Suara Indonesiaku

Sengketa Lahan Di Jalan Urip: Kehadiran Pengaman di pertanyakan? Apakah Sesuai Prosedur?

Makassar, (12/11/25) – Polemik sengketa lahan dengan adanya keterlibatan aparat pengamanan yang di anggap tidak sesuai prosedur dalam putusan Nomor 136/Pdt.Plw/2012/PN.Mks, berupa lahan seluas 23.569 meter persegi yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, menuai keterlibatan aparat Kepolisian dalam hal ini Brimob. Dimana prosedur eksekusi lahan sengketa dimulai dari pengajuan permohonan eksekusi ke pengadilan yang memiliki putusan berkekuatan hukum tetap, diikuti proses aanmaning (teguran) oleh Ketua Pengadilan Negeri, dan jika tidak dipatuhi, akan dilanjutkan dengan penentuan pelaksanaan eksekusi oleh juru sita yang didampingi polisi untuk pengamanan. Polisi tidak bertindak atas inisiatif sendiri, tetapi berdasarkan penetapan pengadilan dan bertugas untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib, hal ini berdasarkan: 1. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkap) yang relevan mengenai pengamanan kegiatan, meskipun Perkap No. 8 Tahun 2011 lebih spesifik mengatur eksekusi jaminan fidusia, prinsip pengamanan yang humanis dan prosedural juga berlaku umum. 2. Hukum Acara Perdata (HIR atau RBg), yang menjadi pedoman aturan eksekusi perdata, di mana Polri bertindak atas permintaan bantuan pengamanan dari Ketua Pengadilan Negeri. Terkait kehadiran aparat kepolisian dalam pengambilalihan lahan hasil lelang, Jermias menilai kehadiran mereka tidak sesuai prosedur hukum. “Dalam pelaksanaan eksekusi, kapasitas polisi baik umum maupun Brimob adalah sebatas pengamanan. Mereka baru dapat hadir setelah ada penjadwalan dan penetapan eksekusi oleh pengadilan. Tapi yang terjadi di lokasi itu berbeda, mereka justru hadir lebih dulu bersama pihak pemenang lelang seolah-olah bertindak sebagai pengamanan. Hal tersebut telah menimbulkan ketakutan secara psikologi,” ungkapnya. Menurut Jermias, kondisi tersebut menimbulkan kesan bahwa tindakan aparat dilakukan “by order” dan bukan berdasarkan prosedur hukum sebagaimana layaknya kegiatan pelaksanaan eksekusi. “Polisi profesional dan modern”, kata dia “Seharusnya menempatkan dirinya sesuai fungsi, yaitu melayani dan melindungi masyarakat. Apalagi sekarang sedang ada wacana “Reformasi Kepolisian”, ini patut mencoreng citra kepolisian bila ada dugaan lebih pro kepada pihak pemenang lelang lahan tersebut” Lanjutnya Di mana di lokasi itu belum ada penetapan eksekusi atas hasil lelang, maka seharusnya dalam tindakannya bukan bersikap sebagaimana pengamanan dalam pelaksanaan eksekusi. Hal yang sama, lanjut Jermias, juga pernah terjadi di Jalan Gunung Merapi, Makassar. Di mana Pengadilan Negeri Makassar datang untuk melaksanakan eksekusi terhadap objek dibeli dari proses lelang dan itu tidak dapat dilakukan secara sukarela, makanya dilakukan eksekusi secara paksa. Baru saat itulah hadirlah aparat kepolisian. “Kenapa cara-cara ini lagi yang dilakukan tidak pada tempatnya yang terjadi pada objek yang berada di Jalan Urip Sumoharjo. Itu perlakuan-perlakuan yang tidak bijaksana. Kalau saya mau katakan upaya paksa demikian adalah sebuah kebiadaban,” tutur Jermias. Ia menilai cara-cara yang dilakukan di lahan Jalan Urip Sumoharjo tersebut tidak bijaksana dan melanggar prosedur hukum. “Kalau saya boleh katakan, ini adalah bentuk upaya paksa yang tidak dibenarkan oleh regulasi. Orang ingin memperoleh haknya dengan cara-cara yang tidak sesuai hukum,” ujar Jermias menegaskan. Ia kemudian menyerukan kepada pimpinan Polri agar menghentikan praktik-praktik yang tidak sesuai dengan prosedur hukum. “Harapan saya kepada Kapolri, hentikan cara-cara yang tidak sesuai dengan prosedur hukum. Penegakan hukum harus berdasarkan asas keadilan dan bukan berdasarkan kekuatan,” tutupnya. (*)   Sumber: inikata.co.id, https://inikata.co.id/2025/11/nilai-lelang-aset-dinilai-tak-wajar-litha-brent-protes-kurator/news/hukum/ Sumber Narsum: Jermias, SH.

