Komitmen Pemberantasan Korupsi Ditunjukan Paslon DIA, Hadir Tandatangani Pakta Integritas di ACC Sulawesi

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR – Komitmen dalam pencegahan penindakan korupsi ditunjukan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto – Azhar Arsyad (DIA) dengan penandatangan pakta integritas. Penandatanganan pakta integritas diinisiasi oleh Lembaga Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi yang dilaksanakan di kantornya, Ruko Pettarani Center, Makassar, Minggu (17/11/2024) siang. Bekerjasama pula dengan Transparency International Indonesia (TII) dengan mengundang dua pasangan calon (Paslon) Gubernur Sulawesi Selatan 2024. Azhar tampak hadir terlebih dahulu, kemudian disusul Moh Ramdhan Pomanto. Sementara paslon nomor urut 02 Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi tidak hadir sampai Danny – Azhar selesai tandatangan. Ketua Badan Pekerja ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun di awal sambutannya menyampaikan sudah mengundang seluruh paslon untuk penandatanganan pakta integritas. “Kami sudah hubungi nomor paslon yang bersangkutan (Sudirman – Fatma) namun tidak konfirmasi. Kemudian menghubungi LO nya untuk mengonfirmasi paslon juga tapi tidak hadir,” kata Kadir Wakanubun. Disaat acara masih berlangsung, cuaca berubah menjadi hujan disertai angin kencang. Meski demikian, tak membuat acara penandatanganan terhenti. Kadir melanjutkan potensi kepala daerah sangat rentan tersandung korupsi. Dia mencontohkanb Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Provinsi kalimantan Selatan (Kalsel) terhadap beberapa pejabat provinsi Kalsel terkait korupsi dalam pengadaan barang dan jasa yang diduga juga melibatkan Gubernur Kalsel. Di Sulsel sendiri, kata Kadir, tercatat sudah ada beberapa kepala daerah yang pernah diproses oleh KPK yakni mantan Gubernur Sulsel dan mantan Walikota Makassar. “Hal ini harus jadi pelajaran bagi kepala daerah ke depannya agar ketika menjabat nantinya tidak melakukan tindak pidana korupsi,” terang Kadir. Penandatanganan ini lanjutnya bagian dari penguatan dari debat yang dinilai minim terkait isu persoalan korupsi. “Saat debat porsi isu anti korupsi tidak banyak dan tidak utama, padahal sangat penting. Makanya kami menghadirkan forum berbeda mempertajam visi misi anti korupsi,” tegasnya. “Mari sama-sama mengikat komitmen tindak korupsi sebagai musuh bersama ketika terpilih,” lanjutnya diakhir sambutan. Sementara Danny Pomanto didaulat memberikan sambutan menyampaikan apresiasi atas inisiasi ACC Sulawesi dan TII yang menggagas acara ini. “Insya Allah kami bertekad dalam pencegahan tindak pidana korupsi. Pak Azhar juga inikan aktivis NGO, jadi kita komitmen,” kata Danny. Komitmen pemerintahan bersih mencegah indikasi korupsi kata Wali Kota Makassar dua periode ini dibagi menjadi 3 konsep. “Kami mencoba menjabarkan dalam 3 bagian. Pertama taat LHKPN. Soal ini juga potensi banyak main-main. Kalau saya (LHKPN) itu jujur saya isi, bukan kayanya. Karena hanya punya tanah namun tiba-tiba saya terkaya. Padahal persoalan jujur. Karena slogannya harus jujur,” urainya. “Kedua bebas LHP BPK dan ketiga LHP Inspektorat kinerja. Ini semua harus sejalan, kapan ada cacat akan melamhggar visi misi kami,” terang Danny. Turut diundang LBH Makassar, FIK ORNOP Sulsel, YPMP Sulsel, Lapar Sulsel, Yasmib, KPA Sulsel, Walhi Sulsel, SP Anging Mammiri, Perdik Sulsel, Ombudsman Perwakilan Sulsel, AJI Makassar, IJTI Sulsel, PJI Sulsel, PFI Sulsel, LBH Pers Makassar serta para jurnalis. Sementara Azhar mengatakan komitmen pemberantasan korupsi di pemerintahan telah dijalani Moh Ramdhan Pomanto. Dengan berbagai tantangan, dinamika, hampir 10 tahun memimpin Makassar mampu meningkatkan PAD dari 500 M menjadi 1,7 triliun. “Kami ini sebagian kecil di DPR, tapi wali kota hampir 10 tahun dengan berbagai dinamika, godaan. Karena kalau pemerintahan berhasil meningkatkan PAD artinya pemimpinnya, mampu menjaga amanah dan pro anti korupsi,” sambung Azhar yang juga mantan Kordinator FIK Ornop Sulsel.
