Sinergi DKP Sulsel dan Dinas Perikanan Sinjai, 500 Rumah Ikan Dipasang di Perairan Pulau Padaelo

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melaksanakan kegiatan pemasangan apartemen ikan (rumah ikan) di perairan sekitar Desa Pulau Padaelo, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Senin (27/10/2025) sore. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam meningkatkan produktivitas sumber daya ikan, sekaligus melestarikan ekosistem laut di wilayah kepulauan. Rumah ikan ini, selain sebagai habitat buatan tempat berkembang biaknya ikan untuk meningkatkan populasi ikan, memulihkan ekosistem terumbu karang yang rusak dan melindungi ikan kecil, juga bertujuan meningkatkan hasil tangkapan nelayan di perairan pesisir sehingga nelayan tidak perlu jauh lagi ke tengah laut menangkap ikan. Kepala Dinas Perikanan Sinjai, Syamsul Alam yang dimintai keterangan mengatakan pemasangan rumah ikan ini merupakan bantuan dari Gubernur Sulsel untuk Kabupaten Sinjai. “Jadi ini adalah bantuan dari bapak Gubernur yang merupakan buah dari proposal yang telah diajukan sebelumnya oleh pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan Sinjai, Adapun jumlahnya 500 modul rumah ikan,” ujarnya Ia berharap dengan pemasangan rumah ikan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan lokal dengan memperbanyak populasi ikan di sekitar lokasi tangkap. “Kami menyambut baik program ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat di Pulau Sembilan. Semoga upaya ini berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi peningkatan ekonomi nelayan,” jelas Syamsul Alam. Dengan adanya pemasangan rumah ikan di Pulau Padaelo, diharapkan populasi ikan semakin meningkat, sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan laut serta menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan di Sinjai dan sekitarnya. Sebelumnya, pemasangan rumah ikan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Perikanan Sinjai, Kepala Desa Padaelo dan Penyuluh Perikanan.
Wujudkan Pelayanan Optimal Bagi Pencari Keadilan, Bupati Sinjai dan Ketua PA Teken MoU

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Sinjai dan Pengadilan Agama Sinjai berlangsung lancar, di Command Center Kompleks Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Rabu (29/10/2025) pagi. Ada empat instansi Pemda yang melakukan kerja sama ini diantaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Pendantanganan tersebut diteken langsung Bupati Sinjai Dra. Hj. Ratnawati Arif sebagai Pimpinan tertinggi Pemda dan Ketua PA Rokiah Binti Mustaring. Ketua PA Sinjai Rokiah Binti Mustaring menyampaikan MoU ini adalah bentuk kolaborasi antara Pemda dan PA dalam mewujudkan pelayanan yang optimal bagi para pencari keadilan. “Sebelumnya tiga tahun lalu kita lakukan MoU seperti ini dan hari ini kita lanjutkan kembali, sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi guna meningkatkan pelayanan ke masyarakat,” ungkap Rokiah dalam sambutannya. Sementara itu, Bupati Sinjai mengapresiasi MoU ini. Ia berharap kedepan kemitraan ini menjadi langkah preventif dalam meminimalisir berbagai kasus keadilan termasuk pernikahan anak di bawah usia. “Kesejahteraan adalah solusi bagi masyarakat. Upaya Pemda tentu harus dibarengi komitmen dan kolaborasi yang kuat dari berbagai unsur termasuk Pengadilan Agama guna mendukung berbagai aspek kepentingan pembangunan,” ungkap Bupati Sinjai. Perlu diketahui, penandatanganan ini terkait beberapa item penting, diantaranya tentang sinergitas pemberian layanan konseling, pendampingan dan penyampaian data statistik dalam penanganan perkara dispensasi kawin, kemudian terkait sinergitas pemanfaatan tunggal sosial, ekonomi nasional dan pemberian rekomendasi pengangkatan anak terlantar. Juga sinergitas pelayanan edukasi kesehatan perkawinan dan pemeriksaan kesehatan serta sinegritas pencegahan perkawinan anak dan fasilitasi sidang keliling. Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Sinjai, Kepala Dinkes, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinsos, Kepala DP3AP2KB, Kepala Dikominfo, Kabag Kesra dan Kemasyarakatan, Camat Sinjai Utara, Wakil Ketua PA, Sekretaris PA, Hakim dan Panitera PA Sinjai serta beberapa pihak terkait lainnya.
