Pertama Kali di Sulsel, IKDH Makassar Gelar MHQ Antar Ponpes, Peserta Tak Dipungut Biaya

Suaraindonesiaku.com, Sulsel – Ikatan Keluarga Darul Huffadh (IKDH) Cabang Makassar menggelar Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) antar pondok pesantren (Ponpes) Se-sulsel. Gelaran ini diketahui dijadwalkan berlangsung mulai 26 – 28 Juli 2024 di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Pada Jumat, 26 Juli 2024 malam, Panggung utama MHQ antar Ponpes Se-sulsel IKDH Makassar di Aula Utama Asrama Haji Sudiang berdiri megah, para peserta serta tamu undangan memenuhi aula untuk menyaksikan pembukaan MHQ. Pada Pembukaan MHQ, Ketua panitia pelaksana MHQ IKDH Henri Hasrianto menyampaikan dalam pembukaan nya tentang kegiatan mhq yang terlaksana tanpa membebankan biaya pada peserta. “Alhamdulillah kegiatan mhq bisa terlaksana tanpa membebankan biaya sekecil apapun pada peserta atau gratis,” ucapnya dalam sambutan. Sambutan Ketua IKDH Makassar, Rajuddin menyampaikan pula tentang tujuan diadakannya MHQ untuk mensyiarkan Agama lewat Al-Qur’an dan ajang silaturahmi antar Ponpes Se-sulsel. “Kegiatan MHQ Bertujuan untuk menyiarkan agama Allah SWT melalui Al-Qur’an dan juga sebagai bentuk silaturahmi kita antar Ponpes Se-sulsel,” ujarnya. Lalu sambutan-sambutan yang cukup meriah oleh 4 Tokoh besar terlaksananya MHQ ini, yaitu dari ayahanda bapak Pimpinan pondok pesantren Darul Huffadh oleh Ustadz H. Saad Said, S.Ag. Perwakilan Walikota Makassar oleh Asisten 1 bidang pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat Bapak Drs. H. Muhammad Andi Yasir, M.Si, Perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan oleh Pelaksana Harian Sekda Provinsi Sulawesi Selatan Bapak Ir. Andi Darmawan Bintang M.Dev.P.L.G. Acara dilanjutkan dengan penabuhan gong oleh yang mewakili gubernur Sulawesi Selatan sebagai tanda dibukanya MHQ antar pondok pesantren Se-Sulawesi Selatan dan diakhiri dengan sesi Foto bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan Agenda Seminar Alqur’an yang dirangkaikan bersama MHQ, yang dipimpin oleh moderator Ustadz Awal dan bersama 2 narasumber yang menyampaikan materi seminar Al-Qur’an oleh AKBP atau Ajun komisaris Besar Polisi Bapak H. Muhtar, S.E dan Ayahanda Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Darul Huffadh Ustadz H. Saad Said, S.Ag. Sementara pada Sabtu hari ini, 27 Juli 2024, mulai pukul 08.00 WITA hingga malam berlangsung pelaksanaan lomba sesuai jadwal dari panitia. Kemudian pada Minggu, 28 Juli 2024, akan diadakan seminar kembali yang masih dalam rangkaian agenda MHQ juga oleh pemateri Ustadzah Sa’diah Said Direktris Pondok Pesantren Darul Huffadh dan akan berlangsung pada pukul 08.00 WITA, serta akan dilakukan penutupan serta pengumuman Hasil lomba pada pukul 11.30 WITA. Selain itu, juga direncanakan akan ada Rihlah bagi peserta dan panitia sebelum semuanya check out dan bisa meninggalkan lokasi Asrama Haji Sudiang. (*)
Dj Asal Makassar Maya Yulanda Tutup Kemeriahan Panggung Utama F8 Makassar di Malam Ketiga

Suaraindonesiaku.com, Makassar,- Dj cantik asal Makassar Maya Yulanda berhasil mengguncang Panggung Utama F8 Makassar di Tugu MNEK, Jumat (26/7/2024) malam. Memulai hobinya di dunia Disk Jockey sejak 2016 lalu, Dj Maya Yulanda sukses membuat pengunjung F8 Makassar ikut bergoyang. Aksi Dj Maya Yulanda memecah kemeriahan Panggung Utama F8 di akhir acara dengan berbagai genre musik. Maya Yulanda banyak mengisi event-event di Kota Makassar hingga keluar daerah dengan bakat yang ia miliki. F8 Makassar merupakan event tahunan di Kota Makassar yang digelar PT Festival Delapan Indonesia berkolaborasi dengan Pemkot Makassar. Mengusung tema ‘The Unity’, F8 Makassar tahun ini digelar 24-28 Juli 2024. Event ini mengahdirkan beragam kegiatan menarik di lima zona. Tak hanya menampilkan musik Dj, Panggung Utama F8 sebelumnya telah menampilkan beragam tarian budaya, musik tradisional, hingga desainer lokal dan Internasional.(*)
Mey Christine Perkenalkan Lagu Pop Toraja di Panggung F8 Makassar

