjadi leading sector dari 12 SKPD yang mendukung program tersebut. Kepala Disnaker Kota Makassar, Neilam Palamba mengungkapkan bahwa Disnaker sendiri di tiap tahunya menyiapkan kurang lebih 2.000 peserta untuk berbagai pelatihan. “Kami memberi pelatihan mengikuti standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), salah satunya dengan pemberian pelatihan selama 80 Jam Pelajaran. Hal ini untuk memaksimalkan Pelatihan agar menghasilkan alumni yg kompeten,” jelasnya di Kantor Disnaker pada Rabu, (10/7/2024). Menurutnya, Kota Makassar dikenal sebagai kota dagang dan jasa, sehingga jenis pelatihan yang ditawarkan Disnaker disesuaikan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri ( DuDi ). “Beberapa jenis pelatihan yang populer antara lain pelatihan berbasis multimedia, ketwrampilan Barista, administrasi perkantoran, kewirausahaan, hingga keterampilan teknis seperti alat berat, dan pelatihan lainnya,” jelasnya. Nielma mengatakan program 10.000 Ribu Skill Training Gratis ini menyasar berbagai kelompok terutama masyarakat lorong, fresh graduate, dan penyandang disabilitas. “Kami memberikan masyarakat lorong pelatihan sesuai dengan kebutuhan mereka. Misalnya, pelatihan menjahit, barang daur ulang, dan pelatihan lainnya yang bisa membantu mereka membuka peluang usaha,” jelasnya. Sementara itu, lanjut Nielma, penyandang disabilitas diberikan pelatihan melalui unit layanan disabilitas yang telah berjalan sejak tahun 2021. “Melalui layanan ini, mereka dilatih dalam kemampuan soft skill dan hard skill secara gratis untuk meningkatkan perekonomian mereka. Misalnya pelatihan perbengkelan dan perbaikan alat elektronik,” tambahnya Untuk mendukung program ini, Nielma mengatakan Disnaker juga telah bekerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan dan industri. “Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan materi pelatihan yang diberikan sesuai dengan standar industri dan kebutuhan pasar kerja saat ini,” jelasnya. Untuk masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut pelatihan yang tersedia, Nielma mengarahkan untuk mengakses website https://iporena.disnaker.makassarkota.go.id/login Nielma berharap melalui program ini, dapat mencetak tenaga kerja yang lebih terampil dan berdaya saing, sehingga menbuka peluang investasi dan menciptakan lapangan kerja baru di Kota Makassar akan semakin terbuka. “Kami percaya bahwa dengan meningkatkan keterampilan masyarakat, kita juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan untuk Makassar menuju Kota Kompeten dan Inklusif,” pungkas Nielma.

Ketua TP PKK Kota Makassar Beri Sambutan Dalam Kegiatan Pelatihan Remaja Mesjid se-kota Makassar

suaraindonesiaku.com,Makassar – Remaja Masjid ke depan sangat penting dalam menjalankan syariat Islam di Kota Makassar, maka oleh karena itu Remaja Masjid perlu dibekali dengan berbagai pelatihan untuk meningkatkan pemahaman sebagai filter demi menghadapi berbagai tantang di Era Globalisasi Informasi dan Budaya. Dalam hal ini Bagian Kesra Setda Kota Makassar menggelar kegiatan pelatihan Remaja Mesjid se-kota Makassar yang bertempat di Makassar Golden Hotel jl.Pasar Ikan No 52.(10/7/24) Kegiatan ini turut dihadiri Asisten 3 Bid.Administrasi,Drs.Andi Irwan Bangsawan M.Si.Kabag Kesra,H.Mohammad Syarief,S.STP.,M.Si dan Ketua TP.PKK Kota Makassar,Indira yusuf Ismail serta seluruh Remaja Mesjid se-kota Makassar Dengan mengangkat tema Mari Mengaktifkan Fungsi dan Peran Remaja Mesjid secara Optimali Ketua TP PKK Ibu Indira Yusuf Ismail dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan,mengatakan Peran Remaja mesjid tentunya sangatlah penting “Remaja Masjidlah yang akan menjadi perisai pertahanan tertahap semua gangguan yang merongrong akidah Islamiah, sehingga nantinya kita akan hidup damai di negeri yang Baidatul Warabbul Ghafur,”imbuhnya Maka dari itu mari mengikuti materi ini dengan baik buat bekal perubahan di mesjid masing-masing,yang paling terpenting juga adalah memperhatikan kondisi kebersihkan mesjid.tutupnya

