Suara Indonesiaku

Wakil Ketua II DPRD Sinjai Hadiri Pesta Adat Mappogau Sihanua di Karampuang Buluppddo

Suaraindonesiaku.com, Sinjai — Wakil Ketua II DPRD Sinjai Sabir menghadiri Pesta Adat Mappogau Sihanua yang digelar Masyarakat adat Karampuang di Desa Tompobulu, Kecamatan Buluppddo, Senin (27/10/2025). Turut hadir Bupati Sinjai Dra. Hj. Ratnawati Arif, Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, Forkopimda, Ketua TP. PKK Sinjai Rozalina A. Mahyanto, Permaisuri Raja Gowa ke-38 Andi Hikmawati Petta Umba, Kepala OPD lingkup Pemkab Sinjai serta masyarakat umum. Dalam sambutannya, Bupati Sinjai Dra. Hj. Ratnawati Arif menyampaikan bahwa Pemkab Sinjai mendukung kegiatan ini serta menjadikan sebagai salah satu strategi pembangunan, khususnya dalam upaya menggali potensi budaya daerah, yang dapat dikembangkan dan dijadikan sebagai aset budaya lokal yang mempunyai ciri khas tersendiri. “Saya mengajak kepada seluruh warga masyarakat kawasan adat karampuang Desa tompobulu, serta warga masyarakat Sinjai, sama-samaki berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua II DPRD Sinjai Sabir bersama Bupati dan Wabup Sinjai turut menyaksikan salah satu rangkaian prosesi adat Mappogau Sihanua yakni ‘Menre Ri Bulu’ atau ritual di puncak gunung. Menre ri bulu adalah puncak acara Mappogau Sihanua. Sekedar diketahui, Tradisi ini digelar setiap tahun sebagai rasa syukur atas keberhasilan panen pertanian maupun perkebunan warga di Desa Tompobulu.

Sinergi DKP Sulsel dan Dinas Perikanan Sinjai, 500 Rumah Ikan Dipasang di Perairan Pulau Padaelo

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melaksanakan kegiatan pemasangan apartemen ikan (rumah ikan) di perairan sekitar Desa Pulau Padaelo, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Senin (27/10/2025) sore. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam meningkatkan produktivitas sumber daya ikan, sekaligus melestarikan ekosistem laut di wilayah kepulauan. Rumah ikan ini, selain sebagai habitat buatan tempat berkembang biaknya ikan untuk meningkatkan populasi ikan, memulihkan ekosistem terumbu karang yang rusak dan melindungi ikan kecil, juga bertujuan meningkatkan hasil tangkapan nelayan di perairan pesisir sehingga nelayan tidak perlu jauh lagi ke tengah laut menangkap ikan. Kepala Dinas Perikanan Sinjai, Syamsul Alam yang dimintai keterangan mengatakan pemasangan rumah ikan ini merupakan bantuan dari Gubernur Sulsel untuk Kabupaten Sinjai. “Jadi ini adalah bantuan dari bapak Gubernur yang merupakan buah dari proposal yang telah diajukan sebelumnya oleh pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan Sinjai, Adapun jumlahnya 500 modul rumah ikan,” ujarnya Ia berharap dengan pemasangan rumah ikan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan lokal dengan memperbanyak populasi ikan di sekitar lokasi tangkap. “Kami menyambut baik program ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat di Pulau Sembilan. Semoga upaya ini berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi peningkatan ekonomi nelayan,” jelas Syamsul Alam. Dengan adanya pemasangan rumah ikan di Pulau Padaelo, diharapkan populasi ikan semakin meningkat, sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan laut serta menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan di Sinjai dan sekitarnya. Sebelumnya, pemasangan rumah ikan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Perikanan Sinjai, Kepala Desa Padaelo dan Penyuluh Perikanan.

