Suara Indonesiaku

Di Tengah Kemarau, Petani di Kelurahan Kadidi Tetap Bisa Panen Berkat Program Listrik Masuk Sawah

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Musim kemarau yang berdampak pada ketersediaan air pertanian tidak menyurutkan semangat petani di Kelurahan Kadidi. Berkat program Listrik Masuk Sawah yang dilengkapi dengan pompa air, sejumlah lahan persawahan di wilayah tersebut tetap mendapatkan pasokan air sehingga petani masih dapat melakukan panen di tengah kondisi kemarau. Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian Pertanian, dan PT PLN. Kehadiran fasilitas listrik dan pompa air menjadi salah satu upaya mendukung keberlanjutan produksi pertanian sekaligus membantu petani menghadapi dampak musim kemarau. Berdasarkan data pertanian Kelurahan Kadidi, terdapat sekitar 120 hektare lahan yang dikelola oleh empat kelompok tani. Dari luasan tersebut, sekitar 5,5 hektare terdampak kemarau, sementara 114,5 hektare lainnya masih dalam tahap persiapan panen. Adapun lahan yang telah memasuki masa panen sementara mencapai sekitar 8 hektare, dengan produksi berkisar 5–8 ton per hektare dan pompanisasi OPLA nonrawa sebanyak 13 titik yang menggunakan listrik. Ketua Gapoktan Asoka Kelurahan Kadidi, Muh. Amin Daif, menyampaikan rasa syukurnya atas manfaat program tersebut bagi para petani. “Syukur Alhamdulillah, berkat adanya bantuan listrik masuk sawah lengkap dengan pompa air, masih bisa panen di tengah kemarau,” ujar Muh. Amin Daif. Program Listrik Masuk Sawah tidak hanya membantu mengatasi keterbatasan air, tetapi juga memberikan harapan bagi petani agar produksi pertanian tetap berjalan. Dengan dukungan infrastruktur pengairan dan kolaborasi berbagai pihak, lahan pertanian di Kelurahan Kadidi diharapkan mampu mempertahankan produktivitas meskipun menghadapi tantangan perubahan musim. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, Kementerian Pertanian, PLN, dan kelompok tani dapat memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di Kabupaten Sidrap.

Lewat Forum OECD-APKASI, Sidrap Perkuat Kemitraan Pembangunan dan Peluang Ekonomi

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus membuka ruang kolaborasi untuk mempercepat pembangunan dan memperluas peluang ekonomi. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam Lokakarya Peningkatan Kapasitas OECD–APKASI yang membahas penguatan pembiayaan pembangunan dan infrastruktur berkelanjutan. Kegiatan yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) tersebut berlangsung di Tangerang, Jumat (28/8/2026). Forum ini menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas, bertukar pengalaman, serta membangun jejaring kerja sama dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Delegasi Pemkab Sidrap dipimpin Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah. Turut hadir Kepala Bapenda Muhammad Rohady Ramadhan, Kepala Dinas Kominfo Mahluddin, Kepala BKAD Sunandar Priyoatmojo, Kepala Dinas PMPTSP Andi Nirwan, Kepala Dinas Perhubungan Andi Bahari Parawansa, serta sejumlah pejabat terkait. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya Sidrap memperluas koneksi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah lain, pemerintah pusat, lembaga internasional, hingga pelaku usaha. Dalam forum bertema “Meningkatkan Pembiayaan dan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di Berbagai Tingkatan Pemerintahan” itu, sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari penguatan fondasi keuangan daerah, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan kerja sama ekonomi dan perdagangan antardaerah. Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas Medrilzam, memaparkan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang kuat, efektif, dan berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan. Sementara itu, Plt. Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral Republik Indonesia Cahyadi Yudodahono membahas pentingnya kolaborasi antardaerah dalam memperluas akses pasar dan memperkuat rantai pasok komoditas unggulan. Selain agenda lokakarya, kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai rangkaian pendukung seperti Forum Kerja Sama Perdagangan Antardaerah, Business & Partnership Matching, Procurement Business Matching, pameran, serta pertunjukan seni dan budaya. Bagi Pemkab Sidrap, forum OECD–APKASI menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Melalui jejaring yang terbangun, Sidrap berupaya menghubungkan kekuatan lokal dengan peluang global demi mendukung investasi, perdagangan, dan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui langkah kolaboratif tersebut, Sidrap terus menunjukkan komitmennya untuk tumbuh sebagai daerah yang terbuka terhadap inovasi, kemitraan, dan peluang pembangunan berkelanjutan.