Jadi Tamu Kehormatan Diacara Adat Appalili Maros, Danny-Azhar Ucap Terima Kasih

Suaraindonesiaku.com, MAROS – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto – Azhar Arsyad menghadiri undangan dari Raja Adat Marusu Andi Abd Waris Tadjuddin Karaeng Sioja di Balla Lompoa Kassi Kebo, Kabupaten Maros, Sabtu (16/11/2024) malam. Danny dan Azhar diundang khusus hadir di pelaksanaan upacara adat “Appalili” atau awal tanam yang masih dilestarikan Kerajaan Adat Marusu. Turut hadir pula berbagai pemangku adat kerajaan di Maros, serta perwakilan Pemda Maros. Danny dan Azhar kali kedua hadir di Istana Balla Lompa Marusu dan selalu disambut dengan prosesi adat hingga Angaru. Spesialnya kali ini karena hadir secara bersamaan dengan lengkap balutan busana adat jas tutup dan songkok recca’ melekat yang disaksikan banyak keluarga besar Raja Adat Marusu. KaraEng Sioja mengatakan acara Appalili terdiri beberapa prosesi. Ini dilakukan rutin dan turun-temurun sejak abad XV pada masa pemerintahan Raja Marusu I Pake Daeng Masiga (Sultan Jamaluddin) di rumah adat Ballalompoa Kassikebo Maros. Khusus malam ini digelar “Assombo” atau silaturrahmi para pemangku adat, keluarga besar Kerjaan Marusu dan tamu kehormatan baik dari unsur pemerintah dan umum. “Tamu tokoh andalan kita di Sulsel, Ananda Danny, ini sering kami sapa Pak Danny. Tabe Nak (Danny) sapaan kita ini sesuai yang terakrab di hati kami,” ucap Abd Waris menyapa Danny. Selanjutnya, Abd Waris menyapa Azhar sebagai pasangan terbaik Danny. “Pasangan terbaik yang ada. Senang bagi kami beliau senantiasa peduli dan memperhatikan kami,” lanjutnya memperkenalkan Azhar. “Ini (Danny-Azhar) bukan pertama kali menginjakan kaki disini. Jadi kami sudah daulat sebagai anak kami, keluarga besar Karaeng Marusu,” lanjutnya. Dia menambahkan yang hadir malam ini dari Kekaraengan Bontoa, Turikale, Tanralili, pemangku adat, Karaeng Ago. Prosesi Assombo ini dimana keluarga kerajaan Adat Marusu berdatangan seperti malam ini. “Pantang datang kalau tidak bersama keluarganya yang lain. Ini prosesi Assombo ada ke 7 dari 12 prosesi. Appalili ini menjadi hukum adat kekareangan Marusu. Pantang mengolah persawahan kalau belum upacara ini,” lanjutnya. Sementara Danny Pomanto yang didaulat memberikan sambutan menyampaikan terima kasih banyak atas jamuan dan penerimaan keluarga besar Kerajaan Marusu. “Terima kasih. Kami datang bukan sekedar silaturahmi tapi berguru kearifan lokal,” ucap Danny mengawali sambutan. “Ini (Appalili) sama visi misi kami yang ingin menjadikan Sulsel pusat pangan dunia. Pangan yang pokok adalah padi. Saya terkagum adat ini dipelihara sampai hari ini begitu teliti, secara seksama pewaris adat tradisi kita,” puji Danny. “Saya kira ini bukan hanya Maros, tapi Sulsel bahkan nasional. Bagiamana kita menjaga merawat budaya dengan baik. Karena banyak kekayaan budaya kita tidur tidak pelihara tradisi,” ungkapnya.