Suaraindonesiaku.com, Makassar, – Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8) memberikan ruang bagi musisi lokal untuk terus berkarya. Usai menghadirkan band lokal Art2tonic di hari kedua, malam ini F8 Makassar kembali mendatangkan penyanyi muda asal Toraja, Mey Christine. Penyanyi kelahiran Mei 1998 menyanyikan empat lagu. Pudar dari Rossa menjadi lagu pembuka aksi memukau Mey Christine di Panggung Utama F8 Makassar. Sebagai perwakilan musisi dari Toraja, Mey Christine tak lupa membawakan lagu pop dari Toraja sebagai bentuk kecintaannya terhadap daerahnya. “Kami adalah perwakilan dari Kabupaten Toraja dan kami sangat bangga diberikan kesempatan bisa tampil di sini (F8),” kata Mey Christine disela-sela manggung di Panggung Utama Zona 1 Tugu MNEK F8, Jumat (26/7). Sukses di dunia tarik suara, Mey Christine banyak memproduksi lagu-lagu pop Toraja untuk bisa dinikmati anak-anak muda masa kini. “Ini untuk anak-anak muda daerah yang semakin mengapresiasi dan melestarikan lagu di daerahnya. Lagu ini saya produksi mengikuti perkembangan zaman, modern agar anak-anak muda juga bisa menerima,” ujarnya Ditutup dengan lagu Berharap Tak Berpisah dari Reza Artamevia, Mey Christine senang bisa manggung di F8 yang dihadiri ribuan pengunjung setiap harinya. “Terima kasih untuk F8 yang memberikan kesempatan, semoga ini bukan pertama dan terakhir tapi masih ada kesempatan di F8 selanjutnya,” ucap Mey. Berbaur denga pengunjung, Pj Sekda Kota Makassar Firman Hamid Pagarra terlihat begitu menikmati beragam rangkaian acara di Panggung Utama F8 Makassar.(*)
Kabupaten Bantul Persembahkan Tarian Putri Retnaningsih di Panggung Utama F8 Makassar

Suaraindonesiaku.com, Makassar, — Pemerintah Kabupaten Bantul ikut ambil bagian memeriahkan Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8) yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Sebanyak 20 penari asal Kabupaten Bantul berhasil menghipnotis pengunjung F8 lewat tarian tradisional Putri Retnaningsih di Panggung Utama F8 MNEK, Jumat (26/7) malam. Tarian tradisional Putri Retnaningsih sekaligus memperkenalkan keanekaragaman budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tampil selama kurang lebih 10 menit, tarian Putri Retnaningsih menceritakan tentang sekelompok prajurit putri pasukan Raden Ayu Retnaningsih yang merupkan istri dari Pangeran Diponegoro. Prajurit putri tersebut sedang berlatih dan menggembleng diri terkait olah kanuragan, olah keterampilan perang menggunakan senjata Cundrik dan Gendewa, serta olah kesemaptaan diri guna menjaga kadaulatan dan keutuhan wilayah. Aksi memukau tarian Putri Retnaningsih yang dipersembahkan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul ini disambut dengan tepuk tangan penonton di akhir penampilan. Tarian tradisional dari Kabupaten Bantul Yogyakarta turut disaksikan Pj Sekda Kota Makassar Firman Hamid Pagarra, Dandim 1408/BS Letkol Inf Lizardo Gumay, dan Pj Ketua DWP Makassar Fadliah Firman. Mereka berbaur di tengah-tengah para pengunjung yang antusias menyaksikan beragam kegiatan yang dihadirkan di Panggung Utama F8 Makassar.(*)
Desainer Lokal dan Internasional Unjuk Gigi di Panggung F8 Makassar

