Suara Indonesiaku

Bupati Ratnawati Dorong RSUD Sinjai Perkuat Layanan Lewat Forum Konsultasi Publik

Suaraindonesiaku.com, Sinjai – Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif menegaskan pentingnya Forum Konsultasi Publik (FKP) sebagai ruang dialog untuk memperkuat mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Sinjai. Hal itu ia sampaikan saat membuka FKP yang digelar UPT RSUD Sinjai di Aula Lantai II RSUD, Senin (1/9/2025). Mengusung tema “Mendengar dengan Hati, Melayani dengan Ramah: RSUD Sinjai Prima untuk Sinjai”, forum ini menjadi sarana komunikasi antara pengelola layanan kesehatan dengan masyarakat. Direktur RSUD Sinjai, dr. Kahar Anies, menuturkan FKP bertujuan menyerap aspirasi publik serta merumuskan kebijakan yang adil dan transparan. “Kami ingin forum ini menghasilkan solusi terbaik demi peningkatan layanan di RSUD Sinjai,” katanya. Bupati Ratnawati menambahkan, FKP tidak berhenti pada diskusi, tetapi harus melahirkan rencana aksi nyata. “Rasa aman dan nyaman adalah fondasi pelayanan kesehatan yang berkualitas. Karena itu, masukan masyarakat sangat penting untuk menciptakan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya. Kegiatan ini diikuti Sekda Sinjai Andi Jefrianto Asapa selaku Ketua Dewan Pengawas BLUD RSUD, unsur Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan dr. Emmy Kartahara Malik, kepala puskesmas, BPJS, organisasi masyarakat, LSM, serta insan media.

DPC PKB Sinjai Resmi Melantik Kader Loyalis LKK, Ini Harapan Risman sebagai Ketua LKK

Suaraindonesiaku.com, Sinjai — Dewan pimpinan cabang kabupaten Sinjai Resmi melantik kader loyalis LKK DPC kabupaten sinjai sebanyak 70 kader. Bertempat Di hotel Sanjaya sinjai. Minggu, (31/08/2025) Pelantikan dihadiri langsung, ketua DPC PKB kabupaten sinjai A.Olivia Batari Sugi, Sekertaris DPC Zainal Abidin Hasnur, S.SOS., M.Si S.H, Pengurus dan Struktur LKP Sulawesi Selatan sebagai pemateri, Pengurus DPC kabupaten sinjai serta Ketua LKK Risman, S.E., M.M Ketua LKK Risman, S.E., M.M dalam sambutanya sangat bangga terhadap kader-kader muda partai PKB sinjai yang dimana telah mengikuti pelatihan kaderisasi. Pendidikan kader loyalis bertujuan untuk membentuk kader-kader yang loyal berintegritas dan memiliki komitmen kuat terhadap partai “Saya menyambut baik kehadiran kader-kader muda PKB dalam pendidikan kader loyalis ini yang diselenggarakan oleh Lembaga Kaderisasi Kabupaten Sinjai Partai Kebangkitan Bangsa”, ucap risman Ketua LKK PKB sinjai memberi pemaham bahwa Kader PKB sinjai Harus menjadi kader yang loyal, Solid dan siap berjuang kapanpun di butuhkan. kader Pejuang Perubahan untuk memberi solusi, memperjuangkan nasib petani, nelayan, guru, santri dan rakyat kecil. “Karna itu saya ingin menekankan kepada Kader PKB sinjai Harus menjadi kader yg loyal, Solid dan siap berjuang kapanpun di butuhkan. Ingatlah kita bukan sekedar kader, kita adalah Pejuang Perubahan. Kita hadir untuk memberi solusi, memperjuangkan nasib petani, nelayan, guru, santri dan rakyat kecil”, Tegasnya PKB adalah partai yang berbasis pada nilai-nilai Islam dan kebangsaan, memiliki komitmen untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat “PKB ini sebagai partai yang berbasis pada nilai-nilai Islam dan kebangsaan, memiliki komitmen untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat” lanjutnya Kader yang tangguh, cerdas, dan berintegritas, serta mampu menjadi agen perubahan bagi masyarakat dan bangsa terutama di kabupaten sinjai. “Kita harus menjadi kader yang tangguh, cerdas, dan berintegritas, serta mampu menjadi agen perubahan bagi masyarakat dan bangsa.” Tutup risman