Hadir di Grand Final Duta GenRe 2025, Bupati Ratnawati Harap Remaja Sinjai Jadi Teladan dan Agen Perubahan

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Puncak Apresiasi Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Sinjai Tahun 2025 sukses digelar di Gedung Andi Azikin, pada Sabtu (25/10/2025). Acara yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) ini mengusung tema “GEMILANG: Generasi Muda Inspiratif, Langkah Nyata Berencana”. Kepala DP3AP2KB, Janwar dalam laporannya menjelaskan bahwa pemilihan Duta GenRe bertujuan untuk memilih perwakilan Sinjai serta meningkatkan kreativitas, pengetahuan, dan pemahaman remaja mengenai program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (BANGGA KENCANA), khususnya GenRe. “Melalui pemilihan Duta GenRe ini, kami bermaksud mengajak generasi remaja untuk berani menunjukkan tindakan positif dalam kehidupan sehari-hari, terutama menjalani hidup sehat serta menjauhi perilaku yang menyimpang,” tegas Janwar. Dari total 48 pendaftar, sebanyak 20 peserta, atau 10 pasang finalis, berhasil melenggang ke Grand Final setelah melalui serangkaian tahapan seleksi ketat. Dalam sambutannya, Bupati Ratnawati, menegaskan bahwa pemilihan Duta GenRe adalah upaya strategis untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter baik dan siap mengambil peran aktif dalam pembangunan. “Saya berharap, melalui kegiatan ini akan lahir Duta GenRe, yaitu sosok-sosok muda yang tidak hanya berani mengungkapkan pendapat, tetapi harus memiliki kemampuan untuk bertindak, menjadi teladan bagi teman-temannya, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” harap Bupati. Bupati Ratnawati menekankan bahwa Duta GenRe terpilih diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif, memiliki integritas, empati sosial, dan komitmen tinggi untuk mengedukasi sesama remaja. Mereka harus menjadi role model dalam menyuarakan pentingnya perencanaan kehidupan, menjauhi pernikahan usia dini, menghindari narkoba, serta perilaku seksual berisiko. Kepada para finalis, Bupati berpesan agar menjadikan ajang ini sebagai ruang pembelajaran dan pengabdian, serta menunjukkan bahwa remaja Sinjai adalah generasi yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing. Menutup sambutannya, Bupati Ratnawati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. “Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan, tetapi juga sebagai wahana untuk saling belajar dan mempererat rasa persaudaraan. Selamat berjuang para Finalis Apresiasi Duta GenRe Kabupaten Sinjai. Tunjukkan semangat, kreativitas, dan potensi terbaik kalian agar mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional, serta mengharumkan nama Kabupaten Sinjai dengan prestasi dan kebanggaan,” tutup Bupati
Tim PDB UNHAS Dorong Transformasi Ekonomi Desa Lewat Pelatihan Buku Kas dan Pemasaran Digital di Pucak

Suaraindonesiaku.com, Maros — Tim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Hasanuddin (UNHAS) terus mendorong transformasi ekonomi desa melalui penguatan kapasitas pengelolaan usaha masyarakat. Dalam rangkaian Program Hibah DPPM Kemendiktisaintek, Tim PDB UNHAS menggelar pelatihan buku kas sederhana dan pemasaran digital di Balla Ratea ri Pucak, Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Program ini dipimpin oleh Dr. Andi Masniawati, M.Si, dan dilaksanakan bersama tiga mitra desa, yaitu Kelompok Tani Puncak Jaya, Komunitas Panrita Cani, serta Pemerintah Desa Pucak. Pendampingan ini bertujuan memperkuat tata kelola ekonomi desa yang akuntabel dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Pelatihan buku kas sederhana dibawakan oleh Rusmanhadi Takbir, praktisi pemasaran dan keuangan yang telah berpengalaman dalam pendampingan usaha mikro di berbagai daerah. Dalam pelatihannya, ia menekankan bahwa pembukuan adalah fondasi keberlanjutan usaha. “Banyak usaha desa berjalan tanpa arah karena tidak ada pencatatan uang masuk dan keluar. Dengan buku kas sederhana, kelompok bisa menghitung modal, biaya operasional, serta keuntungan usaha dengan jelas,” ujarnya. Sesi berikutnya adalah pelatihan pemasaran digital yang dibawakan oleh Muhammad Albaar Al-Qayyum, fasilitator pemberdayaan dan pendamping usaha komunitas. Ia