Di Apkasi Otonomi Expo 2026, Bupati Sidrap Perkuat Jejaring Ekonomi Antardaerah

Suaraindonesiaku.com, sidrap — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif menghadiri pembukaan Apkasi Otonomi Expo 2026 (AOE 2026) di Hall 3 dan 3A Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8/2026). Kehadiran Syaharuddin yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Apkasi menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring ekonomi antardaerah sekaligus membuka peluang kerja sama yang dapat mendukung pengembangan potensi daerah. Ia bersama Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah dan sejumlah pejabat terkait menghadiri acara yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, pembeli, serta mitra strategis dari berbagai daerah. Pembukaan AOE 2026 dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri, Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi, Ketua Harian Apkasi Dadang Supriatna, serta Sekretaris Jenderal Apkasi Joune Ganda. Mengusung tema “Jelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batas”, AOE 2026 menjadi ruang pertemuan antara potensi daerah dan peluang pasar. Berbagai komoditas unggulan, produk UMKM, sektor perdagangan, pariwisata, investasi, hingga pengadaan barang dan jasa pemerintah diperkenalkan dalam kegiatan yang berlangsung 27–29 Agustus 2026. Bagi Sidrap, forum tersebut menjadi peluang untuk memperluas jejaring dan membuka komunikasi dengan daerah maupun pelaku usaha yang memiliki kepentingan terhadap pengembangan komoditas dan potensi ekonomi daerah. “Melalui kegiatan ini, kita dapat memperkenalkan komoditas unggulan sekaligus membangun kerja sama yang saling menguntungkan,” ujar Bupati Syaharuddin. Keterlibatan Bupati Sidrap dalam forum Apkasi juga sejalan dengan posisi Sidrap sebagai salah satu daerah dengan potensi kuat di sektor pangan. Jejaring antardaerah diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengalaman, pengembangan kemitraan, serta perluasan akses pasar bagi produk dan komoditas unggulan. Selain menjadi ruang promosi, AOE 2026 mempertemukan pemerintah daerah dengan investor, pembeli, pelaku usaha, dan mitra strategis. Pertemuan tersebut membuka peluang lahirnya kerja sama yang dapat memberikan nilai tambah bagi potensi ekonomi daerah. Selama tiga hari, pengunjung dapat melihat langsung beragam produk dan potensi unggulan dari daerah peserta. Expo ini sekaligus menjadi etalase kekuatan ekonomi lokal yang memiliki peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Melalui kehadiran di AOE 2026, Pemkab Sidrap memanfaatkan forum Apkasi sebagai ruang memperluas konektivitas ekonomi. Jejaring yang terbentuk diharapkan tidak berhenti pada kegiatan expo, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

Wamendagri dan Rombongan Apkasi Belanja di Stan Sidrap, Produk Lokal Jadi Daya Tarik AOE 2026

