Suara Indonesiaku

Pemkab Sinjai Apresiasi Penguatan Kelembagaan Bawaslu Lewat Forum Evaluasi Pengawasan Pemilu

Suaraindonesiaku.com, SINJAI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Penguatan Kelembagaan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sinjai yang digelar di Aula pertemuan Wisma Sanjaya, Selasa (5/8/2025). Hal demikian diungkapkan Staf Ahli Bupati Sinjai bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Andi Hariyani Rasyid saat membuka kegiatan tersebut “Atas nama pemerintah Kabupaten Sinjai kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Memang sangat penting untuk dilaksanakan,” pungkasnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan Pemilu tidak hanya bergantung pada penyelenggara teknis, tetapi juga pada sistem pengawasan yang profesional, transparan, dan berintegritas. “Pemilu 2024 menjadi pelajaran berharga dalam sejarah demokrasi kita. Kita perlu mengevaluasi apa yang sudah baik dan apa yang harus diperbaiki ke depan,” ujar Andi Hariyani. Olehnya itu, Mantan Kadis PMD Sinjai ini, menegaskan komitmen Pemkab Sinjai untuk bersinergi dengan Bawaslu, TNI, Polri, serta masyarakat dalam menjaga demokrasi yang sehat dan kondusif serta menciptakan iklim demokrasi yang sehat dan solusif. “Saya berharap agar momentum ini sediaannya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya mari kita berdiskusi bertukar pikiran dan menghasilkan rekomendasi rekomendasi yang menyebabkan konstruktif demi perbaikan peralatan pemilu dan pemilihan di masa yang akan datang,” harapnya. Ketua Bawaslu Sinjai Muh. Arsal Arifin mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi dan mendengar masukan untuk penguatan kelembagaan Bawaslu. Ia mengakui masih banyak keterbatasan yang dihadapi lembaganya. Forum ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan Bawaslu melalui rekomendasi dan saran konkret dari para peserta. “Melalui forum ini kita harapkan ada masukan sehingga kedepan Bawaslu semakin dikuatkan,” jelasnya. Penguatan Kelembagaan Bawaslu mengusung tema “Evolusi Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu dan Pemilihan Lingkup Bawaslu Kabupaten Sinjai”. Kegiatan ini dihadiri Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe, Forkompinda Sinjai, Ketua Komisi 1 DPRD Sinjai Sutomo, Kepala Kesbangpol Muh. Akbar Juhamran, Perwakilan Bawaslu Sulsel Saiful Jihad, Komisioner KPU Sinjai, Ketua Bawaslu Sinjai Muh. Arsal Arifin. Sementara pesertanya terdiri dari perwakilan partai politik, lembaga, dan organisasi masyarakat se-Kabupaten Sinjai, acara ini menjadi refleksi kolektif lintas sektor.

Kadisdik Sinjai Apresiasi Program OSIS Care di SMPN 1 Sinjai, 20 Siswa Terima Bantuan Sembako

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Sebanyak 20 siswa dari keluarga kurang mampu di UPTD SMPN 1 Sinjai menerima bantuan paket sembako dalam kegiatan sosial bertajuk OSIS Care, Selasa (05/08/2025). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib. Program OSIS Care merupakan inisiatif organisasi siswa intra sekolah (OSIS) yang mengelola dana sedekah Jumat hasil sumbangan sukarela guru dan siswa untuk kemudian disalurkan kepada teman-teman mereka yang membutuhkan. Bantuan diberikan secara bergilir setiap bulan agar menjangkau lebih banyak penerima. Kadisdik Sinjai, Irwan Suaib, mengungkapkan apresiasinya terhadap semangat sosial yang ditunjukkan para siswa melalui program tersebut. “Ini bukan sekadar kegiatan berbagi, tapi bentuk nyata dari pendidikan karakter. Anak-anak belajar tentang kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial sejak dini. Ini contoh baik yang layak ditiru oleh sekolah lain,” ujarnya. Kepala SMPN 1 Sinjai, Syamsul Rijal, menyebutkan bahwa gerakan ini tumbuh dari budaya gotong royong seluruh warga sekolah. Ia berharap sekolah menjadi lingkungan yang tidak hanya fokus pada pembelajaran, tetapi juga menumbuhkan nilai kemanusiaan. “Kami ingin sekolah menjadi ruang tumbuh yang tidak hanya mencerdaskan, tapi juga menguatkan rasa kebersamaan. Orang tua siswa juga bisa merasakan dampak positifnya,” jelasnya. Sementara itu, Pembina OSIS, Verawati menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter bagi peserta didik. “Lewat program ini, siswa dilatih menjadi pribadi yang peka dan peduli terhadap lingkungan sosialnya. Ini adalah pelatihan kepemimpinan berbasis empati,” katanya. Program OSIS Care dijadwalkan berlangsung secara berkelanjutan. Dengan sistem rotasi penerima, pihak sekolah berharap semakin banyak siswa kurang mampu yang bisa terbantu. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat ditanamkan dan tumbuh di lingkungan pendidikan