Suaraindonesiaku.com, Makassar, — Kemeriahan event Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8) di sepanjang Tugu MNEK CPI dan Anjungan Pantai Losari sejak 24 Juli kemarin masih terus berlanjut. Event tahunan yang sudah masuk Top 10 KEN Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI ini membuka ruang bagi desainer lokal untuk tampil di panggung yang sama dengan desainer Internasional. Dari panggung utama F8 Makassar di Tugu MNEK CPI tampil desainer lokal Ida Jashari & Hielda Aligenda x UPI Collection dan Itja Achmad, Jumat (25/7/2024). Mereka menampilkan busana terbaiknya di Panggung Utama F8 Makassar. Tidak mau kalah dengan desainer Internasional yang juga unjuk gigi di F8 Makassar. Desainer-desainer lokal tetap menampilkan busana yang mempunyai ciri khas budaya Indonesia, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung F8 Makassar. Begitu pun dengan desainer Internasional, Fadzil Hadin dari Brunei Darussalam dan Maitha Ali Al Harthi dari Oman Timur Tengah yang mempersembahkan karya terbaiknya. Panggung F8 Makassar menjadi jembatan desainer lokal untuk bersaing di kancah International. Apalagi dalam waktu dekat, Kota Makassar kembali akan mengadakan Makassar Fashion Week (MFW) November mendatang. Ini merupakan komitmen pemerintah kota bersama pihal swasta untuk mewujudkan Makassar Kota Festival Tepian Air.(*)
Hivi! Ajak Penonton F8 Berani Apresiasi Segala Hal

Suaraindonesiaku.com, Makassar,- Gelaran Makassar F8 tahun ini semakin meriah dengan hadirnya Hivi! sebagai bintang tamu utama di panggung konser Zona 4 fusion music, Jumat (26/7/2024). Ribuan penonton yang memadati area konser disuguhkan penampilan energik dari band yang beranggotakan Neida Aleida (vokal), Ilham Aditama (vokal), dan Febrian Nindyo (vokal/gitar) tersebut. Di tengah-tengah penampilannya, Hivi! menyampaikan pesan inspiratif kepada para pengunjung untuk berani mengapresiasi segala hal dalam kehidupan. “Terima kasih teman-teman yang ketika setiap lagu berakhir, bertepuk tangan memberikan apresiasi. Semoga karir, dan setiap hal yang teman-teman lakukan juga selalu diapresiasi,” ungkap Febrian. Hivi! membawakan sejumlah hits andalannya seperti “Mata ke Hati”, “Pelangi”, “Siapkah Kau ‘Tuk Jatuh Cinta Lagi”, “Satu-Satunya”, “Remaja”, hingga “Kereta Kencan”, yang sukses membuat penonton ikut bernyanyi bersama. “Mari apresiasi yang benar-benar selayaknya kalian ingin bilang terima kasih. Tepuk tangan untuk F8 dan Dinas Pariwisata, seluruh pekerja teknis karena tanpa mereka acara tidak akan berjalan lancar, untuk seluruh tenant, untuk tim medis, dan media,” sebut Febrian. Pesan yang disampaikan oleh Febrian tersebut disambut hangat oleh penonton, terlihat dari sorak sorai dan tepuk tangan meriah. Penampilan Hivi! yang memukau di Zona 4 pada malam ketiga F8 kal ini menjadi salah satu momen yang paling dinanti oleh para pengunjung. Energi positif dan pesan inspiratif yang dibawa oleh band ini diharapkan dapat terus menggema di hati masyarakat Makassar. Makassar F8 tahun ini menghadirkan berbagai macam hiburan dan aktivitas menarik yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan tema “The Unity”, Makassar F8 hadir menyatukan ragam bahasa, ragam budaya, dan perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh berbagai, suku, ras, dan agama.(*)
Fashion Desainer Muda SMK 8 Makassar dan SMK Campalagain Unjuk Karya di F8

