Suara Indonesiaku

Gau Maraja Leang-Leang Maros 2025, Silaturahmi Wija Raja La Patau Matanna Tikka

Suaraindonesiaku.com, MAROS – Dalam upaya mengangkat kawasan karst Leang-Leang Maros ke tingkat internasional, Pemerintah Kabupaten Maros bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX Sulawesi Selatan-Tenggara dan Perkumpulan Wija Raja La Patau Matanna Tikka (PERWIRA-LPMT) menggelar rapat koordinasi persiapan Gau Maraja Leang-Leang Maros 2025 di Kantor Bupati Maros, Senin, 10 Februari 2025. Rapat ini adalah rapat lanjutan yang sebelumnya digelar di Rujab Bupati Maros pada 1 Februari 2025, pekan lalu. Selain sebagai forum perencanaan teknis, rapat ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi keturunan Raja La Patau Matanna Tikka—Raja Bone XVI, Datu Soppeng XVII, dan Ranreng Tuwa Wajo XVII. Momentum ini memperkuat ikatan sejarah serta komitmen bersama dalam merawat tradisi dan menjalin sinergi. Bupati Maros, Dr. A.S. Chaidir Syam menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga langkah strategis dalam mempromosikan Maros sebagai pusat sejarah peradaban manusia. “Maros bukan hanya kaya akan warisan alam, tetapi juga memiliki sejarah panjang yang menjadi bagian penting dalam sejarah peradaban manusia. Melalui acara ini, kita ingin dunia melihat Maros sebagai pusat kebudayaan dan destinasi wisata sejarah unggulan,” ujar Chaidir Syam. Gau Maraja Leang-Leang Maros 2025 mengusung tema “Leang-Leang Maros sebagai Gerbang Peradaban Awal dan Manusia Purba Dunia”, dengan slogan “Leang-Leang Goes to World Heritage”. Acara ini diharapkan menjadi pendorong utama dalam upaya menjadikan Leang-Leang Maros sebagai Warisan Dunia UNESCO. Sementara itu, Ketua Panitia, Marjan Massere, menjelaskan bahwa festival ini akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi, budayawan, komunitas masyarakat, lembaga adat dan generasi muda termasuk siswa dan mahasiswa. Sebagai bagian dari upaya menghadirkan pameran budaya yang lebih komprehensif, panitia juga berencana bekerjasama Sekretariat Perkrisan Nasional Indonesia (SPNI), khususnya dalam penyelenggaraan Pameran Pusaka yang akan menampilkan koleksi bersejarah dengan nilai budaya tinggi. Dalam rapat ini disepakati Rangkaian Acara Gau Maraja Leang-Leang Maros 2025 antara lain sebagai berikut: 1. Leang-Leang Art and Cultural Festival 2. Pertunjukan Seni Kolosal dan Video Mapping 3. Kirab Budaya dan Festival Flora & Fauna 4. Festival Kuliner Tradisional 5. Pameran Pusaka (bekerja sama dengan SPNI) dan Artefak Prasejarah 6. Seni Instalasi dan Pertunjukan Rakyat 7. Seminar Internasional: “Bio and Cultural Diversity of Leang-Leang Maros” 8. Kajian Akademik dan Publikasi Ilmiah 9. Deklarasi dan Rekomendasi UNESCO 10. Kampanye Digital: “Leang-Leang Goes to World Heritage” 11. Produksi Short Film dan Dokumentasi Edukatif 12. Tour Off-Road Geo Park Maros-Pangkep 13. Leang-Leang Award: Penghargaan bagi pelestari budaya dan peneliti sejarah 14. Pertemuan Akbar Perkumpulan Wija Raja La Patau Matanna Tikka (PERWIRA-LPMT) Menurut Ketua Umum PERWIRA LPMT yang juga