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Stan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menjadi salah satu yang menarik perhatian dalam Apkasi Otonomi Expo 2026 (AOE 2026). Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto bersama rombongan Apkasi menyempatkan berkunjung dan berbelanja produk lokal Sidrap, Kamis (27/8/2026). Kunjungan tersebut didampingi Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Ketua TP PKK Sidrap Haslindah Syaharuddin, serta sejumlah pejabat Pemkab Sidrap. Beragam produk unggulan Sidrap ditampilkan di stan, mulai dari baju dan tas, beras, produk olahan makanan, hingga berbagai kerajinan khas daerah lainnya. Beragam produk ini menjadi representasi kreativitas pelaku usaha dan potensi ekonomi masyarakat Sidrap. Kehadiran Wamendagri dan rombongan Apkasi memberikan perhatian tersendiri bagi stan Sidrap. Selain melihat produk yang dipamerkan, rombongan juga menyempatkan membeli sejumlah produk yang tersedia. Keikutsertaan Sidrap dalam AOE 2026 menjadi kesempatan untuk membawa produk lokal lebih dekat dengan pasar yang lebih luas. Beragam produk yang ditampilkan tidak hanya menawarkan nilai ekonomi, tetapi juga memperlihatkan kreativitas dan kekhasan produk masyarakat daerah. Melalui stan tersebut, pengunjung dapat melihat secara langsung keragaman produk Sidrap dalam satu ruang. Produk fesyen dan kerajinan tampil berdampingan dengan komoditas pangan serta berbagai olahan makanan khas. AOE 2026 mengusung tema “Jelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batas” dan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di Hall 3 dan 3A Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang. Expo ini mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, pembeli, dan berbagai pemangku kepentingan. Bagi Sidrap, momentum tersebut menjadi ruang promosi sekaligus membuka peluang jejaring pemasaran dan kerja sama bagi produk unggulan daerah. Kunjungan Wamendagri dan rombongan Apkasi sekaligus menjadi momentum positif bagi produk lokal Sidrap untuk mendapatkan perhatian di ajang berskala nasional. Kehadiran produk-produk tersebut menunjukkan potensi ekonomi daerah yang dapat terus dikembangkan dan diperluas pasarnya.

Kolaboratif, Dinas Kominfo Takalar Gali Tata Kelola Digital di Kabupaten Sidrap

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Penguatan tata kelola digital menjadi ruang berbagi pengalaman antara Dinas Komunikasi, Informatika, Statistika dan Persandian (Kominfo-SP) Kabupaten Takalar dan Dinas Kominfo Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Hal itu terlihat dalam kunjungan studi banding jajaran Kominfo-SP Takalar ke Kantor Dinas Kominfo Sidrap, Kompleks SKPD, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Kamis (27/8/2026). Kepala Dinas Kominfo-SP Takalar, Suhardiyanto, memimpin rombongan yang diterima Sekretaris Dinas Kominfo Sidrap, Mursalim Halim, bersama pejabat terkait. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Kominfo Takalar untuk menggali pengalaman Sidrap dalam penerapan, pengelolaan, dan pengembangan tata kelola digital pemerintahan. Salah satu pembahasan berfokus pada sistem jaringan komunikasi dan internet yang terpusat melalui Dinas Kominfo. Pengelolaan jaringan menjadi bagian penting dalam menunjang konektivitas dan layanan digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidrap. Diskusi juga mencakup persandian dan keamanan informasi. Kominfo Takalar menggali penerapan dan pengelolaan aspek tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan sistem serta informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan berbasis digital. Tak hanya teknologi, pembahasan meluas ke sektor kehumasan dan kemitraan media. Kedua pihak bertukar pengalaman mengenai pengelolaan komunikasi publik, penyebarluasan informasi pemerintahan, serta hubungan kerja dengan media. Pertukaran pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi antarpemerintah daerah dalam mengembangkan tata kelola komunikasi dan informatika. Pengalaman yang dibagikan diharapkan dapat menjadi referensi bagi masing-masing daerah untuk memperkuat layanan digital dan komunikasi publik. “Terima kasih kepada Dinas Kominfo Sidrap yang telah menerima kami dengan baik. Banyak hal yang menjadi referensi untuk pengembangan tata kelola digital di Takalar,” ujar Suhardiyanto. Sementara Sekretaris Dinas Kominfo Sidrap, Mursalim Halim, menyambut baik kunjungan jajaran Kominfo Takalar dan menilai studi banding tersebut menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman dalam pengelolaan teknologi informasi, keamanan informasi, aplikasi pemerintahan, kehumasan, serta kemitraan media. “Semoga diskusi ini memberikan manfaat bagi kedua daerah dan dapat memperkuat tata kelola digital ke depan,” tandas Mursalim.

