Suara Indonesiaku

Lembaga Majelis Pemangku Adat Tinggi Kerajaan Gowa Resmi Terbentuk

Suaraindonesiaku.com, Gowa – Andi Bau Malik Barammamase, SH. Terpilih Sebagai Ketua Majelis Adat Tinggi Kerajaan Gowa Periode 2025-2030 Pemilihan ini berlangsung di baruga karaeng galesong kantor Bupati Gowa Musyawarah yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 18-19 januari 2025 dengan penuh rasa kekeluargaan ini dihadiri sekitar 250 rumpun keluarga kerajaan gowa, mulai bate salapang, Paccallaya, Daengta Kalia, Dampang Bira, LKG, LAKG, FKGP-SH, adalah momentum untuk mempersatukan kembali seluruh rumpun keluarga besar kerajaan gowa. Dalam sambutan visi misinya Andi Bau Malik Barammamase, SH. Mengatakan Majelis Adat Tinggi Kerajaan Gowa akan menjaga kebudayaan secara utuh dengan semangat kekeluargaan dan persaudaraan keterbukaan dan saling menghormati, mempersatukan keluarga demi terwujudnya kebudayaan yang luhur di kerajaan gowa. “Majelis Adat Tinggi Kerajaan Gowa akan menjaga kebudayaan secara utuh dengan semangat kekeluargaan dan persaudaraan keterbukaan dan saling menghormati, mempersatukan keluarga demi terwujudnya kebudayaan yang luhur di kerajaan gowa”, ucap Andi bau malik Menjalin Kolaborasi dan Bekerja Sama antara Keluarga Kerajaan dengan pemerintah Kabupaten Gowa dengan memaksimalkan semua potensi Adat dan kebudayaaan yang ada dikerajaan gowa, Kedepan Majelis Pemangku Adat Tinggi Kerajaan Gowa ini akan menyusun Formatur dan struktur. Setelah Sruktur selesai barulah akan masuk pada Progam Kerja Yang akan dilaksanakan nantinya. “Menjalin Kolaborasi dan Bekerja Sama antara Keluarga Kerajaan dengan pemerintah Kabupaten Gowa dengan memaksimalkan semua potensi Adat dan kebudayaaan yang ada dikerajaan gowa”, tambahnya Untuk itu marilah kita semua bersama sama membesarkan Majelis Pemangku Adat tinggi Kerajaan Gowa, imbuh bapak 2 anak yang akrab disapa Bau Malik ini

Pj Sekda Makassar Hadiri Rapat Banggar DPRD Bahas Perencanaan Belanja Barang dan Jasa

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR, – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Makassar, Irwan Rusfiady Adnan, menghadiri rapat koordinasi bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar yang digelar di Ruangan Rapat Banggar pada Jumat, (17/1/2025). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Andi Suharmika, turut hadir Tim Anggatan Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Makassar dan anggota Banggar DPRD Kota Makassar. Agenda rapat ini fokus pada koordinasi dan konsultasi terkait perencanaan pengadaan barang dan jasa dalam program Pemerintah Kota Makassar untuk tahun anggaran 2025. Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Andi Suharmika, dalam pembukaannya menekankan pentingnya sinergitas antara Banggar DPRD dengan Pemkot Makassar. Ia menyampaikan tujuan rapat ini adalah memberikan peringatan kepada TAPD agar lebih bijak dan teliti dalam belanja anggaran. “Kami ingin memastikan bahwa belanja pemerintah dilakukan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Ini untuk menghindari adanya kendalan ke depannya dan memastikan program-program pemerintah berjalan optimal,” ujarnya. Sementara itu, Pj Sekda Kota Makassar, Irwan Rusfiady Adnan, yang juga menjabat sebagai Ketua TAPD Kota Makassar, menyampaikan apresiasinya atas pengawasan yang diberikan oleh Banggar DPRD. Menurutnya, rapat ini memberikan banyak pencerahan terkait pelaksanaan program di awal tahun anggaran. “Saya kira apa yang dilakukan hari ini sangat memberikan arahan, terutama dalam hal kehati-hatian. Kami pada dasarnya sangat berterima kasih atas masukan dan pengawasan yang diberikan oleh Banggar DPRD,” ujarnya. Untuk itu, Irwan mengatakan TAPD Pemkot Makassar akan segera melakukan rapat koordinasi untuk mencermati lebih lanjut masukan-masukan dari Banggar. “Dalam waktu dekat, kami akan lebih mencermati apa yang menjadi perhatian sesuai aturan. Semua itu akan segera kami laporkan kembali kepada Banggar,” tambahnya. Menurutnya, rapat ini merupakan langkah strategis untuk mencegah potensi kendala sekaligus memastikan terciptanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.