Dirut BUMN PT Indah Karya (Persero), A. M. Sapri Pamulu, Ph.D., festival ini akan berlangsung pada 3-5 Juli 2025 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan sekaligus memeperingati Hari Jadi Kabupaten Maros. Kegiatan ini adalah kolaborasi antar lembaga yaitu Pemkab Maros, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) XIX Sulseltra dan PERWIRA LPMT. Rangkaian kegiatan telah disusun di atas adalah untuk menggambarkan kekayaan budaya, sejarah, dan keindahan alam Maros. Kepala BPK XIX Sulseltra menekankan pentingnya. Kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan agar acara tahunan ini dapat berlangsung lancar dan sukses. “Diharapkan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kebudayaan RI, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Maros, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, PERWIRA-LPMT, Badan Pengelola UNESVO Global Geo Park Maros-Pangkep, serta Sekretariat Perkrisan Nasional Indonesia (SKNI), akan bekerja sama untuk mnendorong Pengakuan UNESCO untuk Leang-leang sebagai Warisan Dunia,” kata Sapri Pamulu. Anggota Komisi E DPRD Sulsel, A. M. Irfan AB, menegaskan bahwa Gau Maraja Leang-Leang Maros 2025 harus menjadi momentum besar dalam memperjuangkan Leang-Leang sebagai Warisan Dunia UNESCO. “Kita harus menjadikan ini sebagai momentum untuk memperjuangkan Leang-Leang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Ini bukan hanya kebanggaan Maros, tapi juga kebanggaan Indonesia,” ujar Irfan AB. Sementara itu, Prof. Muhlis Hadrawi menekankan pentingnya keterlibatan akademisi dalam menggali sejarah peradaban manusia di Maros. “Leang-Leang menyimpan jejak peradaban manusia tertua di dunia. Dengan temuan lukisan prasejarah berusia lebih dari 57.300 tahun dan rangka manusia tertua, Maros adalah bagian penting dalam sejarah global,” katanya. Gau Maraja Leang-Leang Maros 2025: Menulis Ulang Sejarah Manusia Prof. Andi Akhmar.menam ahakan bahwa dengan tagline “Rewriting Human History, One Handprint at a Time”, Gau Maraja Leang-Leang Maros 2025 bukan sekadar festival budaya, tetapi sebuah gerakan global untuk mengangkat nilai sejarah dan budaya Maros ke tingkat internasional. “Acara ini diharapkan dapat membuka mata dunia bahwa Leang-Leang bukan sekadar situs arkeologi, melainkan pusat peradaban awal manusia,” tuturnya. Sekjen PERWIRA LPMT Andi Dahrul menambahkan bahwa momentum pertemuan Wija Raja La Patau Matanna Tikka menjadi bagian integral dalam memperkuat nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur. “Silaturahmi ini tidak hanya mempererat hubungan kekerabatan, tetapi juga mengukuhkan komitmen para keturunannya dalam menjaga dan mempromosikan warisan leluhur kepada generasi mendatang,” ujarnya. Menurutnya, Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, komunitas budaya, dan masyarakat, Gau Maraja Leang-Leang Maros 2025 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya semata, tetapi juga mendorong pengakuan UNESCO terhadap Leang-Leang sebagai Warisan Dunia yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang.

