Suara Indonesiaku

Maju Bertarung Jadi Ketua KNPI Sinjai, Don Idil Siap Bawa Pemuda Berkontribusi untuk Daerah

Suaraindonesiaku.com, Sinjai — Dinamika jelang pemilihan Ketua DPD KNPI Kabupaten Sinjai mulai memunculkan sejumlah figur muda potensial. Salah satunya adalah Jihadul Ma’ruf atau yang akrab dikenal dengan sapaan Don Idil Konjo. Don Idil menyampaikan kesiapannya untuk ikut berkontribusi dalam membangun daerah melalui wadah kepemudaan KNPI. Menurutnya, peran pemuda sangat penting dalam mendorong kemajuan Kabupaten Sinjai ke depan. “Sebagai kaum muda Sinjai, saya mengapresiasi atas atensi dari beberapa pihak untuk berkontribusi pada daerah. Kita lihat ke depan bagaimana dinamika kepemudaan di Sinjai. Sebelum memutuskan maju ke gelanggang, saya minta restu dulu kepada beberapa senior pemuda Sinjai dan tentunya mohon petunjuk semesta,” ujar Jihadul Ma’ruf (Don Idil Konjo). Langkah Don Idil mendapat apresiasi dari berbagai kalangan pemuda. Salah satunya datang dari mantan Sekretaris KNPI Sinjai Selatan, Achwil Hidayat. Ia menilai kehadiran figur muda seperti Don Idil menjadi angin segar bagi perkembangan organisasi kepemudaan di Kabupaten Sinjai. “Sebagai eks Sekretaris KNPI Sinjai Selatan, saya sangat mengapresiasi langkah Don Idil dalam niatnya membangun pemuda di Butta Panritta Kitta,” kata Achwil. Menurut Achwil, sosok Don Idil memiliki kapasitas dan pengalaman jaringan usaha yang dapat menjadi modal besar dalam membangun sinergi kepemudaan. “Sangat jarang pemuda yang sudah mapan secara finansial serta memiliki berbagai jaringan usaha yang digelutinya masih ingin melihat dan berkemauan membangun Pemuda Kabupaten Sinjai lewat KNPI,” tambahnya. Munculnya nama Don Idil pun mulai menjadi perbincangan di kalangan pemuda Sinjai sebagai salah satu figur potensial yang dinilai mampu membawa semangat baru bagi organisasi KNPI dan kontribusi nyata untuk daerah.

Dihadiri 1.500 Kader, Pelantikan DPP APPI Dimatangkan Lewat Audiensi Bersama Wali Kota Makassar

Suaraindonesiaku,com.MAKASSAR — Organisasi Kemasyarakatan Angkatan Pemersatu Pemuda Indonesia (APPI) melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam rangka membahas persiapan pelantikan pengurus DPP Ormas APPI yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Mei 2026 mendatang di Gedung Balai Kencana 45 Makassar, Senin (18/05/2026). Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Dalam kesempatan itu, Munafri Arifuddin selaku Dewan Pembina menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ormas APPI di Kota Makassar serta berharap organisasi tersebut dapat menjadi bagian dari pembangunan sosial kemasyarakatan melalui kegiatan-kegiatan positif. “Tentunya kami apresiasi sepanjang memberikan manfaat kegiatan positif untuk Kota Makassar,” ujar Munafri. Ia juga berpesan agar seluruh kader APPI menjaga solidaritas internal organisasi dan mampu membangun persatuan tanpa sekat di dalam tubuh organisasi. “Jaga kekompakan dan mampu menyatukan tanpa ada sekat dalam organisasi tersebut,” pesannya. Sementara itu, Ketua Umum DPP Ormas APPI, H. Irfan Darmawan NM, SH menyampaikan rasa terima kasih kepada Wali Kota Makassar yang telah menerima audiensi jajaran pengurus DPP APPI. Ia mengaku bangga atas dukungan dan perhatian yang diberikan terhadap organisasi yang dipimpinnya. “Tentunya kami merasa senang dan bangga Bapak Munafri Arifuddin hadir melantik dan pastinya akan menjadi spirit baru bagi kawan-kawan untuk mengembangkan Ormas APPI ke depan,” ungkap Irfan. Menurutnya, kehadiran Wali Kota Makassar dalam agenda pelantikan nantinya sangat dinantikan oleh seluruh kader APPI, terlebih Munafri Arifuddin juga merupakan Dewan Pembina organisasi tersebut. “Para kader tentu akan berkali-kali lipat semangatnya dalam berorganisasi di bawah APPI,” tambahnya. Di sisi lain, Ketua Panitia Pelantikan, Ibrahim, SH, MH, mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan pelantikan telah mencapai sekitar 70 persen. Panitia saat ini terus mematangkan berbagai kebutuhan teknis menjelang pelaksanaan acara. “Peserta yang hadir diperkirakan mencapai 1.200 hingga 1.500 kader. Kami sementara merampungkan persiapan yang sudah mencapai 70 persen menjelang hari H,” ujarnya. Dalam audiensi tersebut, Ormas APPI juga turut menghadirkan unsur Satgas, Srikandi APPI, jajaran DPC-DPC, serta LKBH APPI sebagai bagian integral dari organisasi yang akan ikut berperan dalam menyukseskan agenda pelantikan mendatang.(*)