Mulai Tayang di Bioskop Makassar, Film Eva Pendakian Terakhir Gambarkan Perjuangan Berat Pendaki

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR – Film bergenre horor, drama emosional, dan budaya garapan Sutradara Dedy Merc dan diproduksi Citra Visual Sinema (CVS) dan Titah Entertainment berjudul Eva Pendakian Terakhir telah tayang di bioskop tanah air, 16 Januari 2025. Saat tayang perdana di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, aktor/aktris pemeran film Eva Pendakian Terakhir menyapa warga Makassar lewat acara Talkshow, Nobar, dan Meet & Greet. Acara Talkshow digelar di Tempat Makan (TEMAN) Hall Lantai Dasar Panakkukang Square Makassar pada 16 Januari 2025. Sementara Nobar sukses digelar di 3 bioskop, yakni XXI Mall Panakkukang, XXI Nipah Mall, dan XXI Trans Studio Mall Makassar, Kamis hingga Jumat, 16-17 Januari 2025. Sedangkan Meet & Greet, sukses digelar di Cafe Reza Palekko, Jl. Hertasning Raya Makassar, Jumat malam, 17 Januari 2025. Dua pemeran film Eva Pendakian Terakhir yang datang langsung menyapa para penonton film Eva Pendakian Terakhir di Makassar, yakni Keisha Alvaro dan Ilham Aji Santoso. Keisha Alvaro yang berperan sebagai karakter Pasha, kekasih dari Eva, menceritakan seperti apa tantangan saat syuting. “Kami mendaki secara langsung pada beberapa adegan. Tidak hanya itu, medannya cukup berat sehingga tenaga dan emosi benar-benar terkuras,” kata Keisha saat hadir di Talkshow Film Eva Pendakian Terakhir. Sedangkan Ilham Aji Santoso yang memerankan sosok Fiki, mengungkapkan bahwa perannya sebagai Fiki cukup menantang, terutama karena karakter ini dikenal ceria tetapi membawa konflik besar dalam cerita. “Fiki adalah sosok yang selalu menghibur dan mencairkan suasana saat mendaki. Tapi, di balik itu, dia menjadi pusat dari permasalahan besar dalam cerita. Membawakan karakter ini membuat saya harus menghadapi tantangan emosional yang sangat besar,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa pembekalan selama satu bulan untuk syuting sangat berat, baik secara fisik maupun mental. Lokasi syuting yang dipilih di kawasan Gunung Kidul juga menambah realisme film ini. Eksekutif Produser film EVA Pendakian Terakhir, Anwar A. Mattawape mengatakan film ini menggambarkan perjuangan pendaki yang menghadapi tantangan alam yang berat. Ada pesan khusus yang ingin disampaikan dalam film ini misal terkait menjaga lingkungan. “Jadi ada beberapa hal yang memang harus dipatuhi dalam pendakian. Dan ini juga terinspirasi dari kisah nyata para pendaki di Sulsel,” ucapnya. Dia juga berharap film ini dapat menjadi pengingat bagi para pendaki, untuk selalu mencintai, menjaga lingkungan, dan melestarikan budaya, saat mendaki gunung. “Tentu diharapkan film Eva: Pendakian Terakhir tidak hanya menyajikan adegan horor, namun mengandung pelajaran besar yang bisa dipetik bagi pendaki saat melakukan aktivitas di gunung bahkan dimanapun berada,” tutur dia. Sebagai informasi, film Eva Pendakian Terakhir garapan Sutradara Dedy Mercy ini terinspirasi dari Kisah Nyata yang pernah terjadi di Sulawesi Selatan. Film bergenre horor ini mengisahkan tentang Pendakian Gunung, namun berubah menjadi tragedi. Sejumlah aktris dan aktor muda membintangi film ini, diantaranya Bulan Sutena, Kiesha Alvaro, Ashira Zamita, Ilham Aji Santoso, Axel Matthew Thomas, dan Hannah Kinasih.

