Suara Indonesiaku

Pelatihan Panen Higienis Perkuat Kualitas Produk Madu di Desa Pucak

Suaraindonesiaku.com, Maros — Program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal terus digencarkan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan komunitas desa. Tim pelaksana Hibah DPPM Kemendiktisaintek Skema Pemberdayaan Desa Binaan menyelenggarakan Pelatihan Panen Higienis Lebah Trigona di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros pada 24 Oktober 2025. Program ini diketuai oleh Dr. Andi Masniawati, M.Si, dosen Departemen Biologi Universitas Hasanuddin (UNHAS), dan menggandeng Komunitas Panrita Cani sebagai mitra binaan yang dikoordinatori Muhammad Albaar Al Qayyum. Peserta pelatihan berasal dari anggota komunitas perlebahan lokal dan masyarakat Desa Pucak yang sedang mengembangkan budidaya lebah trigona sebagai sumber ekonomi berkelanjutan. Pelatihan menghadirkan narasumber nasional, Ir. Hamka Maddu, praktisi perlebahan yang telah berkecimpung sejak tahun 2000. Ia mengajarkan teknik panen madu higienis, sanitasi alat panen, serta perawatan koloni yang memenuhi standar bersih. “Kesalahan paling umum peternak pemula adalah panen tanpa memperhatikan kebersihan. Akibatnya madu cepat rusak dan tidak layak jual. Standar higienis adalah kunci agar madu bernilai ekonomi tinggi,” jelas Hamka Maddu saat sesi pelatihan. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Desa Pucak, Abdul Razak, perangkat desa, mahasiswa Biologi dan Kehutanan UNHAS, dosen pendamping, serta pengurus IKABIO UNHAS. Dalam sambutannya, Abdul Razak menyampaikan dukungan penuh pemerintah desa terhadap pengembangan perlebahan sebagai potensi unggulan desa. “Program ini sangat bermanfaat dan relevan untuk masyarakat kami. Budidaya trigona bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana, Dr. Andi Masniawati, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari roadmap pemberdayaan desa berbasis sains. “Pelatihan ini bukan kegiatan sesaat. Kami membangun model Desa Binaan Perlebahan Trigona yang berkelanjutan melalui pendampingan produksi, mutu, dan pemasaran,” tegasnya. Program Hibah Desa Binaan ini akan berlanjut dengan agenda lanjutan meliputi:
Sertifikasi kualitas produk madu, Penguatan kelembagaan usaha komunitas, Pelatihan branding dan pemasaran digital, dan Pengembangan kawasan edukasi ekologi berbasis perlebahan. Komunitas Panrita Cani yang menjadi mitra binaan berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas peternak lebah lokal. “Panen higienis ini jadi ilmu baru bagi kami untuk meningkatkan kualitas madu agar bisa masuk pasar yang lebih luas,” ujar koordinator komunitas, Muhammad Albaar Al Qayyum. Dengan pelatihan ini, Desa Pucak semakin memperkuat posisinya sebagai kawasan edukasi konservasi dan pengembangan ekonomi lingkungan di Kabupaten Maros.

PLN Hadirkan Harapan di Pulau Samalona, Sinar Terang dari SuperSUN untuk Pariwisata Hijau Berkelanjutan

