PT Trinusa Resources Buka Tambang Emas di Sinjai Sekitar 11 Ribu Hektar

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Setelah resmi mengantongi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP), PT Trinusa Resources kini bersiap untuk melangkah ke tahap produksi tambang emas di wilayah Kabupaten Sinjai. Namun, meski izin produksi telah terbit, proses menuju operasional penuh tambang masih memerlukan serangkaian tahapan penting sesuai regulasi pertambangan nasional. Berdasarkan informasi yang dihimpun, IUP Operasi Produksi PT Trinusa Resources telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Sinjai Nomor 575 Tahun 2012, dengan luas wilayah mencapai sekitar 11,326 hektare. Perusahaan kini tengah fokus melengkapi sejumlah izin lanjutan sebagai syarat wajib untuk mulai melakukan aktivitas penambangan secara resmi. Salah satu tahapan paling krusial adalah penyusunan dan pengesahan dokumen lingkungan hidup, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL). Tanpa dokumen ini, izin lingkungan tidak bisa diterbitkan, dan operasional tambang tidak dapat dijalankan. Selain itu, PT Trinusa Resources juga diwajibkan menyusun dan mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) kepada Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba). RKAB memuat rencana teknis penambangan, rencana produksi, penggunaan tenaga kerja, dan estimasi biaya selama periode operasional. Perusahaan juga harus menyetor jaminan reklamasi dan jaminan pascatambang sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pemulihan lahan dan lingkungan pasca-aktivitas pertambangan. Tahapan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip pertambangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Tak hanya itu, berbagai perizinan teknis tambahan seperti Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), izin pengambilan dan pembuangan air, serta izin pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan tambang dan pabrik pengolahan juga tengah disiapkan. Setelah seluruh dokumen dan izin teknis lengkap, PT Trinusa Resources akan memulai pembangunan infrastruktur tambang, pengadaan alat berat, serta mobilisasi tenaga kerja untuk tahap awal operasi. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat diharapkan turut memantau proses ini agar kegiatan pertambangan dapat berjalan sesuai aturan dan tidak merusak lingkungan. Apalagi, beberapa waktu terakhir, aktivitas tambang ilegal di wilayah Sinjai sempat menjadi sorotan karena berdampak pada ekosistem sungai dan lahan pertanian warga.
Tolak Pertambangan Emas di Sinjai, legislator muda respon wacana Tambang Emas

Suaraindonesiaku.com, SINJAI — Penolakan terhadap aktivitas pertambangan emas di Kabupaten Sinjai kembali disuarakan, kali ini datang dari Anggota DPRD Kabupaten Sinjai dari Fraksi Demokrat, Andi Azjimawangsah. Ia menegaskan penolakannya terhadap keberadaan tambang emas yang dikelola oleh PT Trinusa Resources, yang telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) sejak tahun 2013 hingga 2033. “Pentingnya transparansi partisipasi publik dalam proses perizinan serta masih butuh kajian mendalam baik dari aspek sosial, ekonomi dan lingkungan,Saya sebagai warga yang berdomisili di wilayah pesisir merasa trauma dengan kejadian-kejadian bencana seperti banjir bandang dan tanah longsor. Belum lagi dampaknya terhadap infrastruktur jalan yang bisa cepat rusak,” tegas Andi Azjimawangsah, Kamis 19 Juni 2025. Jangan sampai tujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru hanya menguntungkan investor, sementara rakyat harus menanggung kerusakannya,” tambahnya. Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh Dr. Rukmana, M.Si, dosen dan peneliti lingkungan dari Universitas Negeri Makassar. Ia menjelaskan bahwa tambang emas seringkali membawa risiko besar terhadap keseimbangan ekosistem jika tidak diawasi secara ketat. “Aktivitas pertambangan emas, terutama di daerah dengan kontur rawan longsor seperti Sinjai, bisa mempercepat degradasi lingkungan. Risiko pencemaran air, hilangnya hutan lindung, hingga konflik sosial kerap kali muncul,” jelas Dr. Rukmana. Ia menyarankan agar pemerintah daerah mengedepankan kajian lingkungan yang mendalam dan melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Berdasarkan data yang diperoleh, PT Trinusa Resources diketahui mengelola lahan seluas 11.326 hektare yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sinjai Borong, Sinjai Barat, dan Bulupoddo. Sementara itu, pakar lingkungan nasional, Prof. Dr. Bambang Setiawan, M.Env.Sc., dari Universitas Gadjah Mada, juga menyoroti maraknya izin tambang yang tidak dibarengi dengan perlindungan lingkungan yang memadai. “Di Indonesia, banyak izin tambang yang diberikan tanpa kajian dampak lingkungan yang ketat. Jika dibiarkan, ini akan memperparah krisis ekologis di masa depan,” kata Prof. Bambang. Ia juga menegaskan pentingnya partisipasi publik dalam pengambilan keputusan terkait tambang agar pembangunan tidak bersifat eksploitatif dan merusak ruang hidup masyarakat lokal.
Bupati Sinjai Buka Program Pelatihan Keterampilan Bagi 64 Peserta Pencari Kerja