Demi Menjamin Keamanan Peserta Didik, Disdik Keluarkan Edaran Belajar Daring Sementara Waktu

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Pendidikan resmi mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan pembelajaran daring untuk seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP mulai 1 hingga 4 September 2025. Langkah ini menyusul adanya imbauan Gubernur Sulsel Nomor 338/12640/Disdik tertanggal 31 Agustus 2025, mengingat meningkatnya aksi demonstrasi dibeberapa daerah. Dalam surat edaran bernomor 100.3.4.4/04.5439/Disdik, Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum. “Pelaksanaan pembelajaran agar dilaksanakan secara daring mulai tanggal 1 s.d. 4 September 2025. Guru dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas pembelajaran secara optimal serta memastikan peserta didik aktif belajar secara daring,” bunyi edaran tersebut. Selain itu, Kepala Satuan Pendidikan juga diminta untuk memantau jalannya pembelajaran daring sekaligus menjaga agar kondisi sekolah tetap aman dan kondusif. Disdik Sinjai juga menegaskan bahwa kebijakan ini hanya bersifat sementara hingga kondisi di lapangan dinyatakan kondusif. Ketentuan lebih lanjut akan diinformasikan kemudian sesuai perkembangan situasi.

Muslimah Wahdah Islamiyah Sinjai Gelar Tasyakuran Dirosa, Bupati Apresiasi Program Peningkatan Bacaan Al-Qur’an

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Muslimah Wahdah Islamiyah Kabupaten Sinjai menggelar Tasyakuran Dirosa di Auditorium Andi Azikin, Jalan Persatuan Raya Sinjai, Minggu (31/08/2025) pagi. Kegiatan ini diikuti ratusan ibu-ibu yang selama ini mengikuti program pembelajaran Al-Qur’an melalui metode Dirosa atau Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa. Pada kegiatan tersebut, Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif turut hadir membersamai. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan dukungan pemerintah daerah terhadap program tersebut. Menurutnya, Dirosa memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya kaum ibu, dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an. “Program Dirosa ini sangat bermanfaat karena membantu ibu-ibu memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Pemerintah daerah tentu sangat mendukung upaya seperti ini,” ujarnya. Kegiatan tasyakuran ini sekaligus menjadi momentum silaturahmi dan penguatan komitmen Muslimah Wahdah Islamiyah Sinjai dalam mendorong peningkatan literasi Al-Qur’an di kalangan masyarakat. Dengan mengusung tema “Rajut Hari dengan Al-Qur’an Raih Keberkahan”, acara Tasyakuran Dirosa ini menghadirkan Ustadzah Rosniar sebagai pemateri. Ia merupakan daiyah dan trainer Muslimah Wahdah Islamiyah Kabupaten Sinjai

