Suara Indonesiaku

Indira Yusuf Ismail Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Maccini Gusung

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, menunjukkan kepedulian dan empatinya terhadap warga yang menjadi korban kebakaran Kelurahan Maccini Gusung, Kecamatan Makassar. Indira berkunjung memberikan bantuan berupa sembako dan perlengkapan bayi. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Indira Yusuf Ismail kepada para korban di lokasi, Selasa (6/08/2024). Dalam kesempatan tersebut, Indira Yusuf Ismail menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya atas musibah kebakaran yang menimpa tujuh rumah warga. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban. Semoga kebutuhan mendesak para korban dapat segera terpenuhi,” kata Indira. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako berupa, minyak goreng, gula, susu, teh dan berbagai kebutuhan pokok lainnya serta perlengkapan bayi seperti biskuit, dan popok. Selain itu, para Korban juga menerima jaminan kesehatan yaitu bantuan BPJS. Aksi sosial ini merupakan bagian dari komitmen Indira baik sebagai, Ketua TP PKK, tokoh Masyarakat, maupun sebagai sesama warga Makassar, dalam mendukung dan membantu masyarakat yang terkena musibah. Indira pun berpesan agar warga sekitar saling tolong menolong membantu korban kebakaran. Ia berharap masyarakat Makassar selalu saling membantu dan bergotong-royong dalam menghadapi setiap tantangan. Selain memberikan bantuan materil, Indira juga memberikan dukungan moral dan semangat kepada para korban. “Sabar ki nah, semoga semakin banyak bantuan yang berdatangan. Pak lurah, bantuan ini tolong dibagikan nanti, pastikan semua mendapatkan rata,” ujar Indira. Dengan adanya bantuan ini, Indira berharap para korban kebakaran dapat segera bangkit dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.(*)

Indira Yusuf Ismail Tekankan Pentingnya Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Kota

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan, di Travellers Hotel Phinisi, Senin (5/8/2024) Kegiatan ini diselenggarakan oleh Anggota DPRD Kota Makassar dari fraksi PAN, Hasanuddin Leo, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat yang antusias menyambut informasi terbaru mengenai implementasi PUG. Dalam sosialisasi tersebut, Indira Yusuf Ismail menekankan pentingnya kesetaraan gender dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Menurutnya, kemajuan dalam bidang kesetaraan gender telah membuka banyak peluang bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi secara setara dengan laki-laki. “Pada saat sekarang ini, kaum perempuan patut bersyukur karena sekarang ada kesetaraan. Sudah banyak kesempatan bagi perempuan untuk setara dengan laki-laki,” ujar Indira. Dia juga menggarisbawahi bahwa dalam situasi apa pun, perempuan memiliki potensi untuk berkembang lebih baik dan maju bersama dengan laki-laki. “Dengan segala situasi yang ada, perempuan bisa berkembang lebih baik. Perempuan dan laki-laki harus mau belajar bersama dan mau maju bersama,” tambahnya. Indira juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam keluarga, khususnya dalam menciptakan ketahanan keluarga untuk mencegah kekerasan dan meningkatkan kesejahteraan. “Hal paling kecilnya misal sama-sama membuat ketahanan dalam keluarga. Supaya tidak ada kekerasan di keluarga, membawa keluarga kita sejahtera. Anak dididik dengan baik, sekolah dengan baik agar mereka resilient dengan keadaan,” jelasnya. Lebih lanjut, Indira mengajak semua pihak untuk menyikapi kesetaraan gender dengan bijaksana. Ia menekankan perlunya melihat potensi dan peluang yang bisa dikerjakan dengan cerdas untuk mencapai kemajuan bersama. Indira berharap, sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat tentang pentingnya PUG dalam pembangunan Kota Makassar yang lebih inklusif dan berkeadilan gender. “Kita harapkan dengan adanya sosialisasi ini, implementasi Perda Nomor 5 Tahun 2019 inj dapat berjalan lebih efektif, mendorong partisipasi aktif semua elemen masyarakat untuk mendukung kesetaraan gender di segala bidang kehidupan,” pungkasnya.

