Suara Indonesiaku

Tim PDB UNHAS Dorong Transformasi Ekonomi Desa Lewat Pelatihan Buku Kas dan Pemasaran Digital di Pucak

Suaraindonesiaku.com, Maros — Tim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Hasanuddin (UNHAS) terus mendorong transformasi ekonomi desa melalui penguatan kapasitas pengelolaan usaha masyarakat. Dalam rangkaian Program Hibah DPPM Kemendiktisaintek, Tim PDB UNHAS menggelar pelatihan buku kas sederhana dan pemasaran digital di Balla Ratea ri Pucak, Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Program ini dipimpin oleh Dr. Andi Masniawati, M.Si, dan dilaksanakan bersama tiga mitra desa, yaitu Kelompok Tani Puncak Jaya, Komunitas Panrita Cani, serta Pemerintah Desa Pucak. Pendampingan ini bertujuan memperkuat tata kelola ekonomi desa yang akuntabel dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Pelatihan buku kas sederhana dibawakan oleh Rusmanhadi Takbir, praktisi pemasaran dan keuangan yang telah berpengalaman dalam pendampingan usaha mikro di berbagai daerah. Dalam pelatihannya, ia menekankan bahwa pembukuan adalah fondasi keberlanjutan usaha. “Banyak usaha desa berjalan tanpa arah karena tidak ada pencatatan uang masuk dan keluar. Dengan buku kas sederhana, kelompok bisa menghitung modal, biaya operasional, serta keuntungan usaha dengan jelas,” ujarnya. Sesi berikutnya adalah pelatihan pemasaran digital yang dibawakan oleh Muhammad Albaar Al-Qayyum, fasilitator pemberdayaan dan pendamping usaha komunitas. Ia memperkenalkan strategi pemasaran berbasis media sosial seperti WhatsApp Business, Facebook Marketplace, dan Instagram sebagai sarana promosi produk desa. “Produk desa sebenarnya berkualitas, tetapi banyak yang berhenti hanya dipasarkan di sekitar kampung. Melalui pemasaran digital, produk lokal bisa menjangkau pasar yang lebih luas tanpa biaya besar,” jelas Albaar saat sesi praktik. Pelatihan ini diikuti petani, pelaku UMKM desa, pemuda, dan komunitas perlebahan trigona yang mulai mengembangkan usaha madu lokal. Peserta dilatih membuat pencatatan kas harian, laporan keuangan sederhana, foto produk menggunakan ponsel, hingga membuat konten promosi yang efektif. Ketua Tim PDB UNHAS, Dr. Andi Masniawati, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari roadmap pemberdayaan desa yang berfokus pada kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan usaha secara berkelanjutan. “Pendidikan masyarakat bukan hanya teori. Kami membawa praktik yang bisa langsung diterapkan oleh warga desa. Melalui buku kas dan pemasaran digital, usaha kecil dapat tumbuh lebih rapi, profesional, dan berdaya saing,” ujarnya. Program PDB UNHAS di Desa Pucak akan berlanjut dengan penguatan kelembagaan ekonomi desa, pelatihan branding produk, dan pembentukan jaringan pemasaran kolektif sebagai strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

UNESA Dorong Sekolah Adaptif di Era Digital melalui Pelatihan Social Media Marketing di SMA Hasanuddin Wajak