Suaraindonesiaku.com, Makassar, – Makassar International Eight Festival & Forum (F8) memberi panggung bagi siswa-siswi SMK Kota Makassar untuk memamerkan karya desain busana mereka dalam segmen fashion yang digelar pada hari ketiga F8 di Zona 3 pada Jumat, (26/7/2024). Pada segmen fashion pada hari ketiga F8 di Zona 3 pada Jumat, (26/7/2024) menampilkan busana karya dari SMK Negeri 8 Makassar dan SMK Negeri Campalagain. Sebanyak 6 fashion desainer dari SMK Negeri 8 Makassar mempersembahkan 12 busana dress elegan yang merupakan hasil modifikasi dari sarung lipasabbe. Busana-busana tersebut didominasi oleh nuansa warna hijau dan coklat. Andi Rasti Pratiwi, salah satu desainer dari SMK 8 Makassar, dari jurusan Tata Busana menyampaikan tema desainnya bertajuk “Playful Sunset.” “Tema ini diambil dari keindahan senja saat matahari tenggelam, mirip dengan panorama matahari di Pantai Losari yang indah dan suasana romantis yang dihadirkan oleh senjanya,” jelas Rasti siswi kelas 12. Rasti mengaku sangat terharu karena ini adalah kali pertama ia mengikuti fashion show, dan ia sangat bersyukur bisa tampil di acara sebesar F8. “Terima kasih kepada Pemkot Makassar dan F8 karena kesempatan ini merupakan pencapaian besar saya sebagai desainer muda. Berharap karya saya dapat dikenal oleh banyak orang,” jelasnya. Sementara itu, Irwan dari SMK Negeri Campalagain juga mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan hasil karyanya. Irwan mempresentasikan enam busana dengan tema “The Elegance of Sure’ Salaka.” “Busana-busana ini dirancang menggunakan kain tenun Mandar, sebuah kain tradisional yang dikenal dengan keunikan dan kekayaan motifnya,” jelasnya. Irwan merasa bahwa kesempatan ini sangat penting untuk mengapresiasi dan mempromosikan kain tenun Mandar agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Irwan pun mengucapkan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar yang telah memberikan panggung kepada siswa-siswi untuk menunjukkan kreativitas karyanya. “Panggung F8 tidak hanya memberikan platform untuk siswa-siswi menunjukkan karya kami, tetapi juga menjadi ajang bagi kami untuk mendapatkan pengalaman berharga dalam dunia industri fashion,” pungkasnya.(*)
Beri Panggung Promosi Film ‘Puang Bos’, Bukti F8 Dukung Perfilaman Makassar

Suaraindonesiaku.com, Makassar, – Makassar International Eight Festival & Forum (F8) memberikan ruang kepada Film Puang Bos untuk menayangkan trailer sekaligus mempromosikan film yang mengangkat kearifan lokal Kapal Pinisi dan Sulawesi Selatan. Pada hari kedua F8 Makassar dengan tema ‘Makassar Sekalia’ dalam segmen Film, menyelenggadakan talkshow oleh para pemeran dan penayangan trailer Film Puang Bos di Zona 2 dan Zona 3 Festival F8 Makassar 2024 pada Kamis, (25/7/2024). Direktur Film Puang Bos, Bosaading Liwutang mengatakan film yang akan tayang tahun 2024 ini, menceritakan kisah menarik seorang Puang di Tanah Beru, Bulukumba, yang mengalami kebimbangan dalam mempertahankan tradisi pembuatan Kapal Pinisi keluarganya. Bosaading menjelaskan bahwa tujuan dari film ini adalah untuk menyorot kekayaan budaya Sulawesi Selatan, terutama Kapal Pinisi yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. “Kami ingin menampilkan kekayaan budaya Makassar, Bulukumba, dan Sulawesi, khususnya Kapal Pinisi, sebagai bagian penting dari identitas kami,” ungkapnya. Lebih lanjut, Bosaading menekankan bahwa 90% dari kru produksi film ini berasal dari Makassar, sebagai upaya untuk menguatkan kehadiran budaya lokal dalam film tersebut. Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Muhammad Roem menyambut baik kehadiran film ini sebagai sarana untuk memperkenalkan kebudayaan dan bahasa Makassar kepada masyarakat luas. “Pertama promosi saja sudah banyak memberikan kontribusi yang besar seperti banyak yang ingin belajar bahasa Makassar, sejalan juga dengan pariwisata kita, dengan memperkenalkan Kapal Pinisi,” ucapnya. Roem berkomitmen Pemerintah Kota Makassar akan mendukung penuh film Puang Bos seperti juga mendukung film lokal lainnya. “Pemerintah Kota Makassar akan terus massif mempromosikan film-film yang mengangkat kearifan lokal yang juga berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata,” pungkasnya. Michelle Zuidith, pemeran Pertiwi dalam film ini, berbagi pengalaman proses mendalami karakter sebagai seorang yang berlatar belakang budaya Makassar. “Proses mendalami karakter dalam film ini tidak hanya menghadirkan kesulitan bahasa, tetapi juga memberikan wawasan mendalam akan kekayaan kultural Sulsel, khususnya Kapal Pinisi yang menjadi pusat cerita,” jelasnya. Namun demikian, Michelle mengaku menikmati proses belajar bahasa dan budaya Makassar yang menurutnya unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Arif Brata, salah satu pemain yang merupakan konten kreator dan komika asal Makassar, mengucapkan terima kasih kepada Festival F8 Makassar karena memberikan platform bagi para seniman dan pembuat film lokal. “Pemerintah Kota Makassar sendiri telah memberikan dukungan besar dalam pengambilan gambar di lokasi-lokasi ikonik seperti Pantai Losari, serta melakukan promosi yang luas untuk film ini,” ucapnya. Ia juga mengajak masyarakat Makassar untuk menyaksikan “Puang Bos”, dengan harapan film ini akan semakin mengembangkan pemahaman tentang budaya dan bahasa Kota Makassar ke tingkat internasional melalui medium film.(*)
Pj Sekda Firman Pagarra Launching Logo Makassar Fashion Week