Wujudkan Pelayanan Optimal Bagi Pencari Keadilan, Bupati Sinjai dan Ketua PA Teken MoU

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Sinjai dan Pengadilan Agama Sinjai berlangsung lancar, di Command Center Kompleks Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Rabu (29/10/2025) pagi. Ada empat instansi Pemda yang melakukan kerja sama ini diantaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Pendantanganan tersebut diteken langsung Bupati Sinjai Dra. Hj. Ratnawati Arif sebagai Pimpinan tertinggi Pemda dan Ketua PA Rokiah Binti Mustaring. Ketua PA Sinjai Rokiah Binti Mustaring menyampaikan MoU ini adalah bentuk kolaborasi antara Pemda dan PA dalam mewujudkan pelayanan yang optimal bagi para pencari keadilan. “Sebelumnya tiga tahun lalu kita lakukan MoU seperti ini dan hari ini kita lanjutkan kembali, sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi guna meningkatkan pelayanan ke masyarakat,” ungkap Rokiah dalam sambutannya. Sementara itu, Bupati Sinjai mengapresiasi MoU ini. Ia berharap kedepan kemitraan ini menjadi langkah preventif dalam meminimalisir berbagai kasus keadilan termasuk pernikahan anak di bawah usia. “Kesejahteraan adalah solusi bagi masyarakat. Upaya Pemda tentu harus dibarengi komitmen dan kolaborasi yang kuat dari berbagai unsur termasuk Pengadilan Agama guna mendukung berbagai aspek kepentingan pembangunan,” ungkap Bupati Sinjai. Perlu diketahui, penandatanganan ini terkait beberapa item penting, diantaranya tentang sinergitas pemberian layanan konseling, pendampingan dan penyampaian data statistik dalam penanganan perkara dispensasi kawin, kemudian terkait sinergitas pemanfaatan tunggal sosial, ekonomi nasional dan pemberian rekomendasi pengangkatan anak terlantar. Juga sinergitas pelayanan edukasi kesehatan perkawinan dan pemeriksaan kesehatan serta sinegritas pencegahan perkawinan anak dan fasilitasi sidang keliling. Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Sinjai, Kepala Dinkes, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinsos, Kepala DP3AP2KB, Kepala Dikominfo, Kabag Kesra dan Kemasyarakatan, Camat Sinjai Utara, Wakil Ketua PA, Sekretaris PA, Hakim dan Panitera PA Sinjai serta beberapa pihak terkait lainnya.

Hadir di Grand Final Duta GenRe 2025, Bupati Ratnawati Harap Remaja Sinjai Jadi Teladan dan Agen Perubahan

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Puncak Apresiasi Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Sinjai Tahun 2025 sukses digelar di Gedung Andi Azikin, pada Sabtu (25/10/2025). Acara yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) ini mengusung tema “GEMILANG: Generasi Muda Inspiratif, Langkah Nyata Berencana”. Kepala DP3AP2KB, Janwar dalam laporannya menjelaskan bahwa pemilihan Duta GenRe bertujuan untuk memilih perwakilan Sinjai serta meningkatkan kreativitas, pengetahuan, dan pemahaman remaja mengenai program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (BANGGA KENCANA), khususnya GenRe. “Melalui pemilihan Duta GenRe ini, kami bermaksud mengajak generasi remaja untuk berani menunjukkan tindakan positif dalam kehidupan sehari-hari, terutama menjalani hidup sehat serta menjauhi perilaku yang menyimpang,” tegas Janwar. Dari total 48 pendaftar, sebanyak 20 peserta, atau 10 pasang finalis, berhasil melenggang ke Grand Final setelah melalui serangkaian tahapan seleksi ketat. Dalam sambutannya, Bupati Ratnawati, menegaskan bahwa pemilihan Duta GenRe adalah upaya strategis untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter baik dan siap mengambil peran aktif dalam pembangunan. “Saya berharap, melalui kegiatan ini akan lahir Duta GenRe, yaitu sosok-sosok muda yang tidak hanya berani mengungkapkan pendapat, tetapi harus memiliki kemampuan untuk bertindak, menjadi teladan bagi teman-temannya, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” harap Bupati. Bupati Ratnawati menekankan bahwa Duta GenRe terpilih diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif, memiliki integritas, empati sosial, dan komitmen tinggi untuk mengedukasi sesama remaja. Mereka harus menjadi role model dalam menyuarakan pentingnya perencanaan kehidupan, menjauhi pernikahan usia dini, menghindari narkoba, serta perilaku seksual berisiko. Kepada para finalis, Bupati berpesan agar menjadikan ajang ini sebagai ruang pembelajaran dan pengabdian, serta menunjukkan bahwa remaja Sinjai adalah generasi yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing. Menutup sambutannya, Bupati Ratnawati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. “Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan, tetapi juga sebagai wahana untuk saling belajar dan mempererat rasa persaudaraan. Selamat berjuang para Finalis Apresiasi Duta GenRe Kabupaten Sinjai. Tunjukkan semangat, kreativitas, dan potensi terbaik kalian agar mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional, serta mengharumkan nama Kabupaten Sinjai dengan prestasi dan kebanggaan,” tutup Bupati