Suaraindonesiaku,com.Malang, 17 Juni 2025 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi S1 Bisnis Digital, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital di dunia pendidikan. Melalui kegiatan bertajuk “Pengembangan Keterampilan Social Media Marketing untuk Mendukung Branding Sekolah di SMA Hasanuddin Wajak Malang”, tim dosen UNESA membantu sekolah beradaptasi dengan perkembangan era digital melalui strategi branding dan pelatihan keterampilan pemasaran digital. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (17/06/2025) sejak pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh guru dan siswa SMA Hasanuddin Wajak, Kabupaten Malang. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah Ratna Faradisa, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara pihak sekolah dan UNESA dalam meningkatkan kapasitas digital di lingkungan pendidikan. Tim PKM ini diketuai oleh Dr. Muhammad Fachmi, S.E., M.M., dengan anggota Nadia Nur Thahirrah, S.E., M.SM., Dr. Ratih Amelia, S.E., M.M., Fresha Kharisma, S.E., M.SM., dan Ika Diyah Candra Arifah, S.E., M.Com. Kegiatan dirancang secara partisipatif dan aplikatif, dengan sesi pelatihan utama yang disampaikan oleh Nadia Nur Thahirrah, S.E., M.SM., dosen muda Program Studi S1 Bisnis Digital UNESA. Materi yang diberikan meliputi pembuatan konten kreatif (poster, reels, dan caption edukatif), pemanfaatan aplikasi desain digital seperti Canva dan CapCut, strategi penggunaan hashtag dan peningkatan engagement, serta teknik penjadwalan dan analisis insight di platform media sosial seperti Instagram dan Facebook. “Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam bidang social media marketing. Dengan demikian, sekolah dapat memperkuat citra dan promosi digitalnya secara efektif, sekaligus membekali siswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan era digital,” ujar Nadia Nur Thahirrah. Sementara itu, Ketua Tim PKM Dr. Muhammad Fachmi menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah sebagai langkah strategis membangun ekosistem pendidikan digital yang berkelanjutan. “Melalui kegiatan PKM, kami ingin membantu sekolah agar lebih siap menghadapi persaingan di era digital. Guru dan siswa tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga kreator konten yang dapat memperkuat citra positif sekolah,” jelasnya. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para peserta. Guru dan siswa langsung mempraktikkan pembuatan konten promosi sekolah yang kemudian diunggah ke akun resmi media sosial SMA Hasanuddin Wajak. Hasil karya mereka mencerminkan kreativitas, kolaborasi, serta pemahaman baru terhadap strategi branding digital, yang menjadi modal penting dalam memperkuat citra sekolah di ranah digital.

Pesta Adat Mappogau Sihanua Kembali Digelar, Lestarikan Tradisi Leluhur di Sinjai

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Tradisi tahunan yang sarat nilai budaya dan sejarah, Pesta Adat Mappogau Sihanua, kembali digelar di Kawasan Adat Karampuang, Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai. Kegiatan adat yang telah menjadi ikon pelestarian budaya masyarakat Sinjai ini akan berlangsung selama beberapa hari dengan berbagai rangkaian acara adat dan ritual sakral. Pesta Adat Mappogau Sihanua merupakan warisan leluhur masyarakat Karampuang yang digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas limpahan rezeki dan keselamatan, sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi antar warga. Informasi yang dihimpun, rangkaian prosesi adat telah dimulai sejak minggu, 19 Oktober 2025 dengan Mabbahang atau musyawarah adat yang menjadi pembuka kegiatan. Kemudian keesokan harinya, dilanjutkan dengan Mappatoa, yaitu ritual permohonan izin dan restu adat kepada pemerintah setempat sebagai tanda dimulainya pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya, pada 24-26 Oktober, warga melaksanakan Mappaota dan Mabbaja-baja, yakni prosesi membersihkan kawasan adat sebagai bentuk penyucian sebelum puncak acara. Sementara itu, puncak rangkaian ritual akan digelar Senin (27/10/2025) pekan depan, dengan Menre Ri Bulu, diikuti Lomba Kuliner Kue Tradisional yang melibatkan ibu-ibu PKK tingkat dusun di Desa Tompobulu yang akan menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus pelestarian cita rasa kue tradisional Sinjai. Adapun ritual Mabbali Sumange atau Massulo Beppa, yaitu tradisi mengumpulkan kue sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur akan dilaksanakan pada 28 Oktober 2025, Seluruh rangkaian kegiata akan ditutup dengan Malling atau pantangan, di mana warga dalam kawasan adat dilarang memotong hewan selama tujuh hari, sementara di luar kawasan selama lima hari. Selama masa ini, masyarakat hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan tanpa darah sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayasn (Disparbud) Sinjai, Tamzil Binawan, menyampaikan, Pesta Adat Mappogau Sihanua merupakan salah satu warisan budaya yang harus terus dilestarikan. “Kegiatan ini tidak hanya memperkuat identitas masyarakat Sinjai, tetapi juga menjadi daya tarik pariwisata lokal yang mampu menarik pengunjung dari luar daerah,” ujarnya. Dikatakan Mappogau Sihanua bukan sekadar perayaan adat. Tradisi ini menjadi sarana pelestarian budaya, edukasi generasi muda, dan penguatan solidaritas sosial antar warga. “Dengan rangkaian prosesi yang kaya makna, masyarakat Sinjai berharap tradisi ini terus hidup dan dikenal luas, baik di tingkat lokal maupun nasional,” tandasnya. Sebelumnya, Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan kearifan lokal seperti Mappogau Sihanua, karena tradisi ini mencerminkan jati diri dan kekayaan budaya masyarakat Sinjai yang harus diwariskan kepada generasi muda. “Tradisi ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang dapat memperkenalkan Sinjai ke kancah yang lebih luas,” sebutnya. Seperti tahun sebelumnya, puncak pesta adat Mappogau Suhanua ini ramai dikunjungi warga termasuk dari luar kabupaten Sinjai. Bahkan Bupati dan Wakil Bupati Sinjai serta para pejabat daerah dijadwalkan akan hadir termasuk Forkopimda, Pimpinan BUMN dan BUMD, Disparbud Sulsel hingga Permaisuri Raja Gowa ke-38 serta para ketua organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, budayawan, dan pihak TVRI Makassar.