PLN UP3 Makassar Utara Tingkatkan Kesiapsiagaan Pegawai Melalui Simulasi Tanggap Darurat Komprehensif di Pangkep

Suaraindonesiaku,Com.Pangkep, 12 November 2025 – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Makassar Utara sukses menggelar Simulasi Tanggap Darurat terpadu yang komprehensif, mencakup penanganan unjuk rasa, ancaman teror bom, kebakaran, evakuasi bencana alam, hingga penggunaan Peralatan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Kegiatan yang dipusatkan di kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pangkep ini melibatkan pegawai dan mitra kerja PLN se-UP3 Makassar Utara. Langkah proaktif ini menegaskan komitmen PLN dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat seluruh personel terhadap berbagai skenario risiko yang mungkin terjadi di lingkungan kerja. Manager PLN UP3 Makassar Utara, Bapak Martinus Irianto Pasensi, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa budaya keselamatan dan kesiapsiagaan adalah investasi krusial dalam menjamin keandalan pasokan listrik. “Dalam menjalankan tugas penyediaan listrik, risiko gangguan selalu ada, baik teknis, sosial, maupun alam. Oleh karena itu, simulasi terpadu ini sangat penting untuk memastikan setiap personel tidak hanya kompeten di bidang teknis, tetapi juga siap siaga menghadapi setiap skenario darurat,” tegas Bapak Martinus. Simulasi ini terselenggara berkat kolaborasi erat dengan institusi penegak hukum dan instansi kebencanaan setempat, yang turut menghadirkan para pakar untuk memberikan pelatihan yang mendalam dan realistis yang menegaskan kolaborasi lintas institusi untuk kesiapsiagaan optimal. Polres Pangkep, yang diwakili oleh Wakapolres Pangkep, Kompol Sugeng Suprijanto, S.Pd., M.H., menyampaikan materi komprehensif mengenai protokol penanganan unjuk rasa dan ancaman teror bom di tempat kerja. Sesi ini dilanjutkan dengan simulasi penanganan unjuk rasa yang intensif, memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Sementara itu, BPBD Kabupaten Pangkep, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Bapak Hilal Hamzah N., S.E., M.Si., membekali peserta dengan materi edukatif tentang kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam yang spesifik di wilayah kerja. Aspek keselamatan dari bahaya api turut menjadi fokus utama. Damkar Kabupaten Pangkep, dengan materi yang disampaikan oleh Bapak Ince Iwanuddin Denton, memberikan edukasi serta simulasi praktis pencegahan dan penanganan dini kebakaran, termasuk demonstrasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT) yang benar. Sesi simulasi penanganan unjuk rasa dan pemadaman kebakaran menjadi titik puncak kegiatan, di mana seluruh peserta terlibat aktif menerapkan teori yang telah didapatkan. Melengkapi materi tanggap darurat, agenda dilanjutkan dengan sesi kesehatan dan keselamatan kerja. Ibu Jumarnawati, yang merupakan pegawai PLN UP3 Makassar Utara sekaligus seorang Certified First Aider, menyampaikan materi praktis mengenai penggunaan peralatan P3K di tempat kerja. Kegiatan ditutup dengan pemeriksaan kesehatan cepat gratis untuk kolesterol, gula darah, dan asam urat bagi seluruh peserta, menegaskan komitmen PLN terhadap kesehatan holistik pegawainya. Simulasi tanggap darurat ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mampu memperkuat koordinasi antar-institusi dan secara signifikan meningkatkan response time pegawai PLN UP3 Makassar Utara dalam menjaga stabilitas operasional dan keselamatan kerja.