TP PKK Kabupaten Jeneponto Studi Tiru Pelajari Pilot Project Posyandu Era Baru TP PKK Kota Makassar

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar menerima kunjungan Studi Tiru dari TP PKK Kabupaten Jeneponto di Kantor PKK Kota Makassar, Jalan Balaikota, Jumat (17/01/2025). Rombongan Studi Tiru ini dipimpin langsung oleh PJ Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto, Andi Fatimah Tenrilala, yang datang bersama 30 anggotanya. Mereka disambut hangat oleh pengurus TP PKK Kota Makassar di lobi kantor. Andi Fatimah menjelaskan kunjungan ini sebagai langkah penting bagi TP PKK Kabupaten Jeneponto untuk mengadopsi inovasi-inovasi terbaik yang ada di Kota Makassar, demi kesejahteraan masyarakat di daerahnya. “Kegiatan ini kami lakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan dan kesehatan keluarga di Jeneponto. Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa dari TP PKK Makassar,” ujar Andi Fatimah. Para peserta studi tiru kemudian melanjutkan kegiatan sharing session di Auditorium Kantor TP PKK Makassar, Lantai 2. Sekretaris 1 TP PKK Kota Makassar, Iin Yusuf Madjid, memaparkan berbagai program unggulan yang telah berjalan di tahun 2024. Iin menjelaskan tentang program Sekretariat serta inisiatif-inisiatif strategis yang dijalankan oleh Pokja TP PKK Kota Makassar. “Seluruh muara dan Implementasi program Pokja Kami ada dalam di 45 Lorong PKK, yang ada di setiap Kecamatan,” jelasnya. Program Lorong PKK sendiri merupakan bagian dari dukungan terhadap program strategis Pemerintah Kota Makassar, yaitu Lorong Wisata, yang juga berfungsi sebagai wadah implementasi seluruh program dari berbagai SKPD. Selain itu, Sekretaris 2 TP PKK Kota Makassar, Bonita Latief, turut menjelaskan penerapan aplikasi Dasawisma yang mengedepankan digitalisasi dalam pendataan kelurahan, guna meningkatkan efisiensi dan akurasi data. Dalam kesempatan ini, Andi Fatimah sangat tertarik dengan program Rumah Gizi Pokja IV TP PKK Makassar yang telah sukses menjadi Pilot Project Posyandu Era Baru di Sulawesi Selatan. “Posyandu Era Baru di Makassar sangat menginspirasi kami. Kami berharap, melalui studi tiru ini, TP PKK Jeneponto bisa mempelajari cara mengelola dan menerapkan program serupa di Jeneponto,” ungkap Andi Fatimah. Lebih lanjut, Andi Fatimah menambahkan program Rumah Gizi yang menjadi contoh terbaik di Sulawesi Selatan inilah yang memotivasinya untuk melakukan kunjungan studi tiru. “Kami sangat berharap dapat membawa pulang ilmu dan inovasi dari sini, terutama mengenai tips dan trik yang dapat kami terapkan di Jeneponto,” harapnya. Setelah sesi berbagi pengalaman, rombongan studi tiru diajak untuk melihat langsung implementasi program Lorong PKK dan mengunjungi salah satu Rumah Gizi yang menjadi Pilot project Posyandu Era Baru di Kelurahan Pannampu.(*)

Hadiri Penayangan Film Eva Pendakian Terakhir, Bulan Sutena Bakal Sapa Penggemar di Makassar

