Suara Indonesiaku

LLDIKTI IX Award 2025, Politeknik Dewantara Raih Sertifikat sebagai Pimpinan PTS Berprestasi dan Inovatif

Suaraindonesiaku.com, Makassar — Politeknik Dewantara (Polidewa) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Sertifikat Apresiasi LLDIKTI Wilayah IX Award Tahun 2025 sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan Pimpinan Perguruan Tinggi Berprestasi dan Inovatif. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen kepemimpinan dan inovasi yang terus dikembangkan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Penghargaan tersebut diterima pada ajang LLDIKTI IX Award Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX di Dian Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ciputra Makassar, Sabtu 20 Desember 2025. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ika Triwati, S.KM., M.Kes hadir menerima penghargaan mewakili Direktur Politeknik Dewantara, Dr. Suaedi, M.Si. Ajang LLDIKTI IX Award merupakan panggung apresiasi resmi bagi perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, serta mitra strategis yang menunjukkan kinerja unggul dan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pimpinan LLDIKTI Wilayah IX, pimpinan perguruan tinggi, serta civitas akademika. Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, dalam sambutannya menekankan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi sebagai fondasi pembinaan perguruan tinggi. Menurutnya, sinergi yang terbangun telah melahirkan berbagai capaian strategis dan prestasi yang membanggakan di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX. Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Khairul Munadi, memberikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah IX atas pembinaan yang konsisten serta kepada seluruh penerima anugerah. Ia menegaskan pentingnya penguatan mutu pendidikan tinggi melalui pencapaian indikator kinerja, perluasan kolaborasi, serta penyiapan sumber daya manusia perguruan tinggi yang berintegritas dan visioner. Penghargaan yang diraih Politeknik Dewantara dibuktikan dengan diterimanya sertifikat apresiasi resmi dari LLDIKTI Wilayah IX, sebagaimana terlihat dalam dokumentasi kegiatan. Sertifikat tersebut menegaskan posisi Politeknik Dewantara sebagai perguruan tinggi swasta yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas berkelanjutan. LLDIKTI IX Award Tahun 2025 sendiri memberikan 25 kategori anugerah kepada 80 penerima, serta 23 kategori apresiasi kepada 91 penerima dari berbagai bidang strategis. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan buku Cahaya Pendidikan Tinggi Terbit Terang Benderang dari Wilayah IX jilid 1 dan 2 sebagai simbol kontribusi nyata dalam pengembangan literasi dan publikasi ilmiah di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX. Prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika Politeknik Dewantara untuk terus berinovasi, memperkuat tata kelola perguruan tinggi, serta meningkatkan kualitas tridarma demi mewujudkan pendidikan vokasi yang unggul dan berdaya saing.

Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Saat Nataru, Direksi PLN Tinjau Langsung Gereja Katedral Makassar dan Posko Siaga

