Suara Indonesiaku

Ada Ruang Olahraga Khusus Perempuan di Rappang, Nurkanaah: Manfaatkan dengan Baik

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Kabar baik bagi perempuan di Kabupaten Sidenreng Rappang. Kini tersedia ruang olahraga khusus perempuan yang dihadirkan Diamond Gym untuk memberikan pilihan berolahraga dengan suasana nyaman dan privasi lebih terjaga. Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, mengapresiasi hadirnya fasilitas tersebut dan mengajak kaum perempuan memanfaatkannya sebagai ruang untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Hal itu disampaikan Nurkanaah saat menghadiri opening Diamond Gym khusus Akhwatdi Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Ahad (30/8/2026). “Ini tentu patut kita apresiasi. Kita bangga karena hadir fasilitas olahraga khusus bagi perempuan di Kabupaten Sidrap. Semoga ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran,” ungkap Nurkanaah. Menurutnya, semakin banyak pilihan fasilitas olahraga akan memberi kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Kehadiran ruang khusus perempuan juga menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan kenyamanan dan privasi saat berolahraga. Nurkanaah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menggaungkan berbagai kegiatan positif di Kabupaten Sidenreng Rappang, termasuk aktivitas yang mendukung kesehatan. “Mari kita bersama-sama menggaungkan hal-hal positif di Kabupaten Sidrap. Dengan semakin banyaknya kegiatan dan fasilitas yang mendukung kesehatan masyarakat, tentu akan memberikan dampak yang baik bagi daerah kita,” tambahnya. Tak hanya melihat dari luar, Nurkanaah juga menyempatkan diri meninjau dan mencoba langsung sejumlah fasilitas olahraga yang tersedia di dalam Diamond Gym. Owner Diamond Gym, Mulyadi Fattah, mengatakan fasilitas khusus perempuan tersebut berada di lantai dua. Sebelumnya, Diamond Gym telah melakukan soft opening lantai satu yang dibuka untuk masyarakat umum. “Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan soft opening di lantai satu yang dibuka untuk umum. Hari ini kami melanjutkan dengan membuka tempat khusus Akhwat,” ujar Mulyadi. Ia menjelaskan, ruang khusus tersebut dihadirkan sebagai respons terhadap kebutuhan perempuan yang ingin berolahraga tanpa mengesampingkan aspek kenyamanan dan privasi. “Bagi perempuan yang merasa privasinya terganggu saat berolahraga di tempat umum, kami menghadirkan tempat khusus Akhwat di lantai dua. Kami berharap tempat ini dapat menjadi fasilitas yang nyaman bagi perempuan untuk menjaga kesehatan,” jelasnya. Opening Diamond Gym khusus Akhwat turut dihadiri Camat Panca Rijang Faradilla Bakri beserta jajaran aparat kecamatan, Anggota DPRD Sidrap Hj. Siti Rahmah, Ketua PBFI Sidrap Taufik, para pecinta olahraga, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan ditandai dengan pengguntingan pita dan berlangsung meriah. Acara turut diisi pembagian door prize kepada para tamu undangan.

