Suara Indonesiaku

TAK MAMPU BERJALAN, KOMBES MENJADI KOMPARADOR IBU SUNANI UNTUK MENDAPATKAN KURSI RODA DARI KEMENTRIAN SOSIAL

suaraindonesiaku,com.Makassar – Sunani Adadi adala warga jalan Anoa Kelurahan Maricaya Selatan Kecamatan Mamajang, mengalami sakit yang membuatnya tidak bisa bejalan. Dengan kondisi tersebut, ia sangat membutuhkan kursi roda. Namun apa daya, harganya sangat sulit untuk dia dapatkan. Melalui Komunitas Makassar Bersih (Kombes) Kota Makassar yakni Ketua Umum, Hj. Hasnah Hapsary bersama Kordinator Kacamatan Mamajang menjadi komparador,menjembatangi ke Dinas Sosial Kota Makassar melalui Program Kementerian Sosial,sehingga bisa mendapatkan kursi roda secara cuma – cuma. Adapun yang hadir dalam pendampingi penyerahan Kursi rodanya yakni,Drs H.M Salam Nur,Yanti S,Sos dan Soimah S,Sos. Dalam kesempatan ini Hj.Hasnah Hapsary menyampaikan rasa syukur karena bisa membantu Ibu Sunani dalam penyediaan kursi rodanya melalu komunikasi yang baik dengan pihak dinas sosial kota Makassar “Tentunya ini suatu kebahagiaan bisa membantu orang-orang Difabel,semoga ini bisa membantu aktivitas sehari-hari ibu Sunani Adadi dan dapat dipergunakan dengan baik” Ditempat yang sama ibu Sunani Adadi mengatakan,”rasa terimakasih yang tak terhingga kepada hj.Hasnah Hapsary dan pihak dinas sosial dalam membantu saya untuk memberikan kursi rodanya,ini sangatlah bermanfaat dalam aktivitas sehari-hari saya”

Ketua TP PKK Tinjau Longwis Sungai Pareman dan Longwis Los Angeles

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR,- Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, melanjutkan kunjungannya ke berbagai lorong wisata di Kota Makassar sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan lorong. Hari ini, Indira mengunjungi Lorong Wisata Sungai Pareman di Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujung Pandang, dan Lorong Wisata Los Angeles di Kelurahan Barana, Kecamatan Makassar, Selasa (20/08/2024). Dalam kunjungannya di Lorong Wisata Sungai Pareman, Indira Yusuf Ismail menyatakan kebahagiaannya bisa bersilaturahmi dengan warga setempat. Ia mengapresiasi kondisi struktur lorong yang dinilainya sudah bagus dari segi estetika lorong, terutama dengan telah diaspalnya lorong tersebut dan hidupnya green garden. Mulai dari sayur hidroponik, sayur segar, dan tanaman hias menjadi bagian dari pengembangan di lorong wisata Sungai pareman. Indira melihat hasil pengembangan potensi yang ada di lorong tersebut dan meminta warga dan pemerintah setempat untuk terus merawatnya. “Dengan kemandirian pangan ini, meskipun lahan semakin berkurang, suplai pangan tetap dapat terpenuhi dengan inovasi di Longwis, setidaknya untuk kebutuhan sendiri,” katanya. Hal yang sama disampaikan Indira saat melanjutkan kunjungannya di Longwis Los Angeles. Ia mengajak warga untuk memanfaatkan potensi lingkungan di pinggir kanal dan menatanya dengan baik, seperti di lingkungan luar negeri. “Kalau kita kompak mau tata baik-baik ini, tentu potensi-potensi di lorong ini bisa kita bangkitkan,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya kekompakan warga dalam membenahi lorong, dengan harapan potensi-potensi yang ada dapat dibangkitkan dan menjadikan lorong tersebut sebagai tempat yang bisa dibanggakan dan nyaman dikunjungi.(*)