Suaraindonesiaku,com.Makassar, 24 Desember 2025 – Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero), Adi Lumakso, bersama Manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), turun langsung untuk memastikan kesiapan serta keandalan pasokan listrik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di wilayah Sulselrabar. Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero), Adi Lumakso, dalam kunjungannya ke Gereja Katolik Katedral Makassar, Posko Siaga PLN, serta Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN ULP Mattoanging pada Rabu (24/12), menegaskan kesiapan PLN dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal dan aman guna memenuhi kebutuhan pelanggan selama perayaan dan ibadah Natal. “Gereja ini merupakan simbol perayaan Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, kami akan all out memastikan distribusi listrik yang andal agar rangkaian ibadah dan perayaan di gereja ini dapat berlangsung tanpa gangguan,” ujar Adi. Sementara itu, Pastor Paroki Gereja Katolik Katedral Makassar, Pastor Yulius Malli, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan PLN dalam memastikan keandalan pasokan listrik selama Perayaan Natal. Menurutnya, dukungan tersebut memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani dalam menjalankan ibadah. “Kami berterima kasih kepada PLN atas kunjungan langsung Direksi PLN untuk memastikan keamanan pasokan listrik. Saya mewakili pihak gereja mengapresiasi kerja sama dan dukungan PLN, karena listrik merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam pelaksanaan ibadah. Selain itu, PLN juga menyiapkan UPS, sehingga ibadah dapat berlangsung dengan baik,” ujar Pastor Yulius. Ia menambahkan bahwa komitmen PLN dalam menjaga keandalan listrik saat Natal merupakan bukti nyata dalam membangun kebersamaan dan toleransi antarumat beragama sebagai sesama anak bangsa. Pada kesempatan yang sama, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, merinci bahwa selama masa siaga Nataru yang berlangsung pada 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, PLN UID Sulselrabar telah mengerahkan 79 posko siaga dengan dukungan 2.454 personel guna memastikan pasokan listrik tetap andal dan aman di seluruh wilayah layanan. “Kunjungan ini merupakan wujud kesiapan PLN dalam menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Sejak jauh hari, kami telah memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan dalam kondisi prima, sekaligus menyiapkan sistem pengamanan berlapis di 226 titik prioritas. Khusus Gereja Katolik Katedral Makassar, kami menyiapkan tiga unit _Uninterruptible Power Supply_ dengan total kapasitas 176 kVA,” ujar Edyansyah. Dari sisi pasokan daya, Edyansyah menjelaskan bahwa proyeksi Beban Puncak (BP) Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) pada periode Nataru mencapai 1.852,6 megawatt (MW). Dengan Daya Mampu Pasok (DMP) sebesar 2.185,1 MW, sistem kelistrikan masih memiliki cadangan daya sekitar 332,4 MW. “Seluruh petugas PLN disiagakan untuk memastikan masyarakat, khususnya umat Nasrani, dapat menjalankan ibadah Natal dengan tenang dan nyaman. Hal ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal dan berkelanjutan,” tambahnya. Sebagai langkah penguatan, PLN UID Sulselrabar membentuk _Special Force_ Siaga Nataru yang melibatkan 2.454 personel dan tersebar di 79 posko siaga. Tim tersebut didukung berbagai peralatan pendukung, antara lain 144 unit genset, 25 unit _Uninterruptible Power Supply_ (UPS), serta 46 unit Gardu Bergerak (UGB) guna menjaga kontinuitas pasokan listrik. Untuk mempercepat penanganan gangguan di lapangan, PLN juga menyiapkan sarana operasional berupa 12 unit truk crane, 157 unit sepeda motor, dan 295 unit kendaraan operasional. “Menghadapi potensi cuaca ekstrem, kami memperkuat sistem melalui penerapan digitalisasi smart distribution sehingga pemantauan dan penanganan gangguan dapat dilakukan secara cepat dan terukur,” jelas Edyansyah. Selain penguatan sistem, PLN turut melakukan inspeksi langsung ke sejumlah gereja guna memastikan kesiapan pasokan listrik, sehingga umat Nasrani dapat beribadah dengan aman dan khidmat. “Di tengah suasana damai Natal, insan PLN tetap bersiaga di lapangan untuk menjaga keandalan listrik. Kami berharap seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung lancar tanpa kendala. Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan, kami mengimbau agar tetap berhati-hati dan selamat sampai tujuan,” tutup Edyansyah. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya pengguna kendaraan listrik, PLN UID Sulselrabar juga memastikan ketersediaan 65 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang beroperasi di 52 lokasi di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

Pertanyakan Tindak Lanjut Bantuan PLTS Super SUN, Lurah Barrang Caddi Bersama LPM dan Karang Taruna Sangkarrang Kunjungi Kantor PLN UID SULSELBAR