Ketua TP PKK Kota Makassar Apresiasi Lorong Wisata Frankfurt dan Izurza

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, mengunjungi dua Lorong Wisata (Longwis) di dua kecamatan. Pertama Lorong Wisata Frankfurt yang berada di Kecamatan Mariso, dan Lorong Wisata Izurza yang terletak di Kecamatan Bontoala, Senin (5/8/2024). Kunjungan tersebut Indira lakukan untuk meninjau kondisi terkini dan memberikan arahan terkait penataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Indira mengapresiasi kondisi kedua lorong wisata tersebut. Di Lorong Wisata Frankfurt, Indira bahagia dengan kondisi kebun yang dipenuhi dengan berbagai tanaman yang tumbuh subur. Di antaranya sawi putih, kangkung dan cabai. Sementara di Lorong Wisata Izurza, Indira menyatakan rasa syukur atas kebersihan yang sudah terjaga di kawasan tersebut. “Alhamdulillah, yang saya lihat bersih tetapi perlu penataan lagi lebih baik supaya kalau kita selalu melihat yang baik-baik, mendengar yang baik-baik insya Allah itu semua tertrigger ke otak kita, insya Allah kita juga menjadi lebih baik,” ujar Indira. Lebih lanjut, Indira mengungkapkan pentingnya memperbaiki infrastruktur lorong sebagai langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita perbaiki dulu lorongnya. Ibarat kalau cangkir retak kita kasih air, airnya tidak tinggal dalam cangkirnya. Jadi kita perbaiki dulu itu sehingga nanti edukasi untuk peningkatan kesejahteraan itu lebih mudah diterima oleh masyarakat,” jelasnya. “Kita bisa menata dulu infrastruktur yang ada di sini. Lorong kita tata dengan baik, sehingga Insyaallah kalau lorongnya bersih, tertata dengan baik, masyarakat tentu bisa hidup lebih baik di sini dan kalau lebih baik kehidupannya, Insyaallah kesehatannya ikut bagus, pendidikannya bisa bagus,” pungkas Indira. Kunjungan ini merupakan salah satu upaya dari TP PKK Kota Makassar untuk terus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penataan lingkungan dan peningkatan infrastruktur. Dengan kondisi lorong yang lebih baik, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang sehat dan mendukung kesejahteraan masyarakat setempat.

Imam Musakkar Sebut Perda Kesehatan Perlu Revisi Demi Pelayanan Maksimal

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Anggota DPRD Makassar, Imam Musakkar menggelar Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2009 tentang Pelayanan Kesehatan, di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa (6/8/2024). Khusus perda tersebut, Imam Musakkar memandang perlu adanya revisi. Dia mengaku masalah kesehatan yang ada saat ini belum terakomodir dalam aturan yang saat ini. “Memang tidak mengikuti perkembangan. Imbasnya pelayanan kesehatan tidak maksimal nanti dilakukan, jadi harus direvisi,” ujarnya. Kendati demikian, legislator dari PKB ini menekankan pelayanan kesehatan mesti berjalan dan secara merata. Tidak tebang pilih. “Tidak ada pelayanan yang tumpang tindih antara masyarakat a atupun b, kelas menengah ataupun bawah, semua disamaratakan,” tambahnya “Maksimalkan pelayanan kesehatan kita di Makassar baik itu berada RS atau di seluruh puskesmas yang ada,” tambah Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar ini. Sementara itu, akademisi dari Universitas Bosowa, Baharuddin juga senada dengan Imam Musakkar. Dia meyakini pelayanan kesehatan bisa lebih maksimal berjalan ketika perda direvisi. “Memang kalau dirunut dari aturan pusat itu seharusnya ini sudah direvisi karena sudah lama sekali, sudah ada perubahan aturan,” katanya. “Sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini juga. Pak Dewan tolong ini dikawal untuk revisi semoga bisa terealisasi,” tambah Baharuddin. Praktisi, Ahmad Nunung juga melihat ada beberapa poin dalam aturan itu yang perlu direvisi. “Usianya sudah 14 tahun waktu masih pak Ilham Wali Kota, saya tadi malam baca baca sampai tuntas jadi ada fungsi hati itu keliatan sudah tidak sesuai,” ujarnya Dia mengapresiasi atas upaya Imam Musakkar dalam mensosialisasikan perda pelayanan kesehatan ini lantaran dianggap penting. Apalagi nantinya jika ada revisi aturan. “Saya kira apa yang dilakukan pak dewan untuk sosialisasi ini penting sekali karena masalah kesehatan ini menyangkut masyakarat,” tutup Ahmad Nunung. (*)