Rapat Kerja Wilayah II Lafkespri Korwil Sulawesi Selatan Digelar di Makassar

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Primer (Lafkespri) Korwil Sulawesi Selatan sukses menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-2 yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar. Mengusung tema “Membangun Ekosistem Akreditasi yang Adaptif dan Berkelanjutan di Sulawesi Selatan”, kegiatan ini dihadiri oleh 52 surveior dari total 65 surveior Puskesmas dan Klinik Lafkespri yang bertugas di wilayah Sulsel, Sabtu (30/08/2025) Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Lafkespri Pusat, Dr. Drs. Chazali H. Situmorang, Apt., serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. Ishaq Iskandar, MH, M.Kes, yang memberikan apresiasi atas kontribusi Lafkespri di wilayah ini. “Selama periode 2023 hingga 2024, Lafkespri telah mengakreditasi sekitar 30 persen Puskesmas dan 48 persen Klinik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di Sulawesi Selatan. Capaian ini membuktikan tingkat kepercayaan tinggi fasilitas kesehatan terhadap kinerja surveior Lafkespri,” ujar Dr. Ishaq dalam sambutannya. Rakerwil yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi ajang evaluasi kinerja kepengurusan selama setahun terakhir sekaligus forum untuk menyusun program strategis untuk satu tahun ke depan. Ketua Korwil Lafkespri Sulsel menyampaikan bahwa ke depan, penguatan kapasitas surveior akan menjadi prioritas agar mampu menjawab kebutuhan fasilitas kesehatan sekaligus mengikuti perkembangan regulasi terbaru dari Kementerian Kesehatan. Selain rapat kerja dan diskusi internal, kegiatan ini juga menghadirkan sesi materi pemahaman akreditasi terkait integrasi layanan primer per klaster, yang disampaikan oleh dr. Cornelius Tjahjono. Dalam sambutannya, Ketua Umum Lafkespri Pusat, Dr. Chazali Situmorang, mengapresiasi kualitas kegiatan ini. “Diskusi, rekomendasi, dan saran yang dihasilkan pada Rakerwil ini akan menjadi bahan penting untuk Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lafkespri yang akan diselenggarakan pada Oktober 2025 di Jakarta,” ujarnya. Dengan terselenggaranya Rakerwil II ini, diharapkan Lafkespri Sulawesi Selatan semakin siap membangun ekosistem akreditasi yang adaptif, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan primer di masa depan.