75 Anak Ikuti Sunatan Gratis di Passeno, Wabup Nurkanaah Apresiasi Semangat Berbagi

Suaraindonesiaku.com, Sidrap –Sebanyak 75 anak mengikuti sunatan massal gratis yang digelar Ikatan Alumni SMA Negeri 06 Makassar bersama Pesantren Sehati di Pesantren Sehati Passeno, Kecamatan Baranti, Ahad (30/8/2026). Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, sebagai wujud kepedulian yang menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain sunatan massal, bakti sosial tersebut juga menghadirkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di sekitar Kecamatan Baranti. Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah hadir dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Iqbal, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak, Andi Surya Praja Hadiningrat, serta Camat Baranti, Mastura. Hadir pula Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan H. Zulkifli, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat. Mewakili Ikatan Alumni SMA Negeri 06 Makassar, Dr. Muhammad Ridho mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat. “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kami kepada masyarakat. Selain sunatan massal gratis untuk 75 anak, kami juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat,” jelasnya. Nurkanaah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ikatan Alumni SMA Negeri 06 Makassar bersama Pesantren Sehati yang telah menghadirkan kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam membantu pelayanan kesehatan sekaligus meringankan beban masyarakat. “Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Sidrap menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ikatan Alumni SMA Negeri 06 Makassar bersama Pesantren Sehati yang telah menghadirkan kegiatan bakti sosial ini,” ujar Nurkanaah. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sidrap mendukung berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong. “Kami pemerintah daerah tentu sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Semoga kegiatan sosial dan kepedulian kepada sesama terus terjaga dan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, Nurkanaah juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia menyebutkan, sejumlah kebakaran telah terjadi di Kabupaten Sidrap, baik yang menimpa rumah maupun lahan. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dan menghindari tindakan yang dapat memicu terjadinya kebakaran. “Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada selama musim kemarau. Saat ini sudah beberapa kali terjadi kebakaran, baik rumah maupun lahan. Mari kita bersama-sama meningkatkan kehati-hatian untuk mencegah terjadinya musibah,” pesannya. Kegiatan kemudian dirangkaikan dengan penyerahan plakat dan piagam, serta kunjungan bersama para tamu undangan ke lokasi pelaksanaan sunatan massal dan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Wabup Nurkanaah Hadiri Penutupan MTQ VIII Korpri Nasional 2026 di Pangkep

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Nurkanaah menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) tingkat Nasional Tahun 2026, Sabtu malam (29/8/2026). Penutupan dilakukan Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar di Alun-Alun Citra Mas, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh serta sejumlah pejabat terkait Pemkab Sidrap turut hadir dalam acara penutupan tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Sidrap terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan aparatur, sekaligus momentum mempererat silaturahmi antar-ASN dari berbagai daerah. MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 mengusung tema “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh”. Kegiatan ini diikuti 1.173 peserta dari 38 provinsi serta 77 kementerian dan lembaga. Pada momentum penutupan, Sumatera Barat ditetapkan sebagai juara umum, sementara Sulawesi Selatan menempati peringkat kedua. Rangkaian MTQ KORPRI Nasional berikutnya akan berlanjut di Provinsi Maluku Utara sebagai tuan rumah selanjutnya. MTQ KORPRI tidak hanya menjadi ruang kompetisi seni baca dan pemahaman Al-Qur’an bagi ASN, tetapi juga menjadi momentum meneguhkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam pelaksanaan tugas, pengabdian, dan pelayanan kepada masyarakat.