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayahnya. Melalui program pelatihan keterampilan bagi para pencari kerja, Pemkab Sinjai berupaya mencetak generasi muda yang siap kerja dan mandiri, selaras dengan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang pesat. Program unggulan ini diinisiasi oleh Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Tenaga Kerja. Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, di halaman Kantor UPT BLK Sinjai pada Kamis, 19 Juni 2025. Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Sinjai, H. Muh Ramlan Hamid, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan pada empat bidang keahlian utama yang sangat dibutuhkan oleh pasar kerja, yaitu Pelatihan Kejuruan Las, Menjahit, Otomotif Roda Dua, dan Otomotif Roda Empat. “Keempat klaster kompetensi ini dipilih berdasarkan analisis kebutuhan pasar bursa kerja. Kami ingin memastikan bahwa keterampilan yang diperoleh peserta relevan dan sangat dibutuhkan oleh dunia industri dan otomotif saat ini,” terang Ramlan. Sebanyak 64 peserta dari berbagai kecamatan di Sinjai antusias mengikuti pelatihan ini. Mereka akan dibimbing oleh instruktur yang berpengalaman dan kompeten di bidangnya masing-masing, memastikan transfer ilmu dan keterampilan yang optimal. Sementara itu, Bupati Ratnawati dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja dan industri yang terus berkembang.
Bupati Sinjai Ratnawati Menerima Kunjungan HMI Cabang Sinjai di Rumah Jabatan

Suaraindonesia.com, Sinjai – Bupati Sinjai, Hj. Andi Ratnawati Arif, menerima audiensi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sinjai di Rumah Jabatan Bupati, Rabu (18/06/2025). Pertemuan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Ketua Umum HMI Cabang Sinjai, Diawul Muhsinin, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk bersilaturahmi dengan Bupati Sinjai yang juga merupakan senior mereka di organisasi HMI. “Pertama-tama kami bersilaturahmi dengan Ibu Bupati, yang juga merupakan senior kami di Himpunan Mahasiswa Islam. Kami mengapresiasi berbagai transformasi kebijakan yang telah beliau lakukan selama memimpin Kabupaten Sinjai. Beberapa di antaranya sudah berdampak langsung dan kami sangat menghargai itu,” ujarnya. Selain itu, Diawul juga menegaskan bahwa HMI Cabang Sinjai siap menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk mendukung program-program kerja organisasi yang sejalan dengan pembangunan daerah. “Alhamdulillah, Ibu Bupati sangat terbuka terhadap organisasi yang ingin bersilaturahmi dan berdiskusi. Kami sangat senang dengan sambutan beliau hari ini,” tambahnya. Sementara itu, Bupati Sinjai Hj. Andi Ratnawati Arif menyambut baik audiensi tersebut dan memberikan apresiasi atas kiprah HMI dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang kepemudaan dan intelektual. “Saya sangat menghargai semangat adik-adik HMI. Peran pemuda sangat penting dalam membangun Sinjai yang lebih maju dan berdaya saing. Pemerintah daerah terbuka untuk bersinergi dengan berbagai elemen, termasuk organisasi kepemudaan,” ujar Bupati. Audiensi ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara Pemerintah Kabupaten Sinjai dan HMI dalam mendorong kemajuan daerah melalui kontribusi generasi muda.
Bupati Sinjai Ratnawati Serahkan Bantuan 27 Unit Alsintan ke Puluhan Kelompok Tani di Sinjai