Suaraindonesiaku,com.Makassar — Pemerintah Kelurahan Barrang Caddi bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Karang Taruna Kepulauan Sangkarrang melakukan kunjungan dan audiensi ke Kantor PLN UID Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat (SULSELBAR), guna mempertanyakan tindak lanjut bantuan Program PLTS Super SUN bagi masyarakat Pulau Barrang Caddi. Dalam pertemuan tersebut,Ince Syaharuddin Lurah Barrang Caddi menyampaikan bahwa hingga saat ini masih banyak masyarakat yang mempertanyakan kelanjutan bantuan PLTS Super SUN, mengingat penyalurannya belum merata di seluruh wilayah Pulau Barrang Caddi. Ia menegaskan bahwa pihak kelurahan kembali mengusulkan sekitar 200 lebih Kepala Keluarga (KK) yang belum menerima bantuan tersebut agar dapat masuk dalam tahap lanjutan program. Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kepulauan Sangkarrang, Ahmad Rusli, menyatakan komitmennya untuk terus mengawal program tersebut. Menurutnya, Karang Taruna siap melakukan komunikasi secara rutin dengan pihak PLN serta memanfaatkan berbagai relasi di tingkat pusat, agar Kepulauan Sangkarrang dapat menjadi skala prioritas penerima bantuan PLTS Super SUN pada tahun mendatang,baik dipulau Barrang Caddi sampai ke pulau-pulau terluar kota Makassar. “Program ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kepulauan. Oleh karena itu, kami akan terus mengawal dan memastikan agar Kepulauan Sangkarrang dapat menjadi prioritas pada tahun depan,” ujar Ahmad Rusli. Senada dengan itu, Ketua LPM Kelurahan Barrang Caddi, Hawai, berharap agar realisasi bantuan PLTS Super SUN dapat segera terealisasi sepenuhnya. Ia menilai, jika seluruh masyarakat Pulau Barrang Caddi telah terlayani, maka program serupa dapat difokuskan kembali untuk pulau-pulau lain yang juga membutuhkan. Audiensi tersebut diterima langsung oleh Yunus selaku Team Leader Perencanaan dan Alfian selaku Team Leader Konstruksi PLN UID SULSELBAR. Pihak PLN menyampaikan bahwa tindak lanjut bantuan PLTS Super SUN telah kembali diusulkan ke tingkat pusat dan saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut terkait jadwal pelaksanaan di lapangan. “Kami dari PLN terus berupaya semaksimal mungkin agar seluruh pulau, khususnya yang berada di wilayah Kelurahan Barrang Caddi, dapat memperoleh bantuan PLTS Super SUN. Usulan lanjutan sudah kami sampaikan ke pusat, dan saat ini kami menunggu informasi terkait tahapan berikutnya,” ungkap perwakilan PLN. Pertemuan tersebut ditutup dengan penyerahan data calon penerima bantuan PLTS Super SUN yang belum mendapatkan bantuan pada gelombang berikutnya, sebagai bahan tindak lanjut dan verifikasi pihak PLN.

PLN untuk Rakyat, Nyala Listrik Hadirkan Harapan bagi 18 Sekolah di Kabupaten Muna dan Muna Barat