Sekda Pimpin Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama, Bahas Kepesertaan JKN

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Forum Komunikasi dengan Pemangku Kepentingan Utama yang berlangsung di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Sinjai, dipimpin langsung Sekda A. Jefrianto Asapa, Jumat (24/10/2025) Siang. Forum ini adalah agenda rutin yang dibuat untuk membangun komunikasi antara Pemerintah Daerah dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan guna memberikan laporan perkembangan serta progres pelaksanaan JKN di masing-masing wilayah. Dalam forum ini, Sekda A. Jefrianto Asapa menekankan pentingnya komitmen bersama untuk memastikan jaminan kesehatan dapat menyentuh seluruh penduduk Sinjai. “Kami Pemerintah Daerah dan BPJS Kesehatan akan terus memastikan masyarakat dapat mengakses kesehatan dengan mudah, layak, dan berkeadilan,”ungkap A. Jefrianto. Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Watampone Indira Azis Rumalutur juga menyampaikan bahwa forum ini merupakan agenda yang dilakukan secara berkala. Fokusnya tetap pada Universal Health Coverage (UHC) atau perluasan kepersertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Saat ini kepesertaan kita mencapai 97 persen lebih, Yang kita bahas tetap percepatan UHC prioritas agar segera menyentuh angka 98 persen kembali,” ungkap Indira. Perlu diketahui, untuk keaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Sinjai telah melampaui target Nasional yakni berada diatas 80 persen. Itu artinya sejauh ini Pemerintah terus mendorong agar layanan kesehatan yang memadai dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Hadir dalam forum ini, beberapa Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bapenda, Kepala Dinas Sosial, dan beberapa OPD lainnya serta BPJS Kesehatan Sinjai.

Bupati dan Wabup Sinjai Hadiri Festival Phinisi XV, Perkuat Sinergi Antar Daerah Pesisir

Suaraindonesiaku.com, BULUKUMBA – Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif bersama Wakil Bupati, Andi Mahyanto Mazda, menghadiri pembukaan Festival Phinisi XV Tahun 2025 yang digelar di Pantai Mandala Ria, Kabupaten Bulukumba, Kamis (23/10/2025). Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai terhadap pelestarian budaya maritim dan warisan leluhur masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel). Festival Phinisi yang menjadi agenda tahunan Pemkab Bulukumba ini menampilkan berbagai kegiatan budaya dan atraksi bahari, di antaranya parade kapal phinisi, pertunjukan seni tradisional, hingga pameran produk unggulan daerah. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga wadah memperkuat sinergi antar kabupaten/kota dalam menjaga dan mengembangkan potensi wisata bahari Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan itu, Bupati Sinjai menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang terus konsisten menjaga tradisi pembuatan kapal phinisi sebagai simbol kejayaan maritim masyarakat Sulawesi Selatan. “Phinisi bukan sekadar kapal, tetapi simbol ketangguhan, kearifan lokal, dan semangat bahari masyarakat Bugis-Makassar yang harus terus kita lestarikan. Kami dari Kabupaten Sinjai tentu sangat mendukung upaya ini,” ujar Bupati. Sementara itu, Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, menilai festival ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat kerja sama antar daerah pesisir, termasuk dalam pengembangan pariwisata bahari dan ekonomi kreatif. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat sinergi antar kabupaten di Sulawesi Selatan, terutama dalam mempromosikan potensi wisata dan budaya maritim yang kita miliki,” tuturnya. Festival Phinisi XV turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, jajaran Forkopimda, para kepala daerah se-Sulsel, tokoh adat, tokoh masyarakat  serta tamu dan undangan lainnya. Dengan semangat kebersamaan, kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Sinjai di ajang ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya mariting di Sulsel.