memperkenalkan strategi pemasaran berbasis media sosial seperti WhatsApp Business, Facebook Marketplace, dan Instagram sebagai sarana promosi produk desa. “Produk desa sebenarnya berkualitas, tetapi banyak yang berhenti hanya dipasarkan di sekitar kampung. Melalui pemasaran digital, produk lokal bisa menjangkau pasar yang lebih luas tanpa biaya besar,” jelas Albaar saat sesi praktik. Pelatihan ini diikuti petani, pelaku UMKM desa, pemuda, dan komunitas perlebahan trigona yang mulai mengembangkan usaha madu lokal. Peserta dilatih membuat pencatatan kas harian, laporan keuangan sederhana, foto produk menggunakan ponsel, hingga membuat konten promosi yang efektif. Ketua Tim PDB UNHAS, Dr. Andi Masniawati, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari roadmap pemberdayaan desa yang berfokus pada kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan usaha secara berkelanjutan. “Pendidikan masyarakat bukan hanya teori. Kami membawa praktik yang bisa langsung diterapkan oleh warga desa. Melalui buku kas dan pemasaran digital, usaha kecil dapat tumbuh lebih rapi, profesional, dan berdaya saing,” ujarnya. Program PDB UNHAS di Desa Pucak akan berlanjut dengan penguatan kelembagaan ekonomi desa, pelatihan branding produk, dan pembentukan jaringan pemasaran kolektif sebagai strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
UNESA Dorong Sekolah Adaptif di Era Digital melalui Pelatihan Social Media Marketing di SMA Hasanuddin Wajak

Suaraindonesiaku,com.Malang, 17 Juni 2025 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi S1 Bisnis Digital, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital di dunia pendidikan. Melalui kegiatan bertajuk “Pengembangan Keterampilan Social Media Marketing untuk Mendukung Branding Sekolah di SMA Hasanuddin Wajak Malang”, tim dosen UNESA membantu sekolah beradaptasi dengan perkembangan era digital melalui strategi branding dan pelatihan keterampilan pemasaran digital. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (17/06/2025) sejak pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh guru dan siswa SMA Hasanuddin Wajak, Kabupaten Malang. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah Ratna Faradisa, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara pihak sekolah dan UNESA dalam meningkatkan kapasitas digital di lingkungan pendidikan. Tim PKM ini diketuai oleh Dr. Muhammad Fachmi, S.E., M.M., dengan anggota Nadia Nur Thahirrah, S.E., M.SM., Dr. Ratih Amelia, S.E., M.M., Fresha Kharisma, S.E., M.SM., dan Ika Diyah Candra Arifah, S.E., M.Com. Kegiatan dirancang secara partisipatif dan aplikatif, dengan sesi pelatihan utama yang disampaikan oleh Nadia Nur Thahirrah, S.E., M.SM., dosen muda Program Studi S1 Bisnis Digital UNESA. Materi yang diberikan meliputi pembuatan konten kreatif (poster, reels, dan caption edukatif), pemanfaatan aplikasi desain digital seperti Canva dan CapCut, strategi penggunaan hashtag dan peningkatan engagement, serta teknik penjadwalan dan analisis insight di platform media sosial seperti Instagram dan Facebook. “Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam bidang social media marketing. Dengan demikian, sekolah dapat memperkuat citra dan promosi digitalnya secara efektif, sekaligus membekali siswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan era digital,” ujar Nadia Nur Thahirrah. Sementara itu, Ketua Tim PKM Dr. Muhammad Fachmi menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah sebagai langkah strategis membangun ekosistem pendidikan digital yang berkelanjutan. “Melalui kegiatan PKM, kami ingin membantu sekolah agar lebih siap menghadapi persaingan di era digital. Guru dan siswa tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga kreator konten yang dapat memperkuat citra positif sekolah,” jelasnya. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para peserta. Guru dan siswa langsung mempraktikkan pembuatan konten promosi sekolah yang kemudian diunggah ke akun resmi media sosial SMA Hasanuddin Wajak. Hasil karya mereka mencerminkan kreativitas, kolaborasi, serta pemahaman baru terhadap strategi branding digital, yang menjadi modal penting dalam memperkuat citra sekolah di ranah digital.