Ketua TP PKK Pacu Produktivitas Petani di Acara Musyawarah Tani Abbulo Sibatang

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR,- Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail menghadiri acara Musyawarah Tani atau Abbulo Sibatang yang digelar oleh Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar di Kelurahan Barombong, Selasa (20/08/2024). Musyawarah Tani ini digelar dalam rangka memasuki musim tanam rendengan 2024/2025 dan musim panen gadu 2025. Mengusung tema ‘Adaptasi Iklim dan Implementasi Teknologi untuk Peningkatan Produksi Pertanian sebagai Alternatif Pengendalian Laju Konversi Lahan’. Indira menyampaikan, acara ini merupakan momen penting untuk membahas tantangan dan peluang dalam sektor pertanian oleh para petani bersama Pemerintah Kota Makassar. Dalam kesempatan tersebut, Indira juga menyerukan pentingnya pemanfaatan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Makassar. Peningkatan produktivitas tani melalui adopsi teknologi modern menjadi langkah strategis untuk memastikan kesejahteraan para petani. “Sama-sama kita berkumpul membahas adaptasi iklim dan teknologi untuk meningkatkan produksi pertanian kita,” kata Indira. Indira juga menyampaikan apresiasinya atas semangat para petani. Ia menegaskan pentingnya peran petani sebagai pahlawan pangan bagi Kota Makassar. Kita semua adalah pahlawan pangan Kota Makassar. Pada kesempatan ini, saya ingin meminta kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Tani (KT) sekalian untuk tetap semangat dalam meningkatkan produktivitas pertanian kita,” tambahnya. Sebagai wujud komitmen TP PKK Kota Makassar dalam mendukung inovasi pertanian, Indira menyampaikan program microgreen sebagai inovasi pertanian di tengah perkotaan. Selain itu, Indira juga mengapresiasi inisiatif para KT dan KWT melakukan penanaman padi di ember dan sayuran hidroponik yang sedang dikembangkan di lorong-lorong wisata. “InsyaAllah, melalui inovasi seperti ini akan ada peningkatan yang luar biasa untuk pengembangan pertanian di masa yang akan datang,” ujarnya. Selain memberikan motivasi kepada para petani, Indira juga melakukan peninjauan langsung ke sawah yang siap untuk dipanen. Ia menyaksikan para petani menggunakan mesin kontraktor untuk memanen padi yang menunjukkan kemajuan teknologi pertanian di daerah tersebut. Tidak hanya itu, Indira juga mendukung para petani dengan memborong hasil panen yang dipamerkan langsung di acara Abbulo Sibatang, sebuah langkah nyata untuk mendukung kesejahteraan petani lokal.(*)

Dispar Makassar Matangkan Persiapan Pengajuan Kota Kreatif UNESCO di Kategori Gastronomi

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR, – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar berencana mengusulkan Makassar untuk masuk dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network – UCCN) pada kategori gastronomi atau kuliner. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dispar Kota Makassar, Muhammad Roem, dalam rapat koordinasi seleksi nasional pengusulan nominasi anggota jejaring kota kreatif UNESCO (UCCN) tahun 2025. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Dispar pada Selasa, (20/8/2024). Roem menekankan optimis Makassar masuk UCCN dalam kategori Gastronomi, terlebih karena Makassar kuat dalam brandingnya sebagai Kota Makan Enak. “Makassar memiliki kuliner cita rasa yang khas, tersedia 24 jam dan sejarahnya yang unik. Saya sangat meyakini Makassar mampu mewakili Indonesia dalam kategori Gastronomi,” ujar Roem dengan penuh optimisme. Roem menjelaskan, terdapat lima kota di Indonesia yang telah masuk dalam UCCN. Di antaranya, Pekalongan dan Surakarta masuk dalam kategori Craft and Folk Arts, Ambon di kategori Musik, Bandung di kategori Desain, dan Jakarta di kategori Literasi. Namun, hingga saat ini, belum ada kota di Indonesia yang terwakili dalam kategori Gastronomi, Film, dan Media Arts. Hal itu, Roem meyakini Makassar memiliki potensi besar untuk mewakili Indonesia dalam kategori Gastronomi. “Terlebih, Makassar telah diakui sebagai kota kreatif di sub sektor kuliner oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada tahun 2023, yang semakin memperkuat dasar pengusulan ini,” tambahnya. Roem juga menekankan keikutsertaan dalam UCCN akan membuka pintu bagi lebih banyak kerjasama internasional yang menguntungkan, baik dalam bidang pariwisata maupun ekonomi kreatif. “Ini akan menjadi sarana promosi yang efektif, memperkuat kerjasama antar kota kreatif di dunia, memungkinkan pertukaran best practices, program pertukaran budaya, hingga pilot project yang bisa diterapkan di Makassar,” tambahnya. Diketahui, sebanyak 75 kabupaten/kota di Indonesia menerima undangan dari Kemenparekraf untuk berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini. Namun, hanya dua kota yang nantinya akan dipilih untuk diajukan ke UNESCO. Oleh karena itu, Roem menekankan pentingnya kerjasama yang baik antara seluruh pihak terkait dalam seleksi ini. “Pentingnya kerjasama antar SKPD, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat untuk mencapai tujuan bersama. Ayo memanfaatkan potensi kuliner kreatif Makassar,” ucapnya. Roem berharap melalui usulan ini dapat membawa Makassar memperkuat posisinya sebagai pusat kuliner di Indonesia dan dunia.