Nunung Dasniar Minta Pemkot Tuntaskan Masalah Anjal-Gepeng

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar, Nunung terus mendorong pemerintah kota menuntaskan penanganan anak jalanan gelandangan, pengemis dan pengamen atau Anjal Gepeng. Itu disampaikan Nunung dalam sosialisasi penyebarluasan Perda nomor 2 tahun 2008 tentang Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan, Pengemis dan Pengamen, di Hotel Grand Maleo Makassar, Selasa (6/8/2024). “Dalam aturan perda ini banyak sekali membahas tentang pembinaan, makanya saya terus mendorong pemerintah untuk terus menuntaskan persoalan anjal yang marak,” katanya Saat ini memang, kata Nunung, ada beberapa anak jalanan dan gelandangan yang bertransformasi di jalan raya untuk meminta-minta. “Masalah itu merupakan tanggung jawab semua pihak untuk diberikan pembinaan kepada anak jalanan agar generasi kita kedepan bisa terjaga,” ungkap Legislator Gerindra Makassar ini. Sebagai narasumber sosialisasi, Pejabat Sekretariat DPRD Kota Makassar, Akbar Rasjid menjelaskan persoalan terkait anjal gepeng saat ini sangat meresahkan masyarakat dan penggunaan jalan. “Perda ini terbilang sudah lama, namun belum dibuatkan peraturan walikotanya atau Perwali,” jelasnya. Makanya, kata pria yang akrab disapa Kk Ocha ini, masyarakat diminta untuk menjadikan ini sebagai pekerjaan. Apalagi melibatkan anak-anak sebagai pemicu rasa iba. Sementara itu, Akademisi UNM, Herman menyampaikan, anjal adalah mereka yang beraktivitas di jalanan sekitar delapan jam. Sehingga, memang perlu pengawasan dan kontrol dari pemerintah. “Coba bayangkan kalau kita lihat di daerah Hertasning, itu sepanjang jalan banyak anak jalanan bahkan orang tuanya ikut menunggu sampai larut malam,” ujarnya. Herman juga menegaskan Dinas Sosial sebagai leading sektor untuk terus melakukan pembinaan. Begitu juga dengan penjaringan ke jalan-jalan. “Langkah pencegahan itu ada empat, diantaranya itu pendataan, pemantauan, penanganan dan pembinaan. Jadi harus ada aktor yang terlibat dan turun langsung menangani ini,” pungkasnya. (*)