Bagian Kesra Setda Kota Makassar Gelar Pelatihan Remaja Mesjid se-kota Makassar

suaraindonesiaku.com,Makassar – Peran Remaja Masjid ke depan sangat penting dalam menjalankan syariat Islam di Kota Makassar, maka oleh karena itu Remaja Masjid perlu dibekali dengan berbagai pelatihan untuk meningkatkan pemahaman sebagai filter demi menghadapi berbagai tantang di Era Globalisasi Informasi dan Budaya.   Dalam hal ini Bagian Kesra Setda Kota Makassar menggelar kegiatan pelatihan Remaja Mesjid se-kota Makassar yang bertempat di Makassar Golden Hotel jl.Pasar Ikan No 52.(10/7/24) Kegiatan ini turut dihadiri Asisten 3 Bid.Administrasi,Drs.Andi Irwan Bangsawan M.Si.Kabag Kesra,H.Mohammad Syarief,S.STP.,M.Si dan Ketua TP.PKK Kota Makassar,Indira yusuf Ismail serta seluruh Remaja Mesjid se-kota Makassar Dengan mengangkat tema Mari Mengaktifkan Fungsi dan Peran Remaja Mesjid secara Optimali Ketua TP PKK Ibu Indira Yusuf Ismail dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan,mengatakan Peran Remaja mesjid tentunya sangatlah penting “Remaja Masjidlah yang akan menjadi perisai pertahanan tertahap semua gangguan yang merongrong akidah Islamiah, sehingga nantinya kita akan hidup damai di negeri yang Baidatul Warabbul Ghafur,”imbuhnya Maka dari itu mari mengikuti materi ini dengan baik buat bekal perubahan di mesjid masing-masing,yang paling terpenting juga adalah memperhatikan kondisi kebersihkan mesjid.tutupnya

Abdul Wahid Imbau Warga Makassar Lakukan Pencegahan Kebakaran di Rumah

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar, Abdul Wahid menggelar Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran, di Hotel MaxOne, Jalan Taman Makam Pahlawan, Selasa (9/7/2024). Abdul Wahid menghadirkan dua narasumber dalam kegiatan tersebut. Di antaranya, Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran Damkarmat Makassar, Alamsyah Thalib dan Kasubag Perlengkapan DPRD Makassar, Muhammad Akbar Rasyid. Dalam sosialisasi ini, Legislator dari Fraksi PPP itu mengimbau warga untuk selalu melakukan pencegahan terhadap terjadinya kebakaran. Pasalnya si jago merah bisa melahap semuanya. “Sosialisasi perda pencegahan kebakaran ini kita harus ketahui bagaimana cara kita di rumah untuk mencegah kebakaran, jangan sampai itu terjadi,” katanya. Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat ini juga menyebut dua pemateri yang dihadirkan paham terhadap pencegahan kebakaran. Ia berharap warga mampu menyerap dan ikut mensosialisasikan aturan itu. “Makanya mari kita bantu sebarluaskan agar warga yang lain paham bagaimana mencegah kebakaran,” tukasnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran Damkarmat Makassar, Alamsyah Thalib menyampaikan bahwa pihaknya punya pedoman dalam mencegah kebakaran. “Jadi ada delapan ruang lingkupnya untuk Damkarmat melakukan pencegahan. Salah satunya itu melihat objek dan potensi kebakaran. Ini yang harus diperhatikan,” ujarnya. Damkarmat Makassar, kata Alamsyah, juga menyarankan kepada warga untuk bersiaga dengan menyediakan APAR sebagai alat pemadam kebakaran di rumah. “Sudah banyak APAR dijual dan pastikan itu benar benar bagus karena disitu ada level pemadamannya,” tambahnya. Begitu juga yang disampaikan Kasubag Perlengkapan DPRD Makassar, Muhammad Akbar Rasyid. Kata dia, pencegahan mesti dilakukan. “Apalagi sudah ada perda ini yang dibuat bulan Juni 2022 sehingga kita tahu bagaimana aturan terkait mencegah dan mengatasi kebakaran,” tambah Oca–sapaan akrabnya. Oca juga mengingatkan pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama. Namun apabila Damkarmat Makassar punya kinerja yang minim, warga boleh mengadu ke DPRD Makassar. “Kita punya aplikasi namanya Ajammaki jadi disitu warga bisa laporkan masalah apa yang terjadi terkhusus terkait kinerja SKPD,” tukasnya. (*)