Kunjungan di Maros, Azhar Dengar Masukan Tim Soal Utang Pemprov: Rakyat Yang Menanggung

Suaraindonesiaku.com, MAROS – Ketua Tim Sahabat Amure Maros, Johansyah Haruna menerima calon Wakil Gubernur Sulsel, Azhar Arsyad silaturahmi bersama warga di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Rabu (13/11/2024) sore. Amure adalah singkatan Andi Muawiyah Ramli, saat ini sebagai Anggota DPR RI Komisi X asal Bone. Amure kembali terpilih di DPW RI Dari Fraksi PKB Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel II. Kedatangan Azhar didampingi istri tercinta Hj. Eni Rahmi, serta Sekretaris DPW PKB Sulsel, Muhammad Haekal diterima di kediaman mantan Kepala Desa Salenrang dua periode Muh. Nasir. Pertemuan digelar di atas rumah panggung dengan suasana santai dan penuh keakraban. Azhar dan rombongan duduk bersila bersama warga setempat. Tampak pula beberapa panwas setempat memantau pertemuan yang diikuti baik tokoh pemuda, perempuan dan petani. Johansyah yang mengenakan pakaian PKB memandu acara mengatakan kegiatan ini kampanye terbatas pemenangan paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto – Azhar Arsyad dengan akromim DIA. “Pertama kami ucapkan terima kasih kepada Pak Wakil Gubernur, Insya Allah tahun 2025-2030 hadir ditengah-tengah kita dengan suasana santai, keakraban, melalui kampanye terbatas,” ucapnya. Lalu menyampaikan sepak terjang pasangan nomor urut 1 ini sama-sama memiliki pengalaman satu di pemerintahan dan legislatif. Danny Pomanto dua periode Wali Kota Makassar sementara Azhar Arsyad tahun 2019-2024 Anggota DPRD Sulsel yang melahirkan berbagai perda yang mewakili kepentingan publik. “Pak Danny mampu meningkatkan PAD Makassar dari 500 Miliar menjadi Rp 1,5 Triliun. Lalu Pak Azhar sejak jaman mahasiswa aktivis, lalu LSM sampai Anggota DPRD Sulsel senantiasa bersentuhan kepentingan masyarakat. Jadi tidak diragukan kemampuannya,” puji Johansyah. Ditambahkan lagi, pasca debat kedua, terlihat pasangan bertagline ‘Save Sulsel’ memiliki gagasan kedepan Sulsel lebih baik dibandingkan lawannya. “Bayangkan saat debat dan setelah debat DIA selalu naik elektabilitas. Apa itu (elektabilitas), rasa kesukaannya masyarakat,” sambungnya dihadapan warga yang bersila. Disisi lain, kata Johansyah pemerintah provinsi Sulsel diperhadapkan persoalan utang sebesar Rp 1 Triliun lebih di era kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman (ASS). “Hadist (Rasulullah SWA) mengingatkan jika menyerahkan urusan, tugas, atau kepemimpinan bukan pada ahlinya, maka tunggulah kehancuran atau kekacauan. Kondisi Sulsel yang ditinggalkan gubernur sebelumnya adalah utang mencapai Rp 1 triliun labih Ini bukti nyata orang yang kelola pemerintahan bukan ahlinya,” ungkapnya. “Maka hadirlah DIA yang dikirim Tuhan, melalui taglinenya baik untuk semua baik untuk Sulsel ,” lanjut Johansyah. Sementara Muh Nasir, diberikan sambutan mengatakan rekam jejak Danny – Azhar menunjukan hal positif. “Kita memilih yang bisa mensejahterakan. DIA ini bagus reputasi dan rekam jejak bagus. Tidak sama yang pernah menjabat gubernur, tidak hanya menaikan PAD, bahkan berutang,” kata Mantan Anggota DPRD Maros ini sembari meyakinkan warga intuk yakinkan dibilik suata coblos 1. Hal senada juga disampaikan Mantan Anggota DPRD Sulsel dua periode asal Maros, Wawan Mattaliu bahwa dampak dari utang yang ditinggalkan menghambat pembangunan. “Pertanyannya utang (1 triliun lebih) ini siapa yang bayar? Yah masyarakat melalui pajak-pajaknya. Seharusnya anggaran bisa dialokasi pembangunan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat. Betul tidak bapak, ibu,” ucap Wawan saat orasi di lingkungan Kassi, Kecamatan Turikale, titik selanjutnya Azhar di Maros. Sementara Azhar Arsyad membenarkan bahwa Pemprov Sulsel saat ini menanggung utang hasil peninggalan gubernur AAS. Hal itu juga diakui mantan Pj Gubernur Sulsel Bachtiar Baharuddin saat menjabat 2023 lalu menyebut Pemprov Sulsel devisit anggaran Rp 1,5 Triliun yang dianggap Sulsel Bangkrut. “Kenapa di APK kami terselip kata Save Sulsel. Artinya selamatkan Sulsel. Pemerintahan (Sulsel) tidak dalam keadaan baik-baik saja. Saya terakhir masih sempat memimpin rapat Komis D, jadi saya tahu, neraca keuangan tidak seimbang,” beber Azhar. Dihadapan warga di Maros, Ketua DPW PKB Sulsel ini mengingatkan agar tidak tergoda dengan iming-iming imbalan jelang pencoblosan. Apakah itu amplop, sembako, dan lain-lain untuk memilih paslon tertentu. “Janganki salah salah memilih karena bisa bersampak penyesalan. Jangan memilih hanya karena amplop atau sembako. Politik ini memperbaiki nasib kita, jangan main-main, ditangan pemimpin yang baik InsyaAllah baik juga nasib kita,” urai Azhar. Diketahui saat debat kedua, utang 1,7 Triliun diungkapkan langsung Danny Pomanto. Namun berjanji ketika terpilih akan menyelesaikan utang warisan dari pemerintahan sebelumnya.