Dinas Perikanan Sinjai Gelar Pelatihan Standar Kelayakan Pengolahan Ikan untuk Pelaku Usaha Mikro dan Kecil

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai menggelar pelatihan penerapan Standar Kelayakan Pengolahan (Good Manufacturing Practices/GMP dan Standard Sanitation Operating Procedure/SSOP) bagi Unit Pengolahan Ikan (UPI) skala mikro dan kecil. Kegiatan berlangsung di Aula Wisma Nelayan, Kompleks Pelabuhan Perikanan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Senin (04/08/2025). Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari UPT Balai Penerapan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, Dinas Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman para pelaku usaha pengolahan hasil perikanan terhadap penerapan persyaratan perizinan berusaha berbasis risiko. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai, Syamsul Alam, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan pembinaan mutu dan keamanan hasil perikanan. Kegiatan ini juga mendukung penerapan perizinan berusaha sesuai skala usaha dan risiko sebagaimana tertuang dalam Program Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Tahun Anggaran 2025. “Peserta pelatihan merupakan pelaku usaha dari berbagai Poklahsar yang selama ini aktif mengolah dan memasarkan hasil perikanan. Beberapa di antaranya bahkan telah menerima paket bantuan Bedah Unit Pengolahan Ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” ungkapnya. Lima Poklahsar yang telah menerima bantuan tersebut antara lain Poklahsar Tenggiri, Poklahsar Bintang Laut, Poklahsar Rubon’s, Poklahsar Sumber Mitra, dan Poklahsar Rayhana Rezky Food. Namun, dari lima unit tersebut, baru satu Poklahsar yang telah mengantongi Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 17 Tahun 2019. Lebih lanjut, Syamsul Alam menyebutkan bahwa hingga tahun 2025 ini, terdapat 43 Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Poklahsar) yang tercatat di Sinjai. “Melihat potensi dan peluang usaha pengolahan ikan yang besar, pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan secara konsisten. Ini dilakukan bersama petugas teknis, pejabat fungsional pembina mutu daerah, serta penyuluh perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” tegasnya. Melalui pelatihan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha pengolahan ikan di Sinjai yang mampu memenuhi standar kelayakan dan memperoleh sertifikasi resmi, guna meningkatkan daya saing produk hasil perikanan di pasar yang lebih luas.

Bupati Sinjai Buka Lomba Bertutur untuk Lestarikan Budaya dan Bentuk Karakter Anak