Upaya Dinsos Kota Makassar dalam Mitigasi Sosial untuk Kesejahteraan Masyarakat

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar terus mengoptimalkan program mitigasi sosial sebagai wujud nyata dari visi Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk menekan risiko sosial untuk kesejahteraan masyarakat Kepala Dinsos Kota Makassar, Andi Pangeran, menjelaskan salah satu langkah awal dalam mitigasi sosial adalah perbaikan Kualitas Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Hal ini dilakukan melalui pembentukan operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation di 153 kelurahan. Di tahun 2024 data sementara sebanyak 3.446 KK berhasil didata,” jelasnya pada Senin, (5/8/2024). Andi Pangeran mengatakan data ini penting untuk memastikan bahwa bantuan sosial yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Lanjutnya, salah satu program unggulan mitigas sosial yakni rehabilitasi bagi penyandang masalah sesejahteraan sosial di UPTD RPTC (Unit Pelaksana Teknis Dinas Rehabilitasi Sosial dan Pelayanan Terpadu). “Hingga bulan Juni 2024, kami telah melakukan rehabilitasi terhadap 84 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), 99 orang anak jalanan (Anjal), 38 orang lanjut usia terlantar (Lansia), dan 51 orang gelandangan dan pengemis (Gepeng),” sebutnya. Ia mengatakan dalam program rehabilitasi ini mencakup penyediaan pangan, sandang, dan bimbingan fisik, mental, spiritual, serta sosial. “Rehabilitasi sosial ini bertujuan untuk melakukan refungsionalisasi dan pengembangan agar individu dapat menjalankan fungsi sosialnya dengan baik dalam masyarakat,” jelasnya. Selain itu, Andi Pangeran menjelaskan Dinsos Makassar membentuk Forum Pekerja Sosial Masyarakat (FKSM) untuk memperkuat sensor sosial. “FKSM ini terdiri dari 3 orang setiap kelurahan yang berperan menerapkan program Pemerintah Kota Makassar dalam rangka melakukan mitigasi sosial yg ada di Kota Makassar,” jelasnya Dalam hal penanganan bencana, Andi Pangeran mengungkapkan Dinsos mencatat sebanyak 698 warga yang terkena dampak bencana sepanjang tahun 2024, dengan data terkini hingga 30 Juni. “Rincian jumlah korban bencana meliputi 208 orang akibat kebakaran, 32 orang karena puting beliung, dan 458 orang terdampak banjir,” tambahnya. Sebagai respons terhadap situasi tersebut, Dinsos memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi warga korban bencana. Bantuan yang diberikan mencakup penyediaan pangan, sandang, serta perlengkapan pengungsian. “Selain itu, dukungan psikososial juga disediakan untuk membantu masyarakat pulih dari trauma akibat bencana,” jelasnya. Dinsos juga merencanakan pembentukan Kawasan Tanggap Bencana (KSB) di lima kelurahan yang rawan bencana yang berfungsi sebagai tempat edukasi untuk masyarakat tentang langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan. Melalui semua upaya ini, Andi Pangeran berharap dapat menjadi mitigasi sosial untuk memberikan kehidupan yang sejahtera bagi masyarakat Kota Makassar.

Dihadapan 1.111 Peserta Porpamnas VIII, Pj Sekda Kenalkan Makassar Kota Makan Enak

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Kota Makassar melalui Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Makassar kembali menjadi tuan rumah. Kali ini untuk agenda Pekan Olahraga Antar Perusahaan Air Minum Nasional (Porpamnas) VIII Perhimpunan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kadispora Pemprov, H. Suherman, juga ini dihadiri oleh PJ Sekda Makassar, Firman Hamid Pagarra, Ketua Perpamsi, Ahmad Zaini, serta Forkopimda Sulsel dan Forkopimda Kota Makassar, di City Of Makassar, Minggu (4/08/2024). Dalam sambutannya, Firman Pagarra mengucapkan selamat datang kepada 1.111 peserta Porpamnas yang tergabung dari 38 Provinsi. “Selamat datang kepada para peserta Porpamnas di Kota Makassar. Kota Makan enak. Semoga betah dan jangan lupa mencicipi beragam kuliner kami. Karena Makassar dengan taglinenya kota Makan enak menjadi amunisi saat bertanding nanti,” ucapnya. Ia juga mengungkapkan rasa bahagianya karena telah memilih Kota Makassar sebagai tempat perhelatan bergengsi seperti Porpamnas ini. “Saya mengingatkan agar para peserta menjaga kesehatan agar selalu fit. Dan juga tetap semangat serta menjunjung tinggi sportivitas. Seperti yang dikatakan Pak Wali Kota Makassar prestasi itu mutlak persahabatan itu abadi,” ungkapnya. Ia pun berharap melalui Porpamnas ini dapat menumbuhkan bakat-bakat yang terpendam dari para peserta dan dapat menggali potensi serta dapat bersaing untuk memperlihatkan kemampuan terbaiknya. Sementara, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Beni Iskandar mengatakan, Porpamnas Vlll ini merupakan event dua tahunan yang diadakan oleh Perpamsi. Ada tujuh cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di Porpamnas VIII. Diantaranya, tenis lapangan, tenis meja, futsal, buku tangkis, catur, vocal dan eksibisi ada mini soccer dan golf. Ia berharap Makassar masuk menjadi tiga besar pada ajang Porpamnas tahun ini. “Yang lalu Kita selalu target juara umum tapi sepertinya pekan olahraga perpamsi ini selalu didominasi DKI dan Jabar. Kita harap tahun ini sulsel juara umum minimal 3 besar,” harap Beni. “Kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak minggu pagi kemarin. Termasuk beberapa pertandingan eksebisi. Dan akan dihelat hingga 7 agustus 2024,” tandasnya. (*)