Bhayangkara Offroad Merdeka, Momentum Promosikan Wisata Sidrap

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif menyebut Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V Tahun 2026 menjadi momentum memperkenalkan potensi wisata Sidrap kepada para peserta dari berbagai daerah. Hal itu disampaikan Syaharuddin saat menghadiri Ramah Tamah Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V di Taman Wisata Puncak Bila, Kecamatan Pitu Riase, Sabtu malam (28/8/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian HUT Bhayangkara dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut diikuti para pencinta offroad dari berbagai wilayah. Sidrap menjadi salah satu lokasi persinggahan sekaligus tempat bermalam peserta sebelum melanjutkan perjalanan menuju Parepare sebagai titik finis. “Terima kasih terkhusus dari masyarakat Sidrap kepada Bapak Kapolda dan Wakapolda yang telah memberikan kepercayaan Sidrap menjadi tuan rumah kedatangan offroader yang ada di Sulawesi Selatan, bahkan dari seluruh Indonesia,” ujar Syaharuddin. Menurutnya, kehadiran para offroader di Taman Wisata Puncak Bila memberi kesempatan bagi Sidrap untuk memperkenalkan wajah daerah melalui pengalaman langsung para peserta. Ia mengajak para peserta menikmati suasana alam Puncak Bila. Meski pemandangan belum terlihat jelas pada malam hari, hamparan persawahan dan karakter alam Sidrap akan menjadi suguhan tersendiri saat perjalanan dilanjutkan pada pagi hari. “Selamat datang di Kabupaten Sidrap. Malam ini mungkin view-nya belum kelihatan, tetapi besok pagi pasti akan merasakan sesuatu yang bagus yang ada di Kabupaten Sidrap, dengan pemandangan sawahnya dan beberapa karakter venue,” katanya. Syaharuddin menegaskan, Sidrap ingin bergerak dari daerah yang sekadar dilintasi menjadi daerah tujuan wisata. Posisinya yang berbatasan dengan enam kabupaten/kota membuat Sidrap selama ini menjadi salah satu jalur perlintasan. Namun, menurutnya, kegiatan seperti Bhayangkara Offroad Merdeka menunjukkan potensi Sidrap untuk menjadi tempat persinggahan sekaligus destinasi. “Makanya begitu datang acara Bhayangkara Offroad Merdeka di Sidrap, tempat yang tepat untuk bermalam adalah Taman Wisata Puncak Bila,” ujarnya. Ia menilai pengalaman para peserta selama berada di Sidrap dapat menjadi bagian dari promosi wisata yang berlangsung secara alami. Para offroader tidak hanya melintasi wilayah Sidrap, tetapi juga bermalam, menikmati suasana alam, dan melihat langsung kehidupan masyarakat. “Ini salah satu bukti Sidrap sudah menjadi destinasi. Malam hari ini Bhayangkara Offroad Merdeka, semua pesertanya bermalam di Kabupaten Sidrap. Alhamdulillah, tahun ini Sidrap menjadi tuan rumah,” katanya. Selain wisata alam, Syaharuddin memperkenalkan Sidrap sebagai salah satu sentra produksi beras dan penyuplai pangan untuk kawasan Indonesia Timur. Ia mengajak para peserta menikmati panorama persawahan saat melanjutkan perjalanan dari Bila Riase menuju Parepare. “Besok kalau keluar siang sepanjang jalan Bila Riase sampai ke Parepare, Anda akan disuguhkan pemandangan yang hijau sampai kekuning-kuningan. Orang sudah mulai panen,” tuturnya. Sementara itu, Dirlantas Polda Sulsel AKBP Erwin Syah mengatakan Sidrap menjadi basecamp kedua dalam rangkaian Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V. Perjalanan selanjutnya akan berakhir di Parepare. “Insyaallah besok kita akan melanjutkan perjalanan ke Parepare di titik finish,” ujarnya. Menurut Erwin, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang menguji keterampilan peserta dalam menghadapi berbagai medan. Bhayangkara Offroad Merdeka juga membawa semangat sportivitas, solidaritas, tanggung jawab, silaturahmi, dan kebersamaan. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi bentuk kehadiran Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat, termasuk komunitas otomotif serta pencinta offroad. “Polri hadir bersama pemerintah daerah, bersama seluruh lapisan masyarakat otomotif, pencinta offroader, untuk memberikan perhatian kepada masyarakat kita,” katanya. Ketua IOF Sulsel juga mengapresiasi pelaksanaan Bhayangkara Offroad Merdeka yang terus berkembang dari seri ke seri. Ia berharap kegiatan semacam ini turut memperkuat posisi Sidrap sebagai daerah tujuan wisata. “Tempat seperti ini penting kita jadikan Sidrap bukan lagi tempat persinggahan, tapi Sidrap menjadi kabupaten tujuan wisata,” ujarnya. Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V pun tidak sekadar menghadirkan tantangan lintasan bagi para offroader. Kehadiran mereka di Puncak Bila membuka ruang bagi Sidrap untuk memperkenalkan pesona alam, hamparan sawah, dan pengalaman wisata yang dimiliki daerah.