Debat Pilgub Sulsel 2024: Danny Pomanto Soroti Tata Kelola Hutan dan Lahan, Tawarkan Strategi Perlindungan Hulu

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR – Dalam debat putaran kedua Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan, yang diselenggarakan di Hotel Claro, Makassar, Minggu, 10 November 2024, calon gubernur Sulsel Mohammad Ramadhan Pomanto menyoroti masalah tata kelola hutan dan lahan di Sulawesi Selatan. Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh atas izin usaha pertambangan yang kian meresahkan, terutama terkait dampaknya terhadap lingkungan dan keberlanjutan ekosistem. Berdasarkan data Kementerian ESDM, terdapat 261 izin usaha pertambangan (IUP) di Sulawesi Selatan, angka yang lebih tinggi dibandingkan Sulawesi Tenggara yang memiliki 229 IUP. Menurut Danny — sapaan Ramdhan Pomanto– tingginya jumlah izin ini menimbulkan ancaman serius bagi iklim, biodiversitas, limbah, serta polusi. “Walaupun izin ada di pusat, kami akan meminta evaluasi terhadap pihak-pihak yang tidak patuh aturan lingkungan,” tegasnya. Danny juga mengingatkan risiko pembukaan lahan di hulu yang berdampak pada bencana di hilir, seperti yang terjadi di Luwu dan Toraja. Menurutnya, perlindungan kawasan hulu harus menjadi prioritas, karena degradasi di hulu akan mengancam lahan pertanian dan ekosistem di wilayah hilir. “Kalau hulu tidak dilindungi, maka daerah hilir akan habis, pertanian bisa hancur. Sudah saatnya kita sepakat dengan pusat agar hulu dilindungi,” ungkap Danny penuh semangat. Dalam strategi perlindungannya, Danny mengusulkan pendekatan berbasis ekonomi biru dan teknologi hijau untuk mengembangkan tambang yang lebih ramah lingkungan. Ia menekankan perlunya koordinasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam upaya menjaga kawasan hulu serta sungai sebagai sumber air bersih bagi masyarakat. Selain soal lingkungan, Danny mengkritisi kebijakan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang selama ini dinilai kurang melibatkan masyarakat, terutama masyarakat adat seperti di Rongkong, Rampi, dan Seko. “Masyarakat adat perlu dilibatkan dalam penyusunan RDTR, karena jika tidak, dampak yang muncul bisa seperti banjir permanen di Luwu,” kata Danny, menyoroti pentingnya suara masyarakat lokal dalam perencanaan pembangunan. (**)
Paguyuban Jawa di Selayar Ikrarkan Satukan Suara Mendukung DIA di Pilgub

Suaraindonesiaku.com, SELAYAR – Paguyuban Jawa yang berada di Kabupaten Selayar menyatakan sikap mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubenur Sulsel nomor urut 1, Danny Pomanto – Azhar Arsyad (DIA). Pernyataan ini disampaikan langsung sesepuh Paguyuban Dadi Mulyo, Suwarso saat menerima silaturahmi Azhar Arsyad di Selayar, Rabu (6/11/2024) pagi. Turut hadir mendampingi Azhar, Ketua DPC PKB Selayar Aji Sumarno, Ketua DPC PDIP Selayar Anas Ali, Anggota DPRD Selayar dari PKB, Mursalim, pengurus Partai