Pesta Adat Mappogau Sihanua Kembali Digelar, Lestarikan Tradisi Leluhur di Sinjai

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Tradisi tahunan yang sarat nilai budaya dan sejarah, Pesta Adat Mappogau Sihanua, kembali digelar di Kawasan Adat Karampuang, Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai. Kegiatan adat yang telah menjadi ikon pelestarian budaya masyarakat Sinjai ini akan berlangsung selama beberapa hari dengan berbagai rangkaian acara adat dan ritual sakral. Pesta Adat Mappogau Sihanua merupakan warisan leluhur masyarakat Karampuang yang digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas limpahan rezeki dan keselamatan, sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi antar warga. Informasi yang dihimpun, rangkaian prosesi adat telah dimulai sejak minggu, 19 Oktober 2025 dengan Mabbahang atau musyawarah adat yang menjadi pembuka kegiatan. Kemudian keesokan harinya, dilanjutkan dengan Mappatoa, yaitu ritual permohonan izin dan restu adat kepada pemerintah setempat sebagai tanda dimulainya pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya, pada 24-26 Oktober, warga melaksanakan Mappaota dan Mabbaja-baja, yakni prosesi membersihkan kawasan adat sebagai bentuk penyucian sebelum puncak acara. Sementara itu, puncak rangkaian ritual akan digelar Senin (27/10/2025) pekan depan, dengan Menre Ri Bulu, diikuti Lomba Kuliner Kue Tradisional yang melibatkan ibu-ibu PKK tingkat dusun di Desa Tompobulu yang akan menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus pelestarian cita rasa kue tradisional Sinjai. Adapun ritual Mabbali Sumange atau Massulo Beppa, yaitu tradisi mengumpulkan kue sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur akan dilaksanakan pada 28 Oktober 2025, Seluruh rangkaian kegiata akan ditutup dengan Malling atau pantangan, di mana warga dalam kawasan adat dilarang memotong hewan selama tujuh hari, sementara di luar kawasan selama lima hari. Selama masa ini, masyarakat hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan tanpa darah sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayasn (Disparbud) Sinjai, Tamzil Binawan, menyampaikan, Pesta Adat Mappogau Sihanua merupakan salah satu warisan budaya yang harus terus dilestarikan. “Kegiatan ini tidak hanya memperkuat identitas masyarakat Sinjai, tetapi juga menjadi daya tarik pariwisata lokal yang mampu menarik pengunjung dari luar daerah,” ujarnya. Dikatakan Mappogau Sihanua bukan sekadar perayaan adat. Tradisi ini menjadi sarana pelestarian budaya, edukasi generasi muda, dan penguatan solidaritas sosial antar warga. “Dengan rangkaian prosesi yang kaya makna, masyarakat Sinjai berharap tradisi ini terus hidup dan dikenal luas, baik di tingkat lokal maupun nasional,” tandasnya. Sebelumnya, Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan kearifan lokal seperti Mappogau Sihanua, karena tradisi ini mencerminkan jati diri dan kekayaan budaya masyarakat Sinjai yang harus diwariskan kepada generasi muda. “Tradisi ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang dapat memperkenalkan Sinjai ke kancah yang lebih luas,” sebutnya. Seperti tahun sebelumnya, puncak pesta adat Mappogau Suhanua ini ramai dikunjungi warga termasuk dari luar kabupaten Sinjai. Bahkan Bupati dan Wakil Bupati Sinjai serta para pejabat daerah dijadwalkan akan hadir termasuk Forkopimda, Pimpinan BUMN dan BUMD, Disparbud Sulsel hingga Permaisuri Raja Gowa ke-38 serta para ketua organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, budayawan, dan pihak TVRI Makassar.