Suaraindonesiaku,com.Muna, 23 Desember 2025 – Ombak yang tak selalu bersahabat, jarak yang membentang jauh, serta keterbatasan akses menjadi bagian dari perjalanan PLN menuju pelosok Kepulauan yang ada di Kabupaten Muna dan Muna Barat. Namun tantangan itu tak pernah menghentikan semangat untuk menyalakan harapan hingga pelosok negeri. Dengan membawa semangat mengabdi, PLN hadir menembus laut, menghadirkan listrik di beberapa sekolah di pulau-pulau yang selama ini hidup dalam gelap. Berkat inovasi teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mikro dengan Battery Energy Stotage System (BESS) yaitu SuperSUN dari PT PLN (Persero), kini 18 Sekolah (TK, SD, SMP, SMA/SMK) dan 1 fasilitas umum pada 12 pulau terpencil di Kabupaten Muna dan Muna Barat resmi menikmati nyala listrik ramah lingkungan. Perjalanan menuju pulau-pulau terpencil di kedua Kabupaten tersebut bukan perkara mudah. Tim PLN harus menempuh laut berjam-jam, menantang ombak, angin kencang, serta keterbatasan akses logistik. Bahkan tak jarang saat di tengah laut, tim PLN dihadapkan pada hujan deras serta ombak tinggi. Namun dengan penuh dedikasi panel surya, baterai penyimpanan energi, hingga peralatan instalasi diangkut menggunakan kapal bahkan perahu kecil, menembus jalur laut yang sangat menantang. Pada kesempatan yang berbeda, Bupati Muna, Bachrun mengapresiasi setinggi-tingginya kepada PT PLN (Persero) atas komitmen dan kerja nyatanya dalam menghadirkan listrik hingga ke pulau-pulau terpencil di Kepulauan Muna. Ia menjelaskan kehadiran listrik melalui inovasi SuperSUN bukan hanya menerangi rumah warga, tetapi juga membuka akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat. Ini adalah bukti nyata bahwa negara benar-benar hadir hingga ke pelosok. “Keberhasilan PLN melistriki 18 sekolah di pulau-pulau terpencil di Kabupaten Muna dan Kabupaten Muna Barat adalah langkah besar dalam mempercepat pemerataan pembangunan. Listrik bukan hanya soal energi, tetapi juga tentang masa depan. Kami bangga dan mendukung penuh langkah PLN dalam menghadirkan energi berkeadilan melalui SuperSUN,” kata Bachrun. Kepala Sekolah SMPN 1 Maginti, Kading mengaku sangat senang dengan pemasangan SuperSUN karena dapat menikmati listrik yang andal untuk fasilitas umum baik sekolah dan fasilitas umum sehingga mempermudah kegiatan sehari-hari. “Bagi siswa, hadirnya listrik bukan sekadar tentang lampu yang menyala. Listrik adalah pintu menuju perubahan hidup. Anak-anak kini dapat belajar lebih baik bahkan di malam hari,” kata Kading. Kading menuturkan, dulu untuk menikmati listrik warga harus menyalakan genset yang bahan bakarnya harus dibeli menyebrang laut untuk mencapai Kabupaten Muna daratan. Ia mengaku menghabiskan Rp675 ribu per bulan untuk menikmati listrik di sekolahnya. “Kini, kami mendapatkan terang sepanjang malam, sebuah kemewahan yang dulu hanya bisa dibayangkan. Kami hanya memerlukan biaya Rp100 ribu per bulan untuk menikmati listrik 24 jam,” kata Kading. Saat ditemui General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah menegaskan SuperSUN adalah wujud keseriusan PLN dalam mewujudkan listrik berkeadilan bagi seluruh masyarakat. “Kami tidak hanya membawa cahaya, tapi juga harapan. SuperSUN dirancang agar masyarakat kepulauan bisa mandiri energi dengan memanfaatkan potensi alam sekitar, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan ekonomi di Sulawesi Tenggara,” kata Edyansyah. Edyansyah menambahkan bahwa listrik sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun dihadapkan dengan tantangan yang cukup berat, tim PLN berhasil menyeberangi laut untuk mengangkut material berbobot hingga 100 kilogram (kg) per unit hingga tiba di 12 pulau Kabupaten Muna dan Muna Barat. Tak jarang, petugas PLN juga dihadapkan pada cuaca yang kurang bersahabat dan ombak besar. Medan berat, jarak jauh, hingga keterbatasan akses bukan menjadi penghalang semangat PLN untuk melayani negeri. “Dengan adanya listrik, anak-anak bisa belajar lebih maksimal. Kami optimis, hadirnya listrik akan bermanfaat bagi dunia pendidikan,” jelasnya. Ia memaparkan SuperSUN merupakan sistem PLTS yang dilengkapi dengan BESS, memungkinkan listrik tetap menyala selama 24 jam meski matahari telah terbenam. Inovasi ini dirancang khusus untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit dilalui jaringan listrik konvensional. Di kepulauan dengan akses terbatas seperti Kabupaten Muna dan Muna Barat, teknologi ini menjadi solusi yang ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Banyak sekolah kini dapat menikmati listrik untuk secara stabil. Di balik nyala listrik di kepulauan terpencil, ada semangat pengabdian para insan PLN yang bekerja dalam senyap, menyusuri lautan, menerjang ombak, demi satu tujuan listrik menyala sebagai simbol bahwa negara hadir, dan harapan terus hidup.

Bahar Ngitung dan Mantan Bos Jaksa Enrekang Tersangka, Publik Marah!