Suaraindonesiaku,com.Makassar, 24 Oktober 2025 – Cakrawala sore itu dihiasi cahaya mentari yang perlahan tenggelam di ufuk barat Pulau Samalona. Di antara desiran ombak dan tawa anak-anak yang bermain di tepi pantai, tampak deretan panel surya berkilau memantulkan sinar senja. Dahulu, raungan genset kerap terdengar di pulau kecil nan eksotis yang berada dalam gugusan Kepulauan Spermonde, Kota Makassar. Namun berkat inovasi SuperSUN dari PT PLN (Persero), kini masyarakat resmi menikmati keheningan listrik ramah lingkungan. Sebanyak 20 rumah tangga di Pulau Samalona kini telah teraliri listrik SuperSUN. Pulau Samalona merupakan salah satu pulau kecil yang terletak di lepas pantai barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Berjarak sekitar tujuh kilometer dari pusat kota, pulau ini dapat ditempuh sekitar 30 menit perjalanan laut menggunakan perahu dari dermaga atau pelabuhan kecil di pesisir Kota Makassar. Dengan luas sekitar 2,3 hektare, Pulau Samalona dikelilingi pasir putih halus, air laut jernih bergradasi biru toska, dan terumbu karang yang masih terjaga, menjadikannya destinasi wisata bahari populer berkat keindahan alamnya yang menawan. Selain itu, keindahan bawah lautnya juga menjadikan Pulau Samalona salah satu spot snorkeling dan _diving_ terbaik di Kota Makassar, dengan aneka biota laut seperti ikan hias, karang warna-warni, dan penyu laut yang kerap terlihat. Dengan potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berkelanjutan, pulau tersebut dihuni oleh 41 warga yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai pengelola _homestay_ dan nelayan. Kehadiran listrik bersih dari inovasi SuperSUN PLN kini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pulau. SuperSUN sendiri merupakan inovasi energi bersih karya anak bangsa yang mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mikro dengan _Battery Energy Storage System_ (BESS), yang menghadirkan listrik di wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan konvensional. Dengan sistem penyimpanan energi berbasis baterai, listrik di Pulau Samalona kini menyala 24 jam tanpa henti, menggantikan pasokan sebelumnya yang terbatas dan bergantung pada genset berbahan bakar minyak. Warga Pulau Samalona, Kamaruddin, menjelaskan bahwa dengan adanya listrik PLN, warga dapat menghemat biaya operasional hingga 88 persen untuk usaha wisatanya, yaitu _homestay_. Sebelum hadirnya listrik PLN, warga yang kebanyakan berprofesi di bidang pariwisata mengandalkan genset dan menghabiskan sekitar 180 liter bahan bakar minyak (BBM) per bulan — itu pun hanya digunakan pada malam hari. Dengan harga BBM sekitar Rp15 ribu per liter, warga mengeluarkan biaya sekitar Rp2,7 juta per bulan. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Setelah hadirnya listrik PLN dari inovasi SuperSUN, rata-rata kami hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp300 ribu per bulan atau menghemat hingga 88 persen. Selain itu, kami juga bisa menikmati listrik 24 jam untuk kegiatan lainnya seperti mengaji dan anak-anak belajar di malam hari,” ujar Kamaruddin. Ia menambahkan, listrik bersih PLN sangat bermanfaat dan berdampak positif bagi kenyamanan wisatawan. “Jika genset menyala, suara menjadi sangat bising dan menimbulkan polusi di malam hari. Dengan hasil penghematan biaya operasional, saya juga berencana mengembangkan dan merenovasi homestay,” katanya. Tercatat sejak listrik PLN beroperasi 24 jam pada Agustus 2025, terjadi peningkatan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Samalona. Sebelumnya hanya rata-rata 800 wisatawan per bulan, kini meningkat menjadi sekitar 1.000 wisatawan per bulan. Dalam momen penyalaan listrik desa yang dilaksanakan secara simbolis di Pulau Samalona pada Jumat (24/10), Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turut mengapresiasi sumbangsih PLN dalam melistriki hingga ke pelosok. Pada kesempatan tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan penyalaan program listrik di 80 desa yang tersebar di 11 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Selatan, dengan total pemasangan SuperSUN di 1.486 titik — salah satunya di Pulau Samalona. “Walaupun dihadapkan dengan tantangan, melistriki daerah terpencil adalah mimpi lama yang akhirnya berhasil kita wujudkan. Alhamdulillah, dalam momentum HUT Sulsel ke-365 ini, wilayah yang selama ini listriknya terbatas kini telah diterangi berkat kerja keras banyak pihak dan kehadiran teknologi ramah lingkungan, yaitu SuperSUN dari PLN,” kata Sudirman. “Ini bukan sekadar soal listrik, tapi soal keadilan energi. Kami bersyukur dan bangga bisa menghadirkan terang bagi saudara-saudara kita di pelosok Sulawesi Selatan. Terima kasih kepada seluruh tim, khususnya PLN, atas komitmen dan inovasinya untuk menerangi negeri,” tambahnya. Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, juga mengucapkan terima kasih atas inisiasi PLN melalui inovasi SuperSUN dalam melistriki kepulauan. “Kami optimis program ini bisa menyentuh pulau-pulau lainnya, karena untuk memberikan kesejahteraan dibutuhkan listrik. Alhamdulillah, Pulau Samalona menjadi percontohan. Dengan hadirnya listrik PLN tentu bisa memberikan manfaat dan berkah bagi masyarakat. Selain itu, dengan adanya listrik masyarakat dapat melakukan kegiatan ekonomi untuk menambah penghasilan,” ujar Munafri. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, menyampaikan komitmen PLN untuk terus mewujudkan keadilan energi di seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T. “SuperSUN adalah wujud keseriusan PLN dalam mewujudkan listrik berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Kami tidak hanya membawa cahaya, tapi juga harapan. SuperSUN dirancang agar masyarakat kepulauan bisa mandiri energi dengan memanfaatkan potensi alam sekitar, sekaligus mendukung pariwisata hijau yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan,” kata Edyansyah. Edyansyah menambahkan bahwa listrik sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun dihadapkan dengan tantangan yang cukup berat, tim PLN berhasil menyeberangi laut dari Kota Makassar ke Pulau Samalona dengan mengangkut material berbobot hingga 100 kilogram (kg) per unit. Tak jarang, petugas PLN juga dihadapkan pada cuaca yang kurang bersahabat dan ombak besar. Namun semua itu tidak menyurutkan semangat PLN dalam melistriki Pulau Samalona. “Dengan adanya listrik, warga di sini dapat memaksimalkan potensi wisatanya. Nelayan juga dapat menggunakan kulkas untuk menyimpan ikan. Hasil tangkapan lebih awet, pengunjung meningkat, dan otomatis perekonomian menjadi lebih baik,” jelasnya. Bagi warga setempat, kehadiran listrik berkelanjutan ini bukan sekadar penerangan, tetapi harapan baru bagi kehidupan dan ekonomi pulau wisata tersebut. Aktivitas UMKM seperti _homestay_, warung makan, hingga penyewaan alat _snorkeling_ kini bisa berjalan tanpa batas waktu. Hingga September 2025, rasio elektrifikasi di Sulawesi Selatan telah mencapai 99,99 persen. Selain itu, sebanyak 1.486 unit SuperSUN di 80 desa telah terpasang di Sulawesi Selatan, membawa perubahan nyata bagi masyarakat — mulai dari tumbuhnya perekonomian lokal hingga hadirnya harapan baru. Hal ini menjadi bukti komitmen PLN terhadap prinsip _Environmental, Social, and Governance_ (ESG) dalam mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Pemkab Sinjai Gelar Rakor dan Monitoring Aset, Dorong Optimalisasi dan Transparansi Pengelolaan