Sekda Pimpin Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama, Bahas Kepesertaan JKN

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Forum Komunikasi dengan Pemangku Kepentingan Utama yang berlangsung di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Sinjai, dipimpin langsung Sekda A. Jefrianto Asapa, Jumat (24/10/2025) Siang. Forum ini adalah agenda rutin yang dibuat untuk membangun komunikasi antara Pemerintah Daerah dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan guna memberikan laporan perkembangan serta progres pelaksanaan JKN di masing-masing wilayah. Dalam forum ini, Sekda A. Jefrianto Asapa menekankan pentingnya komitmen bersama untuk memastikan jaminan kesehatan dapat menyentuh seluruh penduduk Sinjai. “Kami Pemerintah Daerah dan BPJS Kesehatan akan terus memastikan masyarakat dapat mengakses kesehatan dengan mudah, layak, dan berkeadilan,”ungkap A. Jefrianto. Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Watampone Indira Azis Rumalutur juga menyampaikan bahwa forum ini merupakan agenda yang dilakukan secara berkala. Fokusnya tetap pada Universal Health Coverage (UHC) atau perluasan kepersertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Saat ini kepesertaan kita mencapai 97 persen lebih, Yang kita bahas tetap percepatan UHC prioritas agar segera menyentuh angka 98 persen kembali,” ungkap Indira. Perlu diketahui, untuk keaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Sinjai telah melampaui target Nasional yakni berada diatas 80 persen. Itu artinya sejauh ini Pemerintah terus mendorong agar layanan kesehatan yang memadai dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Hadir dalam forum ini, beberapa Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bapenda, Kepala Dinas Sosial, dan beberapa OPD lainnya serta BPJS Kesehatan Sinjai.
Bupati dan Wabup Sinjai Hadiri Festival Phinisi XV, Perkuat Sinergi Antar Daerah Pesisir

Suaraindonesiaku.com, BULUKUMBA – Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif bersama Wakil Bupati, Andi Mahyanto Mazda, menghadiri pembukaan Festival Phinisi XV Tahun 2025 yang digelar di Pantai Mandala Ria, Kabupaten Bulukumba, Kamis (23/10/2025). Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai terhadap pelestarian budaya maritim dan warisan leluhur masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel). Festival Phinisi yang menjadi agenda tahunan Pemkab Bulukumba ini menampilkan berbagai kegiatan budaya dan atraksi bahari, di antaranya parade kapal phinisi, pertunjukan seni tradisional, hingga pameran produk unggulan daerah. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga wadah memperkuat sinergi antar kabupaten/kota dalam menjaga dan mengembangkan potensi wisata bahari Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan itu, Bupati Sinjai menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang terus konsisten menjaga tradisi pembuatan kapal phinisi sebagai simbol kejayaan maritim masyarakat Sulawesi Selatan. “Phinisi bukan sekadar kapal, tetapi simbol ketangguhan, kearifan lokal, dan semangat bahari masyarakat Bugis-Makassar yang harus terus kita lestarikan. Kami dari Kabupaten Sinjai tentu sangat mendukung upaya ini,” ujar Bupati. Sementara itu, Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, menilai festival ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat kerja sama antar daerah pesisir, termasuk dalam pengembangan pariwisata bahari dan ekonomi kreatif. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat sinergi antar kabupaten di Sulawesi Selatan, terutama dalam mempromosikan potensi wisata dan budaya maritim yang kita miliki,” tuturnya. Festival Phinisi XV turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, jajaran Forkopimda, para kepala daerah se-Sulsel, tokoh adat, tokoh masyarakat serta tamu dan undangan lainnya. Dengan semangat kebersamaan, kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Sinjai di ajang ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya mariting di Sulsel.