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, yang juga Bunda Literasi Kabupaten Sinjai, secara resmi membuka Lomba Bertutur tingkat SD/MI. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sinjai pada Senin (4/8/2025) di Taman Literasi Dispusip. Kegiatan ini diikuti oleh 44 siswa-siswi dari berbagai SD/MI se-Kabupaten Sinjai. ​Dalam sambutannya, Bupati Ratnawati menyampaikan apresiasinya atas inisiatif kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Lomba Bertutur merupakan strategi penting untuk membangkitkan semangat literasi, melestarikan budaya, dan membentuk karakter anak-anak Sinjai agar menjadi pribadi yang cerdas, percaya diri, dan mencintai budayanya. ​”Lomba bertutur ini bukan hanya tentang kompetisi, tapi juga bagian dari pelestarian kekayaan budaya bangsa, pembentukan karakter, serta proses pendidikan yang menyentuh aspek kecerdasan, emosi, dan budi pekerti,” ujarnya. ​Bupati Ratnawati juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Ia mengajak semua pihak untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu untuk memperkuat budaya bertutur. Contohnya, ia mengusulkan agar cerita rakyat dapat didokumentasikan dalam bentuk konten video edukatif, disebarkan melalui platform digital, atau bahkan dibuat menjadi aplikasi cerita anak berbasis lokal. ​Selain itu, ia menekankan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan komunitas dalam membangun budaya literasi. Dukungan ini diharapkan dapat diwujudkan dengan menyediakan ruang-ruang membaca dan menciptakan atmosfer yang mendorong anak-anak mencintai buku dan pengetahuan. ​Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sinjai, Abdul Aziz Amin, dalam laporannya menjelaskan bahwa lomba ini adalah implementasi dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Melalui cerita rakyat yang sarat akan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, dan gotong royong, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan karakter anak. ​Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Asisten Administrasi Umum, Andi Ariany Djalil, Staf Ahli Bupati Sinjai, H. Andi Mandasini Saleh dan Andi Tenri Rawe Baso, serta Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sinjai, H. Faried Wajedi beserta tamu undangan lainnya. ​Kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam melestarikan budaya lokal dan mempersiapkan generasi muda yang berkarakter kuat di tengah tantangan zaman.

