Suara Indonesiaku

Wali Kota Makassar Tekankan Kajian Detail dalam Mendorong Optimalisasi RDTR

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR,- Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Makassar diharapkan menjadi landasan dalam mewujudkan pembangunan yang terencana dan berkelanjutan. RDTR dinilai memiliki peran penting dalam menentukan arah pengembangan wilayah, terutama sebagai dasar dalam menarik investasi. Hal ini disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin usai mendengarkan pemaparan materi Peraturan Daerah (Perda) No. 7 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar dari Dinas Penataan Ruang (Distaru), di Balai Kota Makassar, Rabu (5/3/2025). Munafri menekankan pentingnya memaksimalkan RDTR sebagai landasan investasi di Kota Makassar. Dia merujuk pada arahan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) yang meminta agar rancangan tersebut menjadi dasar yang jelas dalam menarik minat investor. “Jadi RDTR adalah persoalan penting, sesuai dengan arahan dari Menteri Agraria, supaya rancangan detail ini menjadi dasar untuk orang berinvestasi,” ujarnya. Lebih lanjut, Munafri menyoroti perlunya kajian mendalam sebelum implementasi RDTR. Dia mengingatkan bahwa penempatan kawasan dalam RDTR bersifat permanen dan tidak dapat diubah setelah berjalan. “Jadi menurut saya ini harus dimaksimalkan, tapi yang paling penting adalah kajian-kajian detailnya harus jalan supaya kita tidak salah tempat, karena kalau ini sudah jalan nggak bisa diubah lagi,” kata Munafri. Aspek lingkungan dan budaya juga menjadi perhatian dalam penyusunan RDTR. Dia menegaskan pentingnya mempertahankan jalur hijau serta memperhatikan potensi kawasan cagar budaya agar tidak sembarangan dibangun. “Kita harus memperhatikan yang namanya lingkungan, budaya, jangan nanti bilang bisa dibangun hotel, dibangun apa, ternyata itu cagar budaya,” tuturnya. Munafri berharap RDTR yang disusun dapat menjadi pedoman pembangunan yang terarah, tanpa menimbulkan kesan semrawut di masa depan. Dia menekankan agar pengembangan wilayah baru tetap sejalan dengan prinsip perencanaan yang baik. “Ini menurut saya perlu jadi perhatian kita supaya Makassar ini benar-benar dibangun dengan sebuah sistem perencanaan yang baik. Tidak tiba-tiba muncul gedung ini, hotel itu. Tidak boleh begitu, semrawut,” pungkasnya.

Wali Kota Makassar Panggil 9 Plt Kepala OPD, Bahas Laporan dan Percepatan Program Kerja

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR,- Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memanggil sembilan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru ditunjuk untuk menggelar rapat koordinasi bersama di Balai Kota Makassar, Rabu (5/03/2025). Mereka yang dipanggil yakni Plt Kepala Dinas Pendidikan Andi Bukti Djufri, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Muh. Mario Said, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Andi Irwan Bangsawan, Plt Kepala Satpol PP Fathur Rahim. Kemudian Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) A. Muh. Yasir, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Aryati Puspasari Abady, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ferdy Mochtar, Plt Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Nur Kamarul Zaman, serta Plt Camat Ujung Pandang Armin Paera. Dalam rapat tersebut, Munafri meminta laporan terkini dari masing-masing Plt terkait kondisi internal OPD, program kerja yang telah berjalan, serta hambatan yang dihadapi. Setiap Plt juga diminta memberikan gambaran perencanaan program dalam jangka pendek yang sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Makassar. Dinas Pendidikan menjadi OPD pertama yang memberikan laporan. Plt Kepala Dinas Pendidikan, Andi Bukti Djufri, memaparkan sejumlah persoalan internal yang perlu segera diselesaikan, salah satunya adalah kekosongan di beberapa posisi jabatan struktural. Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), A. Muh. Yasir, melaporkan progres revitalisasi Lapangan Karebosi. Munafri menekankan pentingnya percepatan pembangunan tersebut, mengingat Karebosi merupakan ruang publik yang sangat vital bagi masyarakat Makassar. “Pembangunan Karebosi wajib dilanjutkan. Tidak bisa tidak. Jangan jadi proyek mangkrak. Kita mau secepatnya ini jalan. Kita anggarkan dan selesaikan. Kita mau proyek ini kita jalankan sesuai aturan yang berlaku. Kasihan masyarakat bingung space public-nya di mana mau dipakai,” tegas Munafri. Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Ferdy Mochtar, melaporkan bahwa saat ini pihaknya tengah menyusun Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait retribusi sampah gratis untuk masyarakat tertentu. Penyusunan regulasi ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah. Sementara itu, Plt Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan, Nur Kamarul Zaman, juga melaporkan sejumlah kondisi Perusahaan Daerah (Perusda). Adapun Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Andi Irwan Bangsawan, melaporkan upaya penanganan stunting hingga persoalan yang dialami kader KB. “Ini yang perlu diperhatikan. Kita perlu membangun pola baru untuk memastikan persoalan yang ada di sana bisa diselesaikan,” jelas Munafri. Di tempat yang sama, laporan positif disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Aryati Puspasari Abady, yang menyebutkan bahwa indeks ketahanan pangan Makassar saat ini berada di peringkat pertama se-Sulawesi Selatan. Bahkan, indeks tersebut lebih tinggi dibandingkan indeks ketahanan pangan tingkat provinsi. Munafri menyambut baik capaian tersebut dan meminta Dinas Ketahanan Pangan agar memperkuat kolaborasi lintas OPD untuk mempertahankan prestasi ini. “Itu harus dijaga. Saya berharap Dinas Ketahanan Pangan bisa kolaborasi dengan Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan. Karena banyak yang bisa kita lakukan di situ,” pungkasnya. Melalui rapat koordinasi ini, Munafri ingin memastikan roda pemerintahan di Kota Makassar berjalan optimal di bawah kepemimpinannya.(*)

Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Sidang Promosi Doktor Inspektur Daerah Kota Makassar di Unhas

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR, – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham menghadiri sidang promosi doktor A. Asma Zulistia Ekayanti, yang saat ini menjabat sebagai Inspektur Daerah Kota Makassar, pada Selasa (4/3/2025). Sidang berlangsung di Auditorium Prof. Dr. Basri Hasanuddin, MA, Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin (Unhas). Dalam sidang tersebut, A. Asma Zulistia Ekayanti mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Inovasi Model Auditor Untuk Mendeteksi Fraud (Studi pada Inspektorat Kota Makassar)”. Tim promotor dalam sidang ini terdiri atas Prof. Dr. Arifuddin, S.E., Ak., M.Si, CA, sebagai promotor utama, serta Prof. Dr. Mursalim Nohong, S.E., M.Si, sebagai ko-promotor. Sementara penguji eksternal adalah Dr. Dororthy Routy Haratua Pandjaltan, S.E., M.Si, serta tiga penguji internal yakni Prof. Dr. Abdul Rahman Kadir, S.E., M.Si, Prof. Dr. Muhammad Yunus Amar, S.E., M.T, dan Dr. Anas Iswanto Anwar, S.E., M.A. Sidang promosi doktor ini dihadiri pula oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, serta beberapa pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar. Penelitian ini berfokus pada pengembangan model inovatif dalam audit guna meningkatkan efektivitas deteksi kecurangan di lingkungan pemerintahan daerah. Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham memberikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian akademik yang diraih oleh Asma Zulistia. Menurutnya, kehadiran pejabat daerah yang memiliki kualifikasi akademik tinggi akan semakin memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. “Dengan adanya inovasi model auditor ini, kami berharap kinerja pengawasan di lingkungan pemerintah daerah semakin baik dan dapat mencegah berbagai bentuk penyimpangan,” ujarnya. Gelar doktor ini diharapkan dapat semakin memperkuat perannya dalam membangun sistem pengawasan yang lebih baik di Kota Makassar, serta menjadi inspirasi bagi para pejabat daerah lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas akademik dan profesionalisme mereka.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Paparkan Visi Misi Periode 2025-2030