Ketua KNPI Sulsel “VAS” Dorong Kolaborasi Organisasi Mahasiswa dan Kepemudaan di RAKORDA IMM Sulsel

Suaraindonesiaku,com.Enrekang – KNPI Sulsel menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) IMM Sulsel yang digelar di Kabupaten Enrekang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh perwakilan DPC IMM dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan sebagai ajang konsolidasi organisasi dan penguatan gerakan kepemudaan di daerah. ‎RAKORDA IMM Sulsel berlangsung penuh semangat dengan mengangkat Tema : Sinergi mengokohkan gerakan. Kehadiran para kader IMM dari berbagai daerah menunjukkan soliditas organisasi dalam menjaga nilai intelektual, keislaman, dan kebangsaan di tengah dinamika zaman. ‎Ketua IMM Sulsel, Adrian Al Fatih, dalam sambutannya menyampaikan bahwa RAKORDA menjadi momentum strategis untuk menyatukan arah gerakan IMM di Sulawesi Selatan. Ia menekankan pentingnya membangun sinergi lintas organisasi kepemudaan demi menciptakan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah. ‎Sementara itu, KNPI Sulsel yang diwakili oleh Muhammad Syahrul Alam menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan RAKORDA IMM Sulsel. Menurutnya, IMM merupakan salah satu organisasi mahasiswa yang memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang kritis, progresif, dan berintegritas. ‎Muhammad Syahrul Alam juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan mahasiswa dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Selatan. Ia berharap forum seperti ini dapat melahirkan gagasan-gagasan konstruktif yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial serta memperkuat persatuan pemuda di daerah. ‎Kegiatan RAKORDA IMM Sulsel di Kabupaten Enrekang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi forum koordinasi organisasi, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar kader IMM se-Sulawesi Selatan serta memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan gerakan kepemudaan yang berdampak positif bagi masyarakat.

Wandy Roesandy Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Elang Timur Desak Pemkot Makassar Tindak Pidana Pelanggaran PBG & RTH