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai terus mendorong efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan aset daerah. Hal ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus monitoring pemanfaatan dan optimalisasi aset milik Pemkab yang digelar di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Kamis (23/10/2025) siang. Kegiatan ini dipimpin Sekda Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, didampingi Asisten Perekonomian Pembangunan Setdakab Sinjai, Andi Ilham Abubakar, dan Asisten Administrasi Umum Setdakab Sinjai, Andi Ariani Djalil. Rakor dan monitoring tersebut juga melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola aset strategis, seperti Dinas Perikanan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHSP), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Asisten Administrasi Umum Setdakab Sinjai, Andi Ariani Djalil, menegaskan pentingnya langkah konkret dalam menuntaskan berbagai kendala yang masih dihadapi dalam pengelolaan aset. “Masih ada sejumlah hambatan dalam optimalisasi aset, terutama terkait pemanfaatan oleh pihak ketiga. Ke depan, kami akan menggandeng KPKNL untuk melakukan penilaian sewa secara objektif,” jelas Ariani. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD dalam menyiapkan dokumen pendukung yang dibutuhkan sebagai dasar penetapan nilai sewa dan skema pemanfaatan aset. “Kami harap seluruh OPD terkait dapat segera menyusun dan melengkapi dokumen yang diperlukan. Ini penting agar proses penilaian dan pemanfaatan aset berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat maksimal bagi daerah,” tambahnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Sinjai dalam meningkatkan tata kelola aset daerah secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Diharapkan koordinasi lintas sektor ini, aset-aset milik daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat segera difungsikan secara produktif, baik melalui kerja sama pemanfaatan dengan pihak ketiga maupun pengelolaan langsung oleh OPD terkait.