Suaraindonesiaku,com.MAKASSAR – Dua perkara hukum yang melibatkan mantan pejabat negara dan aparat penegak hukum kembali memantik kontroversi di tengah masyarakat. Kasusdugaan penipuan yang menjerat mantan anggota DPD RI asal Sulawesi Selatan, Bahar Ngitung, serta kasus korupsi yang menyeret Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, Padeli, dinilai mencederai kepercayaan publik terhadap aparat pemerintah. Kasus Bahar Ngitung kini memasuki tahap penelitian berkas di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel setelah Polda Sulsel menetapkannya sebagai tersangka. Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi, membenarkan pihaknya telah menerima berkas perkara tersebut sejak 14 Oktober 2025. “Berkas sudah kami terima, namun tersangka dan barang bukti belum diserahkan. Karena itu, jaksa masih memberikan petunjuk P-19 kepada penyidik,” ujar Soetarmi, Jumat (19/12/2025) kemarin Ia menegaskan hingga kini tahap dua belum dapat dilakukan karena penyidik masih melengkapi petunjuk jaksa. Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto membenarkan status tersangka terhadap Bahar Ngitung. “Masih ada satu saksi yang akan diperiksa. Setelah itu, berkas akan dikirim kembali ke Jaksa Penuntut Umum,” kata Didik. Bahar Ngitung disangkakan Pasal 378 dan/atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Namun, kepolisian belum mengungkap secara rinci kronologi perkara, nilai kerugian, maupun identitas pelapor karena masih menjadi bagian dari materi penyidikan. Kondisi ini memunculkan sorotan dan spekulasi publik terhadap transparansi penanganan perkara. Kontroversi serupa juga muncul dari internal aparat penegak hukum. Kejaksaan Agung menetapkan Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, Padeli, sebagai tersangka dugaan korupsi pengelolaan dana Baznas Enrekang saat yang bersangkutan menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Enrekang. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menyatakan Padeli diduga menyalahgunakan kewenangan jabatannya dan menerima uang dalam jumlah besar. “Yang bersangkutan diduga tidak profesional dan menyalahgunakan kewenangan dalam penanganan perkara pengelolaan dana Baznas. Penerimaan uang kurang lebih Rp840 juta bersama dengan satu tersangka lain,” ujar Anang di Kompleks Kejagung, Jakarta. Anang menambahkan, penyidikan kasus tersebut bermula dari adanya aduan masyarakat. “Ada aduan masyarakat mengenai dugaan transaksi dalam penanganan perkara ini. Penyidikan masih terus kami kembangkan,” katanya. Rangkaian kasus yang melibatkan mantan wakil rakyat dan pejabat aktif kejaksaan ini menimbulkan kritik tajam terhadap integritas aparat pemerintah. Publik menilai, penegakan hukum yang lambat dan keterlibatan oknum penegak hukum justru memperdalam krisis kepercayaan masyarakat. Masyarakat kini menunggu pembuktian bahwa proses hukum benar-benar berjalan transparan dan tanpa pandang bulu, sebagai upaya memulihkan marwah lembaga negara yang kembali dipertanyakan.(*)

Direksi dan Relawan PLN Turun Langsung Pastikan Percepatan Pemulihan Fasilitas Umum di Aceh