Jelang Pemilihan RT/RW, Ketua Karang Taruna Sangkarrang Tekankan Pentingnya Kepemimpinan yang Melayani

Suaraindonesiaku,com.Makassar, – Menjelang pelaksanaan pemilihan Ketua RT dan RW yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Desember mendatang, Ketua Karang Taruna Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Ahmad Rusli, menyerukan pentingnya memilih sosok pemimpin yang memiliki semangat pengabdian, aktif di tengah masyarakat, serta mampu melayani dengan hati. Dalam keterangannya, Ahmad Rusli menegaskan bahwa jabatan Ketua RT dan RW bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah sosial yang menuntut kepekaan, kepedulian, dan kemampuan memahami kebutuhan warga di lingkungan masing-masing. “RT dan RW adalah garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. Mereka bukan hanya pengurus wilayah, tapi juga pelayan masyarakat yang harus hadir ketika warga membutuhkan. Karena itu, pilihlah figur yang benar-benar peduli dan siap bekerja untuk kepentingan bersama,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemilihan yang akan digelar pada bulan Desember nanti diharapkan berjalan dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Momen ini, menurutnya, harus dijadikan ajang memperkuat partisipasi warga dalam membangun lingkungan yang harmonis dan berdaya. Selain menekankan pentingnya kepemimpinan yang melayani, Ahmad Rusli juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kondusifitas dan mendukung jalannya proses demokrasi tingkat lingkungan tersebut. “Karang Taruna siap berkolaborasi dengan para Ketua RT dan RW terpilih dalam melaksanakan kegiatan sosial, kepemudaan, dan pemberdayaan masyarakat. Kita ingin pemimpin di tingkat bawah menjadi contoh nyata dari semangat gotong royong,” tambahnya. Ahmad Rusli berharap, melalui pemilihan yang demokratis dan partisipatif ini, akan lahir pemimpin-pemimpin lokal yang tidak hanya memegang jabatan, tetapi benar-benar bekerja untuk masyarakat dan menjadi pelayan bagi warganya. “Mari kita jadikan pemilihan RT/RW ini sebagai langkah bersama untuk menghadirkan pemimpin yang melayani, bukan dilayani; pemimpin yang bekerja untuk rakyat, bukan sekadar memimpin rakyat,” tutupnya.