Peresmian Sekretariat Baru IKATEK UH, Pusat Koordinasi Antar Alumni Teknik Unhas

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR – Ikatan Alumni (IKA) Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi memiliki sekretariat baru berlokasi di Kampus Teknik Unhas Gowa yang diresmikan pada Sabtu, 8 Februari 2025. Peresmian ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua Umum IKA Teknik Unhas, Sekretaris Umum IKA Teknik Unhas, Pimpinan Fakultas Teknik Unhas, Wakil Rektor Unhas, dan Sekretaris Jenderal IKA Unhas, serta sejumlah alumni dan mahasiswa Teknik Unhas. Wakil Rektor Unhas III yang bertugas di bidang SDM, Alumni, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum. yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi langkah IKA Teknik Unhas dalam membangun wadah yang lebih solid bagi para alumni. “Universitas Hasanuddin sangat mendukung inisiatif para alumni dalam mempererat jaringan dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta dunia industri. Sekretariat ini menjadi simbol nyata dari komitmen tersebut,” kata Prof. Farida yang didampingi Dr. Andi Muhammad Akhmar, S.S., M. Hum selaku Direktur Hubungan Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas). Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, S.T., M.T juga turut mengapresiasi peresmian Sekretariat Baru IKATEK Unhas di Kampus FT-UH di Gowa ini. Dekan berharap agar dengan keberadaan Sekretariat tersebut, kerjasama antara Civitas Akademika FT-UH dengan Pengurus dan Anggota IKATEK dapat lebih meningkat. “Sehingga kinerja FT UH dapat menjadi lebih baik lagi di masa mendatang. Aspek-aspek kerjasma antara Kampus FT UH dengan IKATEK UH juga dapat lebih berkembang,” jelasnya. Selain itu, Prof. Isran Ramli juga mendorong IKATEK agar dapat menjadi fasilitator dalam rangka Alumni Fresh Graduate (Lulusan S1) sehingga mereka segera terserap di dunia kerja bidang keteknikan atau keinsinyuran. “Dengan demikian masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dapat menjadi lebih baik. Diharapkan juga, dengan keberadaan Sekretariat IKATEK di Kampus Gowa ini, maka IKATEK UH dapat menfasilitasi kegiatan-kegiatan job fair bagi alumni, konseling dan pelatihan persiapan memasuki dunia kerja keteknikan dan lain-lain, ataupun pengembangan jenis-jenis kuliah tamu dari industri keteknikan. Terakhir, Prof. Isran Ramli berharap agar kerjasama yang erat antara IKATEK UH dengan Pimpinan FT UH dapat menjadi lebih meningkat guna menyukseskan program-program kerja Fakultas Teknik Unhas dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi. Sekjen IKA Unhas, Prof. DR. Ir. Yusran Yusuf, S.Hut, MSi, IPU, juga menyampaikan harapannya terhadap peran strategis sekretariat ini. “Kami berharap sekretariat ini menjadi pusat aktivitas yang mendorong kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang akademik, sosial, maupun profesional. Semoga ini menjadi langkah awal bagi pencapaian-pencapaian besar ke depannya,” ungkap Yusran optimis. Sementara Ketua Umum IKA Teknik Unhas, Dr. M.Sapri Pamulu, PhD menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas hadirnya sekretariat baru ini. Sekretariat tersebut, kata Sapri, dibiayai sepenuhnya oleh IKA Teknik Unhas dengan memanfaatkan fasilitas pelayanan alumni yang disiapkan fakultas. “Sekretariat ini bukan hanya sekadar tempat berkumpul, tetapi juga menjadi pusat koordinasi, inovasi, dan pengembangan bagi alumni Teknik Unhas. Kami berharap dengan adanya fasilitas ini, sinergi antaralumni semakin kuat dan memberikan manfaat nyata bagi almamater serta masyarakat luas. Sekretariat ini dilengkapi ruang pendidikan dan pelatihan alumni ,” ujarnya didampingi Dekan Fakultas Teknik Unhas Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, S.T., M.T, Sekretaris Umum IKA Teknik Unhas Anwar Mattawape, ST, MBA, dan Ketua IKA Teknik Unhas wilayah Sulawesi Ir. A. Muh. Irfan AB. Sekretaris Umum IKA Teknik Unhas, Anwar Mattawape menyampaikan rasa syukurnya atas peresmian sekretariat baru IKATEK ini. “Alhamdulillah hari ini kita sudah mengaktivasi Sekertariat IKATEK UH yang di peresmiannya langsung dihadiri oleh Pimpinan Unhas yang diwakili oleh Prof Farida, dari IKA UH dalam hal ini Pak Sekjen Prof Yusran, Dekan Fakultas Teknik Prof Isran Ramli beserta jajarannya, dan Ketua Umum IKATEK UH Andi Sapri Pamulu PhD beserta segenap pengurus DPP IKATEK dan IKA Departemen,” ujar Anwar Mattawape. “Harapan kami sekretariat ini selain menjadi tempat untuk mengurusi proses administrasi kealumnian juga menjadi sarana pengembangan alumni. Jadi mungkin ini ke depan semacam office bagi alumni Fakultas Teknik untuk mulai membangun bisnis dan juga jejaring di luar sana, karena sudah dilengkapi dengan lounge dan ruang meeting. Dan yang tidak kalah pentingnya di situ juga ada kafenya. Kemarin itu di sana kami makan coto khas yang wah mantap skali rasanya,” sambungnya. Acara peresmian Sekretariat baru IKA Teknik Unhas ini berlangsung meriah dan ditandai dengan pengguntingan pita secara bersama-sama, serta dirangkaikan dengan pemotongan tumpeng. Dengan adanya sekretariat ini, diharapkan hubungan antaralumni Teknik Unhas semakin erat dan kontribusi mereka terhadap dunia pendidikan dan industri semakin signifikan.