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR, – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyampaikan visi dan misinya dalam memimpin Kota Makassar bersama Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham dalam periode 2025-2030. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Paripurna Pengumuman Pidato Penyampaian Visi dan Misi Wali Kota Makassar Masa Jabatan 2025-2030, di ruang rapat Paripurna DPRD Kota Makassar pada Senin (3/03/2025). Dalam pemaparannya, Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan pembangunan berkelanjutan dan terintegrasi akan menjadi prioritas utama dalam lima tahun ke depan, terutama keselarasan antara program pembangunan Kota Makassar dengan nasional. “Dengan dilantiknya kami, pembangunan berkelanjutan dan terintegrasi bagi Kota Makassar menjadi perhatian utama. Kami ingin memastikan bahwa semua program pembangunan selaras dengan agenda besar pembangunan nasional,” ujarnya. Sebagai bagian dari rencana kepemimpinannya, Munafri memperkenalkan visi MULIA, yakni membawa Makassar menjadi kota yang Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan yang dijabarkan dalam empat pilar yakni ; 1. Pilar Unggul, menunjukkan komitmen MULIA untuk menjadikan Makassar sebagai Kota yang maju dalam beberapa aspek seperti pendidikan, ekonomi, infrastruktur dan layanan publik. Ini berarti MULIA berusaha menjadikan Kota Makassar terbaik dalam inovasi, efesiensi, dan kualitas hidup. 2. Pilar Inklusif, menggambarkan upaya MULIA untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat terlibat dan mendapatkan manfaat dari pembangunan kota Makassar dengan upaya penciptaan kesempatan yang setara bagi semua warga, mengurangi ketimpangan sosial dan mempromosikan partisipasi aktif dari berbagai kelompok dalam pengambilan keputusan dan perencanan kota. 3. Pilar Aman, menggambarkan MULIA berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk seluruh masyarakat yang mencakup penurunan tingkat kriminalitas, penguatan sistem keamanan serta peningkatan kualitas layanan darurat dan keselamatan publik. 4. Pilar Berkelanjutan, menunjukkan komitmen MULIA terhadap prinsip pembangunan yang memperhatikan kelestarian lingkungan dan penggunaan sumber daya secara efesien. Ini termasuk inisiatif untuk mengurangi dampak lingkungan, melestarikan sumber daya alam dan mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan. Menurut Munafri, visi ini mencerminkan tekad kepemimpinannya untuk menjadikan Makassar sebagai kota yang berkembang pesat, namun tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat, keberagaman, keamanan, serta keberlanjutan lingkungan. Lebih lanjut, Munafri mengatakan visi MULIA kemudian dirumuskan ke dalam misi dengan mengurai upaya-upaya yang harus dilakukan sebagai Agenda Prioritas Pembangunan Daerah. Adapun 7 (tujuh) Misi yaitu: 1. Meningkatkan daya saing ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja dan kesejahteraan khususnya masyarakat pesisir dan pulau. 2. Meningkatkan kualitas layanan dasar bidang pendidikan dan kesehatan secara merata. 3. Mewujudkan pembangunan infrastruktur dan tata ruang kota yang berkeadilan dan ramah lingkungan. 4. Mengembangkan pusat inovasi dan seni budaya serta pariwisata. 5. Mewujudkan kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih dan berdaya saing. 6. Meningkatkan akses pelayanan dan perlindungan perempuan, anak dan penyandang disabilitas serta pembangunan kepemudaan. 7. Menegakkan ketertiban umum dan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana. Lanjutnya, program unggulan untuk masyarakat dalam menjalankan misi tersebut, Munafri mengatakan menyiapkan berbagai program unggulan yang dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Program-program tersebut dikenal sebagai 7 jalan pengabdian Mulia : 1. Gratis Seragam Sekolah; 2. Gratis Iuran Sampah; 3. Gratis Pemasangan Instalasi Air Bersih; 4. Pembangunan Stadion bertaraf Internasional; 5. MULIA Berjasa (Berbagi Jaminan Sosial); 6. Makassar Super Apps; 7. Makassar Creative Hub di setiap Kecamatan. Munafri optimistis bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat, Makassar dapat mencapai visi MULIA yang lebih maju dan sejahtera. “Kini saatnya kita melangkah dengan penuh optimisme. Mari bersama kita wujudkan perubahan menuju Makassar yang lebih baik, lebih maju, dan lebih hebat dalam segala aspek kehidupan,” katanya.(*)

Sertijab Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin Terima Estafet Kepemimpinan dari Danny Pomanto