BUMDes ‘Maju Bersama’ Gelar Launching Ayam Petelur: Pemdes Bonto Langkah Nyata Mendukung Program Ketahanan Pangan

Suaraindonesiaku.com, Sinjai — Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan di wilayah pedesaan, Unit usaha ayam petelur milik BUMDes Usaha Maju Bersama gelar Launching Perdana dalam Pelaksanaan Budidaya di Desa Bonto, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Kamis 23/10/2025. Sejumlah tokoh penting hadir dalam launching program ketahanan pangan ayam petelur, di antaranya camat Sinjai Tengah, pemerintah Desa Bonto, ketua BPD, Babinkantibmas, beserta para pengurus BUMdes Maju Bersama, beserta Tamu undangan. Kehadiran mereka mencerminkan sinergi antarlembaga dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa. Dalam sambutannya, kepala Desa Bonto Sudirman S.ip, menyampaikan bahwa program budidaya ayam petelur ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis Desa. “Insya Allah, Pemerintah Desa Bonto siap berkolaborasi untuk memajukan ekonomi desa. Semoga Desa Bonto bisa menjadi contoh bagi desa-desa” Ucap Sudirman

Anggaran Infrastruktur Kab. Sinjai Meningkat Rp104 Miliar

Suaraindonesiaku.com, Sinjai — Pemerintah Kabupaten Sinjai membuktikan diri sebagai daerah yang tidak terganggu dengan pemotongan anggaran dari pusat. Pada 2025 ini, Pemkab Sinjai mendapatkan pemangkasan anggaran infrastruktur daerah senilai Rp55 miliar, tetapi progres pembangunan infrastruktur daerah tetap berjalan dengan baik. Berkat kerja keras dan sinergi lintas sektor, Pemkab Sinjai berhasil membalikkan keadaan. Anggaran infrastruktur melonjak menjadi Rp104 miliar di pertengahan tahun. Kabar menggembirakan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, saat memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional di Halaman Kantor Bupati Sinjai, Jumat (17/10/2025) pagi. “Tahun 2025 disebut sebagai tahun penuh tantangan, di mana Dinas PUPR sempat mengalami pengurangan anggaran sebesar Rp55 miliar. Akan tetapi, berkat kerja keras dan komunikasi lintas sektor, anggaran infrastruktur meningkat menjadi Rp104 miliar pada pertengahan tahun,” pungkasnya

Pemkab Sinjai Dukung Penuh Pembangunan Pangkalan Ditpolairud Polda Sulsel

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh rencana pembangunan Kantor Pangkalan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Selatan. Namun, proses administrasi di tingkat kabupaten masih menunggu “lampu hijau” dari Pemerintah Provinsi Sulsel, lantaran lokasi yang diminta berada di kawasan sungai. ​Keputusan ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pembahasan rencana pembangunan pangkalan Ditpolairud yang digelar di Ruang Rapat Sekda Sinjai pada Rabu (22/10/2025). Rakor tersebut secara khusus membahas permintaan pengadaan lahan. ​Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, menjelaskan bahwa persoalan utama terletak pada status kawasan yang diajukan. Lokasi potensial tersebut merupakan kawasan sungai, yang secara hukum berada di bawah kewenangan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sulawesi Selatan, bukan kewenangan Pemkab Sinjai. ​ “Untuk pemerintah kabupaten sendiri sebenarnya tidak ada persoalan,” ungkap Sekda Andi Jefrianto Asapa. Ia menambahkan, meskipun lokasi tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), status urgensi dan kebutuhan mendesak pangkalan Ditpolairud dapat menjadi pertimbangan. ​”Kalaupun lokasi tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan RTRW, karena ini dianggap urgen dan sangat dibutuhkan, bisa saja Bupati mengeluarkan kebijakan untuk memberikan izin, sepanjang izin dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sulsel juga diberikan,” tegasnya. ​Dengan demikian, izin dari pihak provinsi menjadi kunci utama. Pemkab Sinjai menegaskan tidak akan menghambat dan siap memproses tindak lanjut administrasi di tingkat kabupaten segera setelah izin dari provinsi diperoleh. ​”Kita akan menunggu hasil dari provinsi. Kalau izin sudah keluar dari sana, baru kita proses di Kabupaten Sinjai,” tutupnya. ​ Rakor tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemkab Sinjai, antara lain Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) A. Irwansyahrani Yusuf, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sinjai Andi Ilham Abubakar, Kepala Bappeda Haerani Dahlan, Kadis PUPR H. Haris Achmad, Kadis PTSP Lukman Dahlan, Kadis LHK H. Sofwan Sabirin, Kadis Perikanan Syamsul Alam, serta Camat Sinjai Utara Agus Salam dan Lurah Lappa A. Rifai Azis

Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025, Ketua Komisi II DPRD Sinjai Apresiasi Semangat Santri

Suaraindonesiaku.com, Sinjai — Ketua Komisi II DPRD Sinjai Andi Darul Aqzah Palevi Asapa menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025, berlangsung di Alun-Alun Sinjai Bersatu, Rabu (22/10/2025). Upacara dipimpin Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif yang membacakan sambutan seragam dari Menteri Agama Republik Indonesia, mengungkapkan bahwa peringatan Hari Santri ini seharusnya menjadi momen kebangkitan santri Indonesia di era moderen. Santri masa kini tidak hanya dituntut untuk menguasai kitab kuning, tetapi juga teknologi, sains, dan bahasa dunia. “Dunia digital harus menjadi ladang dakwah baru bagi para santri,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Sinjai Andi Ridwan Darul Aqzah Palevi Asap menyampaikan apresiasi atas semangat para santri yang terus menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keislaman di tengah tantangan zaman. “Hari Santri bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk mengingat kontribusi besar santri dalam sejarah perjuangan bangsa. Kita harap semangat ini terus tumbuh di generasi muda,” ujarnya. Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema:” Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.”

Sambut HLN ke-80, Donasi Insan PLN UID Sulselrabar Bantu Terangi 448 Rumah

Suaraindonesiaku,com.Bombana – 21 Oktober 2025.Pada momentum peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80, PT PLN (Persero) kembali menyalakan harapan bagi lebih dari tiga ribu keluarga prasejahtera di Indonesia. Melalui program bertajuk “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan” insan PLN turun langsung membantu masyarakat yang hingga kini masih hidup dalam gelap. Bertepatan dengan Hari Listrik Nasional ke-80, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) melakukan penyalaan bantuan penyambungan listrik gratis bagi 448 warga di Sulselrabar secara serentak. Melalui program kepedulian pegawai PLN, kini keluarga kurang mampu bisa menikmati sambungan listrik secara gratis. Program Light Up The Dream ini merupakan bantuan yang berasal dari donasi pegawai PLN dengan tujuan meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam mendapatkan listrik. Hamka, salah seorang tukang batu dan penerima bantuan pemasangan baru listrik gratis dari program Light Up The Dream di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengaku bersyukur dengan adanya bantuan pemasangan listrik baru dari PLN. Bagi seorang tukang batu seperti dirinya, akses listrik di momen HLN ke-80 menjadi impian yang kini terwujud. “Terima kasih kepada pegawai PLN atas bantuan listrik gratis ini. Sebelumnya saya menyalur listrik dari tetangga. Sekarang, dengan adanya meteran kWh sendiri, saya bisa menikmati listrik dengan lebih leluasa. Semoga hal ini bermanfaat bagi kehidupan keluarga kami,” ujar Hamka. Apresiasi terhadap Program Light Up The Dream PLN juga datang dari Wakil Bupati Polewali Mandar, Andi Nursami Masdar. Dalam kesempatan tersebut, ia mengucapkan terima kasih atas niat tulus pegawai PLN yang membantu masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar. “Kami bersyukur atas bantuan PLN di Polewali Mandar. Semoga masyarakat dapat merasakan manfaat positif dari kehadiran listrik ini dan dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Kami sangat menikmati cahaya yang bisa masuk ke rumah atas bantuan program PLN,” ungkap Andi. Pada lokasi yang berbeda, Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani juga sangat berterima kasih atas aksi mulia pegawai PLN. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Bombana, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN atas pelaksanaan program Light Up The Dream di wilayah kami. Program ini benar-benar membawa kebahagiaan bagi masyarakat kurang mampu yang selama ini belum menikmati terang listrik di rumahnya,” kata Ahmad Yani. “Kini, mereka bisa hidup lebih layak, anak-anak bisa belajar di malam hari, dan aktivitas ekonomi masyarakat semakin terbantu. Kami berharap kolaborasi positif ini terus berlanjut agar seluruh pelosok Bombana dapat merasakan manfaat nyata dari hadirnya listrik untuk kehidupan yang lebih baik,” tutupnya. Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, menjelaskan bahwa HLN merupakan momentum bagi insan PLN untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, utamanya dengan membantu saudara-saudara di sekitar kita. Salah satu upaya yang dilakukan PLN adalah berbagi kebahagiaan dengan mewujudkan mimpi keluarga pra-sejahtera di seluruh Indonesia untuk merasakan energi yang berkeadilan melalui Light Up The Dream. Selain itu, sebanyak lima paket sembako juga diberikan oleh Yayasan Baitul Maal PLN kepada masyarakat sekitar. Edyansyah mencatat bahwa pada momen ini, di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar, insan PLN telah membantu melistriki 448 keluarga secara gratis. “Listrik tidak hanya berfungsi sebagai penerang, tetapi juga berperan dalam peningkatan ekonomi. Dengan adanya listrik, anak-anak dapat belajar lebih baik karena listrik merupakan kebutuhan pokok,” ungkap Edyansyah. “Insya Allah, kegiatan ini akan terus berlanjut dan berkembang. Tujuan kami bersama adalah menumbuhkan semangat berbagi di antara sesama untuk meningkatkan taraf hidup saudara-saudara kita yang kurang mampu. Oleh karena itu, kita dapat saling bahu-membahu untuk mewujudkan akses listrik bagi masyarakat,” tutup Edyansyah. Tercatat insan PLN UID Sulselrabar sudah menyalakan mimpi sebanyak 5.866 keluarga sejak program Light Up The Dream diluncurkan tahun 2020.