Makassar Bergerak, Wujudkan Kota Bersih dan Sehat Menuju Adipura

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar kini semakin fokus memperkuat kebersihan kota dan tata kelola lingkungan hidup secara menyeluruh mulai dari hulu ke hilir. Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memimpin Rapat Koordinasi Teknis bersama jajaran SKPD dan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi-Maluku (Pusdal LH SUMA), Dr. Azri Rasul, di Kantor Balai Kota Makassar, Jumat (1/8/2025). Dalam arahannya, Wali Kota Munafri menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mengelola kebersihan kota secara sistematis dan berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan lingkungan tidak bisa diserahkan pada satu instansi saja, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari SKPD hingga ke tingkat RT dan RW. “Kita tidak bisa lagi berjalan dengan ego sektoral. Adipura bukan lagi sekadar seremoni atau dokumentasi formalitas. Ini soal pembuktian nyata bahwa Kota Makassar benar-benar bersih, sehat, dan tertata,” tegas Wali Kota. Ia menyampaikan bahwa saat ini Makassar telah masuk dalam radar pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup, sebagai salah satu prasyarat untuk ikut serta dalam kompetisi Adipura. Maka dari itu, dibutuhkan perhatian ekstra dan langkah konkret yang terukur. Wali Kota juga memaparkan berbagai program prioritas lingkungan yang akan digerakkan hingga ke tingkat RT. Salah satunya adalah program Ada 100.000 Biopori untuk Makassar, sebagai upaya meningkatkan resapan air dan mengurangi limbah organik di sumbernya. “Setiap RT wajib membuat biopori. Selain itu, mereka juga harus memiliki Eco Enzyme, unit proses, serta budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik,” ujarnya. Menurutnya, langkah ini sekaligus menjadi bagian dari ekosistem besar pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Appi juga menargetkan bertumbuhnya lebih banyak bank sampah dan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) di seluruh kecamatan. Untuk mendukung program ini, jalur-jalur utama kota akan menjadi prioritas dalam pembuatan biopori, di mana petugas penyapu jalan akan dilibatkan langsung dan diberikan tanggung jawab penuh atas pemeliharaannya. Selain soal kebersihan dan sampah, Pemkot Makassar juga tengah menata ulang sejumlah taman kota melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga. Beberapa taman telah memasuki tahap akhir kesepakatan kerja sama dan akan mulai didesain tahun ini. “Taman kota tidak boleh lagi saling lempar tanggung jawab. Pengelolaannya harus dikerjasamakan agar punya sistem pengawasan yang baik,” ungkap Munafri. Lebih lanjut, ia menegaslan. Pemkot juga akan membenahi kawasan pedestrian. Jika sebelumnya pedestrian mengikuti jalur kendaraan, ke depan justru kendaraan yang harus menyesuaikan dengan hak pejalan kaki. Menutup arahannya, Wali Kota Munafri kembali menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan adalah tanggung jawab kolektif. “Kebersihan bukan cuma urusan DLH atau Wali Kota. Ini tanggung jawab semua, dari SKPD, camat, lurah, RT, RW hingga masyarakat. Kalau kita kompak dan punya komitmen, insya Allah Makassar bisa lebih bersih dan berdaya,” pungkasnya. Rapat koordinasi ini menjadi awal penyusunan langkah strategis menuju kota yang bersih, sehat, dan layak untuk meraih penghargaan Adipura. Dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif warga, Pemkot Makassar optimis bisa mewujudkan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan dukungan dari pusat dan komitmen Pemerintah Kota Makassar, ia optimis bahwa Makassar bisa menjadi model pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada penghargaan Adipura, tapi juga membangun budaya bersih dan berkelanjutan di tengah masyarakat. Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku (Pusdal LH SUMA), Dr. Azri Rasul, memaparkan skema penilaian kebersihan dan tata kelola lingkungan dalam rangka pembinaan menuju program Adipura. Dalam paparannya, Dr. Azri menekankan pentingnya pendekatan sistematis dalam pengelolaan sampah yang mencakup tiga sektor utama, bagian hulu (sumber sampah), bagian tengah (pengumpulan), dan bagian hilir (pemrosesan akhir). Dr. Azri menjelaskan bahwa konsep utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) adalah mendorong pengelolaan sampah secara mandiri di titik awal, baik oleh individu, rumah tangga, pelaku usaha, hingga kawasan industri. “Kalau hotel, rumah sakit, sekolah atau kawasan industri bisa mengelola sampahnya sendiri, maka tidak lagi menjadi beban bagi pemerintah daerah. Semua selesai di tempat. Inilah yang menjadi fokus pembinaan kami,” ujar Azri. Ia juga menyoroti bahwa pengelolaan di tingkat sumber harus melibatkan berbagai metode seperti pengolahan organik dan anorganik, pemanfaatan eco enzyme, budidaya maggot, hingga pelibatan bank sampah. Pusdal LH SUMA saat ini telah mendorong pengelolaan mandiri pada beberapa kawasan di Kota Makassar, termasuk kawasan industri yang tengah mengikuti program Proper (Peringkat Kinerja Perusahaan) dari KLHK. Melalui pembinaan ini, kawasan industri diharapkan dapat mengelola sampahnya secara tuntas tanpa mengalirkannya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sebagai langkah konkret, Pusdal LH SUMA telah membentuk tim identifikasi yang bekerja sama dengan seluruh kecamatan di Kota Makassar. Tim ini akan melakukan inventarisasi lapangan terhadap praktik pengelolaan sampah di wilayah-wilayah kelurahan. “Kami akan mencatat secara faktual jumlah dan jenis pengelolaan sampah yang dilakukan oleh warga, pelaku usaha, sekolah, hingga kantor-kantor. Ini penting untuk menentukan seberapa besar sampah bisa diselesaikan di sumber,” jelasnya. Data tersebut akan menjadi bahan perhitungan persentase pengelolaan mandiri, sebagai bagian dari indikator utama dalam penilaian Adipura. Targetnya, minimal 51,2% sampah harus dikelola secara mandiri di hulu, baik melalui bank sampah, TPS3R, kompos rumah tangga, maupun sistem budidaya maggot. Dr. Azri juga menekankan bahwa pencapaian ini tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan aktif semua pihak, masyarakat, pemerintah kelurahan dan kecamatan, serta dinas terkait. Semua harus mengambil peran nyata, bukan hanya administratif. “Bank sampah, pengolahan eco enzyme, maggot farming, hingga sistem e-Proses di kantor atau sekolah harus tercatat dan dikalkulasi secara terukur. Karena ini akan menentukan posisi kita dalam evaluasi nasional,” tutup Azri

Bupati Sinjai Lepas Tim Sepakbola Pra Porprov, Optimisme Tinggi Raih Kemenangan di Kandang Sendiri