Pemkot Makassar-BNI Jajaki Kerja Sama Kartu Identitas dan Keuangan Digital Multifungsi

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR,- Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama BNI Cabang Makassar menjajaki kerja sama Kartu Identitas Keuangan Digital Multifungsi bagi pegawai atau ASN Pemkot Makassar. “Kami menawarkan produk Kartu Combo yang berfungsi sebagai kartu identitas bagi ASN atau Pegawai Pemkot Makassar. Di dalamnya terdapat multifungsi sebagai Kartu debit, e-money, tap cash dan lainnya,” kata Kepala Cabang BNI Makassar, Ichsan Iskandar usai audiensi di kediaman Wali Kota Makassar, Jl Amirullah, Selasa, 20 Agustus 2024. Dia katakan, selain menjalin silaturahmi, penawaran produk BNI itu diharapkan dapat disinergikan dengan Pemkot Makassar. Jika sepakat, kartu identitas tersebut akan dikoneksikan dengan kebutuhan pegawai dan ASN Pemkot Makassar. Saat ini, lanjut dia, pihaknya baru melakukan sosialisasi perkenalan dan penjajakan. Kemudian dilanjutkan dengan MoU. Di samping produk itu, produk dan fitur lain di BNI bisa dikolaborasikan. “Tentu ada serviceses lain seperti kita fasilitasi kartu kredit Garuda, Citilink. Kredit pensiun yang mana lima tahun sebelum pensiun bisa dikasih kredit sampai 75 tahun jadi bisa dia rencanakan programnya,” jelasnya. Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto mengapresiasi program BNI tersebut. Ia mengharapkan dinas terkait menindaklanjuti kolaborasi ini sehingga sinergi dengan berbagai pihak tetap terjalin baik. Pun bermanfaat bagi para pegawai maupun ASN Pemkot Makassar. ***

Fatma Wahyuddin Sosialisasikan Perda Perlindungan Guru

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar, Fatma Wahyudin meminta perda perlindungan guru dapat diterapkan dengan baik di setiap sekolah. Tujuannya untuk menciptakan pembelajaran yang aman dan nyaman. Demikian disampaikannya saat Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2022 tentang Perlindungan Guru, di Hotel Travelers Makassar, Selasa (20/8/2024). Legislator dari Fraksi Demokrat ini menyebut bahwa konflik yang berkaitan dengan guru seringkali terjadi. Lewat perda itu, guru diharap dapat mengajar dengan nyaman. “Jadi ini mencegah dan perilaku perilaku tindak kekerasan, ancaman, dan perilaku diskriminasi terhadap guru,” ujarnya. Wakil Ketua Komisi A DPRD Makassar ini menjelaskan jika ada beberapa perlindungan terhadap guru. Baik dari segi hukum maupun profesi. “Di bab 7 itu banyak mengatur terkait bentuk perlindungan guru, ada juga perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja, serta perlindungan atas hak kekayaan intelektual,” jelasnya. Ia menegaskan guru sebagai penyelenggara pembelajaran perlu diberikan perhatian khusus. Selama ini, ia menyayangkan adanya konflik terjadi. “Kita harus menjaga martabat dan peran serta guru sebagai penyelenggara pembelajaran,” tambah Fatma Wahyudin. Pengembang Teknologi Pembelajaran Dinas Pendidikan Kota Makassar, Syarifuddin juga sepakat dengan kehadiran peda ini. Terlebih, disosialisasikan oleh Fatma Wahyudin. Ia berharap Fatma Wahyudin terus mensosialisasikan perda ini yang terbilang masih baru. “Kami harapkan ibu bisa terus melakukan sosialisasi sehingga ini dipahami oleh semua orang,” tukasnya. (*)

