Suara Indonesiaku

Konselor Zhen Wangda Sebut Investasi PSEL Perusahaan China di Makassar Ramah Ekonomi Hijau

IMG-20260421-WA0091

Suaraindonesiaku.com, Makassar — Konselor Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Republik Indonesia, Zhen Wangda, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral dan mendorong kerja sama konkret di tingkat daerah antara Tiongkok dan Indonesia.

Dalam wawancara tertulis dengan media, Zhen Wangda menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan perdananya ke Pulau Sulawesi bersama delegasi.

“Saya sangat senang dapat berkunjung ke Provinsi Sulawesi Selatan. Ini adalah kunjungan pertama kami ke Pulau Sulawesi, yang memiliki posisi strategis penting di Indonesia. Sulawesi Selatan merupakan pusat ekonomi dan budaya dengan potensi kerja sama yang sangat besar,” ujar Zhen Wangda.

Ia menekankan bahwa sektor pertanian, perikanan, pertambangan, serta industri makanan di Sulawesi Selatan berkembang pesat dan menjadi daya tarik utama bagi investasi. Selain itu, kekayaan budaya serta keindahan alam daerah ini turut memperkuat daya tariknya di tingkat internasional.

Kunjungan ini merupakan penugasan resmi dari Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia untuk memperdalam saling pengertian, memperluas kerja sama praktis, serta mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Selama kunjungan, delegasi dijadwalkan melakukan pertemuan dengan pemerintah daerah, berdialog dengan media, serta melakukan kunjungan lapangan ke wilayah perkotaan, pedesaan, dan komunitas Tionghoa setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Zhen Wangda juga menyoroti hasil Sidang Dua Sesi Tiongkok 2026 yang menghasilkan Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030) sebagai arah strategis pembangunan nasional Tiongkok.

“Rencana ini tidak hanya menjadi cetak biru modernisasi Tiongkok, tetapi juga membuka peluang baru bagi kerja sama global yang saling menguntungkan, termasuk dengan Indonesia,” jelasnya.

Zhen Wangda menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi global, Tiongkok tetap menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Tiongkok mencapai sekitar 5 persen dengan total Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 140 triliun RMB, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.

Baca Juga :  Kolaborasi IMM FK Unismuh, IMM FK Unhas dan IMM FKIK UIN Sukses Gelar Pemeriksaan Kesehatan serta Pengobatan Gratis

Dalam konteks kerja sama ekonomi, ia menyoroti potensi besar Sulawesi, khususnya dalam sektor sumber daya alam seperti nikel yang menjadi komoditas strategis dalam rantai industri global.

“Pulau Sulawesi memiliki sumber daya nikel yang melimpah. Kerja sama industri antara Tiongkok dan Indonesia di bidang ini telah berkembang pesat dan memiliki prospek yang sangat luas ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zhen Wangda menekankan pentingnya kerja sama dalam bidang inovasi dan transformasi hijau. Tiongkok saat ini menjadi salah satu pemimpin global dalam pengembangan energi terbarukan diantaranya Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) serta kendaraan energi baru (NEV).

“Tiongkok berkomitmen untuk berbagi manfaat inovasi teknologi dengan negara-negara mitra, termasuk Indonesia, guna mendorong pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon,” tambahnya.

Sebagai contoh konkret, ia menyoroti keberhasilan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) yang dinilai mampu meningkatkan konektivitas sekaligus mengurangi emisi karbon secara signifikan.

“Proyek Whoosh merupakan simbol nyata kerja sama berkualitas tinggi antara Tiongkok dan Indonesia, yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Zhen.

Terkait dinamika global, Zhen Wangda menegaskan komitmen Tiongkok dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia melalui pendekatan multilateral, penghormatan terhadap hukum internasional, serta penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan kembali pentingnya hubungan kedua negara sebagai Mitra Strategis Komprehensif.

“Tiongkok dan Indonesia adalah mitra strategis komprehensif yang memiliki kepentingan bersama yang luas. Kami siap terus memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan demi kesejahteraan kedua bangsa serta stabilitas kawasan dan dunia,” tutup Zhen Wangda.

BACA BERITA LAINNYA