Suara Indonesiaku

Ketegasan yang Dinanti dari Kursi-Kursi yang Kosong

1771869736143

Sekelumit Tentang Dinamika Politik Pemerintahan di Kabupaten Sinjai

Penulis: Ahmad Suhaemi
(Pensiunan Kadis Infokom Kab. Sinjai)

Ada Yang Lebih Sunyi Dari Ruang Rapat Yang Lengang, Kursi-Kursi Strategis Yang Dibiarkan Kosong Terlalu Lama, Sunyi Itu Tidak Terdengar, Tetapi Dampaknya Terasa, Ia Merambat Pelan, Melenyapkan Denyut Birokrasi, Memperlambat Keputusan, Dan Mengikis Kepercayaan Publik Sedikit Demi Sedikit.

Setiap Jabatan Struktural Bukan Sekadar Titel Administrasif, Ia Adalah Mandat, Otoritas, Sekaligus Penanggung Jawab Yang Jelas Atas Arah Kerja Sebuah Organisasi. Ketika Posisi-Posisi Kunci Dibiarkan Tanpa Pejabat Definitif, Yang Terjadi Bukan Hanya Kekosongan Nama, Melainkan Kekosongan Ketegasan. Pelaksana Tugas Bergerak Dalam Batas Kewenangan Sementara, Cukup Untuk Menjaga Rutinitas, Namun Kerap Gamang Untuk Mengambil Keputusan Strategis.

Akibatnya Pelayanan Publik Tersendat Dalam Pola Menunggu, Menunggu Disposisi, Menunggu Persetujuan, Menunggu Kepastian, Waktu Habis Bukan Karena Tak Ada Kemampuan, Tetapi Karena Struktur Tak Lengkap, Publik Akhirnya Merasakan Birokrasi Yang Berjalan Pelan, Padahal Kebutuhan Mereka Tak Pernah Melambat.

Di Internal Aparatur, Tak Kalah Serius, ASN Yang Telah Memenuhi Syarat Kepangkatan Dan Kompetensi Terjebak Dalam Ruang Tunggu Yang Panjang. Promosi Menjadi Spekulasi. Semangat Meristokrasi Perlahan Memudar. Ketika Kepastian Jenjang Karier Tak Kunjung Hadir, Yang Tumbuh Adalah Sikap Pragmatis; Bekerja Secukupnya, Tanpa Enerji Lebih Untuk Berinovasi.

Lebih Jauh Lagi Kekosongan Jabatan Berpotensi Menciptakan Kaburnya Akuntabilitas. Siapa Sepenuhnya Yang Bertanggung Jawab Atas Capaian Yang Meleset? Siapa Yang Memiliki Legitimasi Penuh Untuk Mengevaluasi Dan Membenahi? Struktur Yang Tidak Utuh Membuka Ruang Abu-Abu Dalam Tata Kelola dan Ruang Abu Abu Selalu Menyisakan Resiko.

Ia Tentu Memahami Bahwa Pengisian Jabatan Harus Melalui Mekanisme, Seleksi, Dan Kehati-Hatian, Namun Kehati-Hatian Yang Berlarut Dapat Berubah Menjadi Keraguan, Sementara Birokrasi Membutuhkan Arah Yang Jelas Dan Keputusan Yang Tepat Waktu, Kepemimpinan Bukan Hanya Tentang Menjaga Stabilitas, Tetapi Juga Tentang Memastikan Struktur Bekerja Utuh dan Efektif.

Baca Juga :  Andi Mahyanto Mazda Sambut Baik Aplikasi Sibagei, Bukti Kreativitas Anak Muda Sinjai

Kursi-Kursi Kosong Itu Kini Menjadi Simbol Yang Berbicara, Ia Menyuarakan Harapan Akan Kepastian, Tentang Kebutuhan Akan Keberanian Menata Dan Menetapkan, Karena Pada Akhirnya Bukan Hanya Sekadar Jabatan Yang Harus Diisi Melainkan Kepercayaan Yang Harus Dipulihkan.

Dan Ketegasan Itu, Kini Sedang Dinanti

BACA BERITA LAINNYA