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Selebriti cantik Indonesia, Bulan Sutena akan berkunjung ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dalam rangka menghadiri penayangan perdana film Eva Pendakian Terakhir yang mulai tayang di bioskop XXI pada Kamis, 16 Januari 2025 mendatang. Film Eva Pendakian Terakhir merupakan film garapan Sutradara Dedy Mercy. Film ini memadukan genre horor, drama emosional, dan budaya. Film karya kolaborasi dari rumah produksi Citra Visual Sinema (CVS) dan Titah Entertainment ini terinspirasi dari Kisah Nyata yang pernah terjadi di Sulawesi Selatan. Mengisahkan tentang Pendakian Gunung, namun berubah menjadi tragedi. Sejumlah aktris dan aktor muda membintangi film ini, diantaranya Bulan Sutena, Kiesha Alvaro, Ashira Zamita, Ilham Aji Santoso, Axel Matthew Thomas, dan Hannah Kinasih. Bulan Sutena sendiri akan berperan sebagai Eva. Sementara Kiesha Alvaro memerankan tokoh Pasha, kekasih Eva. Para aktris dan aktor film Eva Pendakian Terakhir tersebut akan hadir menyapa penggemar di Kota Makassar dalam rangka penayangan perdana film ini di sejumlah bioskop XXI di Makassar. Berikut Jadwal aktris & aktor film Eva Pendakian Terakhir selama di Makassar: 1. Cinema Visit di sejumlah bioskop XXI di Makassar (16-17 Januari 2025) 2. Meet & Greet di Cafe Reza Palekko Makassar (17 Januari 2025, Pukul 19.00 Wita) Terkait kunjungannya ke Kota Makassar, Bulan Sutena mengaku sangat antusias dan tak sabar menyapa para penggemar dan penonton film Eva Pendakian Terakhir. Seleb TikTok sekaligus aktris dan konten kreator ternama di Indonesia ini juga mengajak seluruh warga Makassar untuk menonton film Eva Pendakian Terakhir. “Halo aga karebba, tunggu ka’ nah di Makassar, sama-samaki nonton filmku, Eva Pendakian Terakhir,” kata Bulan Sutena dengan logat Makassar. “Ini toh film dari Makassar, jadi haruski nonton nah,” ujarnya.

Jappa Jokka Cap Go Meh 2025 Siap Digelar, Usung Tema Growth in Harmony and Prosperity

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR,- Kota Makassar akan kembali diramaikan dengan perayaan festival Cap Go Meh melalui Jappa Jokka Cap Go Meh 2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kota Makassar ini akan berlangsung selama dua hari berturut-turut dengan berbagai inovasi baru dan rangkaian acara menarik. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan tetap akan dipusatkan di kawasan Pecinan, di Jalan Sulawesi, pada Sabtu hingga Minggu 8-9 Februari 2025 dengan mengusung tema Growth in Haarmony and Prosperity. Ketua PERMABUDHI Sulawesi Selatan, Yonggris Lao, mengungkapkan sejumlah rangkaian kegiatan dan perbedaan yang akan menjadi daya tarik pada perayaan tahunan ini. Pertama, kata Yonggris, adalah mengenai waktu pelaksanaan. Jika tahun-tahun sebelumnya hanya dilaksanakan satu hari, kali ini tepat di penyelenggaraan ke-20 tahun, akan digelar selama dua hari berturut-turut. “Kali ini kita adakan dua hari berturut-turut. Kita memberi kesempatan kepada masyarakat bisa belanja, berkuliner, dan berinteraksi lebih lama,” ungkap Yonggris, yang ditemui usai mengikuti rapat koordinasi di Balai Kota Makassar, Jumat (10/10/25). Perayaan ini juga melibatkan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendukung ekonomi lokal. Yonggris menyebutkan bahwa UMKM yang akan turut serta mencapai 150 hingga 200 UMKM yang didominasi UMKM kuliner. Kegiatan karnaval yang menjadi kegiatan tahunan juga akan tetap dilaksanakan. Menampilkan barisan yang mencerminkan keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia pada umumnya dan Sulawesi Selatan pada khususnya. “Ada tiga kelompok barisan. Barisan pertama itu kita sebut dengan barisan NKRI, bawa lambang burung Garuda. Lalu ada marching band, dan pasukan bendera. Setelah itu ada barisan Bhinneka Tunggal Ika yang memakai pakaian adat. Akan tampil sekitar 100 orang dari Tionghoa peranakan. Setelah itu ada barisan prosesi Cap Go Meh. Barisan ritual yang arak-arakan dewa,” jelas Yonggris. Selain itu, ada pula berbagai rangkaian kegiatan yang baru dilaksanakan pada tahun ini, seperti Heritage Run, dan Kejuaraan Barongsai. Khusus untuk Heritage Run, acara ini mengusung konsep fun run dengan rute sepanjang lima kilometer. Rute yang dilalui peserta adalah kawasan Pecinan Kota Makassar. “Tujuannya adalah agar kawasan kota tua kita itu diperkenalkan. Daerah Pecinan, ada Masjid Arab dan lain-lain,” sebut Yonggris. Saat ini, pendaftaran sudah dibuka, dan antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang hampir memenuhi kuota. “Pendaftaran kita target 1.000 saja. Kalau tidak salah sudah sekitar 600 pendaftar. Ini bukan perlombaan siapa cepat tapi ini fun run, tidak dibatasi waktunya, yang penting masuk finish, semua dikasih medali,” ungkap Yonggris. Sementara itu, Kejuaraan Barongsai juga menjadi salah satu kegiatan unggulan yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. Yonggris menyebutkan, sebanyak 14 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan turut ambil bagian. “Mereka memperebutkan piala dengan hadiah total Rp20 juta. Akan dipertandingkan 4 kategori, yaitu lantai, kecepatan, halang rintang, lalu ada eksibisi tampil yang tonggak,” jelasnya. Acara ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai panggung hiburan, baik dari panggung utama maupun dari tenant-tenant sponsor. Kehadiran artis daerah turut menambah kemeriahan. “Sebenarnya panggung utama itu ada dua. Satu di utara, satu di selatan. Tetapi panggung kecil dari setiap tenant juga ada. Seperti misalnya dari Sosro, bank-bank, Yamaha. Artisnya ada Ridwan Sau,” pungkas Yonggris. Sementara itu, Pemerintah Kota Makassar juga mengambil bagian untuk menyukseskan acara ini dengan melibatkan sejumlah besar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Di antaranya, Dinas Kesehatan yang akan menyiagakan ambulans dan paramedis, Dinas Perhubungan yang akan melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar area kegiatan, BPBD, Satpol-PP, hingga Dinas Pemadam Kebakaran juga akan menyiagakan personilnya. Selain itu, Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) juga akan mengambil bagian pada beberapa item acara. Termasuk juga PD Parkir Makassar Raya yang akan mengatur perparkiran di kawasan acara.