Suaraindonesiaku,com.Aceh Tamiang, 20 Desember 2025* — Jajaran Direksi PT PLN (Persero) bersama para relawan PLN turun langsung ke sejumlah fasilitas publik terdampak banjir di Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Tengah, pada Jumat (19/12). Upaya ini untuk memastikan bangunan serta instalasi listrik di rumah sakit, tempat ibadah, hingga sekolah aman dan siap digunakan kembali pascapulihnya sistem kelistrikan di wilayah tersebut. Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, dalam peninjauannya ke Masjid Besar Al Huda dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Aceh Tamiang, menyampaikan bahwa pemulihan pasokan listrik kepada pelanggan dilakukan secara terus menerus dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat. “Sebelum memasukkan tegangan, petugas PLN harus mengecek dan memastikan setiap rumah sudah dalam posisi aman. Tidak bisa kita hidupkan begitu saja, karena ada potensi bahaya di mana masih banyak titik genangan air,” kata Dony. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh tim PLN yang terus berada di lapangan, memastikan setiap tahapan pemulihan berjalan optimal meski menghadapi berbagai tantangan. “Jadi, terima kasih teman-teman PLN yang sudah luar biasa, para direksi yang sudah berhari-hari di sini. Insya Allah mudah-mudahan nanti dimudahkan prosesnya,” ujar Dony. Peninjauan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan melalui program Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Peduli ke sejumlah lokasi terdampak di Aceh. PLN turut berkontribusi menyalurkan berbagai bantuan logistik, meliputi 10 truk air bersih, 6 truk toren air, peralatan kebersihan, selimut, serta perlengkapan ibadah untuk mendukung aktivitas dan kenyamanan warga di lokasi terdampak. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa PLN mengerahkan personel teknis serta melibatkan jajaran direksi untuk memimpin langsung pemulihan pasokan listrik dan layanan publik berjalan cepat, aman, dan berkelanjutan. “Ini merupakan keseriusan kami untuk membantu proses pemulihan pascabencana, kami juga pastikan agar pasokan listrik ke pelanggan dapat dilakukan dengan cepat dan tetap mengutamakan keselamatan,” tutur Darmawan. Sebagai bagian dari upaya pemulihan tersebut, PLN menggelar kerja bakti pembersihan fasilitas umum, pemeriksaan instalasi listrik, hingga penyaluran bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat di beberapa lokasi terdampak. Di Aceh Tamiang, kegiatan tersebut menyasar Masjid Besar Al Huda dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Aceh Tamiang yang dipimpin langsung oleh Komisaris Independen PLN, Yazid Fanani, Direktur Keuangan PLN, Sinthya Roesly, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, dan Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri. Tidak hanya di Aceh Tamiang, jajaran direksi lainnya, yaitu Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto dan Direktur Perencanaan Korporat & Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo juga memastikan fasilitas dan instalasi listrik di Masjid Raya Langsa Kota dan RSUD Langsa aman untuk dialiri pasokan listrik kembali. Sementara di Takengon, Aceh Tengah, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PLN, Suroso Isnandar dan Direktur Manajemen Risiko PLN, Adi Lumakso memimpin langsung peninjauan pemulihan fasilitas publik di Masjid Baitul Quddus Mendale dan Sekolah Dasar Negeri 9 Kebayakan, untuk memastikan fasilitas layanan publik dapat kembali beroperasi dengan dukungan kelistrikan yang aman. “Kami berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama pada saat-saat sulit seperti ini. Kehadiran dan dukungan Danantara menjadi kekuatan bagi kami untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkas Darmawan. Sekilas Tentang PLN PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. PLN mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan menjadi pilihan nomor 1 bagi pelanggan untuk Solusi Energi melalui upaya pertumbuhan usaha, implementasi digitalisasi secara end to end, menjalankan transisi energi untuk mendukung tercapainya Net Zero Emissions (NZE), serta menghadirkan proses bisnis dengan SDM berkelas dunia._

Proses Tidak Pernah Mendustai Hasil, Gowa Kembali Ukir Prestasi di Ajang Duta Lingkungan Hidup Sulsel 2025: “Sash Itu Kembali”