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif secara resmi melepas tim sepakbola Kabupaten Sinjai yang akan berlaga dalam ajang Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra Porprov) XVIII Sulawesi Selatan. Acara pelepasan berlangsung di Aula Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sinjai, Minggu (03/08/2025) sore. Dihadapan para pemain dan official tim sepakbola Sinjai, Bupati Ratnawati mengajak seluruh tim untuk bertanding dengan penuh semangat dan keyakinan akan meraih hasil terbaik, terlebih karena Sinjai menjadi tuan rumah untuk cabang olahraga sepakbola. “Kita harus optimis, Insya Allah kemenangan akan kita raih. Kalau kita memulai dengan optimisme yang tinggi, tentu akan hadir semangat juang yang tinggi,” ujarnya. Sementara itu, Ketua KONI Sinjai yang baru terpilih, Iptu Rahman juga menyampaikan harapan besar terhadap performa tim sepakbola Sinjai. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah untuk meraih kemenangan. “Saya punya harapan besar. Silakan berjuang, harus menang. Apalagi kita ini tuan rumah,” tegasnya. Ketua Askab PSSI Sinjai, H. Haris Achmad mengungkapkan bahwa tim ini telah dipersiapkan sejak April 2025 melalui proses seleksi ketat. “Tim ini terbentuk sejak April. Proses seleksi diikuti lebih dari 100 pemain dari sembilan kecamatan. Dari situ terjaring 23 pemain terbaik yang kini dimanajeri oleh Yusran Guntur,” jelasnya. Sebagai informasi, Kabupaten Sinjai tergabung dalam Grup C bersama Sidrap, Soppeng, dan Gowa. Pertandingan akan digelar di Stadion H. Andi Bintang Sinjai pada 5 hingga 10 Agustus 2025. Dengan semangat sebagai tuan rumah dan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta masyarakat, tim sepakbola Sinjai diharapkan mampu tampil maksimal dan melaju ke Porprov XVIII mendatang di Kabupaten Wajo dan Bone.

Dekopinda Kab. Sinjai Melaksanakan Audiens dengan Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif

Suaraindonesiaku.com, SINJAI, – Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Sinjai melaksanakan audiensi dengan Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif di Rumah Jabatan Bupati, Jumat (1/8/2025). Pertemuan tersebut berlangsung hangat sebagai bentuk silaturahmi sekaligus upaya memperkuat sinergi gerakan koperasi di daerah. Salah seorang pengurus Dekopinda, Darwis, menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan memperkenalkan lebih dalam peran Dekopinda sebagai wadah berhimpunnya badan koperasi, sekaligus menyampaikan rencana pelaksanaan talkshow bertajuk pembangunan koperasi khususnya di Kabupaten Sinjai. “Kami ingin menggugah semangat koperasi melalui dialog terbuka, dan bersyukur Ibu Bupati berkenan menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut. Kami sangat mengapresiasi kesediaan beliau (Bupati-read) untuk bisa hadir nanti di acara kami ,” ujar Darwis. Bupati Hj. Ratnawati memberikan sambutan yang positif terhadap langkah Dekopinda. Ia mengapresiasi inisiatif kegiatan yang dinilai dapat memberi edukasi sekaligus pencerahan terkait arah dan kebijakan koperasi di Sinjai. “Peran Dekopinda sangat penting dalam menguatkan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi rakyat. Saya menyambut baik kegiatan ini dan siap berkontribusi demi kemajuan koperasi di Sinjai,” ungkap Ratnawati. Audiensi ini menandai awal kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan Dekopinda, dalam upaya mendorong koperasi agar lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. (Humas Kominfo)