Asisten I Buka Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan Perangkat Daerah Satpol PP Kota Makassar

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar menggelar Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan Perangkat Daerah serta Konsultasi Publik di Hotel Arthama pada Jumat (7/2/2025). Acara ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Makassar, Andi Muhammad Yasir. Dalam sambutannya, Yasir menekankan pentingnya peran Satpol PP dalam menjaga ketertiban dan ketentraman di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan Satpol PP sangat vital dalam menegakkan peraturan daerah (Perda) serta memastikan setiap kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah berjalan dengan baik. “Satpol PP adalah ujung tombak dari penegak perda maupun peraturan wali kota untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat,” ujarnya. Untuk itu, Yasir mengatakan bahwa forum ini menjadi wadah penting bagi Satpol PP serta stakeholder untuk menyelaraskan strategi dan program sebagai upaya optimalisasi penegakan hukum. “Forum ini sangat penting untuk menyelaraskan program kerja sehingga penegakkan perda semakin optimal. Jadi koordinasi yang baik akan mendukung efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan,” jelasnya. Ia berharap melalui forum ini, Satpol PP Kota Makassar dapat meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak dalam menjalankan tugasnya. “Dengan demikian, ketertiban dan keamanan di Kota Makassar dapat terus terjaga demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Kota Makassar, Hasanuddin, menyampaikan bahwa forum ini merupakan momentum untuk meningkatkan kinerja Satpol PP. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan penegakan peraturan daerah. Melalui konsultasi publik, semoga dapat menyerap aspirasi masyarakat untuk perbaikan ke depan,” ujarnya. Ia berharap melalui forum ini menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Forum Perangkat Daerah Inspektorat Makassar 2025, Tekankan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR – Inspektorat Daerah Kota Makassar menggelar Forum Perangkat Daerah Tahun 2025 di Hotel Four Points, Jumat, 7 Februari 2025. Kegiatan ini dihadiri perwakilan BPKP Sulsel, Inspektur Daerah Sulsel, serta narasumber lainnya, dengan fokus pada peningkatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Kepala Inspektorat Daerah Kota Makassar, Andi Asma Zulistia Ekayanti yang membacakan sambutan Wali Kota Makassar menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar berkomitmen dalam memperkuat sistem pengawasan dan pembinaan internal. “Inspektorat Daerah memiliki tugas utama dalam pengawasan di seluruh unit kerja di Kota Makassar. Selain memastikan program berjalan sesuai perencanaan, juga bertanggung jawab dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” ujarnya, pagi tadi. Menurutnya, optimalisasi peran Inspektorat tidak dapat berjalan maksimal tanpa dukungan penuh dari seluruh jajaran Pemkot Makassar. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya koordinasi dalam melaksanakan pengawasan internal yang lebih efektif. “Kesepakatan dalam forum ini akan menjadi dasar dalam penyusunan dan penyempurnaan substansi program kerja Inspektorat Kota Makassar,” tambahnya. Dalam kesempatan itu juga, peserta forum diharapkan berkontribusi aktif dalam memberikan masukan. Hal itu demi mewujudkan perencanaan yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Saya berharap seluruh peserta dapat berperan aktif, memberikan masukan serta berbagi pengalaman, sehingga pengawasan internal pemerintahan dapat berjalan lebih optimal,” jelasnya. Selain itu, dengan adanya forum ini, diharapkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Makassar dapat menjalankan tugas secara optimal sesuai ketentuan perundang-undangan. Lebih jauh tentunya dengan terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparansi dan akuntabel. Sebagaimana diketahui Inspektorat Daerah memiliki fungsi tugas dan pembinaan terhadap seluruh jajaran pemerintahan. Sebelum mengakhirinya sambutannya, Andi Asma secara resmi membuka Forum Perangkat Daerah Inspektorat Makassar Tahun 2025 tersebut. ***