Pesta Adat Mappogau Sihanua Kembali Digelar, Lestarikan Tradisi Leluhur di Sinjai

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Tradisi tahunan yang sarat nilai budaya dan sejarah, Pesta Adat Mappogau Sihanua, kembali digelar di Kawasan Adat Karampuang, Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai. Kegiatan adat yang telah menjadi ikon pelestarian budaya masyarakat Sinjai ini akan berlangsung selama beberapa hari dengan berbagai rangkaian acara adat dan ritual sakral. Pesta Adat Mappogau Sihanua merupakan warisan leluhur masyarakat Karampuang yang digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas limpahan rezeki dan keselamatan, sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi antar warga. Informasi yang dihimpun, rangkaian prosesi adat telah dimulai sejak minggu, 19 Oktober 2025 dengan Mabbahang atau musyawarah adat yang menjadi pembuka kegiatan. Kemudian keesokan harinya, dilanjutkan dengan Mappatoa, yaitu ritual permohonan izin dan restu adat kepada pemerintah setempat sebagai tanda dimulainya pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya, pada 24-26 Oktober, warga melaksanakan Mappaota dan Mabbaja-baja, yakni prosesi membersihkan kawasan adat sebagai bentuk penyucian sebelum puncak acara. Sementara itu, puncak rangkaian ritual akan digelar Senin (27/10/2025) pekan depan, dengan Menre Ri Bulu, diikuti Lomba Kuliner Kue Tradisional yang melibatkan ibu-ibu PKK tingkat dusun di Desa Tompobulu yang akan menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus pelestarian cita rasa kue tradisional Sinjai. Adapun ritual Mabbali Sumange atau Massulo Beppa, yaitu tradisi mengumpulkan kue sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur akan dilaksanakan pada 28 Oktober 2025, Seluruh rangkaian kegiata akan ditutup dengan Malling atau pantangan, di mana warga dalam kawasan adat dilarang memotong hewan selama tujuh hari, sementara di luar kawasan selama lima hari. Selama masa ini, masyarakat hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan tanpa darah sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayasn (Disparbud) Sinjai, Tamzil Binawan, menyampaikan, Pesta Adat Mappogau Sihanua merupakan salah satu warisan budaya yang harus terus dilestarikan. “Kegiatan ini tidak hanya memperkuat identitas masyarakat Sinjai, tetapi juga menjadi daya tarik pariwisata lokal yang mampu menarik pengunjung dari luar daerah,” ujarnya. Dikatakan Mappogau Sihanua bukan sekadar perayaan adat. Tradisi ini menjadi sarana pelestarian budaya, edukasi generasi muda, dan penguatan solidaritas sosial antar warga. “Dengan rangkaian prosesi yang kaya makna, masyarakat Sinjai berharap tradisi ini terus hidup dan dikenal luas, baik di tingkat lokal maupun nasional,” tandasnya. Sebelumnya, Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan kearifan lokal seperti Mappogau Sihanua, karena tradisi ini mencerminkan jati diri dan kekayaan budaya masyarakat Sinjai yang harus diwariskan kepada generasi muda. “Tradisi ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang dapat memperkenalkan Sinjai ke kancah yang lebih luas,” sebutnya. Seperti tahun sebelumnya, puncak pesta adat Mappogau Suhanua ini ramai dikunjungi warga termasuk dari luar kabupaten Sinjai. Bahkan Bupati dan Wakil Bupati Sinjai serta para pejabat daerah dijadwalkan akan hadir termasuk Forkopimda, Pimpinan BUMN dan BUMD, Disparbud Sulsel hingga Permaisuri Raja Gowa ke-38 serta para ketua organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, budayawan, dan pihak TVRI Makassar.