Suaraindonesiaku,com.MAKASSAR, 12 MEI 2026 – Dalam forum Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi SAPPO CARADDE yang diselenggarakan Badan Kesbangpol Kota Makassar di Karebosi Premier Hotel, Selasa (12/05), Wandy Roesandy, Ketua DPC Makassar Elang Timur (ELIT) menyampaikan penekanan tegas terkait integritas penataan ruang kota> Wandy Roesandy menegaskan bahwa implementasi aplikasi digital harus dibarengi dengan keberanian penegakan hukum di lapangan, terutama menyangkut ribuan bangunan di Makassar yang diduga melanggar Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan menyerobot Ruang Terbuka Hijau (RTH). “Kami di Elang Timur menuntut kepastian: Apakah SAPPO CARADDE ini sanggup menjadi instrumen hukum nyata untuk mengeksekusi bangunan yang melanggar PBG dan RTH, tanpa peduli seberapa kuat ‘dekkeng’ (backing) di belakangnya? Jangan sampai sistemnya sudah digital dan canggih, namun nyali penegakan hukum kita di lapangan masih terhambat oleh kepentingan oknum-oknum tertentu,” ujar Wandy di hadapan narasumber dari Pemerintah Kota dan Kejaksaan Tinggi. Ancaman Pidana Bagi Pengelola dan Pemberi Izin Wandy mengingatkan bahwa pelanggaran tata ruang bukan sekadar masalah administratif, melainkan pelanggaran pidana serius. Berdasarkan UU Penataan Ruang, ancaman pidana penjara tidak hanya menyasar pihak pengelola atau pengembang, tetapi juga *pejabat pemberi izin* yang menerbitkan izin tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah. Menurutnya, pembiaran terhadap pelanggaran PBG dan RTH telah menyebabkan dampak ekologis yang fatal bagi warga Makassar, termasuk hilangnya area resapan alami yang memicu krisis cadangan air tanah (akuifer). Kejaksaan Tantang Bukti Awal Merespons desakan dari Elang Timur, perwakilan dari *Intel Kejaksaan Tinggi* yang hadir sebagai narasumber menyatakan kesiapannya untuk melakukan tindakan tegas. “Silakan laporkan jika ada bukti awal, kami akan tindak lanjuti,” ungkap pihak Kejaksaan di forum tersebut. Menyambut tantangan tersebut, Elang Timur menyatakan kesiapannya untuk segera melayangkan Laporan Informasi (LI) resmi dan menawarkan Pakta Integritas kepada Pemerintah Kota Makassar. “Kami akan segera menyerahkan data awal mengenai ribuan bangunan yang melanggar aturan. Kami ingin membuktikan apakah hukum tetap tegak meski yang kami laporkan adalah aset-aset milik oknum pejabat berpengaruh yang berlindung di balik dalih kejar target atau diskresi ilegal,” tutup Wandy. Elang Timur berharap kehadiran aplikasi SAPPO CARADDE menjadi titik balik bagi transparansi perizinan di Makassar, di mana masyarakat dan Ormas dapat berperan aktif memastikan tidak ada lagi bangunan yang berdiri di atas lahan yang merugikan kepentingan lingkungan dan publik.