BRI Unit Hasanuddin Maros Adakan Cek Kesehatan Gratis untuk Nasabah Pensiunan

Suaraindonesiaku.com, Maros, 06 Februari 2025 – BRI Unit Hasanuddin Maros kembali menggelar kegiatan cek kesehatan gratis khusus untuk nasabah pensiunan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 06 Februari 2025 di halaman kantor BRI Unit Hasanuddin Maros dan diikuti oleh puluhan peserta pensiunan yang sangat antusias. Kegiatan yang digelar untuk mendukung kesehatan nasabah pensiunan ini mencakup pemeriksaan kesehatan seperti cek gula darah, kolesterol, asam urat, tekanan darah, serta konsultasi langsung dengan dokter. Semua layanan ini diberikan secara gratis tanpa biaya. Pak Dahzan, Kepala Unit BRI Hasanuddin Maros, memimpin langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Pak Dahzan menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan ini, peserta pensiunan dapat meningkatkan kualitas kesehatan mereka di usia pensiun. “Kami ingin memberikan perhatian lebih pada nasabah pensiunan kami, agar mereka tetap sehat dan bugar untuk menikmati masa pensiun,” ujarnya. BRI Unit Hasanuddin Maros juga mempercayakan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan kepada Klinik Utama Syamsinar Maros yang telah berpengalaman dalam menangani kegiatan medis seperti ini. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta yang merasa sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma. Selain itu, para peserta juga mendapatkan berbagai informasi kesehatan yang bermanfaat untuk menjaga kondisi tubuh di usia pensiun. BRI Unit Hasanuddin Maros berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa yang akan datang untuk memberikan manfaat lebih kepada nasabah pensiunan.

Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Dinas Pariwisata Makassar Gelar Forum Perangkat Daerah

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR, – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Makassar, Andi Muhammad Yasir, secara resmi membuka Forum Perangkat Daerah Dinas Pariwisata Kota Makassar di Hotel The Rinra, Rabu (5/2/2025). Forum ini mengusung tema Pariwisata Berkelanjutan Sebagai Pilar Pembangunan Daerah yang Inklusif. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, anggota DPRD Makassar, perwakilan SKPD, pelaku industri pariwisata, akademisi, dan komunitas pariwisata di Makassar. Dalam sambutannya, Yasir menekankan pentingnya pembangunan sektor pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif. “Sektor pariwisata bukan hanya sumber pendapatan daerah, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan, melestarikan budaya, serta memberdayakan masyarakat lokal.,” ujarnya. Ia menekankan Pemkot Makassar terus berkomitmen dalam meningkatkan infrastruktur, kualitas layanan, serta promosi destinasi wisata agar semakin menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Untuk itu, Yasir berharap agar forum ini dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret bagi kemajuan pariwisata Makassar yang berkelanjutan. “Kita ingin Makassar semakin dikenal sebagai kota wisata yang ramah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Muhammad Roem menyampaikan Kota Makassar dari segi wisata bahari, kuliner, hingga budaya dapat berdampak bagi blue dan green economy. “Banyak aspek yang berpengaruh jika pariwisata berkelanjutan, termasuk blue dan green economy. Kegiatan-kegiatan kepariwisataan diharapkan mampu mendukung keberlanjutan lingkungan,” tambahnya. Menurut Roem, dengan menjaga prinsip keberlanjutan, manfaat dari sektor pariwisata dapat dinikmati oleh generasi mendatang. “Sehingga apa yang kita rasakan saat ini, bisa dinikmati anak cucu kita,” tuturnya. Untuk itu, Ia mengatakan pentingnya forum ini untuk menyelaraskan program kerja dinas pariwisata dengan kebijakan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. “Melalui forum ini, kami ingin mendengar masukan dari berbagai pihak agar strategi pengembangan pariwisata di Makassar lebih efektif. Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” ungkapnya.

