Suaraindonesiaku.com, MAROS – Pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Pucak terus diperkuat melalui edukasi manajemen usaha berbasis komunitas. Pada 24 Oktober 2025, tim pelaksana Hibah DPPM Kemendiktisaintek Skema Pemberdayaan Desa Binaan menggelar Pelatihan Buku Kas Sederhana di Balla Ratea ri Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program desa binaan yang diketuai oleh Dr. Andi Masniawati, M.Si, dosen Departemen Biologi Universitas Hasanuddin. Program ini melibatkan kolaborasi lintas elemen, termasuk akademisi, alumni, dan komunitas lokal. IKABIO UNHAS dan Komunitas Panrita Cani menjadi mitra aktif dalam pelaksanaan kegiatan lapangan.
Pelatihan menghadirkan Rusmanhadi Takbir sebagai narasumber. Ia merupakan praktisi pemasaran dan keuangan yang telah berpengalaman di berbagai perusahaan dan lembaga pemberdayaan. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya pencatatan keuangan bagi usaha kecil dan kelompok produktif desa.
“Usaha bisa jalan tanpa modal besar, tetapi tidak akan bertahan tanpa pencatatan keuangan. Buku kas sederhana adalah pondasi agar usaha transparan, terukur, dan bisa berkembang,” tegas Rusmanhadi saat memandu pelatihan.
Dengan metode studi kasus (case study), peserta langsung mempraktikkan cara mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha, menghitung modal kerja, hingga menyusun laporan arus kas bulanan. Contoh kasus yang digunakan berasal dari aktivitas ekonomi warga seperti penjualan madu trigona, usaha bibit tanaman, dan pengolahan hasil pertanian.
Koordinator Komunitas Panrita Cani, Muhammad Albaar Al Qayyum, mengatakan pelatihan ini memberi dampak langsung bagi kelompok. “Selama ini pencatatan keuangan dianggap sepele. Setelah pelatihan ini, kami sadar administrasi usaha sama pentingnya dengan produksi,” ujarnya.
Ketua hibah, Dr. Andi Masniawati, M.Si, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membentuk model pemberdayaan yang berkelanjutan. “Program desa binaan ini tidak hanya fokus pada keterampilan produksi seperti budidaya lebah trigona, tetapi juga pada kemampuan manajemen usaha agar masyarakat siap naik kelas,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga melibatkan anggota tim hibah dan relawan pendamping lapangan, termasuk dosen dan alumni Biologi UNHAS serta mahasiswa yang turut memfasilitasi sesi praktik pencatatan keuangan.
Pelatihan ini menjadi langkah penting dalam membangun usaha desa yang tertib administrasi, transparan, dan siap berkembang. Program akan berlanjut dengan pendampingan kelembagaan usaha dan manajemen kelompok secara berkelanjutan.