TP PKK Kota Makassar Gelar Rapat Koordinasi 2024 Capaian Kinerja dan Refleksi Proker Mendatang

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR, – TP PKK Kota Makassar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Kerja Sekretaris Tahun 2024 di Auditorium Kantor TP PKK Kota Makassar pada Kamis (9/01/2025). Rakor ini bertujuan untuk mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan selama setahun terakhir, serta merefleksi pencapaian, kendala yang dihadapi, dan merumuskan langkah-langkah perbaikan untuk program-program TP PKK mendatang. Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, hadir langsung untuk membuka dan memimpin Rakor tahunan ini. Acara ini diikuti oleh seluruh Ketua, Wakil Ketua, dan Sekretaris TP PKK dari seluruh kecamatan se-Kota Makassar. Turut hadir, sejumlah jajaran SKPD yang terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM), Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Sosial. Dalam sambutannya, Indira mengingatkan pentingnya inovasi dan perbaikan berkelanjutan. Sehingga ia berpesan agar seluruh pengurus TP PKK Kota Makassar dan SKPD terkait terus melahirkan inovasi dalam menyempurnakan program yang telah dilaksanakan. “Program kerja tahun 2024 telah berjalan dengan sangat baik dan luar biasa. Melalui forum ini, mari kita refleksikan pencapaian yang telah diraih dan jadikan pengalaman tersebut sebagai modal untuk menyempurnakan program di periode selanjutnya,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut diuraikan berbagai keberhasilan dan pencapaian TP PKK Kota Makassar, serta kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dengan sukses selama tahun 2024. Selain evaluasi program, Rakor ini juga dirangkaikan dengan penyerahan Laporan Keuangan Penggunaan Dana Hibah 2024 dari Ketua TP PKK Kota Makassar kepada pihak BPM dan BKPSDM Kota Makassar, sebagai bagian dari akuntabilitas dan transparansi pengelolaan anggaran. Dengan adanya Rakor ini, Indira berharap TP PKK Kota Makassar dapat terus memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat yang sudah berjalan, agar mencapai hasil yang maksimal di periode selanjutnya.

‘Kisah Nyata’ EVA Pendakian Terakhir Bakal Hadir di XXI Makassar, 16 Januari 2025