Tujuh Putra-Putri Sidrap Tampil di MTQ KORPRI Nasional 2026, Wakili Sulsel dan Kemenag RI

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Kota Makassar menjadi panggung bagi tujuh putra-putri asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Mereka tampil membawa nama Provinsi Sulawesi Selatan dan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam sejumlah cabang yang diperlombakan pada ajang nasional tersebut. Dua peserta mewakili Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Dr. H. Syamsuddin, S.Ag., M.A.P. pada cabang Khutbah Jumat dan Dr. Nidaul Islam, S.Th.I., M.Th.I. pada cabang Doa. Sementara lima peserta lainnya tampil sebagai perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia. Mereka adalah Abd. Razak Pabbaja, S.H.I. pada cabang Tartil Al-Qur’an, Habibi, S.Pd.I. pada cabang Hafalan Surah Ali Imran, Muh. Nasir, S.Pd., M.Pd. pada cabang Cipta Puisi Islam. Selanjutnya, H. Muammar Hijaz, S.Th.I., M.A.P. pada cabang Haflah Tilawah Al-Qur’an, serta Asriani Abu, S.H.I. pada cabang Tartil Al-Qur’an. Kehadiran mereka menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sidrap. Tidak hanya berkompetisi di tingkat nasional, para peserta tersebut juga membawa nama daerah melalui kemampuan dan pengalaman yang mereka miliki di bidang keagamaan. MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 berlangsung 23-29 Agustus 2026 mempertemukan anggota KORPRI dari berbagai daerah dan instansi pemerintah dalam beragam cabang seni dan pemahaman Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di kalangan aparatur negara. Bagi Sidrap, tampilnya tujuh peserta dalam ajang tersebut menunjukkan adanya sumber daya aparatur yang memiliki kemampuan di bidang keagamaan dan seni Islami. Keikutsertaan mereka sekaligus menjadi bagian dari kontribusi putra-putri Sidrap dalam ajang MTQ KORPRI Tingkat Nasional yang tahun ini digelar di Sulawesi Selatan.

Bupati Syaharuddin Alrif Harap Manajemen Talenta Tingkatkan Kinerja dan Kompetensi ASN

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) H. Syaharuddin Alrif berharap penerapan manajemen talenta dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kinerja dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidrap. Hal itu disampaikannya usai mengikuti Ekspose Manajemen Talenta Wilayah Sulawesi Selatan Tahap II Tahun 2026 di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Selasa (25/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh serta jajaran Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sidrap. Menurut Syaharuddin, manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk membangun sistem pengelolaan ASN yang lebih objektif, terukur, dan berbasis kompetensi. Melalui sistem ini, pengembangan karier ASN dapat dilakukan berdasarkan kinerja, potensi, pengalaman, serta rekam jejak. “Terima kasih atas ilmu dan pemahaman yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap. Kita berharap manajemen talenta ini dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kinerja ASN sekaligus memberikan ruang yang adil bagi mereka yang memiliki prestasi dan kompetensi,” ujar Syaharuddin. Ia menjelaskan, penerapan manajemen talenta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi ASN untuk berkembang sesuai kemampuan yang dimiliki. “Manajemen talenta ini adalah jalan keluar bagi ASN yang memiliki kinerja dan prestasi. Ada nilai dan poin yang menjadi dasar sehingga terbuka kesempatan bagi ASN yang memiliki kemampuan untuk menempati jabatan sesuai kompetensinya,” jelasnya. Bupati menilai sistem tersebut juga dapat menjadi motivasi bagi ASN untuk terus meningkatkan kapasitas, inovasi, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Dengan manajemen talenta ini, kita ingin memotivasi dan meningkatkan kinerja ASN di Kabupaten Sidrap. Insyaallah, dalam waktu dekat program ini akan kita jalankan. ASN akan berkompetisi secara sehat. Siapa yang memiliki kinerja, ilmu, potensi, dan pengalaman kerja yang baik, tentu memiliki peluang untuk menduduki jabatan strategis,” ungkapnya. Ekspose Manajemen Talenta Wilayah Sulawesi Selatan Tahap II Tahun 2026 dihadiri jajaran Badan Kepegawaian Negara (BKN), di antaranya Wakil Kepala BKN Suharmen, Deputi Bidang Penyelenggaraan Layanan Manajemen ASN sekaligus Plt. Sekretaris Utama BKN Dr. Rahman Hadi, Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN Dr. Herman, Direktur Jabatan Fungsional ASN Sri Gantini, Direktur Pengembangan Talenta dan Karier ASN Dr. Samsul Hidayat, serta Tim Kantor Regional IV BKN Makassar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan sistem manajemen ASN berbasis kompetensi, kinerja, potensi, dan rekam jejak. Syaharuddin menegaskan, Pemkab Sidrap berkomitmen membangun birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, kualitas sumber daya aparatur menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik. “Kita ingin membangun pemerintahan yang diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan, integritas, pengalaman, dan kemauan untuk bekerja. Jabatan harus menjadi amanah sekaligus ruang untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” tegasnya. Pemkab Sidrap selanjutnya akan menindaklanjuti hasil ekspose tersebut melalui koordinasi antara BKPSDM dan perangkat daerah terkait agar penerapan manajemen talenta dapat berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat bagi pengembangan karier ASN dan peningkatan kinerja pemerintahan daerah.