Suaraindonesiaku.com, Sinjai – Pemerintah Kabupaten Sinjai terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Presiden Prabowo Subianto disektor Ketahanan Pangan Nasional. Dihadiri anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Achmad Fauzan Guntur, Ketua Komisi B DPRD Sinjai, Andi Ridwan DAP Asapa, Asisten II Setdakab Sinjai, Andi Ilham Abubakar, dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sinjai, H. Kamaruddin, Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada puluhan kelompok tani dalam sebuah acara yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Selasa (17/6/2025). Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan H. Kamaruddin melaporkan bahwa sebanyak 27 unit alsintan yang diserahkan kepada kelompok tani di berbagai kecamatan. Dirincikan, sebanyak 14 unit hand traktor, 1 unit traktor roda dua, 10 unit power thresher (mesin perontok padi), dan 2 unit combine harvester (mesin panen kombinasi). “Ini adalah gerakan dari ibu Bupati. Kita harus bergerak cepat, karena di tengah isu pengurangan anggaran, peluang-peluang di Kementerian Pertanian tetap harus kita jemput,” ujarnya. Kamaruddin menambahkan, bantuan ini merupakan program dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tahun 2025 yang mendukung visi Presiden RI, Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Bupati Ratnawati Arif menekankan, kesejahteraan petani menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Melalui dukungan alsintan ini, kita berharap sektor pertanian semakin maju, produktif, dan mampu menopang ketahanan pangan daerah maupun nasional. “Bahagianya petani adalah bahagianya pemerintah. Kita berharap bantuan ini bisa meningkatkan produksi pertanian dan mendorong kesejahteraan petani kita,” pungkasnya. Salah satu penerima bantuan, Abd. Samad dari Kelompok Tani Tunreng Tellue, Kelurahan Samaenre, Kecamatan Sinjai Tengah, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Bantuan ini sangat membantu dan bisa meningkatkan produksi pertanian kami. Kami senang karena Ibu Bupati begitu peduli terhadap petani,” tuturnya. ***
Mantan Kabid HMI, Saiful Dukung Pemberhentian Sementara Aktivitas Pembangunan Pabrik Porang di Larea-rea

Suaraindonesiaku.com, Sinjai – Mantan ketua bidang lingkungan hidup HMI cabang Sinjai Saiful yang akrab di panggil Fang Iful Mendukung langkah Pihak berwajib untuk menghentikan aktivitas sementara di larea rea, tempat pembangunan pabrik porang. Segala bentuk aktivitas investasi harus taat dan ramah aturan “kami sangat mendukung pabrik porang yang akan dibangun karena akan menggerakkan roda perekonomian di Sinjai”, Ungkap Saiful Lapangan kerja akan bertambah dan akan dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan bagi petani porang di daerah kita ini. Segala bentuk investasi wajib untuk taat dan ramah aturan. Dengan kemudahan dan keramahan investasi yang dibuka oleh Pemerintah daerah, investor harus mematuhi dan mentaati segala aturan dalam pelaksanaanya. Tidak boleh ada aktivitas pembangunan sebelum semua perizinan lengkap, dan investor harus menggunakan tambang material yang memiliki perizinan lengkap. “Saya juga berharap ke depan, investor yang melakukan investasi di daerah kita ini wajib ramah terhadap masyarakat lokal, melakukan pemberdayaan terhadap pengusaha lokal dan merekrut karyawan dari penduduk Kabupaten Sinjai agar investasi bisa memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan dan mengurangi tingkat pengangguran di daerah kita ini, ” Lanjutnya kepada Dinas terkait, Wajib Mengedukasi Investor agar senantiasa taat dan patuh pada semua regulasi, Melengkapi perizinan dan lain-lain. “Saya meminta kepada Dinas terkait, untuk Mengedukasi Investor agar senantiasa taat dan patuh pada Semua regulasi, seperti tidak melakukan aktivitas sebelum perizinan lengkap dan menggunakan Material dari tambang Legal”, Tutup iful Saiful (Fang Iful) Eks Kabid Lingkungan Hidup HMI Cab.Sinjai
Kembangkan Program “Sekolah RAMAH” Pemkab Sinjai Gandeng Pusjar SKMP LAN

