Suara Indonesiaku

Mahasiswa Biologi FMIPA Unhas Gelar Praktik Ecoprint Berbasis Kearifan Lokal di Ballarate Ri Pucak

IMG-20251130-WA0023

Suaraindonesiaku.com, Maros — Mahasiswa Program Studi Biologi FMIPA Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan praktik lapangan pembuatan ecoprint dalam rangkaian pembelajaran Mata Kuliah Etno Ekonomi Tumbuhan di Ballaratea Ri Pucak, Tompobulu, Kabupaten Maros, tanggal 29 November 2025. Ballarate Ri Pucak, Kabupaten Maros, sebuah lokasi yang dikenal memiliki keanekaragaman tumbuhan serta ekosistem yang mendukung kegiatan pembelajaran berbasis alam.

Kegiatan ini dipandu secara langsung oleh Dr. Andi Masniawati, M.Si., dosen pengampu mata kuliah yang konsisten mengembangkan pendekatan pembelajaran yang memadukan sains, budaya, serta pelestarian lingkungan.
Ecoprint merupakan teknik pewarnaan dan pembatikan kain menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan ranting yang ditempelkan pada kain untuk kemudian dipukul atau dikukus agar pigmen warnanya berpindah secara alami.

Teknik ini tidak hanya menghasilkan motif yang unik dan autentik, tetapi juga menjadi alternatif ramah lingkungan karena meminimalkan penggunaan bahan kimia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berkesempatan mempraktikkan seluruh tahapan pembuatan ecoprint, mulai dari pengenalan jenis tumbuhan yang berpotensi menghasilkan pigmen, proses pemilihan bahan di area hutan sekitar, penataan motif pada kain, hingga teknik pengukusan untuk memunculkan pola akhir.

Selain praktik teknis, mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai konsep etnobotani dan nilai ekonomi tumbuhan yang memiliki potensi dikembangkan menjadi produk kreatif. Dr. Andi Masniawati menekankan pentingnya ecoprint sebagai bentuk inovasi berkelanjutan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi tanpa merusak lingkungan. Menurut beliau, kemampuan memahami potensi tumbuhan lokal akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam melihat hubungan antara ilmu pengetahuan, budaya, dan peluang ekonomi kreatif.

Antusiasme mahasiswa terlihat sejak kegiatan dimulai. Lingkungan Ballarate Ri Pucak yang kaya vegetasi memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena mahasiswa dapat langsung mengamati, mengeksplorasi, sekaligus memanfaatkan tumbuhan yang tersedia secara alami. Interaksi langsung dengan lingkungan tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai konsep konservasi, keberlanjutan, dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak.

Baca Juga :  Klinik Syamsinar FKRTL Pertama di Kabupaten Maros Lakukan Uji Coba Face Recognition Integrated System (FRISTA)

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga semakin menyadari peran penting biodiversitas dalam kehidupan manusia. Praktik ecoprint di Ballarate Ri Pucak menjadi salah satu upaya mengintegrasikan pendidikan, kreativitas, dan pelestarian lingkungan dalam proses pembelajaran, serta memperkaya pengalaman akademik mahasiswa di luar ruang kelas.

BACA BERITA LAINNYA