HUT ke-81 RI di Sidrap Tak Sekadar Perayaan, Jadi Ruang Kompetisi Generasi Muda

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tak sekadar menjadi momentum perayaan, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, membangun mental, dan mengasah kemampuan berkompetisi. Hal itu terlihat dari rangkaian lomba olahraga, gerak jalan, hingga kesenian yang digelar di tingkat kecamatan dan kabupaten. Rangkaian kegiatan tersebut ditutup melalui Malam Kesenian di Mogan, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Ahad malam (23/8/2026). Penutupan dihadiri Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, didampingi Wakil Bupati Nurkanaah, Ketua DPRD Takyuddin Masse, Kajari Ady Kusumo Wibowo, dan Sekda Andi Rahmat Saleh. Turut hadir para asisten, staf ahli bupati, kepala OPD, kepala bagian lingkup Sekretariat Daerah, para camat, lurah dan kepala desa, serta undangan lainnya. Malam penutupan dirangkaikan dengan pengumuman hasil lomba olahraga dan kesenian tingkat kabupaten yang dibacakan oleh masing-masing juri. Bupati Syaharuddin Alrif mengatakan rangkaian kegiatan kemerdekaan berlangsung sejak 1 Agustus hingga 23 Agustus 2026. Kegiatan dimulai dari tingkat kecamatan, kemudian berlanjut ke tingkat kabupaten. “Alhamdulillah hampir 23 hari kita sibuk. Ada acara 17-an, urus kantor, urus kemarau, urus jalan. Alhamdulillah terutama acara 17-an di 11 kecamatan terlaksana dengan baik,” ujarnya. Menurutnya, berbagai perlombaan yang digelar menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman dan membangun mental sebelum berkompetisi pada jenjang yang lebih tinggi. “Info dari panitia, rangkaian acara kita berjalan baik, aman, tertib, lancar. Sekaligus untuk acara kabupatennya kita uji nyali anak kita, kita uji mentalnya. Kita persiapkan acara berkontes yang panjang agar anak-anak kita lebih kuat menghadapi agenda selanjutnya,” jelasnya. Syaharuddin menegaskan, tujuan utama rangkaian lomba bukan sekadar menentukan siapa yang menjadi juara atau mendapatkan hadiah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan karakter dan kemampuan generasi muda. “Bukan soal berapa panjang, berapa tinggi pialanya, berapa hadiahnya. Anak kita dan kita semua sudah berkorban tenaga pikiran agar generasi muda Sidrap mentalnya baik, akhlaknya baik, dan bisa berkompetisi di tingkat lebih tinggi,” katanya. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Sebanyak 16 siswa SMAN 2 Sidrap yang meraih juara tingkat provinsi mendapat undangan khusus untuk mengikuti Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) yang dilaksanakan MPR RI di Jakarta. “Tadi Ibu Wakil mengantarkan ke saya. 16 anak kita dari SMAN 2 yang juara tingkat provinsi ini diundang khusus oleh MPR RI. Semuanya dibiayai. Ini bukti anak kita sudah bisa bertanding di level nasional,” ungkapnya. Untuk memperkuat pembinaan, Syaharuddin meminta juara pertama setiap lomba kesenian dipersiapkan langsung untuk mewakili Sidrap pada tingkat provinsi hingga nasional tanpa melalui seleksi ulang. Ia juga memberi perhatian pada lomba Senam Saromase. Syaharuddin meminta video penampilan juara pertama diperbaiki dan dipublikasikan agar senam tersebut dapat menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, khususnya pelajar. “Tadi ada sedikit pakai lagu daerah lain itu dihapus. Supaya senam kita punya ciri khas sendiri: Senam Saromase Sidenreng Rappang. Nanti semua anak SD, SMP, SMA senamnya pakai itu. Akhirnya anak-anak kita kenal senam kita sendiri,” pesannya. Selain menjadi ruang kompetisi, rangkaian HUT ke-81 RI juga menunjukkan kuatnya partisipasi masyarakat. Syaharuddin menyebut seluruh kegiatan, mulai tingkat kecamatan hingga kabupaten, terlaksana melalui swadaya masyarakat tanpa menggunakan APBD. “Sarana dan fasilitas semuanya dilakukan secara swadaya. Ini bukti tanpa APBD pun kita bisa jalan, bergerak. Semakin kuat bergerak, semakin kuat bekerja, pasti kabupaten ini hidup, bergerak, maju dan sejahtera masyarakatnya,” pungkasnya. Ketua Panitia Andi Nirwan melaporkan kegiatan tingkat kecamatan berlangsung pada 1–17 Agustus 2026. Selanjutnya, rangkaian tingkat kabupaten digelar pada 18–23 Agustus 2026. Kegiatan meliputi berbagai lomba olahraga dan pentas seni. Pada malam penutupan, panitia mengumumkan para juara dari masing-masing cabang lomba. Andi Nirwan menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, jajaran OPD, Bagian Umum Sekretariat Daerah, serta seluruh panitia dan masyarakat yang memberikan dukungan moril maupun materiil