Wujudkan Makassar Ramah Lingkungan, DLH Makassar Perkuat Program Strategis Penataan Sistem Persampahan

Suaraindonesiaku.com, Makassar  – Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, mempunyai program strategis Penataan Total Sistem Persampahan sebagai upaya untuk mewujudkan Makassar yang lebih ramah lingkungan. Program ini dijalankan di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar. Plt Kepala DLH Kota Makassar, Ferdy Mochtar mengatakan pihaknya tidak hanya fokus pada penataan, tetapi juga mencakup penanganan sampah dari hulu hingga hilir. Ferdy mengatakan langkah pertama yang diambil dalam program ini adalah peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah. “DLH gencar melakukan sosialisasi dan edukasi mencakup cara memilah sampah organik dan anorganik serta pentingnya daur ulang,” jelasnya. Selain edukasi, kata Ferdy, DLH juga memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah Bank Sampah. Ia menyebutkan sebanyak 1.076 unit Bank Sampah yang beroperasi produktif di tingkat warga dan instansi pemerintah. “Sistem ini berguna untuk masyarakat yang menukarkan sampah dengan sejumlah uang. Hal ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam pengelolaan sampah dan mendukung ekonominya,” Di sisi lain, penanganan sampah tahap hilir, Ferdy mengatakan terdapat 3 Bank Sampah yang menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pengelolaan sampah yang bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). “Dengan menerapkan 3R mendorong masyarakat untuk mendaur ulang sampah menjadi bahan baru yang dapat digunakan kembali atau diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis,” jelasnya. Ferdy mengatakan salah satu fokus utama dalam pengelolaan sampah di Kota Makassar adalah penanganan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa. “Saat ini, penanganan di TPA Tamangapa telah mengalami perubahan dari sistem pendamping menjadi controlling, sebagai salah satu prasyarat untuk penghargaan Adipura,” Kendati demikian, Ferdy mengatakan volume sampah TPA Tamangapa saat ini sudah melebihi kapasitasnya. Sebagai alternatif, Pemkot Makassar akan mendirikan Pusat Pengelolaan Sampah Berbasis Listrik (PSEL). “Pembahasan mengenai PSEL ini telah mencapai tingkat intensitas yang tinggi, khususnya terkait dengan kontrak dengan PT Sarana Utama Sinergi, yang merupakan pemenang tender PSEL, Insya Allah akan segera dilakukan groundbreaking,” jelasnya. Ferdy berharap melalui PSEL ini, dalam 10 tahun ke depan penanganan persampahan di Kota Makassar dapat diatasi dengan baik dan efektif serta berkontribusi dalam penyediaan sumber listrik yang berkelanjutan di Kota Makassar.

Bupati Banggai Kunjungi WAR ROOM Pemkot Makassar Untuk Pelajari Konsep Smart City