Syaharuddin Alrif Buka Forum Perdagangan Antardaerah APKASI, Perkuat Kolaborasi Jaga Pasokan Pangan Nasional

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Koordinator Bidang Pangan, Syaharuddin Alrif, membuka Forum Kerja Sama Perdagangan Antardaerah dalam rangkaian Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026). Forum tersebut menjadi ruang strategis memperkuat sinergi pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, dan pelaku usaha dalam membangun jaringan perdagangan antardaerah guna menjaga kelancaran distribusi komoditas serta memperkokoh ketahanan pangan nasional. Acara dihadiri Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Iqbal Shoffan Shofwan, Bupati Klungkung I Made Satria, Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution, serta Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin. Sebagai Wakil Ketua Umum APKASI Koordinator Bidang Pangan, Syaharuddin menekankan pentingnya kerja sama antardaerah dalam membangun ekosistem perdagangan yang saling terhubung. “Kolaborasi menjadi kunci agar daerah sentra produksi dapat terhubung dengan wilayah yang membutuhkan pasokan,” ujar Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) tersebut. Forum bertema “Penguatan Perdagangan Antardaerah untuk Stabilitas Pasokan dan Ketahanan Nasional” ini membahas berbagai strategi, mulai dari penguatan distribusi komoditas, perluasan akses pasar, hingga peningkatan daya saing produk unggulan daerah. Bagi Syaharuddin, penguatan kerja sama perdagangan antardaerah bukan hanya tentang aktivitas ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan mendukung ketahanan pangan nasional. “Daerah memiliki potensi dan keunggulan masing-masing. Melalui kerja sama antardaerah, potensi tersebut dapat saling melengkapi sehingga memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” terang Syaharuddin. Dalam forum tersebut juga berlangsung dialog interaktif yang menghadirkan kepala daerah, pemerintah pusat, dan pelaku usaha untuk membahas peluang serta tantangan pengembangan perdagangan antarwilayah.