500 Pemuda Sulsel Dilantik, 3 Ketua DPP KNPI Hadir Sekaligus: Sejarah Baru, Vonny Tegaskan Kami Sah & Bersatu

Suaraindonesiaku,com.MAKASSAR, 10 Mei 2026 – Sebanyak 500 pemuda terbaik se-Sulawesi Selatan resmi dilantik menjadi pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Daerah Sulawesi Selatan, dalam momen yang langsung mencatatkan sejarah nasional: untuk pertama kalinya sepanjang sejarah organisasi, pelantikan satu daerah dihadiri langsung oleh tiga orang Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI sekaligus, hadir bersama dalam satu forum, satu waktu, memberikan restu dan pengukuhan penuh. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua KNPI Sulsel, Vonny, dengan struktur lengkap: 3 Ketua Harian, 10 Wakil Ketua, dan 500 pengurus inti yang mewakili seluruh 24 kabupaten/kota se-Sulsel. Angka 500 bukan sekadar jumlah, melainkan bukti kekuatan, keterwakilan mutlak, dan dukungan nyata pemuda seluruh daerah ini. Vonny menyampaikan rasa haru dan bangga luar biasa saat menyoroti kehadiran para pucuk pimpinan pusat tersebut. “Pelantikan kami ini, menurut saya, sangat bersejarah. Insyaallah kalau saya tidak keliru, ini yang pertama kali terjadi di seluruh Indonesia: Sulawesi Selatan mendapat kehormatan tertinggi, dikukuhkan dan disaksikan langsung oleh tiga Ketua DPP KNPI sekaligus dalam satu acara pelantikan. Jujur, saya sendiri tak pernah membayangkan momen indah ini bisa terjadi, namun Alhamdulillah, hari ini kenyataan itu ada di depan mata kita semua”, ujarnya disambut tepuk tangan gemuruh. “Ini penghormatan tertinggi bagi Sulsel, sekaligus beban kehormatan yang berat. Ini membuktikan kami harus lebih siap, lebih kuat, lebih bekerja keras lagi. Karena hari ini, di pundak kami semua, terukir sejarah baru yang tak terhapuskan. Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ketua DPP KNPI dan seluruh pimpinan pusat yang berkenan hadir, bersatu, dan mengukuhkan kami—ini bukti nyata bahwa KNPI Sulsel diakui, sah, dan menjadi rujukan persatuan”, tambah Vonny. Vonny kembali mengajak seluruh pemuda Sulsel bersatu, jauh dari kepentingan pribadi dan ego sempit. “Saya mengajak seluruh pemuda Sulawesi Selatan: mari majukan kepemudaan kita bukan untuk diri sendiri, bukan untuk kekuasaan semata. Atas nama saya dan seluruh pengurus, saya berjanji: saya siap menjahit kembali tali silaturahmi yang mungkin terputus atau renggang di luar kepengurusan kami, semua kita arahkan ke satu tujuan: Pemuda Indonesia bersatu, KNPI makin maju, Indonesia berjaya”. Terkelibat keberadaan pihak-pihak yang mengaku membawa nama KNPI di luar struktur sah ini, Vonny bicara dengan bahasa halus, elegan, namun tegas penuh makna politik: “Kita paham, di perjalanan gerakan pemuda, kadang muncul nama-nama atau kelompok yang merasa dan mengaku mewakili nama besar organisasi ini. Mari kita anggap itu tanda semangat KNPI memang indah dan diinginkan banyak pihak. Namun biarlah publik dan sejarah yang menilai: mana yang lahir dari proses lengkap, mana yang membawa aspirasi nyata 24 kabupaten kota, mana yang didukung 500 pengurus, dan mana yang dikukuhkan langsung oleh tiga Ketua DPP KNPI sekaligus seperti yang kita saksikan hari ini. Kita tidak menolak keberadaan siapa pun, namun kita percaya: keabsahan tidak perlu diteriakkan keras-keras, ia sudah tertulis jelas dalam proses, struktur, dan restu induk organisasi tertinggi. Biarlah mereka berjalan dengan pemahaman masing-masing, namun kami berdiri kokoh di atas landasan yang pasti, sah, dan diakui seluruh elemen pemuda”. Di akhir, Vonny tegaskan kesiapan total jajarannya: “Dengan kekuatan luar biasa 500 orang ini, kami siap mewakafkan seluruh jiwa, raga, tenaga dan pikiran kami demi memajukan Sulawesi Selatan dan seluruh 24 kabupaten kota di bawah kepemimpinan kami. Kami hadir bukan berdebat, tapi berkarya; bukan memecah belah, tapi menyatukan segala potensi demi kejayaan bersama”.

LKK PKB Sinjai Gelar Pendidikan Kader Loyalis Tahap II, Perkuat Militansi dan Komitmen Perjuangan

Suaraindonesiaku,com.Sinjai – Lembaga Kaderisasi Kabupaten (LKK) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sinjai menggelar kegiatan Pendidikan Kader Loyalis (PKP) tahap kedua yang dirangkaikan dengan pelantikan kader loyalis PKB, bertempat di Kabupaten Sinjai. Kegiatan ini diikuti sebanyak 76 peserta dan turut menghadirkan pemateri dari struktur LKP DPW, sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas, ideologi, serta militansi kader di tingkat daerah. Ketua LKK PKB Kabupaten Sinjai, Risman, SE., MM., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum penting dalam meneguhkan komitmen perjuangan kader. “Menjadi kader loyalis bukanlah beban, melainkan kehormatan. Loyalis berarti satu garis komando, satu kerja nyata, dan satu hati bersama rakyat,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa. Oleh karena itu, kader LKK memiliki peran strategis dalam membawa visi kemaslahatan keluarga melalui perjuangan politik PKB. Menurutnya, melalui Pendidikan Kader Pertama (PKP) ini, para peserta akan ditempa secara mental, diperkuat secara ideologis, serta dipertajam dalam strategi perjuangan, sehingga mampu menjadi ujung tombak kemenangan partai di tengah masyarakat. Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Sinjai, A.Olivia Batari Sugi. S.H., turut hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus menutup secara resmi pelantikan kader loyalis PKB. Dalam kesempatan itu, ia memberikan apresiasi atas semangat para peserta serta berharap kader yang dilantik dapat menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader LKK yang tangguh, loyal, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kebutuhan masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai perjuangan PKB yang berakar dari ulama untuk kemaslahatan bangsa.