Ketua TP PKK Kota Makassar Dampingi Wali Kota Makassar Hadiri Pesta Rakyat di Tiga Kecamatan

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR,- Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, turut mendampingi Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dalam rangkaian Pesta Rakyat di tiga kecamatan, Senin (19/8/2024). Kehadiran Indira Yusuf Ismail tidak hanya untuk mendukung Danny Pomanto, tetapi juga untuk menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan kota. Indira hadir di Pesta Rakyat Kemerdekaan tingkat Kecamatan Biringkanaya yang digelar di GOR Sudiang, Kecamatan Tamalanrea di Makassar Town Square, dan Kecamatan Manggala di Lapangan Bitowa. Pada kesempatan itu, Indira menyampaikan pesan tentang pentingnya pemberdayaan perempuan di berbagai sektor kehidupan. “Perempuan memiliki peran penting dalam kemajuan sebuah daerah. Kita bisa lihat, banyak program PKK yang bersinergi dengan pemerintah kota dan telah memberikan dampak positif, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi keluarga,” ujar Indira. Selama mendampingi Wali Kota dalam dua periode kepemimpinannya, Indira Yusuf Ismail aktif mendorong berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak. Dia menyadari bahwa pembangunan yang inklusif harus melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk perempuan. Pada kesempatan tersebut, Indira juga menyoroti beberapa capaian program PKK Kota Makassar yang selama ini telah berjalan, seperti peningkatan kesehatan ibu dan anak serta pemberdayaan ekonomi perempuan melalui usaha mikro. “Dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, terutama para perempuan, sangat penting untuk keberhasilan program-program yang kami jalankan. Saya berharap semangat gotong royong ini terus terjaga,” pungkasnya.

Ketua TP PKK Makassar Panen Pare di Lorong Wisata Mildura

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR,- Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian pangan masyarakat. Kali ini, Indira memanen pare di Lorong Wisata Mildura, Kelurahan Sinrijala, Kecamatan Panakkukang, Senin (19/8/2024). Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan program lorong wisata, tetapi juga menegaskan pentingnya upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan sempit di perkotaan. Dalam sambutannya, Indira menekankan bahwa lorong wisata yang tersebar di seluruh kecamatan di Makassar memiliki karakteristik dan keunikan masing-masing. Keberadaan lorong wisata ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung kesejahteraan masyarakat setempat, baik melalui pemanfaatan hasil pertanian maupun pengembangan usaha kecil dan menengah. Dengan demikian, masyarakat di lorong wisata diharapkan dapat mandiri secara ekonomi dan memanfaatkan potensi lokal untuk memenuhi kebutuhan mereka. “Terima kasih sudah meluangkan waktu, bisa menerima saya untuk bersilaturahmi. Lorong wisata yang ada di semua kecamatan tentu punya ciri dan khas masing-masing. Tapi kita punya tujuan kenapa dibikin lorong wisata. Untuk mensejahterakan masyarakat di wilayah itu,” ujar Indira Yusuf Ismail. Lebih lanjut, Indira menggarisbawahi pentingnya penataan lorong wisata yang baik agar dapat mendukung pengembangan usaha dan kuliner lokal. Penataan yang tepat akan meningkatkan daya tarik lorong wisata tidak hanya bagi warga Makassar tetapi juga bagi tamu dari luar kota bahkan mancanegara. Kata Indira, lorong wisata bisa menjadi magnet yang memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Makassar kepada dunia luar, sekaligus mengangkat perekonomian masyarakat setempat. Indira juga menekankan bahwa penataan lorong wisata perlu dilakukan secara optimal untuk mengembangkan potensi ekonomi yang ada di dalamnya. Menurutnya, keberhasilan penataan tersebut dapat berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga setempat, terutama melalui usaha kecil, kuliner, dan produk-produk UMKM yang dihasilkan di lorong wisata tersebut. “Lorong wisata perlu ditata sebaik-baiknya karena kita berharap masyarakatnya bisa mengembangkan usaha, kuliner, dan hasil UMKM di lorong itu bisa dinikmati, mengangkat ekonomi masyarakat di lorong itu sendiri,” tambahnya. Indira berharap, melalui lorong wisata seperti di Mildura, masyarakat dapat semakin berdaya dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka sendiri, sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas melalui pengembangan potensi lokal. Dengan demikian, lorong wisata dapat menjadi daya tarik yang tidak hanya menarik minat wisatawan lokal tetapi juga internasional. “Sehingga lorong wisata itu bisa dikunjungi warga, juga tamu baik dari dalam maupun luar negeri untuk melihat bagaimana kehidupan masyarakat di lorong kota Makassar,” pungkasnya