Fashion Show Wastra Nusantara AOE 2026, Sidrap Raih Juara Favorit I

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mencatat prestasi membanggakan dalam ajang nasional Fashion Show Wastra Nusantara Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026. Melalui karya busana berbasis Lipa Sabbe atau sarung sutra khas Sidrap, daerah ini berhasil meraih Juara Favorit I dalam ajang yang digelar di Hall 3 Indonesia Convention Exhibition (ICE), Kabupaten Tangerang, Jumat (28/8/2026). Prestasi tersebut menjadi momentum penting bagi Sidrap dalam memperkenalkan kekayaan budaya lokal sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis wastra daerah. Karya busana yang membawa nama Sidrap dalam ajang tersebut merupakan hasil kreativitas desainer sekaligus entrepreneur Fitriani Sukri. Ia mengangkat kain tenun dari perajin asli Sidrap dan mengemasnya dalam desain modern tanpa menghilangkan identitas budaya daerah. “Konsep yang kami usung kali ini menggunakan kain dari para perajin tenunan asli Sidrap. Kami ingin mengangkat dan memperkenalkan kekayaan budaya Sidrap, khususnya Lipa Sabbe atau sarung sutra, kepada masyarakat Indonesia,” ungkap Fitriani. Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi capaian di bidang fesyen, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk lokal Sidrap. Melalui panggung nasional seperti AOE 2026, Lipa Sabbe memiliki peluang semakin dikenal luas dan meningkatkan nilai ekonomi bagi para perajin serta pelaku UMKM yang bergerak di bidang tenun dan industri kreatif. Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan meraih Juara Favorit I pada keikutsertaan perdana Sidrap dalam ajang tersebut menjadi bukti bahwa potensi budaya dan kreativitas masyarakat Sidrap mampu bersaing di tingkat nasional. “Terima kasih kepada Fitriani Sukri selaku desainer dan entrepreneur yang telah membawa nama Sidrap hingga berhasil meraih Juara Favorit I. Ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Sidrap karena baru pertama kali mengikuti ajang ini dan langsung berhasil meraih penghargaan,” ujar Nurkanaah. Ia menilai, prestasi tersebut menjadi peluang untuk semakin memperkuat pengembangan ekonomi kreatif daerah. Menurutnya, wastra tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga dapat menjadi sumber penggerak ekonomi masyarakat. “Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus mengembangkan potensi wastra dan produk ekonomi kreatif Sidrap. Kita berharap semakin banyak pelaku UMKM dan kreator daerah yang mampu membawa nama Sidrap ke tingkat nasional bahkan internasional,” lanjutnya. Dalam Fashion Show Wastra Nusantara AOE 2026, Sidrap bersaing dengan berbagai daerah dari seluruh Indonesia. Adapun hasil akhir lomba yakni Juara I Kabupaten Lampung Selatan, Juara II Kabupaten Tabalong, Juara III Kabupaten Lahat, Juara Favorit I Kabupaten Sidrap, Juara Favorit II Kabupaten Bandung Barat. Selain mendapatkan penghargaan, Sidrap juga memperoleh hadiah sebesar Rp1.500.000 atas capaian tersebut. Fashion Show Wastra Nusantara ini dibuka oleh Wakil Bendahara Umum APKASI yang juga Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T. Dalam sambutannya, Ratu Ngadu Bonu Wulla menegaskan, Fashion Show Wastra Nusantara memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar pertunjukan busana. “Ajang ini bukan sekadar panggung busana biasa. Ini adalah wujud nyata komitmen APKASI dalam melestarikan warisan budaya sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif daerah secara berkelanjutan,” ujarnya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Lisa Riana Muallim dari Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Athan Siahaan selaku desainer wastra Indonesia, serta Dandil Rahmat, fashion designer Indonesia. Berbagai karya wastra dari sejumlah daerah di Indonesia ditampilkan dalam peragaan busana tersebut. Masing-masing daerah membawa ciri khas dan identitas budayanya, sehingga menjadikan Fashion Show Wastra Nusantara sebagai panggung keberagaman budaya Indonesia. Pengakuan terhadap Lipa Sabbe dalam ajang nasional ini menjadi peluang besar untuk memperluas pasar produk wastra Sidrap. Dengan dukungan promosi, inovasi desain, dan penguatan kapasitas pelaku UMKM, kain tradisional khas Sidrap berpotensi berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi tinggi. Melalui capaian di Apkasi Otonomi Expo 2026, Sidrap menunjukkan bahwa potensi lokal mampu menjadi kekuatan daerah ketika dipadukan dengan inovasi dan kreativitas. Prestasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk semakin mengenalkan produk unggulan Sidrap ke tingkat nasional hingga pasar internasional

Diwawancarai TVOne, Bupati Sidrap Perkenalkan Produk Lokal di Apkasi Otonomi Expo 2026

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memanfaatkan ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Hall 3 dan 3A Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah kepada masyarakat dan pelaku usaha dari berbagai wilayah di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Syaharuddin saat wawancara bersama TVOne di sela pelaksanaan AOE 2026, Kamis (27/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia memaparkan potensi ekonomi Sidrap serta sejumlah produk lokal yang memiliki peluang untuk dikembangkan dan dipasarkan lebih luas. Syaharuddin mengatakan, keikutsertaan Kabupaten Sidrap dalam AOE 2026 merupakan langkah pemerintah daerah untuk membuka akses pasar sekaligus memperkenalkan potensi daerah di tingkat nasional. “Melalui Apkasi Otonomi Expo ini, kami ingin memperkenalkan produk-produk unggulan Sidrap kepada masyarakat luas. Kami berharap produk lokal ini semakin dikenal, diminati, dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujar Syaharuddin. Dalam ajang tersebut, Kabupaten Sidrap menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari olahan pertanian, komoditas daerah, hingga produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha daerah. Menurut Syaharuddin, pengembangan produk lokal tidak hanya berorientasi pada perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus mendukung pelaku UMKM dan sektor usaha lainnya agar mampu menghasilkan produk berkualitas, inovatif, serta memiliki daya saing. Ia berharap keikutsertaan Sidrap dalam AOE 2026 dapat membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah lain, pelaku usaha, investor, maupun mitra bisnis. “Kami berharap dari expo ini lahir kerja sama dan transaksi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Sidrap. Produk lokal harus terus kita kembangkan agar memiliki pasar yang lebih luas,” tambahnya. Apkasi Otonomi Expo 2026 yang berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 menjadi salah satu ajang strategis bagi pemerintah kabupaten untuk mempromosikan potensi daerah di bidang perdagangan, pariwisata, investasi, dan pengadaan. Partisipasi Kabupaten Sidrap dalam kegiatan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus memperluas jejaring pemasaran produk unggulan daerah ke tingkat nasional.