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR – Film terbaru berjudul ‘EVA Pendakian Terakhir’ akan hadir meramaikan bioskop XXI di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada 16 Januari 2025 mendatang. Film yang memadukan elemen horor, drama emosional, dan budaya ini digarap oleh Sutradara Dedy Mercy, dan dibintangi Bulan Sutena beserta Kiesha Alvaro. Film ini adalah karya kolaborasi dari rumah produksi Citra Visual Sinema (CVS) dan Titah Entertainment yang mengusung kisah tentang pendakian gunung yang cukup dekat dengan kehidupan masyarakat. Film Eva Pendakian Terakhir terinspirasi dari Kisah Nyata yang pernah terjadi di Sulawesi Selatan. Mengisahkan tentang Pendakian Gunung, namun berubah menjadi tragedi. Eksekutif Produser Film Eva Pendakian Terakhir, Anwar Mattawape mengungkapkan bahwa film ini menggambarkan kumpulan kisah-kisah ‘unik’ yang pernah dialami oleh para pendaki maupun pegiat alam bebas. “Penonton akan mendapat kisah dari pengalaman para pendaki itu, dan saya sangat yakin anda juga akan menemukan kisah yang pernah anda alami di film ini,” ungkap Anwar Mattawape. Selain menawarkan pengalaman sinematik yang memikat, film ini juga bertujuan menyampaikan pesan tentang pelestarian lingkungan dan penghormatan terhadap budaya lokal. “Kami ingin kedepankan etik kultural. Hal-hal yang dianggap tabu sejatinya penting untuk menjaga ekosistem. Tujuannya agar kita tidak bertindak seenaknya,” kata Anwar Mattawape yang juga merupakan aktivis pendaki di Sulawesi Selatan ini. “Xontohnya orang haid dilarang mendaki. Ini penting sebab bau darah bisa mengundang binatang buas. Demikian pula kita tidak boleh kencing sembarangan. Selalu ada pesan penting dibalik semua larangan itu,” jelasnya. Pihaknya pun berharap, film ini tidak hanya menampilkan sisi hiburan, melainkan juga memberi pesan kepada masyarakat terkait pentinnya menjaga lingkunhan dan merawat budaya. “Kami berharap film ini tidak cuma kuat di sisi hiburan, tetapi juga menjadi pintu untuk membuka kesadaran tentang menjaga lingkungan, serta merawat budaya,” sambungnya. Dalam penayangan perdananya di Makassar, pihaknya juga akan menggelar Talkshow sekaligus Nonton Bareng (Nobar) yang rencananya akan dihadiri oleh para pendaki, aktivis lingkungan, influencer, dan penggiat media sosial. “Kami juga mengadakan talkshow untuk anak muda, karena hampir semua pemeran film ini adalah generasi muda,” pungkas Anwar Mattawape. *Sinopsis Film Eva* Film EVA: Pendakian Terakhir menceritakan tentang perjalanan pendakian gunung yang berujung pada hal-hal mistis. Suatu ketika, Pasha (Kiesha Alvaro) mengajak pacarnya, Eva (Bulan Sutena) untuk naik gunung. Keduanya mendaki bersama dengan Nisa (Ashira Zamita), Vicky (Ilham Aji Santoso) dan Joni (Axel Matthew Thomas). Selama dalam perjalanan, salah satu dari mereka ada yang melanggar beberapa pantangan saat naik gunung. Hal ini membuat mereka berada dalam masalah. Selain itu, para pendaki tersebut juga mendapat gangguan mengerikan dari para penghuni ghaib gunung. Vicky mengalami kesurupan, Eva juga menghilang secara ghaib, hingga berbagai kejadian aneh lainnya. Keadaan pun semakin mencekam saat mereka bertemu dengan Tentri (Hanna Kinasih). Tak lama kemudian, petaka besar pun terjadi pada Eva dan teman-temannya serta warga dusun di kaki gunung.

SPBE Makassar 2024 Berpredikat “Sangat Baik”, Kadiskominfo: Bukti Komitmen Makassar Smart City