Ketua TP PKK Kota Makassar Dorong Promosi Potensi Wisata di Pulau Lae-Lae

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR, Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, kembali mengunjungi Pulau Lae-Lae untuk ketiga kalinya, pada Senin (19/8/2024). Dalam kunjungan tersebut, Indira menekankan pentingnya penataan dan promosi Pulau Lae-Lae sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Makassar. Indira menilai bahwa Pulau Lae-Lae masih memerlukan penataan lebih lanjut agar potensinya dapat dikembangkan secara optimal. Dia mengajak seluruh warga untuk turut serta menjaga dan menata pulau tersebut. “Alhamdulillah Lae-Lae ini sebenarnya indah sekali, tapi saya rasa memang ini mesti ditata lebih baik lagi. Pulau ini harus jadi destinasi karena lokasinya tidak jauh dari daratan kota dan tentunya semua warga harus bahu membahu kompak, bagaimana pulau Lae-Lae ini bisa tertata dengan baik,” ungkap Indira. Di samping itu, Indira juga mendorong hadirnya fasilitas layanan kesehatan yang terbaik di Lae-Lae. Dia berencana untuk membahas hal ini dengan pihak terkait guna memastikan kebutuhan warga pulau dapat terpenuhi dengan baik. “Untuk pustu dan masalah kesehatan, saya akan bicarakan dengan Kadis Kesehatan, insyallah saya akan minta untuk turun ke Lae-Lae. Kebutuhan mengenai kesehatan itu sama saja antara warga pulau dan warga di daratan kota. Itu kebutuhan yang sangat penting bagi warga kita,” jelas Indira. Selain itu, sebagai Bunda PAUD, Indira juga akan mengusulkan kepada pemerintah kota agar sekolah-sekolah di Lae-Lae memiliki standar internasional yang setara dengan sekolah lain di Makassar. “Tadi saya juga lihat sekolahnya, sebagai Bunda PAUD, saya sudah usulkan ke Pemkot bagaimana tentunya sekolah-sekolah itu berstandar internasional di semua wilayah yang ada di kota Makassar,” tambahnya. Mengenai pendidikan tingkat SMA dan universitas, meskipun bukan kewenangannya, Indira mengaku akan berusaha agar hal ini dapat didiskusikan lebih lanjut dengan pemerintah provinsi dan wali kota untuk menciptakan pulau yang mandiri. “Kalau untuk SMA, bukan kewenangan kita, itu pemerintah provinsi, tapi itu bisa kita diskusikan bahwa kalau pulau yang mandiri, bagus kalau ada SMA-nya. Bagus juga nanti kalau ada universitasnya, tapi tentu itu harus melalui pembicaraan,” ujarnya. Indira menekankan bahwa Pulau Lae-Lae memiliki potensi besar yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh warga setempat. Menurutnya, menjaga kebersihan dan kerapian pulau adalah langkah awal yang penting untuk menjadikan Lae-Lae sebagai destinasi wisata. “Pulau ini sangat potensial, jadi bersyukurlah warga yang hidup di pulau ini. Kita mulai dengan kita sama-sama, paling tidak bersih dan tertata dulu. Kita harus buktikan bagaimana kita pelihara pulau ta ini,” tegasnya. Indira juga berharap agar Pulau Lae-Lae dapat menjadi salah satu tujuan wisata bagi tamu-tamu yang berkunjung ke Makassar, seperti yang biasa dia lakukan dengan membawa tamu ke lorong-lorong wisata. “Kalau ada tamu, saya selalu bawa ke lorong-lorong, makan dan ngobrol di situ, itu bisa kita usulkan untuk ke Lae-Lae. Tentu kalau kita bawa tamu, kita mau lorongnya yang berstandar,” ungkapnya. Di akhir kunjungannya, Indira menegaskan bahwa kunci sukses penataan dan promosi Pulau Lae-Lae adalah kekompakan dan kerja sama dari seluruh warga. “Kekompakan dari semua warga yang paling penting. Semua warga baku sayang, baku tolong. Kita semua mau lihat Lae-Lae ini jadi destinasi wisata. caranya, tata wilayah ta,” pungkasnya.