Pemkab Sinjai resmi menandatangani MoU dengan PT Sarana Pembangunan Sinjai

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Sarana Pembangunan Sinjai terkait rencana investasi pembangunan infrastruktur Pelabuhan Pasimarannu di Kabupaten Sinjai. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, bersama pihak PT Sarana Pembangunan Sinjai dalam kegiatan Anging Mammiri Business Fair (AMBF) x South Sulawesi Investment Forum (SSIF) yang digelar oleh Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan, di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah daerah, investor, dan pelaku usaha untuk memperkuat ekosistem perdagangan serta investasi berkelanjutan di wilayah Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sinjai didampingi oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Lukman Dahlan, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Haerani Dahlan, serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda), Alamsyah Bahar. Kepala DPMPTSP Sinjai, Lukman Dahlan mengungkapkan bahwa investasi pembangunan Pelabuhan Pasimarannu ini memiliki nilai mencapai USD 20 juta atau setara dengan Rp334 miliar lebih. “Kita membutuhkan pelabuhan yang besar sebagai pendukung untuk menggerakkan perekonomian daerah. Kehadiran Pelabuhan Pasimarannu diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak utama pembangunan ekonomi di Sinjai,” ujar Lukman. Selain pembangunan Pelabuhan Pasimarannu, investor ini juga akan merencanakan untuk membangun Kawasan Industri di Kabupaten Sinjai. Dengan adanya kerja sama ini, Pemkab Sinjai optimistis pembangunan infrastruktur tersebut akan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas, memperkuat sektor perdagangan, serta membuka peluang investasi baru di Sinjai. Seperti diketahui, dalam ajang SSIF ini, Kabupaten Sinjai juga terlibat dalam pameran bertajuk “one and one meeting” terkait dengan proyek strategis rencana investasi. Kegiatan ini diikuti oleh 10 kabupaten, salah satunya Sinjai. (Humas Kominfo)

Hujan Deras, Sebabkan Banjir di Beberapa Titik di Sebatik

Suaraindonesia.com, Nunukan/Sebatik – Hujan deras yang mengguyur Pulau Sebatik pada Rabu (12/11/2025) dini hari, menyebabkan beberapa titik di Sebatik mengalami banjir. Tampak dari unggahan medsos warga Sebatik status banjir terjadi diantaranya di Desa Pancang, Kec. Sebatik Utara, Desa Sungai Nyamuk, Kampung Baru Desa Bukit Aru Indah, Desa Tanjung Harapan Kec. Sebatik Timur, Desa Bukit Harapan Kec. Sebatik Tengah dan beberapa lokasi lainnya. Beberapa pemilik ruko di sepanjang jalan Ahmad Yani antara Sebatik Utara dan Sungai Nyamuk Sebatik Timur tampak menyelamatkan barang daganganya agar tidak rusak diakibatkan masih naiknya aliran air. Sementara itu, anggota DPRD Nunukan Ramsah sesalkan Pemerintah Daerah melalu Dinas Pekerjaan Umum lambat membuat saluran air yang mengarah ke laut, karena hal ini sudah disampaikan anggota DPRD ke pemerintah daerah. “Saya langsung menemui kepala PU pada saat itu untuk meminta agar pemerintah daerah betul-betul mengambil berat tentang keadaan banjir yang selalu melanda pusat kota Sebatik, dan kita lihat hari ini terjadi lagi banjir akibat lambannya Pemerintah Daerah menangani penanggulangan banjir di karenakan sampai bulan November ini belum ada progres saluran air dibuat menuju ke laut sesuai yang diminta oleh masyarakat Sebatik melalui anggota DPRD” ujar Politisi asal Partai Demokrat ini. Dari pantauan awak media dan saat berita ini di terbitkan, kondisi banjir ini saat ini belum terlihat surut.