Indira Yusuf Ismail Apresiasi Lorong Wisata Ceria Jadi Inspirasi Kota Terbahagia di Dunia

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Indira Yusuf Ismail mengapresiasi Lorong Wisata (Longwis) Ceria yang ada Kelurahan Buakana Kecamatan Rappocini pada saat dirinya melakukan kunjungan bersama Kepala Dinas Ketahahan Pangan Kota Makassar, Minggu (4/08/2024). Apresiasi itu dilontarkan Indira usai dirinya menjelajahi sepanjang Longwis Ceria di Sore hari. Ia mengagumi Longwis ceria yang berhasil menciptakan nuansa persis seperti namanya lorongnya. “Ini luar biasa sekali, patut diapresiasi ini sudah memenuhi berstandar. Pemerintahan Kecamatan Rappocini, Kelurahan Buakana, seluruh tokoh masyarakat, tentu kita sama-sama membangun lorong untuk membuat kita bahagia,” pungkas Indira. Begitu masuk di gerbang lorong wisata, nuansa mural warni-warni telah memanjakan mata, warga setempat pun tidak membiarkan bagian atas lorong wisata kosong. Mereka mengisinya dengan berbagai ornamen unik, seperti payung dan gantungan-gantungan unik. Lorong sebelumnya merupakan gang kumuh ini bisa membuat warga betah duduk berlama-lama. Camat Rappocini, M. Aminuddin, mengungkapkan Longwis Ceria bahkan berhasil merangkul anak muda yang dulunya gemar mabuk-mabukan, untuk menyalurkan sisi kreatif mereka untuk dituangkan kedalam mural longwis ceria. Susunan peping jalan dilukis menjadi dengan cat warni-warni. Setiap beberapa langkah menyediakan lukisan yang bisa dimaini, seperti ular tangga, dan dende. Longwis Ceria berhasil menjadi lorong interaktif. Ia mengungkapkan lorong ini menjadi salah satu representasi mengapa Kota Makassar masuk sebagai salah satu kota paling bahagia di dunia. “Lorong wisatanya bukan cuma warna-warni saja, tetapi dilukis dan salah satu lukisan seperti tempat bermain anak-anak yang menjadi inspirasi dalam survei Kota Terbahagia di Dunia,” jelasnya. Indirapun menegaskan pentingnya evaluasi dan inovasi berkelanjutan agar Lorong Wisata ini terus berkembang. Ia menyarankan agar lorong wisata ini menjadi pilot project yang dapat diadopsi oleh seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Makassar. “Pak Camat, tolong ini menjadi pilot project lorong yang ada di semua kecamatan dan kelurahan. Ini sangat luar biasa,” pungkas Indira. Indira turut meminta sinergitas PKK Kecamatan Rappocini dan PKK Kelurahan Buakana untuk terus bekerja sama dengan pemerintah kota dalam membawa kecamatan menjadi yang terbaik.(*)

Digelar di Makassar, KIM Fest 2024 Bakal Diikuti Sembilan Provinsi

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar terus mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Komunitas Informasi Masyarakat (KIM Fest) 2024. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI menunjuk Makassar sebagai tuan rumah KIM Fest 2024. Berkolaborasi dengan UMKM Fiesta yang digelar Dinas Koperasi dan UKM, kegiatan ini akan berlangsung di Anjungan City Of Makassar pada 9-11 Agustus. Memastikan semua persiapan matang, Plt Kepala Dinas Kominfo Makassar Ismawaty Nur bersama beberapa OPD melaporkan progres KIM Fest ke Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Diantaranya, perwakilan Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata, Bapenda, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Damkar, PDAM, dan PD Parkir. Walikota Danny Pomanto menyambut baik kegiatan tersebut. Sebagai tuan rumah ia ingin Makassar menjadi percontohan bagi kabupaten/kota dalam pelaksanaan event. Apalagi Makassar sudah membranding dirinya sebagai kota festival tepian air. “Selalu ada hal-hal yang menarik perhatian. Kalau saya layoutnya begitu,” kata Danny Pomanto dalam rapat persiapan KIM Fest berlangsung di Amirullah, Senin (5/8/2024). Ia juga mengingatkan untuk pengerahan tenaga medis, pengamanan, air bersih dan juga kantong parkir mengingat kegiatan ini akan diramaikan banyak peserta. “Nanti saya coba koordinasi dengan pak menteri (Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi) untuk opening ceremony-nya,” ungkapnya. Sementara itu, Plt Dinas Kominfo Ismawaty Nur mengatakan kegiatan ini akan diikuti 50 KIM dari sembilan provinsi. Yakni, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Jogja, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Jawa Tengah. “KIM ini membantu menyebarkan program pemerintah daerah,” ungkap Ismawaty Nur. Kegiatan ini juga akan diramaikan dengan puluhan UMKM terbaik yang ada di lorong-lorong. Termasuk membuka pelayanan, seperti KTP, pembayaran air PDAM, PBB oleh Bapenda, hingga NIB untuk pelaku UMKM bekerja sama dengan Dinas PM-PTSP. “Ada pameran KIM, kita akan membawa tim KIM ini mengunjungi lorong wisata, museum, dan warrom. Termasuk memberi awarding,” tutupnya.