Disdik Sinjai Gandeng Lintas Sektor Wujudkan 70 Persen PAUD HI

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sinjai menargetkan 70 persen dari total 329 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di daerah ini dapat menjadi PAUD Holistik Integratif (PAUD HI). Target tersebut diupayakan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama lintas sektor yang digelar di TK Negeri Pembina, Kecamatan Sinjai Utara, Jumat (01/08/2025). Penandatanganan ini menjadi langkah konkret Pemkab Sinjai dalam memperkuat kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mitra pendidikan guna memenuhi kebutuhan esensial anak secara menyeluruh. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sinjai, Irwan Suaib menyampaikan optimisme bahwa dengan sinergi lintas sektor, target 70 persen PAUD HI bisa tercapai. “Hari ini kita buktikan bahwa dengan kolaborasi dan komitmen yang kuat bersama OPD terkait dan organisasi mitra, kami yakin dapat mewujudkan 70% dari 329 satuan PAUD di Sinjai menjadi PAUD HI. Ini bukan hanya target, tetapi bagian dari komitmen nyata untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan esensial anak usia dini secara menyeluruh,” tegas Irwan. Kerja sama tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB, serta organisasi mitra seperti IGTKI dan HIMPAUDI Kabupaten Sinjai. Kegiatan yang dipusatkan di PAUD HI “PEMBINA” (Pemenuhan Kebutuhan Esensial Anak) ini juga menjadi wujud implementasi regulasi nasional dan daerah, termasuk Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 dan Perda Kabupaten Sinjai Nomor 3 Tahun 2033 tentang penyelenggaraan PAUD HI. Ketua panitia kegiatan sekaligus Kabid PAUD dan Pendidikan Nonformal, Muhammad Ridwan mengatakan bahwa kolaborasi ini penting agar satuan PAUD tidak hanya fokus pada aspek pendidikan, tetapi juga layanan kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan. “Penandatanganan kerja sama ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan satuan PAUD yang mampu memenuhi kebutuhan esensial anak secara simultan, sistematis, dan terintegrasi,” ujar Ridwan. Acara ini turut dihadiri pejabat eselon III dan IV lingkup Disdik, Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan, Koordinator Pendamping PAUD, Satgas PAUD HI, serta pengurus IGTKI dan HIMPAUDI Sinjai. (

Ketua TP PKK Makassar Dorong Pelestarian Busana Lokal Lewat Pendampingan Usaha Busana Lokal

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, berkomitmen melestarikan wastra daerah sekaligus menguatka kapasitas penjahit lokal melalui program pengembangan dan pendampingan usaha busana lokal. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menyatakan komitmennya untuk melestarikan wastra daerah sekaligus memperkuat kapasitas penjahit lokal melalui program pengembangan dan pendampingan usaha busana lokal. Komitmen tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Pengembangan dan Pendampingan Usaha Busana Lokal Makassar yang digelar di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Selasa (29/7/2025). Kegiatan ini bagian dari Pokja III, yang digelar sebagai bentuk dukungan terhadap penjahit lokal Kota Makassar yang memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional maupun global. Dalam sambutannya, Melinda Aksa menekankan pentingnya pelestarian dan pengembangan busana lokal sebagai bagian dari identitas budaya dan kreativitas masyarakat Makassar, terlebih makassar memiliki kekayaan wastra dan desain busana yang luar biasa. “Busana lokal adalah cerminan budaya, identitas, dan kreativitas daerah. Kota Makassar punya kekayaan wastra seperti tenun sutra, songket, dan motif khas Bugis-Makassar yang sarat makna. Ini adalah potensi yang sangat besar, dan harus terus kita dorong melalui inovasi dan pendampingan berkelanjutan,” ujar Melinda. Meski potensinya besar, Melinda juga mengakui bahwa masih banyak pelaku usaha busana lokal yang menghadapi tantangan. Di antaranya adalah keterbatasan permodalan, rendahnya akses pemasaran digital, dan minimnya pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk. Untuk itu, kegiatan ini dirancang sebagai ruang berbagi ilmu dan membangun jejaring, agar para pelaku usaha fesyen lokal tidak hanya bertahan tetapi mampu tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelaku usaha busana lokal dapat memperoleh ilmu, motivasi, dan jejaring baru untuk mengembangkan usahanya, baik dari segi desain, pemasaran digital, hingga manajemen usaha yang berorientasi pada keberlanjutan,” ucapnya. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Kelompok Kerja (Pokja) III TP PKK Kota Makassar yang menjadi penggagas dan pelaksana kegiatan ini. Menurutnya, inisiatif seperti ini menjadi langkah nyata dalam mendorong tumbuhnya perempuan pelaku usaha yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing. Melinda Aksa juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan lembaga keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menyeluruh. “Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah nyata PKK Kota Makassar dalam mendorong lahirnya pelaku usaha perempuan yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing, Kami ingin menjadikan Makassar sebagai pusat busana lokal yang kuat, membanggakan, dan menjadi wajah dari kreativitas perempuan Indonesia,” tutup Melinda. Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber kompeten dari berbagai bidang. Salah satunya adalah Pemimpin Departemen Kredit Ritel Bank Sulselbar, Marhuma Umar, yang memaparkan peluang pembiayaan bagi pelaku UMKM, khususnya sektor fesyen lokal. Marhuma menjelaskan skema pembiayaan yang dapat diakses oleh pelaku usaha kecil, termasuk syarat-syaratnya dan tips agar pelaku UMKM lebih siap secara administrasi dan keuangan untuk mendapatkan dukungan modal usaha dari Bank Sulselbar. Selain itu, TP PKK juga menghadirkan desainer nasional dan owner Butik Luthfia, yang membagikan pengalamannya dalam membangun tenun Sekomandi hingga menembus pasar nasional dan internasional di Paris. Ia juga memberikan pelatihan singkat terkait tren fesyen, teknik branding, serta cara memaksimalkan potensi lokal untuk produk yang berdaya jual tinggi. Menariknya, desainer tersebut juga membawa langsung beberapa koleksi busana karyanya untuk diperlihatkan kepada peserta bahkan membeberikan kepada sejumlah peserta, sebagai bentuk motivasi kepada pelaku usaha busana.