Sekda Pimpin Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama, Bahas Kepesertaan JKN

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Forum Komunikasi dengan Pemangku Kepentingan Utama yang berlangsung di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Sinjai, dipimpin langsung Sekda A. Jefrianto Asapa, Jumat (24/10/2025) Siang. Forum ini adalah agenda rutin yang dibuat untuk membangun komunikasi antara Pemerintah Daerah dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan guna memberikan laporan perkembangan serta progres pelaksanaan JKN di masing-masing wilayah. Dalam forum ini, Sekda A. Jefrianto Asapa menekankan pentingnya komitmen bersama untuk memastikan jaminan kesehatan dapat menyentuh seluruh penduduk Sinjai. “Kami Pemerintah Daerah dan BPJS Kesehatan akan terus memastikan masyarakat dapat mengakses kesehatan dengan mudah, layak, dan berkeadilan,”ungkap A. Jefrianto. Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Watampone Indira Azis Rumalutur juga menyampaikan bahwa forum ini merupakan agenda yang dilakukan secara berkala. Fokusnya tetap pada Universal Health Coverage (UHC) atau perluasan kepersertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Saat ini kepesertaan kita mencapai 97 persen lebih, Yang kita bahas tetap percepatan UHC prioritas agar segera menyentuh angka 98 persen kembali,” ungkap Indira. Perlu diketahui, untuk keaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Sinjai telah melampaui target Nasional yakni berada diatas 80 persen. Itu artinya sejauh ini Pemerintah terus mendorong agar layanan kesehatan yang memadai dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Hadir dalam forum ini, beberapa Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bapenda, Kepala Dinas Sosial, dan beberapa OPD lainnya serta BPJS Kesehatan Sinjai.

Bupati dan Wabup Sinjai Hadiri Festival Phinisi XV, Perkuat Sinergi Antar Daerah Pesisir

Suaraindonesiaku.com, BULUKUMBA – Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif bersama Wakil Bupati, Andi Mahyanto Mazda, menghadiri pembukaan Festival Phinisi XV Tahun 2025 yang digelar di Pantai Mandala Ria, Kabupaten Bulukumba, Kamis (23/10/2025). Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai terhadap pelestarian budaya maritim dan warisan leluhur masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel). Festival Phinisi yang menjadi agenda tahunan Pemkab Bulukumba ini menampilkan berbagai kegiatan budaya dan atraksi bahari, di antaranya parade kapal phinisi, pertunjukan seni tradisional, hingga pameran produk unggulan daerah. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga wadah memperkuat sinergi antar kabupaten/kota dalam menjaga dan mengembangkan potensi wisata bahari Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan itu, Bupati Sinjai menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang terus konsisten menjaga tradisi pembuatan kapal phinisi sebagai simbol kejayaan maritim masyarakat Sulawesi Selatan. “Phinisi bukan sekadar kapal, tetapi simbol ketangguhan, kearifan lokal, dan semangat bahari masyarakat Bugis-Makassar yang harus terus kita lestarikan. Kami dari Kabupaten Sinjai tentu sangat mendukung upaya ini,” ujar Bupati. Sementara itu, Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, menilai festival ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat kerja sama antar daerah pesisir, termasuk dalam pengembangan pariwisata bahari dan ekonomi kreatif. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat sinergi antar kabupaten di Sulawesi Selatan, terutama dalam mempromosikan potensi wisata dan budaya maritim yang kita miliki,” tuturnya. Festival Phinisi XV turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, jajaran Forkopimda, para kepala daerah se-Sulsel, tokoh adat, tokoh masyarakat  serta tamu dan undangan lainnya. Dengan semangat kebersamaan, kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Sinjai di ajang ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya mariting di Sulsel.