Bupati Syaharuddin Alrif Turun Menyusuri Sawah Tiga Kecamatan, Ikhtiar Jaga Produktivitas di Tengah El Nino

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Ancaman El Nino yang berpotensi memperpanjang musim kemarau menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Untuk memastikan sektor pertanian tetap berjalan, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif turun langsung menyusuri area persawahan dan mengecek kondisi pengairan di tiga kecamatan, Sabtu (28/8/2026). Didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Pertanian, Ibrahim, dan jajaran Forkopimcam, Syaharuddin meninjau lahan pertanian di Kecamatan Watang Pulu, Baranti, dan Watang Sidenreng. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi sawah sekaligus memastikan langkah penanganan agar produksi padi tetap terjaga di tengah tantangan musim kemarau. Di Kecamatan Watang Pulu, Bupati mengecek debit air yang menjadi sumber pengairan persawahan. Ia menyebut keberadaan program listrik masuk sawah membantu petani menjaga keberlangsungan pertanian meski kondisi cuaca mulai menantang. “Alhamdulillah, berkat adanya listrik masuk sawah, pertanian di sini masih selamat. Untuk yang belum ada sumur bornya, kita akan carikan solusinya,” ujar Syaharuddin. Perjalanan berlanjut ke Kecamatan Baranti. Di wilayah ini, Bupati memastikan pemerintah daerah akan menambah titik sumur bor agar kebutuhan air bagi persawahan dapat terpenuhi lebih luas. “Insyaallah kita akan tambah titik bor di sini supaya bisa mengaliri air semua,” katanya. Sementara di Kecamatan Watang Sidenreng, pemerintah daerah menyiapkan langkah pemanfaatan sumber air dari Danau Sidenreng. Syaharuddin menyampaikan air danau akan dipompa untuk membantu mengairi persawahan, disertai pekerjaan pengurukan agar sistem pengairan dapat berjalan lebih optimal. “Kita akan pompa air Danau Sidenreng untuk mengaliri persawahan. Pengurukan juga akan kita lakukan dan segera dikerjakan secepatnya agar padi di Watang Sidenreng bisa diselamatkan,” jelasnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Sidrap menjaga produktivitas pertanian, sekaligus memastikan petani tetap mendapat dukungan menghadapi perubahan iklim dan musim kemarau yang lebih panjang

Di Tengah Kemarau, Petani di Kelurahan Kadidi Tetap Bisa Panen Berkat Program Listrik Masuk Sawah