Webinar HUT ke-68 LAN RI, Bupati Sinjai Bangkitkan Semangat ASN Lewat Kisah Kepemimpinan Perempuan

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, webinar nasional bertajuk “Meniti Tangga Pengabdian: Kiprah Perempuan ASN Menjadi Pimpinan Daerah yang Inspiratif” digelar pada Kamis (31/7/2025) melalui Pusjar SKMP LAN RI. Salah satu sorotan utama dalam kegiatan tersebut adalah kehadiran Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, sebagai narasumber inspiratif. Dalam paparannya Bupati Ratnawati, menyampaikan rasa bangganya bisa hadir sebagai pembicara dalam panggung nasional terkait kiprah perempuan ASN menjadi pemimpin daerah yang inspiratif sebagai Alumni Diklat PIM TK II Tahun 2015. Dihadapan ribuan peserta webinar seluruh Indonesia, ia mengisahkan perjalanan panjang karirnya, dari seorang CPNS hingga menjabat sebagai Bupati Sinjai, melewati berbagai tahapan seperti menjadi fungsional, kepala bidang, dan pejabat eselon II. “Sebagai alumni LAN, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk berbagi pengalaman. Karir ini tidak didapat dalam semalam, tetapi melalui proses panjang dan pembelajaran berkelanjutan,” ujarnya. Bupati perempuan pertama di Kabupaten Sinjai, ini menekankan pentingnya lembaga diklat dalam membentuk calon pemimpin yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki integritas. Ia berbagi strategi kepemimpinan yang berfokus pada pengembangan SDM, transparansi dalam pelayanan publik, dan harmonisasi antar elemen pemerintahan serta masyarakat. Terakhir, pesan refleksi Bupati Ratnawati dalam kegiatan ini untuk ASN, diantaranya agar terus membangun komunikasi dan harmonisasi dengan seluruh element dan komponen dalam pemerintahan dan masyarakat, sikap Keterbukaan dan Transparansi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Termasuk menjaga komitmen dan Integritas, menghadirkan Kinerja yang profesionalitas, serta mendorong kelompok dan organisasi masyarakat untuk berperan aktif dalam penyelenggaraan pemerintahan melalui dukungan pengembangan kapasitas masyarakat. “Saya mengajak ASN untuk terus membangun komunikasi yang terbuka, menjaga komitmen dan profesionalitas, serta mendorong partisipasi aktif kelompok masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Salam government harus ada Government lagi,” jelas Bupati Ratnawati. Sebelumnya, Direktur LAN RI, Muh. Aswad, berharap kegiatan ini memberikan inspirasi karena tujuannya tidak lain untuk membagikan kisah nyata alumni sebagai inspirasi dan motivasi bagi ASN di seluruh Indonesia untuk terus belajar dan bertransformasi. “Memang sengaja kita hadirkan alumni LAN dalam mengimplementasikan potensi, dan dapat menginspirasi kita semua,” pungkasnya. Selain Bupati Ratnawati, turut hadir pula Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak sebagai narasumber yang memperkuat representasi pemimpin perempuan daerah yang visioner dan penuh semangat pengabdian