Bupati Gowa Siap Hadir di Pelantikan DPD KNPI Vonny Ameliani Suardi.

Suaraindonesiaku,com.‎Bupati Gowa, Husniah Talenrang, menyatakan komitmennya untuk menghadiri agenda pelantikan Ketua KNPI Sulawesi Selatan dalam pertemuan yang berlangsung di rumah jabatan (rujab) Bupati Gowa pada Senin, 4 Mei 2026. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, pertemuan tersebut menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan. ‎Dalam sambutannya, Husniah Talenrang mengapresiasi kunjungan Ketua KNPI Sulsel bersama jajaran Organisasi Kepemudaan (OKP) yang hadir. Ia menegaskan pentingnya peran KNPI sebagai wadah pemersatu pemuda lintas organisasi. “Saya sangat mengapresiasi kunjungan Ketua KNPI Sulsel bersama rekan-rekan OKP hari ini. Terkait agenda pelantikan nanti, saya pastikan hadir,” ujarnya. ‎Lebih lanjut, Bupati Gowa berharap KNPI tetap menjadi rumah besar yang inklusif bagi seluruh organisasi kepemudaan. Menurutnya, semangat kebersamaan dan kolaborasi antar OKP menjadi kunci dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih maju. Ia juga menekankan pentingnya peran pemuda dalam mendukung visi pembangunan Sulawesi Selatan. ‎Adapun sejumlah OKP yang turut hadir mendampingi dalam pertemuan tersebut antara lain PMII, HMI, IMM, GMNI, IPPNU, IPNU, BKPRMI, GAMKI, ANSOR, PERADAH, dan TIDAR. Kehadiran berbagai elemen kepemudaan ini mencerminkan semangat persatuan dan sinergi dalam mendukung KNPI sebagai wadah bersama. ‎Sementara itu, Ketua KNPI Sulsel, Vonny Ameliani Suardi, menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Gowa atas sambutan yang hangat dan penuh kekeluargaan. Ia berharap komunikasi dan kolaborasi antara KNPI dan pemerintah daerah terus terjalin erat demi kemajuan pemuda dan daerah di Sulawesi Selatan.

Kombes Gelar Pengajian dan Rapat Pembentukan Panitia SAKURA

Suaraindonesiaku,com.Makassar – Komunitas Masyarakat Bersih (Kombes) menggelar kegiatan pengajian yang dirangkaikan dengan rapat pembentukan panitia program Sahabat Kombes Berqurban (SAKURA). Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Ketua Umum Kombes, Hj. Hasnah Hapsari, yang berlokasi di Jl. Rappocini Raya Lr. 3/51, dalam suasana penuh kebersamaan.Jumat(1/5/26) Dalam forum tersebut, Suryadi Yamin secara resmi ditunjuk dan berpengalaman sebagai Ketua Panitia SAKURA. Penunjukan ini diharapkan mampu mengkoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan qurban secara terstruktur, transparan, dan tepat sasaran. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Umum Kombes, Almalik, Koordinator Divisi Kerohanian Hj. Nurlinda, serta para koordinator kecamatan (Korcam) dan jajaran pengurus Kombes lainnya. Kehadiran seluruh unsur pengurus mencerminkan komitmen bersama dalam menyukseskan program SAKURA sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat. Dalam sambutannya, Ketua Umum Kombes, Hj. Hasnah Hapsari, menekankan pentingnya nilai keikhlasan, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam pelaksanaan ibadah qurban. Ia berharap program SAKURA dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, Kombes menegaskan kesiapan dalam menyambut Hari Raya Idul Adha dengan program yang terorganisir dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Wakil Ketua Umum DPP APPI Tasbih Mursalin Berhasil Damaikan Konflik Anak Onta dan RBS 