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Musim kemarau yang berdampak pada ketersediaan air pertanian tidak menyurutkan semangat petani di Kelurahan Kadidi. Berkat program Listrik Masuk Sawah yang dilengkapi dengan pompa air, sejumlah lahan persawahan di wilayah tersebut tetap mendapatkan pasokan air sehingga petani masih dapat melakukan panen di tengah kondisi kemarau. Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian Pertanian, dan PT PLN. Kehadiran fasilitas listrik dan pompa air menjadi salah satu upaya mendukung keberlanjutan produksi pertanian sekaligus membantu petani menghadapi dampak musim kemarau. Berdasarkan data pertanian Kelurahan Kadidi, terdapat sekitar 120 hektare lahan yang dikelola oleh empat kelompok tani. Dari luasan tersebut, sekitar 5,5 hektare terdampak kemarau, sementara 114,5 hektare lainnya masih dalam tahap persiapan panen. Adapun lahan yang telah memasuki masa panen sementara mencapai sekitar 8 hektare, dengan produksi berkisar 5–8 ton per hektare dan pompanisasi OPLA nonrawa sebanyak 13 titik yang menggunakan listrik. Ketua Gapoktan Asoka Kelurahan Kadidi, Muh. Amin Daif, menyampaikan rasa syukurnya atas manfaat program tersebut bagi para petani. “Syukur Alhamdulillah, berkat adanya bantuan listrik masuk sawah lengkap dengan pompa air, masih bisa panen di tengah kemarau,” ujar Muh. Amin Daif. Program Listrik Masuk Sawah tidak hanya membantu mengatasi keterbatasan air, tetapi juga memberikan harapan bagi petani agar produksi pertanian tetap berjalan. Dengan dukungan infrastruktur pengairan dan kolaborasi berbagai pihak, lahan pertanian di Kelurahan Kadidi diharapkan mampu mempertahankan produktivitas meskipun menghadapi tantangan perubahan musim. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, Kementerian Pertanian, PLN, dan kelompok tani dapat memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di Kabupaten Sidrap.

Lewat Forum OECD-APKASI, Sidrap Perkuat Kemitraan Pembangunan dan Peluang Ekonomi

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus membuka ruang kolaborasi untuk mempercepat pembangunan dan memperluas peluang ekonomi. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam Lokakarya Peningkatan Kapasitas OECD–APKASI yang membahas penguatan pembiayaan pembangunan dan infrastruktur berkelanjutan. Kegiatan yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) tersebut berlangsung di Tangerang, Jumat (28/8/2026). Forum ini menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas, bertukar pengalaman, serta membangun jejaring kerja sama dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Delegasi Pemkab Sidrap dipimpin Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah. Turut hadir Kepala Bapenda Muhammad Rohady Ramadhan, Kepala Dinas Kominfo Mahluddin, Kepala BKAD Sunandar Priyoatmojo, Kepala Dinas PMPTSP Andi Nirwan, Kepala Dinas Perhubungan Andi Bahari Parawansa, serta sejumlah pejabat terkait. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya Sidrap memperluas koneksi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah lain, pemerintah pusat, lembaga internasional, hingga pelaku usaha. Dalam forum bertema “Meningkatkan Pembiayaan dan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di Berbagai Tingkatan Pemerintahan” itu, sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari penguatan fondasi keuangan daerah, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan kerja sama ekonomi dan perdagangan antardaerah. Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas Medrilzam, memaparkan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang kuat, efektif, dan berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan. Sementara itu, Plt. Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral Republik Indonesia Cahyadi Yudodahono membahas pentingnya kolaborasi antardaerah dalam memperluas akses pasar dan memperkuat rantai pasok komoditas unggulan. Selain agenda lokakarya, kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai rangkaian pendukung seperti Forum Kerja Sama Perdagangan Antardaerah, Business & Partnership Matching, Procurement Business Matching, pameran, serta pertunjukan seni dan budaya. Bagi Pemkab Sidrap, forum OECD–APKASI menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Melalui jejaring yang terbangun, Sidrap berupaya menghubungkan kekuatan lokal dengan peluang global demi mendukung investasi, perdagangan, dan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui langkah kolaboratif tersebut, Sidrap terus menunjukkan komitmennya untuk tumbuh sebagai daerah yang terbuka terhadap inovasi, kemitraan, dan peluang pembangunan berkelanjutan.