Pelatihan Buku Kas Sederhana Bekali Petani dan Komunitas Panrita Cani Tata Kelola Keuangan Usaha

Suaraindonesiaku.com, MAROS – Pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Pucak terus diperkuat melalui edukasi manajemen usaha berbasis komunitas. Pada 24 Oktober 2025, tim pelaksana Hibah DPPM Kemendiktisaintek Skema Pemberdayaan Desa Binaan menggelar Pelatihan Buku Kas Sederhana di Balla Ratea ri Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program desa binaan yang diketuai oleh Dr. Andi Masniawati, M.Si, dosen Departemen Biologi Universitas Hasanuddin. Program ini melibatkan kolaborasi lintas elemen, termasuk akademisi, alumni, dan komunitas lokal. IKABIO UNHAS dan Komunitas Panrita Cani menjadi mitra aktif dalam pelaksanaan kegiatan lapangan. Pelatihan menghadirkan Rusmanhadi Takbir sebagai narasumber. Ia merupakan praktisi pemasaran dan keuangan yang telah berpengalaman di berbagai perusahaan dan lembaga pemberdayaan. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya pencatatan keuangan bagi usaha kecil dan kelompok produktif desa. “Usaha bisa jalan tanpa modal besar, tetapi tidak akan bertahan tanpa pencatatan keuangan. Buku kas sederhana adalah pondasi agar usaha transparan, terukur, dan bisa berkembang,” tegas Rusmanhadi saat memandu pelatihan. Dengan metode studi kasus (case study), peserta langsung mempraktikkan cara mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha, menghitung modal kerja, hingga menyusun laporan arus kas bulanan. Contoh kasus yang digunakan berasal dari aktivitas ekonomi warga seperti penjualan madu trigona, usaha bibit tanaman, dan pengolahan hasil pertanian. Koordinator Komunitas Panrita Cani, Muhammad Albaar Al Qayyum, mengatakan pelatihan ini memberi dampak langsung bagi kelompok. “Selama ini pencatatan keuangan dianggap sepele. Setelah pelatihan ini, kami sadar administrasi usaha sama pentingnya dengan produksi,” ujarnya. Ketua hibah, Dr. Andi Masniawati, M.Si, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membentuk model pemberdayaan yang berkelanjutan. “Program desa binaan ini tidak hanya fokus pada keterampilan produksi seperti budidaya lebah trigona, tetapi juga pada kemampuan manajemen usaha agar masyarakat siap naik kelas,” ungkapnya. Kegiatan ini juga melibatkan anggota tim hibah dan relawan pendamping lapangan, termasuk dosen dan alumni Biologi UNHAS serta mahasiswa yang turut memfasilitasi sesi praktik pencatatan keuangan. Pelatihan ini menjadi langkah penting dalam membangun usaha desa yang tertib administrasi, transparan, dan siap berkembang. Program akan berlanjut dengan pendampingan kelembagaan usaha dan manajemen kelompok secara berkelanjutan.

Ketua Fraksi NasDem Bulukumba Anggoro Hadiri LAGA Perubahan, Komitmen Nyata Pelayanan Publik

Suaraindonesiaku.com, Bulukumba — Ketua Fraksi NasDem Bulukumba, Kurdiansyah Anggoro SE, menghadiri LAGA Perubahan dan Bimtek Partai NasDem di Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2025). Anggoro menegaskan, program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan wadah bagi kader untuk memahami persoalan masyarakat secara utuh dan membangun kesadaran bersama untuk melayani publik dengan hati. “Semangat perubahan yang diusung NasDem bukan hanya slogan, tapi langkah nyata menghadirkan politik yang berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Anggoro. Menurut Anggoro, LAGA Perubahan dirancang untuk mengasah sensitivitas dan kualitas pelayanan kader. Program ini bertujuan agar kader NasDem mampu memahami persoalan masyarakat secara utuh, bukan sepotong-sepotong. “Ini tentang membangun kesadaran bersama untuk melayani dengan hati,” tegas Anggoro, menekankan bahwa politik yang dijalankan harus berlandaskan empati dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan publik. LAGA Perubahan merupakan program berkelanjutan yang memadukan tiga elemen kunci: pelatihan politik, komunikasi publik, dan literasi kebangsaan. Tujuannya jelas, yaitu membekali kader dengan kemampuan analisis dan strategi gerakan yang lebih tajam dalam menjawab tantangan di daerah masing-masing. Anggoro menambahkan bahwa semangat perubahan yang diusung NasDem bukan sekadar slogan semata. “Ini adalah langkah nyata untuk menghadirkan politik yang benar-benar berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.