Kombes Gelar Pengajian Rutin, Dirangkaikan dengan Rapat Pembentukan Panitia Ramadhan 1446 H

Suaraindonesiaku.com, Makassar, Komunitas Masyarakat Bersih (Kombes) kembali mengadakan pengajian rutin bulanan yang bertempat di kediaman Ketua Umum Kombes, Ibu Hj. Hasnah Hapsary di jalan Rappocini Raya, samping kanal Lr.3 No.1 Kelurahan Buakana Kecamatan Rappocini, Selasa, (04/02/2024) Pengajian diisi oleh penceramah, Ustadz H. Abdul Azis Madde’. Pengajian rutin kombes adalah kegiatan rutin yang dilakukan sejak terbentuknya komunitas ini minimal 2 bulan sekali. Setelah pengajian, dilanjutkan dengan pembentukan panitia amaliah ramadhan 1446 H yang nantinya bertugas menjalankan program Kombes Peduli Ramadhan (Kurma), dan beberapa kegiatan lainnya selama bulan ramadhan. Pengajian ini dihadiri oleh Dewan Penasehat Kombes, Prof. Husein Hamka didampingi istri tercinta, Ketua Umum Kombes Ibu Hj. Hasnah Hapsary beserta segenap Korcam, pengurus dan sahabat Kombes. “Pengajian rutin kombes adalah wadah untuk tetap menjaga silaturahmi dan memperdalam keimanan para anggota kombes, dan akan tetap selalu rutin dilakukan” jelas Ketua kombes Diakhir Kegiatan pengajian dan rapat panitia ramadhan, ditutup dengan berswapoto bersama dan menikmati sajian yang disediakan.

Dinas Lingkungan Hidup Makassar Gelar Forum SKPD 2025, Fokus Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar menggelar Forum SKPD Tahun 2025 dengan tema Mewujudkan Kota Berkelanjutan melalui Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan. Kegiatan secara langsung dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan. Dalam sambutannya mewakili Wali Kota Makassar, Irwan Bangsawan mengatakan agenda ini merupakan bagian dari perencanaan pembangunan yang dimulai dari Musrenbang Kecamatan beberapa waktu lalu dan akan bermuara pada Musrenbang Nasional. “Tema ini sangat strategis, dan kami berharap semua pihak, termasuk SKPD dan NGO, bisa berkolaborasi dalam mendukung kebijakan pengelolaan lingkungan,” katanya pada sela-sela acara di Karebosi Premier Hotel, Selasa, 4 Februari 2025. Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan kecamatan dalam mendukung proyek strategis nasional terkait pengelolaan sampah dan lingkungan. “Diharapkan kegiatan ini menghasilkan dokumen perencanaan yang terukur, memperhatikan pemerataan, keadilan, dan kesinambungan pembangunan,” harapnya. Sementara itu, Sekretaris DLH Makassar, Ferdy Muchtar, mengungkapkan beberapa hal penting, seperti penanganan sampah di perkotaan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya mendukung dan menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan. Meski begitu pengelolaan sampah di bawah seperti di tingkat kecamatan tetap menjadi tantangan dan lokus utamanya. “Tugas DLH berfokus pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Saat ini ada ratusan TPA yang mendapat peringatan pusat, sehingga ini menjadi perhatian kami,” ujarnya. Ferdy menekankan pentingnya solusi pemilahan sampah berbasis rumah tangga, yakni memilah sampah sejak dari sumbernya. Di samping, dirinya juga mengapresiasi peran NGO yang telah memanfaatkan sampah organik sebagai bagian dari ekonomi sirkular. “Kami ingin mendiskusikan lebih lanjut dalam forum ini agar bisa merumuskan program yang tepat untuk tahun 2025,” tambahnya. ***