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR,- Estafet kepemimpinan Kota Makassar resmi berganti. Munafri Arifuddin menerima memori jabatan dari Wali Kota Makassar masa jabatan 2021-2025, Moh Ramdhan Pomanto. Penyerahan memori jabatan itu dilakukan dalam prosesi serah terima jabatan (Sertijab) yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Makassar, Senin (3/03/2025). Prosesi sertijab berlangsung khidmat, disaksikan jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta tamu undangan lainnya. Danny Pomanto menyerahkan dokumen memori jabatan kepada Munafri yang menandai berakhirnya dua periode kepemimpinannya. Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama wakilnya, Aliyah Mustika Ilham, secara simbolis menerima memori jabatan yang menandai dimulainya masa kepemimpinan baru di Kota Makassar untuk periode 2025-2030. Usai prosesi sertijab, agenda dilanjutkan dengan Rapat Paripurna DPRD Kota Makassar. Dalam kesempatan itu, Munafri Arifuddin menyampaikan visi dan misi MULIA yang akan menjadi pijakan pembangunan Kota Makassar selama lima tahun ke depan. Dalam momentum Rapat Paripurna itu juga Munafri menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada sosok Danny Pomanto, yang dinilai telah mendedikasikan diri sepenuhnya bagi kemajuan Kota Makassar. Dedikasi yang ditunjukkan tak hanya tercermin dari kebijakan dan program pembangunan, tetapi juga dari tenaga, pikiran, dan waktu yang dicurahkan demi membawa Makassar bersaing di tingkat nasional maupun internasional. “Atas nama Pemerintah Kota Makassar menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto, Wali Kota Makassar Periode Tahun 2021-2025, yang telah berdedikasi, mencurahkan tenaga, pikiran, dan waktu dalam membangun Kota Makassar dalam kancah nasional dan internasional,” ujar Munafri. Munafri berharap, komitmen yang telah ditanamkan diharapkan menjadi estafet bagi masa pemerintahan selanjutnya, khususnya pada era kepemimpinan MULIA. “Tentunya apa yang dikerjakan selama kepemimpinan Bapak Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto akan menjadi tongkat estafet, catatan penting atas keberlanjutan pada masa pemerintahan MULIA. Semoga apa yang dikerjakan selama memimpin Kota Makassar menjadi amal jariyah bagi Bapak Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto beserta keluarga,” pungkasnya.(*)

Harga Cabai Meroket, Munafri dan Andi Sudirman Siapkan Langkah Intervensi

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR, – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman (ASS) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengintervensi lonjakan harga Cabai di pasar. Hal itu diketahui, usai keduanya bersama Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, Forkopimda Kota Makassar dan Sulsel, serta jajaran OPD Pemerintah Kota Makassar dan Provinsi Sulsel meninjau Pasar Terong dan Gudang Bulog pada Sabtu (1/3/2025). “Harga cabai rawit merah mengalami lonjakan signifikan dari Rp35 ribu per kilogram menjadi Rp75 ribu per kilogram dalam dua minggu terakhir,” terang Wali Kota Makasar, Munafri Arifuddin. Ia menyampaikan pemerintah akan mengkaji penyebab kenaikan harga pangan tersebut. “Seperti yang disampaikan oleh Pak Gubernur, kita akan mencari cara untuk mengintervensi kondisi ini. Apakah ada anomali pada distribusi atau memang suplai yang berkurang, akan kami kaji,” ujarnya. Selain itu, Appi sapaan Munafri Arifuddin, mengatakan Pemerintah Kota Makassar bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan melakukan berbagai upaya, seperti operasi pasar dan gerakan pasar murah. “Stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan sangat penting. Pemerintah Kota Makassar melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan turun tangan mengintervensi, agar masyarakat tetap mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar,” tambahnya. Munafri menegaskan kunjungan ini bertujuan untuk memantau ketersediaan bahan pokok serta memastikan stabilitas harga sehingga tetap terjangkau oleh daya beli masyarakat. “Ini penting untuk memastikan bahan pokok tetap tersedia dan harganya stabil terutama selama Ramadan, sehingga tidak terjadi anomali di pasar,” ujarnya. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar. Ia memastikan intervensi akan dilakukan jika ditemukan lonjakan harga yang signifikan. “Seperti cabai yang mengalami kenaikan harga dua pekan terakhir, kita akan melakukan intervensi dengan Forkopimda kota dan Sulsel,” ujarnya. Ia juga menegaskan harga bahan pokok lainnya, seperti Bawang Merah, beras, daging, dan minyak goreng masih dalam kondisi stabil. Namun, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan secara berkala. “Kita fokus pada Cabai yang mengalami kenaikan, tapi secara umum harga kebutuhan pokok lainnya masih stabil. Intervensi akan dilakukan melalui operasi pasar, peningkatan produksi pertanian, dan pendampingan kepada petani serta distributor,” tambahnya. Di Gudang Bulog, Gubernur Sulsel juga mengecek stok beras yang tersedia. Saat ini, stok beras di Sulawesi Selatan mencapai 184 ribu ton, dengan target peningkatan hingga 509 ribu ton. “Kita optimis berada dalam zona hijau. Stok beras aman, yang perlu kita perhatikan hanya beberapa komoditas tertentu seperti Cabai. Namun, kita akan terus memantau perkembangan harga setiap hari,” imbuhnya. Kunjungan Appi dan ASS diawali di Pasar Terong, untuk mengecek harga kebutuhan pokok di pasar tersebut. Appi menyapa masyarakat yang antusias menyambutnya dengan yel-yel “Wattunami!” sebagai bentuk dukungan terhadap Appi yang baru dilantik sebagai Wali Kota Makassar. Ia menyampaikan dari hasil tinjauan, ditemukan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, terutama Cabai Rawit Merah.(*)