Api di Jalan, Abu di Hati Rakyat

Opini Oleh: Dr. A. Hasdiansyah, M.Pd., M.A Universitas Muhammadiyah Parepare Suaraindonesiaku.com — Gelombang demonstrasi yang melanda beberapa kota dalam beberapa hari terakhir kembali memperlihatkan wajah buram bangsa ini. Jalanan yang dipenuhi massa berujung ricuh, gedung DPRD di Makassar hangus terbakar, sejumlah kantor pemerintah dirusak, bahkan kendaraan ikut jadi sasaran amarah. Di balik kobaran api, kita menyaksikan sesuatu yang jauh lebih serius: abu di hati rakyat yang telah lama menumpuk, kini ditiup angin ketidakadilan. Kemarahan itu jelas bukan lahir dalam ruang hampa. Ia meledak dari rentetan kebijakan dan sikap penguasa yang semakin kehilangan empati. Ketika DPR secara vulgar mengusulkan penambahan tunjangan bagi anggotanya, publik hanya bisa mengernyit: di tengah ekonomi rakyat yang seret, wakil mereka justru sibuk menambah kenyamanan hidup sendiri. Padahal, gaji pokok anggota DPR “hanya” Rp 4,2 juta per bulan, tetapi tunjangan yang melekat bisa mencapai lebih dari Rp 60 juta—dari tunjangan kehormatan, komunikasi, rumah dinas, listrik, hingga perjalanan dinas (Tempo, 2024; Detik, 2024). Ironinya, gedung yang seharusnya menjadi simbol aspirasi rakyat malah terasa seperti menara gading. Jarak antara rakyat dan wakilnya bukan sekadar angka survei kepercayaan, tapi jurang yang makin dalam. Di sisi lain, brutalitas aparat kembali menorehkan luka. Seorang pengemudi ojek online menjadi korban tabrakan polisi, yang hanya menambah panjang daftar peristiwa kelam aparat melawan warga sipil. Bukannya melindungi, mereka justru kerap melukai. Alih-alih menegakkan hukum, aparat tampil sebagai mesin kekerasan yang mematikan simpati. Namun, di tengah luka itu, rakyat sendiri sedang bergulat dengan kenyataan ekonomi yang kian menghimpit. Badan Pusat Statistik mencatat garis kemiskinan nasional pada Maret 2025 adalah Rp 609.160 per kapita per bulan, yang berarti rata-rata rumah tangga miskin (4,7 orang) hidup dengan pengeluaran di bawah sekitar Rp 2,88 juta per bulan Persentase penduduk miskin tercatat 8,47% atau sekitar 23,85 juta orang, meski merupakan angka terendah dalam dua dekade (Badan Pusat Statistik Indonesia). Ironisnya, walau ada penurunan kemiskinan di perdesaan, kemiskinan di perkotaan justru meningkat menjadi 6,73% dari sebelumnya 6,66%. Kesenjangan ini memperlihatkan jurang yang nyata: rakyat berjuang dengan penghasilan terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak, sementara wakil mereka menikmati fasilitas fantastis dari uang negara. Perbedaan yang mencolok inilah yang melahirkan ketidakpercayaan dan rasa ketidakadilan yang makin dalam. Rasa frustrasi itu kemudian tumpah ke jalan, mencari saluran ekspresi yang sering kali tidak tersedia dalam ruang politik formal. Ironisnya, demonstrasi yang seharusnya menjadi katalis sosial justru kerap berakhir sebagai ledakan tanpa arah. Tanpa narasi ideologis dan platform gagasan yang kuat, amarah massa mudah berubah menjadi kerusuhan destruktif. Dalam situasi seperti itu, penguasa dengan gampang menstigma gerakan rakyat sebagai “anarki,” sambil tetap membiarkan akar persoalan—ketidakadilan struktural, tunjangan berlebihan, dan kultur represif tidak tersentuh. Di titik ini kita menyaksikan krisis berlapis. Pertama, krisis keadilan, ketika penderitaan rakyat diabaikan sementara elit merayakan kemewahan. Kedua, krisis legitimasi, ketika Polri semakin dicurigai bukannya dihormati. Ketiga, krisis gerakan, ketika rakyat yang marah kehilangan arah sehingga energi politik mereka habis dalam kemarahan sesaat tanpa menghasilkan perubahan berarti. Sialnya, pemerintah pusat pun tidak banyak memberi harapan. Alih-alih meredam ketegangan dengan kebijakan yang solutif, pemerintah lebih sering melontarkan pernyataan normatif. Dalam konteks kerusuhan, sikap diam seperti itu dipahami publik sebagai bentuk pembiaran. Sementara rakyat tahu, akar masalah adalah kesenjangan ekonomi, perilaku arogan DPR, hingga kekerasan aparat masih berdiri kokoh tanpa pembenahan. Ini tentu bukan pembenaran terhadap kerusuhan dan perusakan. Gedung yang terbakar memang bisa dibangun kembali, tetapi kerusakan kepercayaan publik jauh lebih sulit dipulihkan. Api di jalan hanyalah manifestasi amarah, bukan jawaban atas persoalan. Jika hanya dipadamkan dengan gas air mata dan barisan aparat, peredamannya pasti bersifat sementara, sementara bara ketidakadilan terus menggerogoti. Untuk keluar dari lingkaran destruktif ini, dibutuhkan sinergi langkah konkret. Pertama, DPR harus menghentikan obsesi terhadap tunjangan. Sulit berharap rakyat percaya kepada wakilnya jika mereka justru sibuk menumpuk fasilitas. Kedua, Polri harus melakukan reformasi nyata: aparat mesti tampil sebagai pelindung, bukan penebar trauma. Kekerasan harus dibalas dengan sanksi tegas, bukan disembunyikan di balik seragam. Ketiga, pemerintah wajib memulihkan keadilan sosial, bukan sekadar dengan retorika, tetapi dengan tindakan nyata: menstabilkan harga kebutuhan pokok, melindungi pekerja informal seperti ojol, dan memastikan layanan publik yang bermartabat. Masyarakat sipil juga punya peran penting. Dialog sosial dan gerakan publik harus diarahkan kembali ke jalan gagasan, bukan sekadar ledakan emosi. Gerakan yang berangkat dari visi, ideologi, dan narasi yang jelaslah yang dapat menyalakan perubahan sistemik, bukan sekadar meninggalkan bara kerusuhan. Api mungkin bisa membakar gedung, tetapi hanya gagasan yang dapat membakar kesadaran dan memaksa sistem berubah. Jika energi rakyat dialihkan menjadi gerakan intelektual yang terarah, penguasa tak lagi bisa bersembunyi di balik kursi empuk atau seragam aparat. Hari-hari ini kita belajar satu hal penting: bangsa ini tidak kekurangan amarah, melainkan kekurangan arah. Jika api jalanan terus dipadamkan tanpa menyentuh bara di hati rakyat yang hidup dengan segala kekurangan sementara wakilnya menerima puluhan juta rupiah, maka cepat atau lambat abu itu akan ditiup angin sejarah. Dan ketika api berikutnya menyala, ia bisa lebih besar, lebih sulit dipadamkan, dan mungkin membakar lebih dari sekadar gedung.