Bupati Ratnawati Buka HLM TP2DD-TPID dan Luncurkan QRIS Retribusi Daerah

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai mempertegas komitmennya dalam digitalisasi ekonomi dan tata kelola keuangan daerah. Langkah ini ditandai dengan digelarnya gabungan High Level Meeting (HLM) Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)-TP2DD dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Selasa (21/10/2025). Acara yang merupakan hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan dan Bank Sulselbar Cabang Sinjai ini, dibuka secara resmi oleh Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif sekaligus menjadi momentum peluncuran resmi QRIS retribusi daerah. Wakil Ketua TP2DD, Andi Ilham Abubakar, melaporkan bahwa HLM ini berfungsi sebagai ajang evaluasi untuk mendorong percepatan digitalisasi transaksi keuangan Pemkab Sinjai. Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif menegaskan bahwa penerapan transaksi digital adalah wujud upaya Pemkab menuju tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan akuntabel. ​”Dunia bergerak sangat cepat menuju digitalisasi. Pemkab Sinjai tentu tidak ingin tertinggal. Upaya ini adalah bagian dari komitmen kita,” ujar Bupati Ratnawati. Komitmen digitalisasi tersebut telah membuahkan hasil signifikan, terutama di sektor pendapatan. Bupati memaparkan, transaksi non-tunai melalui QRIS untuk pajak dan retribusi daerah telah menunjukkan tren positif, mencapai lebih dari Rp3,4 miliar per September 2025. Bupati Ratnawati juga menekankan pentingnya sinergi antara digitalisasi dan pengendalian inflasi. Menurutnya, optimalisasi transaksi non-tunai harus berjalan beriringan dengan program TPID, seperti “GERTAC SEHATI” dan pasar murah. “Ketika ekonomi lokal lebih efisien dan keuangan daerah lebih transparan, maka daya tahan ekonomi daerah terhadap tekanan inflasi akan semakin kuat,” jelasnya, sembari mengajak semua pihak memperkuat kolaborasi dengan semangat “SIPAKATAU”. ​HLM ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama HLM TP2DD oleh Bupati, Wakil Bupati, perwakilan Bank Indonesia, Bank Sulselbar, serta seluruh Staf Ahli, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, dan Camat se-Kabupaten Sinjai. ​Momen simbolis Peluncuran QRIS Retribusi Daerah ditandai dengan penyerahan kepada Kepala Dinas Perikanan oleh Bupati dan kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga oleh Asisten Direktur BI Sulsel. ​Perluasan pemanfaatan QRIS juga dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati A. Mahyanto Mazda dengan memasang rompi kepada petugas satgas kebersihan, diikuti pemasangan rompi untuk petugas parkir oleh Direktur Operasional Bank Sulselbar. Selain itu, untuk merambah sektor sosial dan keagamaan, diserahkan juga kotak amal QRIS kepada pengurus Masjid Nur Balangnipa dan Masjid Rayatul Hidayah Biringere. ​Sebagai bentuk apresiasi terhadap implementasi teknologi, acara tersebut juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang “SIPAKATAU QRIS Competition,” sebuah kompetisi yang mengukur pemanfaatan QRIS yang telah berlangsung sejak 1 Agustus hingga 1 September 2025. ​Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Sinjai A. Mahyanto Mazda, unsur pimpinan daerah dan Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, perwakilan instansi vertikal, Perwakilan Bank Sulselbar Cabang Sinjai, Para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kepala Bulog, serta para Camat, Lurah, dan Kepala Desa se-Kabupaten Sinjai.