Hadapi Cuaca Hujan, PLN Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Suaraindonesiaku,com.Makassar, 10 November 2025 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV – Makassar memprediksi cuaca hujan sedang – lebat yang terjadi pada sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat akan berlangsung hingga 12 November mendatang. PT PLN (Persero) mengimbau seluruh pelanggan setia PLN untuk tetap waspada terhadap potensi banjir atau imbas cuaca ekstrem lainnya yang mungkin melanda. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah menegaskan PLN telah menyiagakan 71 posko siaga kelistrikan dan 2.278 personel guna menjaga pasokan listrik tetap aman dan andal apabila terjadi cuaca ekstrem. “PLN telah menginstruksikan seluruh unit untuk bersiaga penuh guna pemulihan maupun memastikan keamanan jaringan kelistrikan masyarakat. Cuaca tersebut harus kita waspadai, petugas PLN terus bersiaga untuk memantau kondisi kelistrikan di setiap wilayah untuk keselamatan masyarakat,” kata Edyansyah. Edyansyah menyampaikan beberapa tips menggunakan listrik agar aman dan nyaman jika terjadi cuaca ekstrem. Apabila terjadi banjir dan air memasuki area rumah, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mematikan _Miniature Circuit Breaker_ (MCB) pada kWh Meter. Kedua, matikan aliran listrik yang tidak terpakai dengan mencabut peralatan elektronik dari stop kontak. Selanjutnya pindahkan peralatan elektronik ke tempat yang aman dan tidak terjangkau air. “Selain itu, apabila terlihat potensi gangguan atau ancaman keselamatan dari jaringan listrik akibat banjir atau imbas cuaca ekstrem lainnya, masyarakat dapat melaporkan serta meminta penghentian pasokan tenaga listrik sementara,” jelas Edyansyah. Untuk mencegah potensi bahaya atau gangguan kelistrikan yang lebih luas, masyarakat dapat segera melapor ke PLN melalui berbagai kanal yang telah disediakan. Mulai dari aplikasi PLN Mobile, _Contact Center_ PLN 123, atau menghubungi kantor unit PLN terdekat. “Segera lakukan langkah tersebut agar terhindar dari potensi bahaya listrik. Sudah saatnya kita meningkatkan kewaspadaan khususnya saat terjadi hujan lebat yang berpotensi banjir karena air merupakan konduktor yang kuat,” tutup Edyansyah.

UMKM Binaan PLN UID Sulselrabar Bersinar di Festival Koplo dan UMKM Terbesar: KOPLING (Koplo Keliling)

Suaraindonesiaku,com.Jakarta – 10 November 2025 — Dua UMKM binaan Rumah BUMN Selayar yang diinisiasi oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) berhasil menarik perhatian pengunjung dalam ajang Festival Koplo dan UMKM Terbesar – KOPLING (Koplo Keliling) yang berlangsung di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, pada 8–9 November 2025. Acara yang dibuka oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, mengusung tema “Goyang Ambyar UMKM Bersinar.” Festival ini menghadirkan lebih dari 30 musisi nasional dan ratusan tenant UMKM dari seluruh Indonesia sebagai ruang kolaborasi antara pelaku usaha dan industri kreatif untuk memperkuat ekonomi nasional. Melalui Rumah BUMN Selayar, PLN UID Sulselrabar menghadirkan dua UMKM unggulan, yakni Tsurayya Collection, produsen batik ecoprint asal Kepulauan Selayar, dan Ijeng Rama Craft, pengrajin eceng gondok, Keduanya mencatat penjualan total sebesar Rp 3.740.000 selama dua hari pameran serta mendapat fasilitas digitalisasi dari PLN, meliputi pembuatan QRIS, podcast booth, dan live streaming di media sosial. General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyampaikan bahwa partisipasi UMKM binaan dalam ajang nasional ini menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam mendorong transformasi ekonomi hijau dan digital. “PLN terus mendampingi UMKM binaan agar naik kelas, adaptif terhadap era digital, dan berdaya saing. Melalui Rumah BUMN Selayar dan program TJSL, kami ingin memastikan pelaku usaha lokal dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Edyansyah. Hasriani, owner Tsurayya Collection, mengungkapkan rasa bangganya dapat tampil di pameran nasional bersama PLN. “Tahun ini saya baru bergabung di Rumah BUMN Selayar dan telah mengikuti berbagai pelatihan promosi, packaging, dan branding. PLN juga membantu pembuatan katalog produk. Senang sekali karena produk saya laku dan bisa memperluas relasi dengan sesama pengrajin.” tuturnya. Tak ketinggalan, owner Ijeng Rama Craft, Masjeng, turut menyampaikan apresiasinya kepada PLN. “Saya senang karena banyak inspirasi baru dan difasilitasi penuh oleh PLN, mulai dari katalog hingga kesempatan ikut pameran. Harapannya ke depan PLN terus memberikan ruang bagi UMKM agar bisa semakin maju,” katanya. Sementara itu, Mia, salah satu pengunjung sekaligus influencer, turut memberikan apresiasi terhadap UMKM binaan PLN. “Saya sangat mengapresiasi kehadiran UMKM dari Rumah BUMN Selayar. Saat saya melakukan live promosi, banyak teman online yang tertarik dengan produk-produk mereka,” ujarnya. Melalui keikutsertaan di Festival KOPLING 2025, PLN UID Sulselrabar membuktikan bahwa sinergi antara BUMN, pemerintah, dan pelaku UMKM mampu memperkuat ekonomi kreatif nasional sekaligus mendorong transformasi digital berkelanjutan.