Usai Retret di Akmil Magelang, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Disambut Hangat di Bandara

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, tiba di Kota Makassar setelah mengikuti retret selama delapan hari di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Keduanya mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 23.30 WITA, Jumat dini hari (28/2/2025). Setibanya di bandara, mereka disambut hangat oleh keluarga, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Makassar, para simpatisan pasangan Munafri-Aliyah (MULIA), serta masyarakat yang antusias. Keduanya pun menyempatkan diri menyapa masyarakat yang telah menunggu kedatangan mereka. Mereka juga melayani permintaan foto dari warga yang antusias mengabadikan momen bersama. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sambutan yang diberikan. Ia mengaku tidak menyangka banyak orang yang tetap datang menjemput meskipun sebelumnya ia telah meminta untuk tidak dijemput secara khusus. “Terima kasih atas jemputannya, walaupun sebenarnya saya tadi meminta untuk tidak dijemput secara khusus, tapi masya Allah tetap tadi ramai sekali,” ujar Appi, sapaan akrabnya. Lebih lanjut, Munafri mengatakan retret di Magelang memberikan banyak pengalaman berharga. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mempererat hubungan antar kepala daerah, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam mengenai sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. “Kita bisa bonding satu sama lain, bagaimana materi-materi yang diberikan menjadi harmonisasi antara pusat dan daerah, sehingga program yang diinginkan Bapak Presiden Prabowo dapat berjalan, terutama dalam hal pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Munafri. Ia menambahkan bahwa hasil dari retret ini diharapkan dapat segera diterapkan di Pemerintah Kota Makassar.(*)

Asisten I Buka Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan Perangkat Daerah Satpol PP Kota Makassar