Buruh sebagai parpol koalisi DIA hingga Muh Rum, kakak kandung Syamsu Rizal MI atau Deng Ical. “Ini pertama kali calon wakil gubernur hadir langsung di tempat kami. Alhamdulillah ini penghormatan warga Jawa, terima kasih,” ucap warga asal Brebes Jawa Tengah ini. Suwarso menambahkan ada ribuan warga paguyuban Jawa Dadi Mulyo di daratan dan kepualuan di Selayar yang sebagian profesi sebagai pedagang. Paguyuban Jawa Dadi Mulyo berdiri sejak 2005 dan telah eksis sampai sekarang yang telah resmi diakui pemerintah. “Saya disini sudah 24 tahun di Selayar. Kami rata-rata pedagang, sekitar 150 kk (kepala keluarga) yang tersebar di daaratan dan kepualauan,” ucapnya mengenalkan paguyubannya. Sumarso juga menyinggung tentang Syamsu Rizal MI atau Deng Ical yang saat ini terpilih duduk di DPR RI Dapil Sulsel 1 yang berasal dari Selayar. “Bapak Ical juga hadir disini dan sekarang terpilih di DPR RI. Biarpun kami minoritas, tapi kami mendoakan agar terpilih. Kami merasa tersanjung bapak juga bisa hadir bersilaturahmi. Kami ini siapa, jadi terima kasih sekali lagi. Semoga Bapak Danny Pomanto – Azhar Arsyad terpilih 27 dan ingat kami,” ucapnya. Dikediamannya ini, Suwarso menyajikan air kelapa muda ke Azhar Arsyad. Bagi paguyuban ini adalah bagian penghormatan dan simbol “Uyon-uyon”. “Kami berikan air kelapa kalau di Jawa itu Uyon-uyon. Artinya biar Bapak kalau kesini lagi datang singgah disini lagi,” ucap Suwarso disambut pekikan nomor 1. “Kami sudah berkoordinasi bersepakat mendukung DIA. Sudah satu tujuan. kebetulan nomor urut 01 juga. Pesan kami mari satukan visi-misi hari ini Rabu 6 November saya wakili sesepuh Jawa, Bismillah, dukungan Jawa dari daratan dan kepualan mendukung DIA,” lanjutnya lagi mempertegas dijawab ‘Siap’ yang hadir. Diakhir sambutannya, Suwarso memberikan pantun kepada Azhar. “Bila ada sumur diladang boleh menumpang mandi. Bila Danny Azhar menang dan umur panjang bisa datang kembali kesini,” tutup Suwarso disambut aplaus dari paguyuban. Sementara itu, Ketua DPC PKB Selayar, Aji Sumarno menyampaikan disambutannya bahwa dirinya menjadi jaminan dan garansi bila DIA terpilih akan memberikan kontribusi ke Selayar. “Mudah-mudahan jaminan dan garansi ini kalau DIA terpilih. Saya berani all out dan terang-terangan ke beliau. Terima kasih mas (Suwarso) telah mengantarkan sampai kesini,” ucap Aji Sumarno. Sementara Azhar Arsyad menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dari paguyuban Jawa di Selayar. “Apresiasi kepada paguyuban yang telah berjuang sampai saat ini. Dari jauh kesini, berjuang sampai hari ini. Mari berjuang bersama kedepan, karena ini akan kami pertanggungjawabkan dunia dan akhirat,” tutup Azhar. Diketahui, Azhar baru tiba di Selayar Rabu (6/11) pagi setelah melalui perjalanan laut selama 11 jam dari Makassar. Ketua DPW PKB Sulsel ini akan berada di Selayar hingga Kamis besok dalam lawatan kampanye politik Pilkada Sulsel.