10 Ribu Benih Nila Monoseks Hasil BBI Sidrap Ditebar di Kolam Kantor Bupati

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Sebanyak 10 ribu benih ikan nila monoseks hasil pengembangan Balai Benih Ikan (BBI) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) ditebar di kolam depan Kantor Bupati, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Senin (24/8/2026). Pelepasan benih tersebut dipimpin Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah sebagai bagian dari kegiatan restocking sekaligus upaya mengembangkan potensi perikanan daerah. Kegiatan dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Andi Patahangi, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ahmad Dollah, serta jajaran terkait. Nurkanaah mengatakan, restocking ikan nila menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga ketersediaan ikan bagi masyarakat. “Pelepasan benih ikan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk menjaga ketersediaan ikan di Sidrap. Selain untuk ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah dalam menekan inflasi, mengingat ikan merupakan salah satu kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Ia mengatakan, pemanfaatan kolam di lingkungan Kantor Bupati Sidrap diharapkan menjadi contoh pengelolaan sumber daya perikanan secara produktif dan berkelanjutan. Menurut Nurkanaah, restocking di lokasi tersebut telah memasuki siklus kedua. Ia berharap benih yang ditebar dapat berkembang dengan baik dan nantinya memberikan manfaat. “Kita berharap ikan yang ditebar dapat berkembang dengan baik sehingga nantinya bisa memberikan manfaat. Ini juga menunjukkan bahwa lahan dan kolam yang ada dapat dimanfaatkan secara produktif,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Sidrap Ahmad Dollah menjelaskan, 10 ribu benih yang ditebar merupakan ikan nila monoseks hasil pengembangan BBI di Kabupaten Sidrap. “Benih yang kita lepaskan sebanyak 10.000 ekor ikan nila. Ini merupakan ikan nila monoseks hasil pengembangan dari Balai Benih Ikan yang ada di Kabupaten Sidrap,” jelasnya. Ahmad menyebutkan, Sidrap memiliki empat lokasi BBI, yakni BBI Passeno di Kecamatan Baranti, BBI Majelling dan Lakessi di Kecamatan Maritengae, serta BBI di Kecamatan Dua Pitue. Menurutnya, pengembangan benih secara mandiri menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sektor perikanan sekaligus memenuhi kebutuhan ikan masyarakat. “Dengan adanya pengembangan benih secara mandiri, kita berharap produksi ikan di Sidrap terus meningkat dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” pungkasnya.