Pelatihan Panen Higienis Perkuat Kualitas Produk Madu di Desa Pucak

Suaraindonesiaku.com, Maros — Program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal terus digencarkan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan komunitas desa. Tim pelaksana Hibah DPPM Kemendiktisaintek Skema Pemberdayaan Desa Binaan menyelenggarakan Pelatihan Panen Higienis Lebah Trigona di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros pada 24 Oktober 2025. Program ini diketuai oleh Dr. Andi Masniawati, M.Si, dosen Departemen Biologi Universitas Hasanuddin (UNHAS), dan menggandeng Komunitas Panrita Cani sebagai mitra binaan yang dikoordinatori Muhammad Albaar Al Qayyum. Peserta pelatihan berasal dari anggota komunitas perlebahan lokal dan masyarakat Desa Pucak yang sedang mengembangkan budidaya lebah trigona sebagai sumber ekonomi berkelanjutan. Pelatihan menghadirkan narasumber nasional, Ir. Hamka Maddu, praktisi perlebahan yang telah berkecimpung sejak tahun 2000. Ia mengajarkan teknik panen madu higienis, sanitasi alat panen, serta perawatan koloni yang memenuhi standar bersih. “Kesalahan paling umum peternak pemula adalah panen tanpa memperhatikan kebersihan. Akibatnya madu cepat rusak dan tidak layak jual. Standar higienis adalah kunci agar madu bernilai ekonomi tinggi,” jelas Hamka Maddu saat sesi pelatihan. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Desa Pucak, Abdul Razak, perangkat desa, mahasiswa Biologi dan Kehutanan UNHAS, dosen pendamping, serta pengurus IKABIO UNHAS. Dalam sambutannya, Abdul Razak menyampaikan dukungan penuh pemerintah desa terhadap pengembangan perlebahan sebagai potensi unggulan desa. “Program ini sangat bermanfaat dan relevan untuk masyarakat kami. Budidaya trigona bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana, Dr. Andi Masniawati, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari roadmap pemberdayaan desa berbasis sains. “Pelatihan ini bukan kegiatan sesaat. Kami membangun model Desa Binaan Perlebahan Trigona yang berkelanjutan melalui pendampingan produksi, mutu, dan pemasaran,” tegasnya. Program Hibah Desa Binaan ini akan berlanjut dengan agenda lanjutan meliputi:
Sertifikasi kualitas produk madu, Penguatan kelembagaan usaha komunitas, Pelatihan branding dan pemasaran digital, dan Pengembangan kawasan edukasi ekologi berbasis perlebahan. Komunitas Panrita Cani yang menjadi mitra binaan berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas peternak lebah lokal. “Panen higienis ini jadi ilmu baru bagi kami untuk meningkatkan kualitas madu agar bisa masuk pasar yang lebih luas,” ujar koordinator komunitas, Muhammad Albaar Al Qayyum. Dengan pelatihan ini, Desa Pucak semakin memperkuat posisinya sebagai kawasan edukasi konservasi dan pengembangan ekonomi lingkungan di Kabupaten Maros.

PLN Hadirkan Harapan di Pulau Samalona, Sinar Terang dari SuperSUN untuk Pariwisata Hijau Berkelanjutan