Suaraindonesiaku,com.Gowa – Kabupaten Gowa kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Pada ajang Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Sulsel Tahun 2025, delegasi Gowa berhasil meraih Winner dan Runner Up, sekaligus membawa pulang sash penghargaan pada malam Grand Final yang digelar di Aerotel Smile, Makassar, Jumat (20/12/2025). Delegasi Kabupaten Gowa berjumlah empat orang, terdiri dari satu peserta putra dan tiga peserta putri. Tiga di antaranya merupakan usulan daerah, sementara satu peserta melalui jalur umum. Dari keempat delegasi tersebut, tiga orang berhasil meraih prestasi, membuktikan kualitas serta kesiapan para duta yang diutus. Peserta putra, Muhammad Fauzy, yang akrab disapa Oji, berhasil keluar sebagai Winner Duta Lingkungan Hidup Sulsel 2025, mengungguli kurang lebih 30 peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan. Sementara itu, peserta putri Sapnah meraih posisi Runner Up, dan Umi Kalsum dinobatkan sebagai penerima Sash Best pada malam puncak grand final. Salah satu Pembina Ikatan Duta Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Ibu Salmah, S.Pd., yang turut hadir menyaksikan langsung penampilan para delegasi, tampak haru dan bangga atas capaian tersebut. Dalam keterangannya, Ibu Salmah yang mewakili Ibu Andi Tenri Indah (Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Komisi E) selaku Pembina Duta Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan delegasi Gowa. Ia menegaskan bahwa seluruh delegasi yang maju ke tingkat provinsi telah menyelesaikan program kerja (proker) mereka selama bertugas di Kabupaten Gowa. Berbagai aksi nyata telah dilakukan, mulai dari turun langsung ke masyarakat, kegiatan daur ulang (recycle), menghidupkan Bank Sampah, hingga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah, menggunakan tumbler, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Program-program tersebut dijalankan secara konsisten selama masa jabatan satu tahun. “Prestasi ini bukan sesuatu yang instan. Mereka layak menjadi juara karena telah bekerja nyata di lapangan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Ini menjadi kebanggaan besar bagi Kabupaten Gowa,” ungkap Ibu Salmah. Ia juga menambahkan bahwa tahun 2025 menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Winner Duta Lingkungan Hidup Sulsel diraih oleh peserta laki-laki dari Gowa. Selain itu, dari tujuh tahun penyelenggaraan ajang ini, Kabupaten Gowa telah tiga kali menjuarai pemilihan Duta Lingkungan Hidup tingkat Sulsel. “Tahun ini kami, bersama Ibu Andi Tenri Indah dan dukungan penuh dari DLH Kabupaten Gowa, memang sangat yakin sash Winner bisa kembali ke Gowa,” tambahnya. Lebih lanjut, Ibu Salmah menekankan bahwa gelar yang diraih bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab besar untuk terus menghadirkan aksi nyata dalam menjaga lingkungan, baik melalui edukasi langsung kepada masyarakat, pemanfaatan media sosial, maupun kegiatan lapangan yang berkelanjutan. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa atas dukungan penuh terhadap anak-anak muda yang berkomitmen menjadi agen perubahan dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang lingkungan hidup. Setiap tahun, Kabupaten Gowa secara konsisten mengirimkan delegasi ke ajang Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Sulsel. Meski pada tahun sebelumnya belum berhasil meraih juara, seluruh kerja keras tersebut terbayarkan pada tahun ini. Tak lupa, apresiasi juga diberikan kepada keluarga besar IKADAH GOWA dari angkatan 2020 hingga 2025 yang telah berperan aktif membantu persiapan serta mendampingi para delegasi hingga ke tingkat provinsi. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda Kabupaten Gowa untuk terus berkontribusi nyata dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.

Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, Seluruh Gardu Induk Beroperasi Normal, Kini PLN Lanjutkan Pemulihan Distribusi Hingga ke Masyarakat

Suaraindonesiaku,com.Aceh, 20 Desember 2025 – PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Provinsi Aceh telah pulih sepenuhnya pascabencana. Pemulihan ini ditandai dengan beroperasinya kembali 20 Gardu Induk (GI) yang ada di Aceh, sehingga sistem kelistrikan utama kembali normal. Pulihnya sistem kelistrikan Aceh didukung oleh penormalan menyeluruh pada sisi pembangkitan dan transmisi. Tonggak penting pemulihan adalah dengan beroperasinya kembali Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya yang memastikan pasokan listrik ke seluruh GI di Aceh dapat disalurkan secara optimal. Dengan telah beroperasinya seluruh GI secara normal, PLN selanjutnya memfokuskan upaya pada percepatan pemulihan jaringan distribusi listrik kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis dan akses yang masih terbatas. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa sesuai arahan Pemerintah, pihaknya terus mempercepat pemulihan kelistrikan pascabencana hingga jaringan listrik kembali sampai kepada masyarakat. “Sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto dan arahan langsung dari Bapak Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), kami terus berupaya melanjutkan penormalan kelistrikan Aceh dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Alhamdulillah, kini sistem kelistrikan Aceh telah pulih. Seluruh gardu induk sudah beroperasi normal, didukung pembangkit dan transmisi yang kembali beroperasi. Ini menjadi fondasi penting agar pasokan listrik ke masyarakat dapat berjalan stabil,” ujar Darmawan. Sebelumnya, PLN berhasil mengoperasikan PLTU Nagan Raya yang didukung cadangan sistem yang memadai untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan masyarakat Aceh. Beroperasinya pembangkit ini sekaligus mengoptimalkan jalur transmisi Nagan–Sigli sebagai bagian dari sistem kelistrikan Aceh. PLN juga telah berhasil memulihkan jaringan transmisi Arun–Bireuen serta Pangkalan Brandan–Langsa yang menjadi _backbone_ interkoneksi Sumatra–Aceh dan sempat terputus akibat banjir dan tanah longsor. Dengan sistem utama yang telah normal dan seluruh GI beroperasi, penyaluran listrik ke jaringan distribusi dilakukan secara bertahap dan dengan kehati-hatian tinggi. Darmawan menegaskan bahwa setiap tahapan pemulihan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan masyarakat. “Kami memastikan proses penormalan distribusi dilakukan secara bertahap dan aman, terutama di wilayah yang masih terdapat genangan air atau lumpur, agar masyarakat dapat kembali menikmati listrik dengan nyaman,” jelasnya. PLN berkomitmen untuk terus bersama masyarakat Aceh mengupayakan peningkatan layanan kelistrikan serta memantau keandalan sistem secara berkelanjutan hingga seluruh pelanggan kembali menikmati pasokan listrik secara normal. “Bagi pelanggan yang belum menyala, kami terus berkoordinasi dan memastikan instalasi pelanggan dalam kondisi aman sebelum pasokan listrik kembali disalurkan,” tutup Darmawan. Dengan pulihnya sistem kelistrikan Aceh dan beroperasinya seluruh gardu induk secara normal, diharapkan aktivitas ekonomi, layanan publik, serta kehidupan sosial masyarakat dapat kembali pulih secara bertahap. Sekilas Tentang PLN _PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. PLN mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan menjadi pilihan nomor satu bagi pelanggan untuk Solusi Energi, melalui pertumbuhan usaha, digitalisasi end-to-end, transisi energi menuju Net Zero Emissions (NZE), serta penguatan proses bisnis dengan SDM berkelas dunia._