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR, – Pemerintah Kota Makassar meraih nilai 4,02 dengan predikat “Sangat Baik” dalam Hasil Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2024 berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan-RB). Hasil evaluasi SPBE Pemkot Makassar menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, Pemerintah Kota Makassar memperoleh nilai 3,41 dengan predikat “Baik”. Lonjakan sebesar 0,61 poin ini menandai keberhasilan berbagai program inovasi dan transformasi digital yang telah dilaksanakan sepanjang tahun. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar, Ismawaty Nur, menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan visi Makassar sebagai kota “Sombere and Smart City.” Menurutnya, nilai 4,02 dengan predikat “Sangat Baik” menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam mengintegrasikan teknologi dan budaya lokal telah berjalan dengan baik. “Makassar tidak hanya mengejar modernisasi berbasis teknologi, tetapi juga tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal. Konsep ‘Sombere and Smart City’ adalah komitmen antara pelayanan yang ramah dan teknologi yang cerdas, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” jelasnya pada Senin, (6/01/2025). Ismawaty juga menambahkan bahwa hasil ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga tantangan untuk terus berinovasi. “Predikat ini harus menjadi langkah awal untuk terus mendorong reformasi birokrasi berbasis elektronik di semua lini pemerintahan. Kami akan memperkuat infrastruktur teknologi dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan berbasis digital,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) Dinas Kominfo Kota Makassar, Andi Zulkarnain, menjelaskan bahwa peningkatan nilai SPBE ini tak lepas dari implementasi sistem layanan yang terintegrasi di Kota Makassar. “Integrasi layanan pemerintahan merupakan salah satu kunci digitalisasi layanan pemerintahan di era saat ini. Hal ini kemudian memberikan dampak positif terhadap efisiensi dan efektivitas akses ke seluruh layanan publik yang ada di Kota Makassar,” ujarnya. Menurutnya, capian ini juga berkat sinergitas lintas sektor OPD Pemkot Makassar dalam pengembangan SPBE. “Semua OPD telah berperan aktif, mulai dari pengembangan infrastruktur hingga peningkatan kualitas layanan digital. Kerja sama ini menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan target bersama,” ujarnya.

RSP Unhas Jadi Penyelenggara Pelatihan Dialisis Bagi Dokter Jaga di Unit Dialisis Batch 3 Tahun 2024

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR – Direktorat Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan SDM Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin (RSP Unhas) bekerjasama dengan PERNEFRI Korwil Sulsel, Sulbar Sultra, Sulteng, Maluku, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, menjadi penyelenggara “Pelatihan Dialisis Bagi Dokter Jaga di Unit Dialisis Batch 3 Tahun 2024”. Pelatihan tersebut digelar selama satu bulan, mulai 18 November 2024 hingga 17 Desember 2024. Sebagaimana diketahui, kasus Penyakit Ginjal Kronis (PGK) di Indonesia terus meningkat, salah satu penyebabnya adalah meningkatnya kasus hipertensi dan diabetes yang merupakan penyebab tersering dari kejadian PGK. Jika penurunan fungsi ginjal pada PGK berlanjut ke tahap penyakit ginjal tahap akhir (PGTA), maka diperlukan Terapi Pengganti Ginjal diantaranya hemodialisis (HD), Peritonial Dialisis atua transpantasi ginjal, selain itu pada kasus penurunan fungsi ginjal akut (Gangguan Ginjal Akut (GGA) kadang juga diperlukan terapi dialisis. Pelayanan dialisis diberikan oleh dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi (SpPD-KGH) atau dokter Spesialis Penyakit Dalam (SpPD) yang telah mendapat pendidikan dialisis dasar sebagai seorang fellow dialisis. Dalam kegiatan pelayanan dialisis sehari-hari, Dokter SpPD – KGH bertindak sebagai dokter penanggungjawab pelayanan (DPJP) dibantu oleh dokter umum sebagai dokter jaga di unit dialisis yang telah mendapatkan pelatihan khusus yang mampu dan kompeten untuk melakukan tatalaksana terutama kasus yang bersifat emergensi. Selain itu, layanan dialisis juga dilakukan bersama perawat – perawat yang telah bersertifikat pelatihan dialisis. Pelatihan Dialisis yang dihelat RSP Unhas ini meliputi pengajaran teori (T), dan pemberian tugas / diskusi kasus (P), serta praktek lapangan (PL). Teori dan praktek lapangan dapat dilakukan secara daring atau luring, sedang praktek lapangan dilaksanakan secara luring dengan kehadiran peserta di Unit Dialisis penyelenggara pelatihan yang telah memenuhi syarat. Pelatihan ini memberikan pengetahuan dasar mengenai tatalaksana Penyakit Ginjal Kronis dan Acute Kidney Injury, dasar-dasar proses hemodialisis maupun peritoneal dialisis, serta dengan penekanan pada diagnosis dan tatalaksana komplikasi dialisis. Pelatihan ini akan rutin dilaksanalan oleh RSP Unhas sebagi wujud dari kepedulian RSP Unhas dalam mendukung mewujudkan tenaga kesehatan yang kompeten agar terciptakanya kualitas pelayanan yang bermutu tinggi dan sebaran SDM yang berkualitas di Indonesia Timur.