Pj Sekda Makassar Buka Forum Perangkat Daerah Dinas Kesehatan, Dorong Kesehatan Inklusif

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Makassar, Irwan Rusfiady Adnan, secara resmi membuka Forum Perangkat Daerah Dinas Kesehatan Kota Makassar di Hotel Arthama pada Selasa, (4/2/2025). Forum ini mengusung tema “Kesehatan untuk Semua, Menuju Indonesia Emas”, sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Dalam sambutannya, Irwan menekankan kesehatan merupakan hak dasar setiap individu dan menjadi faktor kunci dalam mencapai kesejahteraan masyarakat dan merebut Indonesia emas 2045. “Kita harus memastikan setiap warga mendapatkan akses layanan kesehatan yang inklusif yang berkualitas. Hal ini penting untuk mewujudkan Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera menuju Indonesia Emas,” ujarnya. Lebih lanjut, Irwan menyoroti Forum Perangkat Daerah ini menjadi wadah strategis dalam merancang kebijakan dan program kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Untuk itu, Ia meminta seluruh stakeholder untuk berkolaborasi dalam menyusun program yang berorientasi pada kesehatan masyarakat yang inklusif. “Melalui forum ini, diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatannya serta berkontribusi dalam pencapaian visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, menekankan pentingnya forum ini sebagai sarana koordinasi dan perencanaan strategis bagi sektor kesehatan di Kota Makassar. “Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang dirancang benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan perencanaan yang matang, kita bisa meningkatkan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Makassar,” katanya. Ia mengatakan diskusi dalam forum ini mencakup berbagai isu kesehatan, seperti peningkatan layanan fasilitas kesehatan, pemerataan tenaga medis, serta strategi menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.

Pj Sekda Makassar Buka Forum Perangkat Daerah Dinas Kebudayaan, Bahas Pemajuan Budaya Berkelanjutan

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR, – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Makassar, Irwan Rusfiady Adnan, secara resmi membuka Forum Perangkat Daerah Dinas Kebudayaan Kota Makassar di Hotel Arthama pada Selasa (4/2/2025). Forum ini mengusung tema ‘Pemajuan Kebudayaan yang Berkelanjutan: Menghubungkan Tradisi dan Inovasi untuk Masa Depan Kota Makassar’. Dalam sambutannya, Irwan menekankn pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi dan inovasi dalam membangun masa depan Kota Makassar. “Kebudayaan warisan harus dijaga karena sumber inspirasi untuk menciptakan solusi inovatif. Dengan menghubungkan nilai-nilai kearifan lokal dengan teknologi dan kreativitas, Makassar dapat menjadi kota yang memajukan identitas budayanya,” ujarnya. Untuk itu, Irwan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam memastikan pemajuan kebudayaan berjalan secara berkelanjutan. “Oleh karena itu, kebijakan kebudayaan harus bersifat berkelanjutan dengan tetap mengedepankan inovasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya. Lebih lanjut, Irwan menekankan pentingnya forum ini sebagai wadah sinkronisasi program pada Dinas Kebudayaan yang akan dilanjutkan dalam Rencana Kerja “Forum dihadiri oleh perangkat daerah, pelaku budaya dan sektor pariwisata. Untuk itu, pentingnya membahas kebijakan dan program kebudayaan. Sehingga, kegiatan prioritas dapat dimasukkan dalam rencana kerja tahunan,” ujarnya. Irwan berharap melalui forum ini dapat menghasilkan program berdasarkan kebutuhan masyarakat dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan lokal. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Herfida Attas, mengatakan pemajuan kebudayaan harus dilakukan secara inklusif dengan melibatkan berbagai pihak. “Keberlanjutan budaya tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya,” ujarnya. Untuk itu, Andi Herfida berharap bahwa melalui forum ini, berbagai gagasan dan strategi yang dihasilkan dapat diterapkan dalam program kerja Dinas Kebudayaan.