Suaraindonesiaku.com, MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten Sinjai kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi layanan pendidikan daerah dengan menggandeng Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP), Lembaga Administrasi Negara (LAN), melalui peluncuran program unggulan bertajuk “Sekolah RAMAH” singkatan dari Responsif, Adaptif, Mandiri, dan Harmonis. Program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas inovasi para guru dan kepala sekolah di Kabupaten Sinjai. Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib, S.STP., M.Si, bersama sejumlah pejabat terkait, melakukan kunjungan resmi ke Pusjar SKMP LAN pada Selasa, 17 Juni 2025. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari lawatan sebelumnya oleh Bupati Sinjai dan menjadi titik awal kolaborasi konkret untuk menghadirkan ekosistem sekolah yang lebih adaptif dan progresif. Dalam pertemuan tersebut, Irwan syuaib menyampaikan bahwa Program Sekolah RAMAH dinilai sangat relevan untuk diterapkan di lingkungan pendidikan Sinjai. “Kami melihat ini bukan sekadar program pelatihan biasa, tetapi sebagai pendekatan strategis untuk menciptakan kepemimpinan inovatif di sekolah dan meningkatkan mutu pembelajaran yang berkelanjutan,” ujarnya. Kepala Pusjar SKMP, Dr. Muhammad Aswad, M.Si, menyambut positif langkah proaktif yang diambil Pemkab Sinjai. Ia menegaskan bahwa Sekolah RAMAH merupakan program berbasis nilai yang dirancang untuk membentuk kultur inovatif di lingkungan sekolah. “Sinjai telah menunjukkan keseriusannya. Program ini akan mendorong transformasi budaya organisasi sekolah yang responsif terhadap tantangan zaman,” jelas Aswad. Dr. Aswad yang didampingi Kepala Bagian Umum Zulchaidir, S.Sos., MPA, dan Analis Kebijakan M. Ikbal Thola, S.S., M.Si., menambahkan bahwa pelaksanaan program ini akan melibatkan pelatihan intensif bagi guru dan kepala sekolah, studi lapangan, serta pengembangan inovasi berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi di satuan pendidikan masing-masing. Sekolah RAMAH bukan hanya bertujuan meningkatkan keterampilan inovasi, tetapi juga ingin menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, inklusif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan sosial maupun kebijakan nasional. Dua sasaran utama yang ingin dicapai melalui program ini adalah: – Peningkatan kapasitas inovatif tenaga pendidik dan pimpinan sekolah melalui pendekatan berbasis nilai RAMAH. – Terbentuknya ekosistem sekolah yang kolaboratif, resilien, dan harmonis dalam menghadapi dinamika pendidikan. Ke depan, implementasi program akan diawali dengan penetapan sekolah percontohan, pelatihan fasilitator lokal, serta penyusunan sistem evaluasi dan pemantauan berbasis indikator RAMAH. Tim teknis dari Pusjar SKMP juga akan turun langsung untuk memberikan pendampingan teknis di lapangan. “Kami berharap Kabupaten Sinjai bisa menjadi daerah rujukan dalam pengembangan sekolah yang tidak hanya unggul dari sisi akademik, tetapi juga kuat dalam tata kelola dan karakter organisasinya,” pungkas Dr. Aswad.
Ramsah Tindak Lanjuti Penanganan Banjir Sebatik, Koordinasi dengan Dinas PU Nunukan

Suaraindonesiaku.com, NUNUKAN – Anggota DPRD Kabupaten Nunukan dari daerah pemilihan (Dapil) Sebatik, Ramsah, menindaklanjuti hasil sosialisasi terkait penanganan banjir di wilayah Sebatik. Dalam upaya tersebut, Ramsah melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Nunukan, Bapak Abdi Jauhari,S.T. Kamis, (12/6/2025). Ditemui usai pertemuan Rabu kemarin, Ramsah menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan langkah konkret dalam menjawab keresahan masyarakat terkait banjir yang kerap melanda beberapa wilayah di Sebatik. “Alhamdulillah, hari ini saya berkoordinasi dengan Kepala Dinas PU Kabupaten Nunukan, Bapak Abdi Jauhari,S.T terkait permasalahan banjir di Sebatik. Insya Allah, semua stakeholder bisa bersinergi untuk mengatasi permasalahan ini dengan cepat,” ujar Ramsah. Salah satu solusi yang saat ini dirancang adalah pembangunan box culvert di tiga titik strategis. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi dampak banjir yang selama ini mengganggu aktivitas warga. Ramsah juga berharap agar semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga instansi terkait, dapat bersatu dalam mendukung program penanggulangan banjir ini agar hasilnya maksimal dan berkelanjutan.
Intensitas Hujan Tinggi, Pemkab Sinjai Keluarkan Imbauan Status Waspada