Suaraindonesiaku,com.Makassar, 24 Oktober 2025 – Cakrawala sore itu dihiasi cahaya mentari yang perlahan tenggelam di ufuk barat Pulau Samalona. Di antara desiran ombak dan tawa anak-anak yang bermain di tepi pantai, tampak deretan panel surya berkilau memantulkan sinar senja. Dahulu, raungan genset kerap terdengar di pulau kecil nan eksotis yang berada dalam gugusan Kepulauan Spermonde, Kota Makassar. Namun berkat inovasi SuperSUN dari PT PLN (Persero), kini masyarakat resmi menikmati keheningan listrik ramah lingkungan. Sebanyak 20 rumah tangga di Pulau Samalona kini telah teraliri listrik SuperSUN. Pulau Samalona merupakan salah satu pulau kecil yang terletak di lepas pantai barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Berjarak sekitar tujuh kilometer dari pusat kota, pulau ini dapat ditempuh sekitar 30 menit perjalanan laut menggunakan perahu dari dermaga atau pelabuhan kecil di pesisir Kota Makassar. Dengan luas sekitar 2,3 hektare, Pulau Samalona dikelilingi pasir putih halus, air laut jernih bergradasi biru toska, dan terumbu karang yang masih terjaga, menjadikannya destinasi wisata bahari populer berkat keindahan alamnya yang menawan. Selain itu, keindahan bawah lautnya juga menjadikan Pulau Samalona salah satu spot snorkeling dan _diving_ terbaik di Kota Makassar, dengan aneka biota laut seperti ikan hias, karang warna-warni, dan penyu laut yang kerap terlihat. Dengan potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berkelanjutan, pulau tersebut dihuni oleh 41 warga yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai pengelola _homestay_ dan nelayan. Kehadiran listrik bersih dari inovasi SuperSUN PLN kini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pulau. SuperSUN sendiri merupakan inovasi energi bersih karya anak bangsa yang mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mikro dengan _Battery Energy Storage System_ (BESS), yang menghadirkan listrik di wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan konvensional. Dengan sistem penyimpanan energi berbasis baterai, listrik di Pulau Samalona kini menyala 24 jam tanpa henti, menggantikan pasokan sebelumnya yang terbatas dan bergantung pada genset berbahan bakar minyak. Warga Pulau Samalona, Kamaruddin, menjelaskan bahwa dengan adanya listrik PLN, warga dapat menghemat biaya operasional hingga 88 persen untuk usaha wisatanya, yaitu _homestay_. Sebelum hadirnya listrik PLN, warga yang kebanyakan berprofesi di bidang pariwisata mengandalkan genset dan menghabiskan sekitar 180 liter bahan bakar minyak (BBM) per bulan — itu pun hanya digunakan pada malam hari. Dengan harga BBM sekitar Rp15 ribu per liter, warga mengeluarkan biaya sekitar Rp2,7 juta per bulan. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Setelah hadirnya listrik PLN dari inovasi SuperSUN, rata-rata kami hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp300 ribu per bulan atau menghemat hingga 88 persen. Selain itu, kami juga bisa menikmati listrik 24 jam untuk kegiatan lainnya seperti mengaji dan anak-anak belajar di malam hari,” ujar Kamaruddin. Ia menambahkan, listrik bersih PLN sangat bermanfaat dan berdampak positif bagi kenyamanan wisatawan. “Jika genset menyala, suara menjadi sangat bising dan menimbulkan polusi di malam hari. Dengan hasil penghematan biaya operasional, saya juga berencana mengembangkan dan merenovasi homestay,” katanya. Tercatat sejak listrik PLN beroperasi 24 jam pada Agustus 2025, terjadi peningkatan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Samalona. Sebelumnya hanya rata-rata 800 wisatawan per bulan, kini meningkat menjadi sekitar 1.000 wisatawan per bulan. Dalam momen penyalaan listrik desa yang dilaksanakan secara simbolis di Pulau Samalona pada Jumat (24/10), Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turut mengapresiasi sumbangsih PLN dalam melistriki hingga ke pelosok. Pada kesempatan tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan penyalaan program listrik di 80 desa yang tersebar di 11 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Selatan, dengan total pemasangan SuperSUN di 1.486 titik — salah satunya di Pulau Samalona. “Walaupun dihadapkan dengan tantangan, melistriki daerah terpencil adalah mimpi lama yang akhirnya berhasil kita wujudkan. Alhamdulillah, dalam momentum HUT Sulsel ke-365 ini, wilayah yang selama ini listriknya terbatas kini telah diterangi berkat kerja keras banyak pihak dan kehadiran teknologi ramah lingkungan, yaitu SuperSUN dari PLN,” kata Sudirman. “Ini bukan sekadar soal listrik, tapi soal keadilan energi. Kami bersyukur dan bangga bisa menghadirkan terang bagi saudara-saudara kita di pelosok Sulawesi Selatan. Terima kasih kepada seluruh tim, khususnya PLN, atas komitmen dan inovasinya untuk menerangi negeri,” tambahnya. Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, juga mengucapkan terima kasih atas inisiasi PLN melalui inovasi SuperSUN dalam melistriki kepulauan. “Kami optimis program ini bisa menyentuh pulau-pulau lainnya, karena untuk memberikan kesejahteraan dibutuhkan listrik. Alhamdulillah, Pulau Samalona menjadi percontohan. Dengan hadirnya listrik PLN tentu bisa memberikan manfaat dan berkah bagi masyarakat. Selain itu, dengan adanya listrik masyarakat dapat melakukan kegiatan ekonomi untuk menambah penghasilan,” ujar Munafri. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, menyampaikan komitmen PLN untuk terus mewujudkan keadilan energi di seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T. “SuperSUN adalah wujud keseriusan PLN dalam mewujudkan listrik berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Kami tidak hanya membawa cahaya, tapi juga harapan. SuperSUN dirancang agar masyarakat kepulauan bisa mandiri energi dengan memanfaatkan potensi alam sekitar, sekaligus mendukung pariwisata hijau yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan,” kata Edyansyah. Edyansyah menambahkan bahwa listrik sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun dihadapkan dengan tantangan yang cukup berat, tim PLN berhasil menyeberangi laut dari Kota Makassar ke Pulau Samalona dengan mengangkut material berbobot hingga 100 kilogram (kg) per unit. Tak jarang, petugas PLN juga dihadapkan pada cuaca yang kurang bersahabat dan ombak besar. Namun semua itu tidak menyurutkan semangat PLN dalam melistriki Pulau Samalona. “Dengan adanya listrik, warga di sini dapat memaksimalkan potensi wisatanya. Nelayan juga dapat menggunakan kulkas untuk menyimpan ikan. Hasil tangkapan lebih awet, pengunjung meningkat, dan otomatis perekonomian menjadi lebih baik,” jelasnya. Bagi warga setempat, kehadiran listrik berkelanjutan ini bukan sekadar penerangan, tetapi harapan baru bagi kehidupan dan ekonomi pulau wisata tersebut. Aktivitas UMKM seperti _homestay_, warung makan, hingga penyewaan alat _snorkeling_ kini bisa berjalan tanpa batas waktu. Hingga September 2025, rasio elektrifikasi di Sulawesi Selatan telah mencapai 99,99 persen. Selain itu, sebanyak 1.486 unit SuperSUN di 80 desa telah terpasang di Sulawesi Selatan, membawa perubahan nyata bagi masyarakat — mulai dari tumbuhnya perekonomian lokal hingga hadirnya harapan baru. Hal ini menjadi bukti komitmen PLN terhadap prinsip _Environmental, Social, and Governance_ (ESG) dalam mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Pemkab Sinjai Gelar Rakor dan Monitoring Aset, Dorong Optimalisasi dan Transparansi Pengelolaan