Bupati Sinjai Ratnawati Arif Paparkan Capaian Pembangunan Sinjai 2025 di Hadapan KemenPAN-RB Via Virtual

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai kembali mengikuti evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Intansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2025, yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) via virtual, Selasa (21/10/2025). Evaluasi diikuti langsung Bupati Sinjai Dra. Hj. Ratnawati Arif didampingi Sekretaris Daerah Andi Jefrianto Asapa, di Gedung Command Center Rujab Bupati Sinjai. Dalam kesempatan ini, Bupati Sinjai memaparkan capaian pembangunan Kabupaten Sinjai tahun 2025, begitu pun nilai SAKIP Pemda Sinjai dan nilai rata-rata SAKIP Perangkat Daerah. “Nilai Sakip Pemda Kabupaten Sinjai 2024 yaitu 68,52, sementara nilai rata-rata SAKIP Perangkat Daerah yaitu 71,51 atau BB. Adapun capaian pembangunan Kabupaten Sinjai tahun 2025 dapat dilihat dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia dari 71,20% per 2023 menjadi  71,81% per 2024 atau naik 0,61%,” ungkapnya. “Angka harapan hidup juga ikut menunjukkan progres positif atau naik 0,21, survei kepuasan masyarakat juga telah dilaksanakan dengan nilai Indeks 86,08, angka melek huruf berada diposisi angka 91,28%, persentase penduduk miskin mengalami penurunan sebanyak 0,73%, dari 8,55 per 2023 menjadi 7,82% per 2024,” lanjut Bupati Sinjai dalam pemaparannya. Orang nomor satu di Sinjai ini juga menjelaskan item implementasi SAKIP, pelaksanaan rekomendasi hasil SAKIP, pengintegrasian sistem pengukuran kinerja yang lebih modern, isu strategis, capaian kinerja berdasarkan isu nasional, inovasi daerah dan beberapa poin penting lainnya. “Semoga apa yang telah kami lakukan di Sinjai ini dapat memberikan nilai yang terbaik untuk akuntabilitas kinerja Kabupaten Sinjai. Pembaharuan, pengintegrasian aplikasi e-AKIP yang kami bangun semoga semakin meningkatkan kualitas pelaksanaan SAKIP Sinjai,” harap Ratnawati Arif. Tak hanya Bupati, Sekda Andi Jefrianto Asapa juga ikut memberikan penjelasan lanjutan secara rinci kepada Tim Evaluator seperti capaian indikator kinerja utama, evaluasi internal, serta langkah perbaikan yang telah dan akan dilakukan. Perlu diketahui, evaluasi SAKIP ini dilakukan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan kinerja di lingkungan pemerintahan. Evaluasi ini menjadi sangat penting sebagai alat kontrol untuk memastikan sistem berjalan optimal dan berdampak baik bagi masyarakat. Hadir dalam evaluasi ini, Asisten Administrasi Umum Setdakab A. Ariany Djalil, Inpektur Inspektorat Daerah A. Adeha Syamsuri, Kabag Organisasi Setdakab Andi Sompa dan beberapa Pimpinan OPD juga hadir via zoom.