PJ Sekda Kota Makassar Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Penurunan Bendera Merah Putih HUT RI Ke 79

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR, — Pj Sekda Makassar, Firman Hamid Pagarra bertindak menjadi Inspektur Upacara Penurunan Bendera pusaka merah putih Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 79 Tahun 2024. Pelaksanaan penurunan bendera pusaka merah putih ini dilaksanakan di pelataran Anjungan City Of Makassar, Sabtu sore (17/08/2024) Pukul 17.00 WITA. Dalam upacara ini bertindak sebagai komandan upacara, Ipda Rinal Krishna Triananda, Kasubnit 2 Unit Tipidter Satreskrim Polrestabes Makassar. Sementara pembawa baki, Syarifah Sabrina Nur Madinah, SMA Negeri 8 Makassar. Pembentang Bendera, atas nama Muhammad Rayhan Al Gazalah Fakhriawan dari SMA Negeri 5 Makassar. Dan yang bertindak sebagai Penggerek Bendera yakni Muhammad Lutfi Yahid, dari SMK Telkom Makassar. Diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, para Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tim Wangsa Kota Makassar berhasil dalam menjalankan tugas menurunkan bendera Merah Putih dan menyerahkannya kepada Inspektur upacara. Usai pelaksanaan upacara penurunan bendera, Firman Pagarra menyerahkan kembali peti yang berisi duplikat bendera pusaka merah putih dan salinan teks proklamasi kepada purna paskibraka 2023 yang telah ditugaskan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar. “Alhamdulillah prosesi penurunan bendera merah putih yang kita cintai ini berjalan dengan lancar dan khidmat. Semua bekerja sama dengan baik. Apalagi para paskibra kita dan semua petugas upacara penurunan bendera ini sangat kompak,” ucap Firman. Firman yang didampingi Ketua DWP Kota Makassar, Fadliah Firman datang menyapa secara langsung para anggota Paskibraka beserta para pelatih dan pendamping. Ia pun menyampaikan apresiasi atas tugas yang telah dilaksanakan dengan baik sejak latihan hingga puncak peringatan HUT ke-79 RI. Firman berpesan agar Paskibraka yang merupakan pelajar terpilih tetap menjaga silaturahmi dan kekompakan. Upacara Penurunan Bendera Merah Putih sebagai penutup rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 79 selesai dilaksanakan pukul 18.00 WITA dalam keadaan aman, lancar dan khidmat. Turut hadir dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, antara lain Forkopimda Makassar dan jajaran OPD lingkup kota Makassar dan instansi vertikal serta masyarakat umum kota Makassar. Diketahui, Pj Sekda Makassar, Firman Hamid Pagarra menghadiri upacara penurunan bendera pusaka merah putih menggunakan motor vespa dan mengenakan pakaian PSL lengkap bersama jajaran OPD lingkup kota Makassar yang start dari kediaman pribadinya di Jalan Landak Baru. (*)