Suaraindonesiaku, Makassar – Makassar dengan branding baru Makassar Kota Festival Tepian Air terus berkomitmen mengahdirkan event kelas dunia. Sukses menyelenggarakan event Makassar Internasional Eight Festival and Forum ke tujuh kalinya, PT Festival Delapan Indonesia tahun ini kembali menghadirkan Makassar Fashion Week (MFW). Logo MFW secara resmi dilaunching oleh Pj Sekda Makassar Firman Hamid Pagarra di Panggung Utama Tugu MNEK F8 Makassar, Kamis (25/7/2024) malam. Dalam sambutannya, Pj Sekda Firman Hamid Pagarra mengapresiasi PT Festival Delapan Indonesia karena membuat inovasi dengan menghadirkan event baru MFW. “Kami mewakili Pemkot Makassar dengan peluncuran logo MFW yang rencananya akak diadakan setiap tahunnya nanti dan tahun ini rencananya akan diadakan pada bulan November,” kata Firman Pagarra. Hadirnya MFW ini, lanjut Firman, menandai bahwa Makassar menjadi salah satu kota besar di Indonesia yang menaruh perhatian di dunia fashion. “Bicara tentang fashion tentunya kita bicara tentang kebudayaan juga,” ucapnya. “Ibarat musik kita tidak akan pernah tahu musik apa yang bagus kalau tidak ada pencipta atau penyanyi yang mencoba menerobos ganre musik begitu pun dengan fashion bahwa fashion apa saja yang akan muncul di Kota Makassar,” tambah Firman Pagarra. Dalam peluncuran logo MFW turut hadir juga Kepala Dinas Pariwisata Muhammad Roem dan Direktur PT Festival Delapan Indonesia Sofyan Setiawan.
F8 Makassar Rayakan Keanekaragaman Budaya Sulawesi Selatan Lewat Konsep Makassar Skalia

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Hari kedua Makassar F8, yang digelar pada Kamis (25/7/2024), menyajikan momen istimewa di panggung musik zona 4 dengan mengusung konsep “Makassar Skalia.” Konsep ini menyoroti keanekaragaman budaya Sulawesi Selatan, termasuk Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar, yang menyatu dalam satu panggung. Pelakor Band hadir menjadi band pembuka dengan penampilan langgam keroncong yang menggugah semangat penonton. Musik keroncong yang memadukan elemen tradisional dengan aransemen modern berhasil menghadirkan nuansa budaya Sulawesi Selatan yang kaya. Lagu-lagu seperti “Iyya Mattaro Ada Nataue Mewa Mappetu Ada” dan “Pantai Losari” memikat ribuan penonton untuk bernyanyi bersama, memperkuat apresiasi terhadap kekayaan musik daerah. Di sisi lain, Ridwan Sau, bintang tamu utama memeriahkan acara dengan perpaduan musik tradisional dan dangdut modern. Penampilannya yang enerjik dan penuh semangat berhasil mengundang partisipasi aktif dari penonton, menggoyang panggung dengan hits-hitsnya yang dikenal luas seperti “Apamo Anne” dan “Jojama Nakke.” Festival Makassar F8, melalui konsep “Makassar Skalia,” tidak hanya berfungsi sebagai ajang hiburan tetapi juga sebagai platform untuk merayakan dan melestarikan budaya lokal. Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto sebelumnya telah menjelaskan bahwa Makassar Skalia merupakan satu konsep yang menampilkan keanekaragaman budaya Sulawesi Selatan. Bugis, Makassar, Toraja, Mandar. “Budaya lokal tapi standarnya Internasional, kita tampilkan dalam satu hari. Seluruh kemampuan Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar akan kita tampilkan dalam satu hari. Mulai dari food, fine art, musik, dan lain-lain,” kata Danny Pomanto saat talkshow di salah satu TV Nasional, belum lama ini. Melalui Makassar Skalia, Danny Pomanto ingin budaya Makassar, dan juga Bugis, Toraja, serta Mandar dikenal secara global. Apalagi, event F8 Makassar melibatkan banyak negara sahabat.