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Sebagian besar wilayah di Indonesia diprediksi mengalami keterlambatan pergeseran musim. Musim hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan terjadi lebih lama atau hingga bulan Juni ini. Untuk mengantisipsi potensi cuaca ekstrem ini, Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkan imbauan status waspada khusus untuk wilayah Kecamatan Sinjai Barat dan Sinjai Borong. Imbauan tersebut disampaikan Kepala BPBD Budiaman, mengikuti petunjuk pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk wilayah Sulawesi Selatan. “Berdasarkan imbauan BMKG untuk wilayah Sulawesi Selatan, salah satunya Kabupaten Sinjai dan 6 Kabupaten lainnya mendapatkan peringatan dini untuk peningkatan curah hujan,”ungkap Budiaman saat ditemui di Ruang Kerjanya, Rabu (11/6/2025). Imbauan tersebut dilanjutkan Budi, berlaku mulai tanggal 11 hingga 20 Juni 2025 dengan status tentatif, mulai dari waspada, siaga dan awas. Selain Kecamatan Sinjai barat dan Sinjai Borong yang berstatus waspada, kecamatan lain seperti Bulupoddo, Pulau 9, Sinjai Selatan, Sinjai tengah, Sinjai Timur, Tellulimpoe, serta Sinjai Utara berstatus siaga. “Kita juga telah mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Sinjai melalui imbauan Bupati dan Wakil Bupati terkait perkembangan cuaca di wilayah Kabupaten Sinjai. Kami harap masyarakat diwilayah yang kami sebutkan terus meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi bencana yang bisa saja terjadi akibat perubahan cuaca dan iklim”tambahnya. Tidak hanya mengimbau warga untuk terus mengupdate perkembangan cuaca, Pemkab melalui tim satgas juga giat melakukan aksi bersih drainase dan lingkungan sekitar, guna meminimalisir risiko bencana yang kapan saja bisa terjadi, seperti banjir, longsor, angin kencang dan pohon tumbang. Melalui imbauan ini, Pemkab juga berharap warga terlibat aktif menjaga kebersihan lingkungan dan melaporkan ke instansi terkait apabila terjadi bencana.
Sosialisasi Pembangunan Box Culvert dan Saluran Pembuangan di Sebatik Timur: Langkah Nyata Atasi Banjir Perbatasan

Suaraindonesiaku.com, Sebatik – Pemerintah bersama masyarakat Kecamatan Sebatik Timur menunjukkan komitmen serius dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda wilayah perbatasan, khususnya di kawasan Sungai Nyamuk dan Sungai Pancang. Bertempat di Dputry Cafe, Sungai Nyamuk, Rabu (11/6), digelar kegiatan sosialisasi rencana pembangunan box culvert dan saluran pembuangan sebagai respons konkret terhadap aspirasi warga yang terdampak. Dua desa terdampak, yakni Desa Sungai Nyamuk dan Desa Sungai Pancang, menyatakan dukungan penuh atas rencana ini, yang dinilai penting untuk meminimalisasi genangan saat musim hujan. Hadir Anggota DPRD kabupaten Nunukan Ramsah, toko masyarakat H.herman baco ,kepala bws kaltara, kepala balai jalan kaltara, Dinas PU Kabupaten Nunukan bina marga dan bidang pengairan , Muhammad Japar(Tubang).kepala desa bukit harapan,desa Tanjung Aru,desa Bukit Aru indah, Desa tanjung harapan, Desa Sungai Nyamuk, Desa Sungai Pancang,camat sebatik timur. Kepala Seksi Preservasi Jalan dan Jembatan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Kalimantan Utara, Dani Wiranto, S.T., M.T., menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi agar solusi yang dibangun bersifat menyeluruh dan berkelanjutan. Mudah-mudahan nanti bisa kita realisasikan. Tapi kita tetap menunggu tindak lanjut dari Dinas PUPR Kabupaten, khususnya bidang pengairan, untuk membangun saluran menuju laut. Kalau tidak dibuatkan, permasalahan banjir ini tidak akan selesai,” ujarnya. Dani juga menyebutkan titik-titik yang menjadi prioritas dalam pembangunan, di antaranya: STA 29+300 (PLBN), STA 30+100 (Perbatasan Pancang–Sungai Nyamuk), STA 30+450 (Depan Masjid Nurul Huda Sungai Nyamuk). Ia menambahkan, “Kami siap berkolaborasi dengan semua pihak, baik dari BWS untuk penanganan pantai, PU Kabupaten untuk saluran pengairan, hingga Bina Marga dalam kewenangannya di bidang jalan dan jembatan.” Dukungan dari DPRD Anggota DPRD Nunukan, Ramsah, juga hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan dukungannya terhadap rencana pembangunan. “Kami di DPRD sangat berharap tahun ini box culvert dapat segera dibangun di dua titik rawan banjir, yakni Sungai Nyamuk dan Sungai Pancang. Kami juga berharap agar koordinasi antara BWS pusat dan PU kabupaten bisa sinkron agar saluran pembuangannya terintegrasi,” kata Ramsah. Ia menambahkan bahwa DPRD akan mengagendakan rapat koordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten serta pihak-pihak terkait, termasuk PLBN dan pemerintah desa, guna menyelaraskan program lintas lembaga.