Calon Rektor UIT Dr. Patawari : “Kondisi Yayasan Sedang Tidak Baik-Baik saja. Kampus Kita Juga Dalam Keadaan Carut-Marut

Suaraindonesiaku,com.Makassar – Sosok akademisi dan organisator ulung, Assoc. Prof. Dr. Patawari, S.HI., M.H., resmi menyatakan kesiapannya maju dalam pemilihan Rektor Universitas Indonesia Timur (UIT). Setelah lebih dari 17 tahun mengabdi di kampus tersebut, Dr. Patawari menegaskan bahwa langkahnya kali ini bukan semata dorongan ambisi pribadi, melainkan bentuk kepedulian terhadap kondisi UIT yang kini tengah menghadapi berbagai tantangan serius. “Saya sudah dua kali dicalonkan menjadi rektor, saat periode Ibu Maryam dan Pak Raman. Tapi waktu itu saya mundur. Saya lebih memilih mendorong teman-teman. Saya senang kalau teman-teman saya yang jadi rektor,” ujarnya kepada media, dikutip dari beritasatu.com, Selasa (04/11/2025). Namun, lanjut Dr. Patawari, situasi UIT saat ini membuatnya merasa terpanggil untuk turun tangan langsung. Ia menilai, beragam persoalan internal kampus mulai dari tata kelola yayasan, kondisi sumber daya manusia (SDM), hingga kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan memerlukan penanganan serius dari figur yang memahami akar masalah dan memiliki jaringan luas untuk mencari solusi. “Kondisi yayasan sedang tidak baik-baik saja. Kampus kita juga dalam keadaan carut-marut. Persoalan SDM, kesejahteraan, dan lainnya harus diurai,” tegasnya. Berbekal pengalaman panjang di dunia akademik dan organisasi, Dr. Patawari meyakini dirinya memiliki kapasitas dan jejaring yang kuat untuk membawa perubahan di UIT. Ia menyebutkan, relasi dan dukungan yang dimilikinya tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Papua, Kalimantan, hingga Jakarta, yang siap bersinergi dalam memperkuat posisi UIT di tingkat nasional. “Saya tidak menjamin perubahan besar akan langsung terjadi. Tapi saya yakin bisa memulai perubahan kecil yang berarti untuk memperbaiki UIT,” ujarnya penuh keyakinan. Menepis anggapan bahwa pencalonannya adalah bentuk perlawanan terhadap kepemimpinan sebelumnya, Dr. Patawari menegaskan bahwa langkahnya murni demi kepentingan institusi, bukan kepentingan pribadi. “Saya tidak pernah melawan orang. Saya hanya ingin melawan keadaan yang buruk, memperbaiki yang kurang baik. Saya tidak tega melihat rumah saya sendiri dalam keadaan terpuruk,” tuturnya dengan nada haru. Dengan visi perubahan, transparansi, dan kesejahteraan sivitas akademika, Dr. Patawari tampil sebagai sosok calon rektor yang berkomitmen mengembalikan marwah dan kejayaan Universitas Indonesia Timur sebagai kampus unggulan di kawasan timur Indonesia.