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar menggelar Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan Perangkat Daerah serta Konsultasi Publik di Hotel Arthama pada Jumat (7/2/2025). Acara ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Makassar, Andi Muhammad Yasir. Dalam sambutannya, Yasir menekankan pentingnya peran Satpol PP dalam menjaga ketertiban dan ketentraman di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan Satpol PP sangat vital dalam menegakkan peraturan daerah (Perda) serta memastikan setiap kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah berjalan dengan baik. “Satpol PP adalah ujung tombak dari penegak perda maupun peraturan wali kota untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat,” ujarnya. Untuk itu, Yasir mengatakan bahwa forum ini menjadi wadah penting bagi Satpol PP serta stakeholder untuk menyelaraskan strategi dan program sebagai upaya optimalisasi penegakan hukum. “Forum ini sangat penting untuk menyelaraskan program kerja sehingga penegakkan perda semakin optimal. Jadi koordinasi yang baik akan mendukung efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan,” jelasnya. Ia berharap melalui forum ini, Satpol PP Kota Makassar dapat meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak dalam menjalankan tugasnya. “Dengan demikian, ketertiban dan keamanan di Kota Makassar dapat terus terjaga demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Kota Makassar, Hasanuddin, menyampaikan bahwa forum ini merupakan momentum untuk meningkatkan kinerja Satpol PP. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan penegakan peraturan daerah. Melalui konsultasi publik, semoga dapat menyerap aspirasi masyarakat untuk perbaikan ke depan,” ujarnya. Ia berharap melalui forum ini menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Forum Perangkat Daerah Inspektorat Makassar 2025, Tekankan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR – Inspektorat Daerah Kota Makassar menggelar Forum Perangkat Daerah Tahun 2025 di Hotel Four Points, Jumat, 7 Februari 2025. Kegiatan ini dihadiri perwakilan BPKP Sulsel, Inspektur Daerah Sulsel, serta narasumber lainnya, dengan fokus pada peningkatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Kepala Inspektorat Daerah Kota Makassar, Andi Asma Zulistia Ekayanti yang membacakan sambutan Wali Kota Makassar menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar berkomitmen dalam memperkuat sistem pengawasan dan pembinaan internal. “Inspektorat Daerah memiliki tugas utama dalam pengawasan di seluruh unit kerja di Kota Makassar. Selain memastikan program berjalan sesuai perencanaan, juga bertanggung jawab dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” ujarnya, pagi tadi. Menurutnya, optimalisasi peran Inspektorat tidak dapat berjalan maksimal tanpa dukungan penuh dari seluruh jajaran Pemkot Makassar. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya koordinasi dalam melaksanakan pengawasan internal yang lebih efektif. “Kesepakatan dalam forum ini akan menjadi dasar dalam penyusunan dan penyempurnaan substansi program kerja Inspektorat Kota Makassar,” tambahnya. Dalam kesempatan itu juga, peserta forum diharapkan berkontribusi aktif dalam memberikan masukan. Hal itu demi mewujudkan perencanaan yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Saya berharap seluruh peserta dapat berperan aktif, memberikan masukan serta berbagi pengalaman, sehingga pengawasan internal pemerintahan dapat berjalan lebih optimal,” jelasnya. Selain itu, dengan adanya forum ini, diharapkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Makassar dapat menjalankan tugas secara optimal sesuai ketentuan perundang-undangan. Lebih jauh tentunya dengan terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparansi dan akuntabel. Sebagaimana diketahui Inspektorat Daerah memiliki fungsi tugas dan pembinaan terhadap seluruh jajaran pemerintahan. Sebelum mengakhirinya sambutannya, Andi Asma secara resmi membuka Forum Perangkat Daerah Inspektorat Makassar Tahun 2025 tersebut. ***

Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Dinas Pariwisata Makassar Gelar Forum Perangkat Daerah

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR, – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Makassar, Andi Muhammad Yasir, secara resmi membuka Forum Perangkat Daerah Dinas Pariwisata Kota Makassar di Hotel The Rinra, Rabu (5/2/2025). Forum ini mengusung tema Pariwisata Berkelanjutan Sebagai Pilar Pembangunan Daerah yang Inklusif. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, anggota DPRD Makassar, perwakilan SKPD, pelaku industri pariwisata, akademisi, dan komunitas pariwisata di Makassar. Dalam sambutannya, Yasir menekankan pentingnya pembangunan sektor pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif. “Sektor pariwisata bukan hanya sumber pendapatan daerah, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan, melestarikan budaya, serta memberdayakan masyarakat lokal.,” ujarnya. Ia menekankan Pemkot Makassar terus berkomitmen dalam meningkatkan infrastruktur, kualitas layanan, serta promosi destinasi wisata agar semakin menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Untuk itu, Yasir berharap agar forum ini dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret bagi kemajuan pariwisata Makassar yang berkelanjutan. “Kita ingin Makassar semakin dikenal sebagai kota wisata yang ramah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Muhammad Roem menyampaikan Kota Makassar dari segi wisata bahari, kuliner, hingga budaya dapat berdampak bagi blue dan green economy. “Banyak aspek yang berpengaruh jika pariwisata berkelanjutan, termasuk blue dan green economy. Kegiatan-kegiatan kepariwisataan diharapkan mampu mendukung keberlanjutan lingkungan,” tambahnya. Menurut Roem, dengan menjaga prinsip keberlanjutan, manfaat dari sektor pariwisata dapat dinikmati oleh generasi mendatang. “Sehingga apa yang kita rasakan saat ini, bisa dinikmati anak cucu kita,” tuturnya. Untuk itu, Ia mengatakan pentingnya forum ini untuk menyelaraskan program kerja dinas pariwisata dengan kebijakan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. “Melalui forum ini, kami ingin mendengar masukan dari berbagai pihak agar strategi pengembangan pariwisata di Makassar lebih efektif. Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” ungkapnya.