Pemkab Sinjai Gelar Rakor dan Monitoring Aset, Dorong Optimalisasi dan Transparansi Pengelolaan

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai terus mendorong efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan aset daerah. Hal ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus monitoring pemanfaatan dan optimalisasi aset milik Pemkab yang digelar di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Kamis (23/10/2025) siang. Kegiatan ini dipimpin Sekda Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, didampingi Asisten Perekonomian Pembangunan Setdakab Sinjai, Andi Ilham Abubakar, dan Asisten Administrasi Umum Setdakab Sinjai, Andi Ariani Djalil. Rakor dan monitoring tersebut juga melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola aset strategis, seperti Dinas Perikanan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHSP), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Asisten Administrasi Umum Setdakab Sinjai, Andi Ariani Djalil, menegaskan pentingnya langkah konkret dalam menuntaskan berbagai kendala yang masih dihadapi dalam pengelolaan aset. “Masih ada sejumlah hambatan dalam optimalisasi aset, terutama terkait pemanfaatan oleh pihak ketiga. Ke depan, kami akan menggandeng KPKNL untuk melakukan penilaian sewa secara objektif,” jelas Ariani. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD dalam menyiapkan dokumen pendukung yang dibutuhkan sebagai dasar penetapan nilai sewa dan skema pemanfaatan aset. “Kami harap seluruh OPD terkait dapat segera menyusun dan melengkapi dokumen yang diperlukan. Ini penting agar proses penilaian dan pemanfaatan aset berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat maksimal bagi daerah,” tambahnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Sinjai dalam meningkatkan tata kelola aset daerah secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Diharapkan koordinasi lintas sektor ini, aset-aset milik daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat segera difungsikan secara produktif, baik melalui kerja sama pemanfaatan dengan pihak ketiga maupun pengelolaan langsung oleh OPD terkait.

BUMDes ‘Maju Bersama’ Gelar Launching Ayam Petelur: Pemdes Bonto Langkah Nyata Mendukung Program Ketahanan Pangan

Suaraindonesiaku.com, Sinjai — Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan di wilayah pedesaan, Unit usaha ayam petelur milik BUMDes Usaha Maju Bersama gelar Launching Perdana dalam Pelaksanaan Budidaya di Desa Bonto, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Kamis 23/10/2025. Sejumlah tokoh penting hadir dalam launching program ketahanan pangan ayam petelur, di antaranya camat Sinjai Tengah, pemerintah Desa Bonto, ketua BPD, Babinkantibmas, beserta para pengurus BUMdes Maju Bersama, beserta Tamu undangan. Kehadiran mereka mencerminkan sinergi antarlembaga dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa. Dalam sambutannya, kepala Desa Bonto Sudirman S.ip, menyampaikan bahwa program budidaya ayam petelur ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis Desa. “Insya Allah, Pemerintah Desa Bonto siap berkolaborasi untuk memajukan ekonomi desa. Semoga Desa Bonto bisa menjadi contoh bagi desa-desa” Ucap Sudirman

Anggaran Infrastruktur Kab. Sinjai Meningkat Rp104 Miliar

Suaraindonesiaku.com, Sinjai — Pemerintah Kabupaten Sinjai membuktikan diri sebagai daerah yang tidak terganggu dengan pemotongan anggaran dari pusat. Pada 2025 ini, Pemkab Sinjai mendapatkan pemangkasan anggaran infrastruktur daerah senilai Rp55 miliar, tetapi progres pembangunan infrastruktur daerah tetap berjalan dengan baik. Berkat kerja keras dan sinergi lintas sektor, Pemkab Sinjai berhasil membalikkan keadaan. Anggaran infrastruktur melonjak menjadi Rp104 miliar di pertengahan tahun. Kabar menggembirakan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, saat memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional di Halaman Kantor Bupati Sinjai, Jumat (17/10/2025) pagi. “Tahun 2025 disebut sebagai tahun penuh tantangan, di mana Dinas PUPR sempat mengalami pengurangan anggaran sebesar Rp55 miliar. Akan tetapi, berkat kerja keras dan komunikasi lintas sektor, anggaran infrastruktur meningkat menjadi Rp104 miliar pada pertengahan tahun,” pungkasnya