DPRD Makassar Gelar Diskusi, Bahas Dampak AI dalam Transformasi Pemerintahan dan Pilkada

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Sekretariat DPRD Kota Makassar menggelar diskusi publik tentang “Artificial Inteligence (AI) dalam Transformasi Pemerintah dan Pilkada” di Hotel Aston Makassar, Senin (5/8/2025). Diskusi publik tersebut menghadirkan pembicara diantaranya, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Makassar Ari Ashari Ilham, Kepala Bappeda Kota Makassar Zulkifli, dan Sulfikar Suaib dari AI Dev & AICO. Sekretaris DPRD Kota Makassar Dahyal saat membuka kegiatan ini menyampaikan penggunaan kecerdasan buatan AI dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk politik, menjadi sorotan yang serius. Karena itu, DPRD Kota Makassar menggelar diskusi khusus untuk membahas potensi dampak AI dalam transformasi pemerintahan dan khususnya dalam konteks Pilkada. “Transformasi AI ini adalah kemajuan yang tak terelakan. Namun, kita perlu waspada terhadap potensi penyalahgunaannya, terutama dalam dunia politik,” kata Dahyal. Dahyal mencontohkan, program Makassar Smart City yang digagas Walikota Moh Ramdhan Pomanto telah menunjukkan betapa pesatnya perkembangan teknologi di kota ini. Namun, di sisi lain, kemajuan teknologi juga membawa tantangan baru, terutama terkait etika dan keamanan data. “Kita perlu memikirkan bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita. Namun, kita juga harus waspada terhadap potensi penyalahgunaannya untuk menyebarkan hoaks, manipulasi opini publik, dan mengganggu stabilitas politik,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Fraksi NasDem DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, menyoroti pentingnya regulasi AI dalam konteks politik. Apalagi, di momentum Pilkada serentak November mendatang. “AI memiliki potensi besar untuk mengubah lanskah politik. Namun, kita harus memastikan bahwa teknologi ini digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir kelompok,” tegasnya. Meski demikian, Ari menilai kehadiran AI di tengah masyarakat berpotensi akan menambah angka pengangguran di daerah. Karena itu, harus ada regulasi yang mengatur terkait AI dalam pembangunan suatu daerah. “Perlu juga kita melihat bahwa jumlah pengangguran yang masih sangat tinggi yang saya takutkan hanya pada saat dipersandingkan antara teknologi canggih dengan ketidaksiapan pemerintah untuk bagaimana menyiapkan lapangan kerja,” cetusnya. Sulfikar Suaib memaparkan berbagai potensi dan risiko penggunaan AI dalam politik. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pemilu, menganalisis sentimen publik, dan menyusun strategi kampanye yang lebih efektif. Namun di sisi lain, kata Sulfikar, AI juga dapat digunakan untuk menyebarkan informasi palsu, memanipulasi opini publik, dan bahkan melakukan serangan siber. “Pemerintah perlu segera merumuskan regulasi yang komprehensif untuk mengatur penggunaan AI dalam politik. Regulasi ini harus memastikan bahwa AI digunakan secara etis dan bertanggung jawab,” jelas Sulfikar.