Suaraindonesiaku,com.Makassar – Ketegangan yang sempat memanas antara kelompok Anak Onta dan kelompok RBS (Rajawali Bersatu) akhirnya berhasil diredam melalui upaya mediasi yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPP APPI, Tasbih Mursalin (Kak ABI), di kawasan CPI (Center Point of Indonesia), pada Minggu, 26 Mei 2026. Konflik yang terjadi di tengah masyarakat tersebut sempat menimbulkan keresahan warga. Namun, berkat langkah cepat dan pendekatan persuasif yang dilakukan Tasbih Mursalin (Kak ABI), kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan perselisihan dan kembali menjaga kondusivitas lingkungan. Dalam proses mediasi, Kak ABI mengedepankan dialog terbuka serta menanamkan pentingnya persatuan dan solidaritas antar pemuda. Ia menegaskan bahwa konflik hanya akan merugikan semua pihak dan menghambat kemajuan bersama. “Saya bilang ke mereka, saya hadir untuk mendamaikan karena saya Cinta Ki dan Sayangki semua ndi’-ndiku Saribattangku, saya tidak mau kalau ada yang saling melukai, baku Jagaki Baku sayangki” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang turut membantu proses perdamaian, di antaranya Ada Mas Wandy, Pak Boghel, Pak Padomo, dan Pak Donald, yang telah berkontribusi hingga proses mediasi berjalan dengan baik. Tasbih Mursalin (Kak ABI) turut mengapresiasi sikap kedua kelompok yang bersedia duduk bersama dan menyelesaikan permasalahan secara damai. Menurutnya, hal tersebut menjadi contoh positif bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik. Langkah mediasi yang dilakukan Kak ABI patut diapresiasi sebagai bentuk kepemimpinan yang mengedepankan dialog dan penyelesaian konflik secara damai. Keberhasilan meredam ketegangan antara kedua kelompok menunjukkan bahwa pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik masih menjadi solusi efektif dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan di tengah masyarakat. Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, diharapkan situasi kembali aman dan kondusif, serta tidak terjadi lagi konflik serupa di kemudian hari. Seluruh elemen pemuda juga diharapkan dapat lebih mengedepankan dialog, persaudaraan, serta sikap saling menghargai dalam menyikapi setiap perbedaan.

Wakil Ketua Umum DPP APPI Tasbih Mursalin Berhasil Damaikan Konflik Anak Onta dan RBS 

Suaraindonesiaku,com.Makassar – Ketegangan yang sempat memanas antara kelompok Anak Onta dan kelompok RBS (Rajawali Bersatu) akhirnya berhasil diredam melalui upaya mediasi yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPP APPI, Tasbih Mursalin (Kak ABI), di kawasan CPI (Center Point of Indonesia), pada Minggu, 26 Mei 2026. Konflik yang terjadi di tengah masyarakat tersebut sempat menimbulkan keresahan warga. Namun, berkat langkah cepat dan pendekatan persuasif yang dilakukan Tasbih Mursalin (Kak ABI), kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan perselisihan dan kembali menjaga kondusivitas lingkungan. Dalam proses mediasi, Kak ABI mengedepankan dialog terbuka serta menanamkan pentingnya persatuan dan solidaritas antar pemuda. Ia menegaskan bahwa konflik hanya akan merugikan semua pihak dan menghambat kemajuan bersama. “Saya bilang ke mereka, saya hadir untuk mendamaikan karena saya Cinta Ki dan Sayangki semua ndi’-ndiku Saribattangku, saya tidak mau kalau ada yang saling melukai, baku Jagaki Baku sayangki” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang turut membantu proses perdamaian, di antaranya Ada Mas Wandy, Pak Boghel, Pak Padomo, dan Pak Donald, yang telah berkontribusi hingga proses mediasi berjalan dengan baik. Tasbih Mursalin (Kak ABI) turut mengapresiasi sikap kedua kelompok yang bersedia duduk bersama dan menyelesaikan permasalahan secara damai. Menurutnya, hal tersebut menjadi contoh positif bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik. Langkah mediasi yang dilakukan Kak ABI patut diapresiasi sebagai bentuk kepemimpinan yang mengedepankan dialog dan penyelesaian konflik secara damai. Keberhasilan meredam ketegangan antara kedua kelompok menunjukkan bahwa pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik masih menjadi solusi efektif dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan di tengah masyarakat. Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, diharapkan situasi kembali aman dan kondusif, serta tidak terjadi lagi konflik serupa di kemudian hari. Seluruh elemen pemuda juga diharapkan dapat lebih mengedepankan dialog, persaudaraan, serta sikap saling menghargai dalam menyikapi setiap perbedaan.