Pelatihan Buku Kas Sederhana Bekali Petani dan Komunitas Panrita Cani Tata Kelola Keuangan Usaha

Suaraindonesiaku.com, MAROS – Pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Pucak terus diperkuat melalui edukasi manajemen usaha berbasis komunitas. Pada 24 Oktober 2025, tim pelaksana Hibah DPPM Kemendiktisaintek Skema Pemberdayaan Desa Binaan menggelar Pelatihan Buku Kas Sederhana di Balla Ratea ri Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program desa binaan yang diketuai oleh Dr. Andi Masniawati, M.Si, dosen Departemen Biologi Universitas Hasanuddin. Program ini melibatkan kolaborasi lintas elemen, termasuk akademisi, alumni, dan komunitas lokal. IKABIO UNHAS dan Komunitas Panrita Cani menjadi mitra aktif dalam pelaksanaan kegiatan lapangan. Pelatihan menghadirkan Rusmanhadi Takbir sebagai narasumber. Ia merupakan praktisi pemasaran dan keuangan yang telah berpengalaman di berbagai perusahaan dan lembaga pemberdayaan. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya pencatatan keuangan bagi usaha kecil dan kelompok produktif desa. “Usaha bisa jalan tanpa modal besar, tetapi tidak akan bertahan tanpa pencatatan keuangan. Buku kas sederhana adalah pondasi agar usaha transparan, terukur, dan bisa berkembang,” tegas Rusmanhadi saat memandu pelatihan. Dengan metode studi kasus (case study), peserta langsung mempraktikkan cara mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha, menghitung modal kerja, hingga menyusun laporan arus kas bulanan. Contoh kasus yang digunakan berasal dari aktivitas ekonomi warga seperti penjualan madu trigona, usaha bibit tanaman, dan pengolahan hasil pertanian. Koordinator Komunitas Panrita Cani, Muhammad Albaar Al Qayyum, mengatakan pelatihan ini memberi dampak langsung bagi kelompok. “Selama ini pencatatan keuangan dianggap sepele. Setelah pelatihan ini, kami sadar administrasi usaha sama pentingnya dengan produksi,” ujarnya. Ketua hibah, Dr. Andi Masniawati, M.Si, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membentuk model pemberdayaan yang berkelanjutan. “Program desa binaan ini tidak hanya fokus pada keterampilan produksi seperti budidaya lebah trigona, tetapi juga pada kemampuan manajemen usaha agar masyarakat siap naik kelas,” ungkapnya. Kegiatan ini juga melibatkan anggota tim hibah dan relawan pendamping lapangan, termasuk dosen dan alumni Biologi UNHAS serta mahasiswa yang turut memfasilitasi sesi praktik pencatatan keuangan. Pelatihan ini menjadi langkah penting dalam membangun usaha desa yang tertib administrasi, transparan, dan siap berkembang. Program akan berlanjut dengan pendampingan kelembagaan usaha dan manajemen kelompok secara berkelanjutan.
Ketua Fraksi NasDem Bulukumba Anggoro Hadiri LAGA Perubahan, Komitmen Nyata Pelayanan Publik

Suaraindonesiaku.com, Bulukumba — Ketua Fraksi NasDem Bulukumba, Kurdiansyah Anggoro SE, menghadiri LAGA Perubahan dan Bimtek Partai NasDem di Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2025). Anggoro menegaskan, program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan wadah bagi kader untuk memahami persoalan masyarakat secara utuh dan membangun kesadaran bersama untuk melayani publik dengan hati. “Semangat perubahan yang diusung NasDem bukan hanya slogan, tapi langkah nyata menghadirkan politik yang berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Anggoro. Menurut Anggoro, LAGA Perubahan dirancang untuk mengasah sensitivitas dan kualitas pelayanan kader. Program ini bertujuan agar kader NasDem mampu memahami persoalan masyarakat secara utuh, bukan sepotong-sepotong. “Ini tentang membangun kesadaran bersama untuk melayani dengan hati,” tegas Anggoro, menekankan bahwa politik yang dijalankan harus berlandaskan empati dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan publik. LAGA Perubahan merupakan program berkelanjutan yang memadukan tiga elemen kunci: pelatihan politik, komunikasi publik, dan literasi kebangsaan. Tujuannya jelas, yaitu membekali kader dengan kemampuan analisis dan strategi gerakan yang lebih tajam dalam menjawab tantangan di daerah masing-masing. Anggoro menambahkan bahwa semangat perubahan yang diusung NasDem bukan sekadar slogan semata. “Ini adalah langkah nyata untuk menghadirkan politik yang benar-benar berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.