Suara Indonesiaku

Kritikan Publik Terhadap Dapur MBG, Menjadi Asupan Moral Untuk Lebih Solid Berbenah Baik Mitra, Yayasan, maupun BGN (Kepala SPPG)

IMG-20240111-WA0009

Suaraindonesiaku.com, Makassar, (25/02/2026) — Politisi muda berlatar belakang aktivis, Muh. Awaluddin Mangantarang, menyampaikan pandangan dan pendapatnya terkait sejumlah kritikan publik yang marak atas sejumlah rangkaian pristiwa viral baik di media maupun di media sosial, masalah dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi)

Atas sejumlah rangkaian peristiwa tersebut, yang terkadang tidak utuh dan lengkap sepenuhnya, baik dari sisi rangkaian kronoligis maupun analisis investigator berdasarkan faktual yang ada, yang kemudian terlontar ke ruang publik yang terkadang tanpa adanya filterisasi informasi, baik melalui media publik maupun ke media sosial tentu perlu di cermati seksama dengan melihat sudut pandang narasi dan diksi apa yang dilontarkan, baik secara personal maupun kolektif kolegial yang menyampaikan ke publik.

“Jika memang itu bersifat produktif dan konstruktif maka sebagai insan yang terkait dalam ekosistem tata kelola MBG, wajib menjadikan itu sebagai ruang untuk berbenah baik itu mitra, yayasan maupun pihak BGN dalam hal ini yang paling terdepan adalah SPPI yang menjadi kepala SPPG, sehingga kedepannya memberikan pelayanan lebih baik kepada penerima manfaat.” ujar Mantan Sekretaris Jenderal PP ILMISPI (Ikatan Mahasiswa Lembaga Senat Ilmu Sosial Politik Se-Indonesia),

“Inilah poinnya sebagai ruang pengabdian dalam memberikan pelayanan publik”, Tambahnya

Lanjut Awal, sapaan akrabnya, Ia menilai program ini memang menjadi perhatian publik karena program ini adalah salah satu Astha Cita yang menjadi program prioritas nasional Bapak Presiden Prabowo Subianto, program andalan yang juga dapat menjadi daya magis politis secara elektoral,

“Ketika kritikan itu datang menerpa, apa lagi bila kritikan itu datang dengan intonasi sarkasme, tentu memiliki daya viral yang lebih memikat, sehingga letupannya cukup menyita perhatian publik” Lanjunya

Baca Juga :  Pj Sekda Makassar Irwan Adnan Hadiri Rapat Mediasi Dinas Pertanahan, Tekankan Pendekatan Persuasif dan Solutif

Publik dengan berbagai macam karakteristiknya, spiritnya jadikan sebagai energi positif untuk lebih berbenah dalam menjalankan program

“Padahal seyogyanya sebelum kita menjustifikasi perlu adanya data yang faktual dan objectif, namun hal ini tentu perlu kita sikapi dengan bijak bahwa itulah publik dengan berbagai macam karakteristiknya, spiritnya jadikan sebagai energi positif untuk lebih berbenah dalam menjalankan program tersebut, sebagaimana apa yang menjadi tujuan utama cita cita dari program ini dapat tercapai,” urai awal

Lebih jauh, program ini sejatinya, bagi sebagian publik adalah sesuatu yang memang mungkin baru dan program ini bertujuan mulia, dimana selain dalam hal pemberian pelayanan gizi bagi segenap anak bangsa, juga multiefek produktif dan positif, yang mana sirkulasi sektor ekonomi bergerak, antara lain sektor lapangan pekerjaan dan perputaran ekonomi di tingkat pelaku ekonomi paling bawah, misal petani, peternak, ataupun pedagang eceran merasakan

“Jadi apapun kritikan dari publik sepanjang bermakna konstruktif patut di jadikan sebagai momentum berbenah, bagi segenap insan yang terlibat dalam proses tata kelola dapur MBG tersebut, baik itu mitra, yayasan, maupun pihak BGN dalam hal ini yang paling terdepan adalah kepala SPPG/SPPI, untuk lebih solid bekerja sama, bahu membahu, bersatu, terlepas dari segala kekurangan dan kelebihan, menjadikan masukan publik tersebut sebagai energi positif untuk memberikan layanan lebih profesional kepada penerima manfaat agar lebih baik, sebagaimana cita-cita sang empu program, Bapak Presiden Prabowo Subianto tercapai.” Tutup, Wakil Ketua Umum Pengurus Wilayah IMO (Ikatan Media Online) Provinsi Sulawesi Selatan, tersebut. (*)

BACA BERITA LAINNYA