Sekretaris Karang Taruna Kota Makassar Geram atas Tindakan Oknum Relawan Grab yang Galang Dana Tanpa Izin

Suaraindonesiaku,com.Makassar, 10 November 2025 — Sekretaris Karang Taruna Kota Makassar, Muhammad Wirabuana, menyampaikan keprihatinan dan rasa geramnya atas aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh sejumlah oknum mengatasnamakan Relawan Grab Sektor Maccini di kawasan Jalan A.P. Pettarani, pada Senin (10/11/2025) sekitar pukul 14.20 WITA. Aksi tersebut diketahui tidak memiliki izin resmi dari Pemerintah Kota Makassar. Ditakutkan bahwa anak yang dijadikan alasan penggalangan dana tersebut telah sembuh seperti kasus yang pernah terjadi kemarin, sehingga menimbulkan dugaan adanya unsur penipuan dan penyalahgunaan nama lembaga. “Kami sangat menyayangkan tindakan ini. Mengatasnamakan lembaga besar seperti Grab untuk kepentingan pribadi tanpa izin jelas adalah bentuk pelanggaran moral dan hukum,” tegas Muhammad Wirabuana. Ia juga menilai bahwa tindakan oknum tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif di masyarakat, termasuk eksploitasi anak, penipuan dan penggelapan, pencemaran nama baik, serta gangguan terhadap ketertiban lalu lintas. “Kami meminta kepada pihak Grab agar segera menindak tegas oknum yang mengatasnamakan komunitas mereka sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” lanjutnya. Wirabuana menambahkan, Karang Taruna Kota Makassar mendukung setiap kegiatan sosial yang bertujuan membantu masyarakat, asalkan dilakukan sesuai dengan prosedur resmi dan memiliki izin dari Pemkot Makassar. “Kalau memang niatnya baik, seharusnya dilakukan secara benar, transparan, dan bekerja sama dengan yayasan yang sudah terdaftar di pemerintah kota, agar bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecurigaan,” ujarnya menutup pernyataan.

Bupati Sinjai Hj. Ratnawati, Lepas secara resmi 13 atlet panjat tebing terbaik

Suaraindonesiaku.com, Sinjai, – Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, melepas secara resmi 13 atlet panjat tebing terbaik Kabupaten Sinjai untuk bertanding pada ajang Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra Porprov) Sulawesi Selatan 2025. Dalam arahannya, Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah menunjukkan semangat dan disiplin selama masa persiapan menuju Pra Porprov. “Kami bangga dengan semangat dan kerja keras adik-adik atlet. Kami berharap mereka bisa tampil maksimal, menjaga sportivitas, dan membawa nama baik Kabupaten Sinjai di ajang provinsi ini,” pesan Bupati Ratnawati. Kegiatan pelepasan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sinjai dan dihadiri oleh Ketua FPTI Sinjai Andi Faradiba Asapa, bersama para pelatih, pengurus FPTI, serta para atlet yang akan mewakili Kabupaten Sinjai. Andi Faradiba juga mengungkapkan bahwa para atlet telah menjalani latihan intensif kurang lebih selama 3 bulan di bawah bimbingan para pelatih berpengalaman, dengan fokus pada peningkatan kemampuan teknik, kekuatan fisik, dan mental bertanding. “Persiapan sudah kami lakukan dengan matang. Kami yakin dengan dukungan dan doa masyarakat Sinjai, atlet kita bisa meraih hasil terbaik,” tambahnya. Sebanyak 13 atlet 6 putri dan 7 putra panjat tebing Sinjai akan turun di berbagai nomor pertandingan, meliputi lead, speed, dan boulder. Pra Porprov Panjat Tebing Sulawesi Selatan Tahun 2025 dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Pangkep pada 18-26 November 2025. Dengan semangat juang dan tekad kuat, diharapkan para atlet panjat tebing Sinjai dapat menorehkan prestasi terbaik dan mengharumkan nama Kabupaten Sinjai di ajang Pra Porprov Sulsel 2025. (Humas Kominfo)