Suaraindonesiaku.com,Makassar – Bupati Kabupaten Banggai, Amirudin Tamoreka, melakukan kunjungan ke War Room Pemerintah Kota Makassar untuk mempelajari penerapan konsep Smart City di Kota Makassar pada Selasa (28/05/2024). Asisten I Pemkot Makassar, Muhammad Yasir menyambut hangat Bupati Banggai berserta rombongan. Ia mengaku tersanjung kepada Pemkab Banggai yang memilih Kota Makassar sebagai lokus studi tiru. “Selamat datang di ikon Smart City Makassar. War Room ini adalah pusat kendali yang menunjukkan komitmen kami terhadap penerapan teknologi dalam pelayanan publik,” ujarnya. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Makassar, Ismawaty Nur, turut menambahkan terkait keunggulan War Room. Ia menjelaskan bahwa War Room atau Operation Room adalah wadah untuk mempercepat fungsi Collect, Communicate, dan Crunch dalam tahapan Smart City yang mulai diterapkan sejak tahun 2015. “War Room adalah pusat kendali yang dikelola UPT War Room Diskominfo Makassar. Di sini, kita menampilkan tayangan real-time dari ribuan kamera pemantau (CCTV) yang tersebar di berbagai titik strategis, termasuk Lorong Wisata,” katanya. Ismawaty juga menambahkan bahwa War Room tidak hanya memantau keamanan dan ketertiban, tetapi juga menyediakan data kependudukan, pemantauan cuaca dan iklim, serta aplikasi tracking GPS pada semua kendaraan layanan publik milik Pemkot Makassar, seperti mobil Home Care. Lanjutnya, salah satu fitur unggulan dari War Room adalah kemampuan menampung segala aduan masyarakat melalui Call Centre 112. Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka, mengungkapkan kekagumannya terhadap penerapan Smart City di Makassar, terutama terkait pusat data pelayanan publik real-time yang terintegrasi dengan seluruh website SKPD Pemkot Makassar. “Pelayanan ini paling penting karena memungkinkan koordinasi dan respon cepat atas situasi kota dari berbagai layanan publik di Makassar,” ucapnya.

Apiaty Amin Syam Ingatkan Masyarakat Makassar Waspadai Air Tercemar Limbah

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar, Prof Apiaty K Amin Syam mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan air yang dikonsumsi atau dipakai untuk kebutuhan rumah tangga. Demikian disampaikannya saat Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik. Bertempat di Hotel MaxOne, Jalan Taman Makam Pahlawan, Senin (8/7/2024). Ia menilai air tersedia tidak bisa langsung digunakan. Dia meminta masyarakat untuk lebih teliti sebab pencemaran limbah masih ada apalagi di rumah tangga. “Untuk itu perlu kita perhatikan dengan baik air yang kita minum. Jangan sampai itu justru menganggu kesehatan kita,” kata legislator dari Fraksi Golkar ini. Apiaty juga mengatakan perda air limbah domestik ini masih butuh disempurnakan. Dia menilai masukan masyarakat dan para ahli masih dibutuhkan agar aturannya sesuai dengan kondisi di lapangan. “Jadi kalau mau disempurnakan itu tentu masih kurang makanya kita perlu ahli untuk bahas masalah air limbah,” tambah Apiaty. Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam mensosialisasikan perda ini. “Biar semua masyarakat tahu kalau ada perda yang mengatur terkait pengelolaan air limbah, dan lebih berhati-hati lagi mengonsumsi air,” tukasnya. Sementara itu, akademisi, Andi Suarda menyampaikan bahwa masalah air limbah tidak hanya terjadi di Makassar namun juga di daerah lain. Namun, aturannya belum maksimal. “Kalau di Makassar kita punya perda pengelolaan air limbah domestik. Pemerintah kota sadar kalau kota besar ini butuh aturan yang ketat terkait air limbah domestik,” ujarnya. “Tentu harus kita paham juga isi perda ini. Sudah tanggung jawab bersama untuk kita menjaga lingkungan salah satunya mengelola air limbah dengan baik,” tambah Andi Suarda. Terakhir, akademisi, Syamsuddin Hasan berharap masyarakat juga tidak sungkan untuk melaporkan ke pemerintah apabila ada pencemaran lingkungan. “Silahkan lapor apalagi ibu dewan sudah bilang sampaikan ke DPRD agar cepat tindaki,” katanya. “Memang sulit bagi kita untuk mengelola air limbah tapi adanya aturan perda ini semoga bisa lebih baik lagi dalam pengelolaannya,” tutup Syamsuddin Hasan. (*)