Beredar SS Postingan Bernada Provokatif, Muh Syawal Aidul: “Minta Maaf Akun Saya Dihack”

Suaraindonesiaku.com, Makassar  — Pengguna Media Sosial IG, Muh Syawal Aidul Fitri, mengaku sangat kaget dengan beredarnya Screen Shoot Story Instagram pribadinya yang bernada provokatif. Hal itu disampaikan kepada media melalui sambungan telepon WA, Sabtu, (30/08/25). Syawal mengaku bahwa dirinya tidak pernah membuat atau memposting hal yang berbau provokatif seperti yang telah beredar di beberapa grup media sosial. “Saya kaget, tiba-tiba dihubungi oleh teman, kemudian menanyakan perihal story Instagram saya, setelah saya dihubungi kemudian saya membuka Aplikasi IG saya, tetapi sudah tidak bisa diakses,” tuturnya saat dihubungi oleh media Untuk itu, Pemuda yang aktif di beberapa organisasi kepemudaan ini, meminta maaf kepada  publik atas kejadian ini, dan memastikan bahwa kejadian tersebut bukan atas nama dirinya, tetapi orang yang tidak bertanggungjawab. “Saya atas nama pribadi, meminta maaf atas kejadian ini, tetapi saya pastikan ini bukan dari saya, melainkan orang yang tidak bertanggungjawab,” lanjutnya. Syawal juga menghimbau kepada publik agar tidak termakan isu-isu negatif, terprovokasi dan tetap menjaga kesatuan dan persatuan di kota Makassar.

Bupati dan Wabup Sinjai Ikuti Rakor Virtual Bersama Gubernur Sulsel Terkait Situasi Keamanan

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif mengikuti rapat koordinasi yang digelar Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada Sabtu (30/08/2025). Rapat yang digelar secara virtual melalui zoom ini juga diikuti Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan Sekretaris Daerah Andi Jefrianto Asapa dari Gedung Command Center Rujab Bupati Sinjai. Pada rapat tersebut membahas langkah-langkah antisipasi menyikapi dinamika sosial yang ditandai dengan aksi demonstrasi di sejumlah daerah. Dalam arahannya, Gubernur Andi Sudirman menekankan pentingnya memperhatikan pengamanan di beberapa titik, termasuk kantor pemerintahan dan objek vital lainnya. Ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota segera menyusun langkah antisipasi yang sesuai dengan kondisi terkini di wilayah masing-masing. Hal ini menurutnya guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan

Konfercab PGRI Sinjai Timur Dorong Transformasi Organisasi Menuju Indonesia Emas 2045