Cagub Sulsel Danny Pomanto Diterima Tokoh Masyarakat Desa Manunggal Lutim

Suaraindonesiaku.com, LUWU TIMUR – Calon Gubernur Sulawesi Selatan (Cagub Sulsel) nomor urut satu, Moh. Ramdhan Pomanto tanpa lelah mengelilingi daerah Luwu Timur (Lutim) untuk menemui langsung masyarakat. Wali Kota Makassar dua periode ini, kali ini mengunjungi Desa Manunggal, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Lutim. Rabu (06/11/2024). Danny Pomanto disambut langsung tokoh masyarakat setempat Sukarno, yang menunggu bersama ratusan masyarakat menyambut kedatangannya dengan antusias. “Selamat datang di tempat kami, terimakasih sudah meluangkan waktunya. Mudah-mudahan pak Danny bisa terpilih menjadi Gubernur nantinya,” ucapnya. Tokoh masyarakat Toraja di Lutim ini juga mengatakan, dirinya akan berjuang bersama masyarakat di Desa Manunggal akan berjuang untuk memenangkan Danny Pomanto di Pemilihan Gubernur Sulsel 2024. “Kita berjanji akan bersatu untuk memenangkan pak Danny. Apa lagi program-programnya sangat menyentuh masyarakat hingga tingkat bawah, dan menyentuh semua kalangan,” jelas Sukarno. Sementara itu, Danny Pomanto berharap peran serta masyarakat pada pemilihan di TPS nanti agar jangan salah memilih masa depannya, untuk masa depan Sulsel yang lebih baik. “Saya harap peran serta masyarakat dalam membantu Danny-Azhar (DIA) 01 untuk membangun Provinsi Sulsel kedepannya. Agar perubahan nasib rakyat juga bisa terwujud. Jadilah pemilih cerdas,” harapnya. (**)
Begini Komitmen Danny-Azhar untuk Majukan Pariwisata di Bulukumba

Suaraindonesiaku.com, Bulukumba – Calon Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan pariwisata dan kebudayaan di Sulawesi Selatan. Hal tersebut dinyatakannya dalam lawatan politik Wali Kota Makassar dua periode itu di Kabupaten Bulukumba, Kamis (24/10/2024). “Bulukumba ini daerah yang luar biasa. Potensi kekayaan budaya dan pariwisata alamnya begitu menarik. Hanya saja memang masih perlu mendapatkan sentuhan serius dari pemerintah agar bisa lebih optimal,” kata Danny. Menurutnya, untuk mengoptimalkan potensi wisata yang dimiliki daerah berjuluk Buta Panrita Lopi, yang paling utama adalah membuka akses yang lebih luas agar wisatawan dari manapun bisa dengan mudah berkunjung. “Bulukumba harus punya lapangan terbang atau bandara sendiri. Saya kira daerah di Bonto Bahari sangat layak menjadi lokasinya. Kalau ada bandara, jelas akses wisatawan ke daerah ini jauh lebih cepat dan mudah,” jelasnya. Selain itu, lanjut Wali Kota peraih penghargaan tertinggi kepala daerah Parasamya Purna Karya Nugraha, ikon Bulukumba sebagai pusat pembuatan kapal Pinisi perlu terus dijaga dan dikembangkan. Kapal Pinisi, kata Danny, telah menjadi kebanggaan Bulukumba sekaligus kebanggaan Sulawesi Selatan di dunia nasional maupun internasional. “Kapal Pinisi ini harus kita jaga dan lestarikan. Dibuat dengan kearifan lokal yang luar biasa, kapal Pinisi merupakan kekayaan budaya yang bernilai sejarah yang perlu terus dilestarikan. Pemerintah harus hadir untuk ini,” ungkap Danny. Sebagai Wali Kota yang dikenal piawai mengemas even berskala global yang mengangkat kekayaan budaya Sulsel, Danny optimis jika dirinya terpilih sebagai Gubernur, akan menularkan konsep serupa di seluruh daerah Sulawesi Selatan, termasuk di Bulukumba. “Di sini ada Suku Kajang yang sangat fenomenal sejak dulu. Komunitas yang terus konsisten menjaga kelestarian lingkungan, memastikan manusia tidak merusak lingkungan. Ini kekayaan budaya yang tak ternilai,” beber Danny. Danny bilang, jika dikelola dengan lebih baik didukung intervensi dan pengembangan infrastruktur oleh pemerintah provinsi Sulsel, maka potensi pariwisata di Bulukumba akan lebih berkembang. “Dari sektor pariwisata saja, Bulukumba bisa sejahtera. Belum lagi potensi pertanian, perikanan dan kelautannya. Saya kira ini sangat menantang bagi kami, pasangan Danny-Azhar. Insya Allah, tunggu ma’,” pungkasnya. Selama ini, sosok Danny memang dikenal sangat dekat dan selalu memberikan dukungan untuk pengembangan kebudayaan dan adat istiadat khususnya di Sulawesi Selatan. Dalam berbagai kesempatan berkunjung ke daerah, Danny selalu menegaskan pentingnya menjaga budaya dan mempelajari sejarah. Karena bagi Danny, tanpa budaya dan sejarah, manusia bisa kehilangan arah. Karena itu, dirinya bersama Cawagub Azhar Arsyad memasukkan misi pembangunan kebudayaan sebagai salah satu prioritas yang akan dilakukan jika ditakdirkan memenangkan Pilgub Sulsel 2024. (*)