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai terus mendorong efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan aset daerah. Hal ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus monitoring pemanfaatan dan optimalisasi aset milik Pemkab yang digelar di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Kamis (23/10/2025) siang. Kegiatan ini dipimpin Sekda Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, didampingi Asisten Perekonomian Pembangunan Setdakab Sinjai, Andi Ilham Abubakar, dan Asisten Administrasi Umum Setdakab Sinjai, Andi Ariani Djalil. Rakor dan monitoring tersebut juga melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola aset strategis, seperti Dinas Perikanan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHSP), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Asisten Administrasi Umum Setdakab Sinjai, Andi Ariani Djalil, menegaskan pentingnya langkah konkret dalam menuntaskan berbagai kendala yang masih dihadapi dalam pengelolaan aset. “Masih ada sejumlah hambatan dalam optimalisasi aset, terutama terkait pemanfaatan oleh pihak ketiga. Ke depan, kami akan menggandeng KPKNL untuk melakukan penilaian sewa secara objektif,” jelas Ariani. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD dalam menyiapkan dokumen pendukung yang dibutuhkan sebagai dasar penetapan nilai sewa dan skema pemanfaatan aset. “Kami harap seluruh OPD terkait dapat segera menyusun dan melengkapi dokumen yang diperlukan. Ini penting agar proses penilaian dan pemanfaatan aset berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat maksimal bagi daerah,” tambahnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Sinjai dalam meningkatkan tata kelola aset daerah secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Diharapkan koordinasi lintas sektor ini, aset-aset milik daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat segera difungsikan secara produktif, baik melalui kerja sama pemanfaatan dengan pihak ketiga maupun pengelolaan langsung oleh OPD terkait.