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sinjai Timur berlangsung di SDN 84 Mangarabombang, Kelurahan Samataring, Sabtu (30/8/2025). Kegiatan ini dibuka Ketua PGRI Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, dan menjadi momentum penting bagi para pendidik di Sinjai Timur untuk merumuskan arah kebijakan dan program kerja PGRI yang relevan dengan tantangan zaman. Ketua PGRI Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, dalam sambutannya menegaskan bahwa PGRI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga garda terdepan dalam perjuangan peningkatan kualitas pendidikan nasional. “Kita tidak hanya berjuang untuk kesejahteraan anggota, tetapi juga bertanggung jawab dalam membentuk masa depan pendidikan. Konferensi ini harus menjadi forum produktif untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan melahirkan keputusan strategis,” tegas Andi Jefrianto yang juga Sekda Sinjai. Dalam arahannya, Andi Jefrianto menyampaikan lima strategi utama yang diharapkan menjadi landasan kerja pengurus PGRI Sinjai Timur ke depan, mulai dari Penguatan Manajemen Organisasi. Menurutnya, PGRI harus tampil sebagai organisasi modern dan profesional, dengan tata kelola yang transparan dan adaptif terhadap perubahan. Kemudian, Digitalisasi Layanan Organisasi, dimana kata dia, pemanfaatan teknologi dalam administrasi, komunikasi, dan pengelolaan anggota menjadi kunci efektivitas dan efisiensi kerja organisasi. Selanjutnya, Pengembangan Kompetensi Guru. Pengurus diharapkan menjadikan PGRI sebagai pusat pelatihan dan peningkatan kapasitas guru, khususnya dalam literasi digital, metodologi pembelajaran, dan kepemimpinan. Lebih lanjut Andi Jefrianto menyebutkan Advokasi Kesejahteraan dan Perlindungan Guru harus menjadi benteng perjuangan dalam memperjuangkan hak dan perlindungan guru melalui kebijakan pendidikan yang berpihak. Termasuk Memperkuat Solidaritas dan Gotong Royong. Ia menegaskan organisasi harus menjadi rumah yang hangat bagi semua guru, tanpa diskriminasi, dan menjadi ruang kolaborasi lintas latar belakang. “Jadi 5 ini menjadi strateginya teman-teman pengurus, ke depan jika 5 arah kebijakan ini kita jalankan bersama. Saya yakin PGRI Sinjai Timur akan menjadi contoh transformasi organisasi yang kuat menyongsong Indonesia emas 2045,” jelasnya. Sekadar diketahui Konfercab PGRI Kecamatan Sinjai Timur, menjadi ajang konsolidasi dan regenerasi kepengurusan, sekaligus memperkuat sinergi antara PGRI tingkat cabang, kabupaten, provinsi, hingga pusat

Wakil Bupati Sinjai Buka Turnamen Mini Soccer Antar SD, Diikuti 37 Tim

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Komunitas Alun-Alun Sinjai Bersatu menggelar Turnamen Mini Soccer antar Sekolah Dasar (SD) sederajat se-Kabupaten Sinjai. Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Alun-Alun Sinjai Bersatu dan resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, Jumat (29/08/2025) sore. Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan perdana oleh Wakil Bupati. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif pemuda Alun-Alun yang menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda. “Ini merupakan bagian dari kreativitas pemuda yang luar biasa. Turnamen ini juga bisa menjadi ajang pencarian bakat untuk anak-anak kita yang memiliki potensi, sehingga ke depan dapat dibina menjadi atlet sepak bola berprestasi. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sinjai, saya sangat mendukung dan memberi apresiasi kepada Komunitas Alun-Alun,” ujar Andi Mahyanto. Ketua Panitia, Yusriandi mengungkapkan sebanyak 37 tim dari berbagai kecamatan di Sinjai ikut ambil bagian dalam turnamen yang berlangsung mulai 29 Agustus hingga 4 September 2025. “Antusias peserta sangat tinggi. Kehadiran tim dari seluruh kecamatan menunjukkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap olahraga sepak bola,” jelasnya. Pembukaan turnamen turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh daerah, di antaranya perwakilan Kejaksaan Negeri Sinjai, Kepala Dinas Pendidikan Irwan Suaib, Kepala Dinas Ketahanan Pangan A. Himawan Saleh. Kemudian Camat Sinjai Utara Agus Salam bersama Forkopimcam, para Kepala SD sederajat, serta para pemain dari 37 tim.