PADULI SMPN 38 Makassar: Inovasi Digital Perkuat Komunikasi Sekolah dan Orang Tua

Suaraindonesiaku,com.MAKASSAR — SMP Negeri 38 Makassar terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah PADULI (Penghubung Sekolah Dengan Orang Tua/Wali Siswa), sebuah aplikasi yang dirancang untuk memperkuat komunikasi, pemantauan, serta sinergi antara sekolah dengan orang tua atau wali siswa. Inovasi PADULI lahir dari kebutuhan akan pola komunikasi yang lebih efektif antara sekolah dan keluarga. Dalam proses pendidikan, berbagai persoalan dapat muncul, mulai dari menurunnya motivasi belajar, kedisiplinan, perkembangan akademik, hingga persoalan perilaku dan interaksi siswa di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan orang tua secara aktif. Namun, keterbatasan komunikasi antara sekolah dan orang tua sering kali membuat informasi mengenai perkembangan siswa tidak dapat diterima secara cepat dan menyeluruh. PADULI hadir sebagai salah satu solusi untuk menjembatani kondisi tersebut melalui pemanfaatan teknologi digital. Mempermudah Orang Tua Memantau Perkembangan Anak Melalui aplikasi PADULI, orang tua atau wali siswa dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan anak selama berada di lingkungan sekolah. Sistem ini antara lain memberikan kemudahan dalam mengakses informasi kehadiran, rekapitulasi nilai, serta berbagai informasi terkait aktivitas dan perkembangan siswa. Sebelum adanya PADULI, pencatatan kehadiran siswa masih dilakukan secara manual dan informasi mengenai kehadiran maupun perkembangan siswa belum dapat diakses orang tua secara langsung melalui sistem daring. Apabila terdapat persoalan yang membutuhkan keterlibatan orang tua, penyampaian informasi juga lebih banyak dilakukan melalui pemanggilan secara langsung ke sekolah. Setelah PADULI diterapkan, proses penyampaian informasi menjadi lebih cepat dan terintegrasi. Orang tua dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan tanpa harus selalu datang ke sekolah, sementara pihak sekolah memiliki sistem pencatatan dan penyampaian informasi yang lebih terstruktur. Implementasi Dilakukan Secara Bertahap Dalam pelaksanaannya, SMPN 38 Makassar melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada orang tua siswa agar dapat memahami serta menggunakan aplikasi tersebut. Tahapan implementasi dilakukan melalui pembentukan grup orang tua siswa yang terintegrasi dengan aplikasi. Sekolah juga melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara bertahap, yaitu Gelombang 1 bagi orang tua siswa kelas VII dan Gelombang 2 bagi orang tua siswa kelas VIII dan IX. Langkah tersebut dilakukan agar penggunaan PADULI dapat dipahami secara merata oleh orang tua dan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung proses pendidikan anak. Memberikan Manfaat bagi Siswa, Guru dan Orang Tua Penerapan PADULI memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Bagi siswa, aplikasi ini dapat menjadi sarana pengingat untuk meningkatkan kedisiplinan, kehadiran, serta capaian akademik. Bagi guru, data yang tersimpan dalam sistem dapat menjadi bahan evaluasi dalam memantau perkembangan siswa. Sementara bagi orang tua atau wali, PADULI memberikan akses informasi yang lebih cepat mengenai kondisi dan perkembangan anak selama berada di sekolah. Dengan demikian, komunikasi yang sebelumnya berlangsung secara konvensional dapat berkembang menjadi komunikasi yang lebih cepat, terintegrasi, dan responsif. Mendukung Keamanan dan Kualitas Pendidikan Selain aspek akademik, PADULI juga dikembangkan sebagai bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan perhatian terhadap persoalan sosial dan perilaku siswa. Komunikasi yang lebih cepat antara sekolah dan orang tua diharapkan dapat membantu mendeteksi serta merespons berbagai persoalan yang dialami siswa sejak dini. Inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif melalui keterlibatan bersama antara siswa, guru, sekolah, dan keluarga. Dengan status implementasi yang telah berjalan, PADULI diharapkan tidak hanya menjadi aplikasi penyampaian informasi, tetapi juga menjadi sarana membangun kolaborasi yang lebih kuat antara sekolah dan orang tua dalam mendukung keberhasilan pendidikan siswa SMPN 38 Makassar. Melalui inovasi digital tersebut, SMPN 38 Makassar menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dapat diarahkan bukan hanya untuk meningkatkan efektivitas administrasi pendidikan, tetapi juga untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara sekolah dan keluarga demi menciptakan generasi yang disiplin, berprestasi, dan memiliki lingkungan pendidikan yang aman serta suportif.