Bawa Misi Terang, Tim Khusus PLN UID Sulselrabar Kloter Kedua Tiba di Aceh

Suaraindonesiaku,com.Aceh Utara, 19 Desember 2025 – Guna mempercepat pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan yang terdampak banjir di wilayah Aceh, 21 personel dari tim khusus Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) telah tiba di Kabupaten Aceh Utara. Tim khusus PLN UID Sulselrabar langsung bergerak cepat bergabung dengan tim lainnya untuk memulihkan jaringan distribusi yang terdampak. Saat ditemui, Ketua tim khusus PLN UID Sulselrabar, Rudiansa memaparkan medan yang cukup berat dan tantangan cuaca tidak menyurutkan tim khusus PLN UID Sulselrabar untuk membantu memulihkan pasokan listrik di Kabupaten Aceh Utara. Ia mencatat pada hari Kamis (18/12) tim khusus PLN UID Sulselrabar kloter kedua sudah berhasil melakukan perbaikan jaringan sepanjang 0,8 kilometer sirkuit (kms) dan pemancangan tiang di sejumlah 4 titik, Desa Rumoh Rayeuk, Kabupaten Aceh Utara. “Kami berkomitmen akan terus berupaya memulihkan pasokan listrik secara menyeluruh. Ini adalah tugas mulia yang diberikan kepada kami,” kata Rudiansa. General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah berkomitmen pihaknya akan terus mendukung dan menyalurkan bantuan yang diperlukan baik itu personel maupin bahan pangan. Dirinya percaya kehadiran PLN memberikan secercah kepada masyarakat di Aceh “Dalam kondisi yang ada, rekan-rekan di lapangan tetap berdiri di garis depan demi memastikan listrik kembali menyala untuk masyarakat. Kami menegaskan tim khusus PLN UID Sulselrabar akan terus berupaya menuntaskan perbaikan sistem Kelistrikan di Aceh Utara secara menyeluruh,” ujar Edyansyah.

Tegaskan Komitmen Lingkungan Kerja Aman bagi Perempuan, PLN UID Sulselrabar Gelar Inspiring Srikandi

Suaraindonesiaku,com.Makassar, 17 Desember 2025 – Sebagai bagian dari upaya mewujudkan Respectful Workplace sekaligus bentuk dukungan nyata bagi pegawai perempuan, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menggelar kegiatan Inspiring Srikandi bertema “Build Safety, Embrace Healing, Celebrate You.” Bertempat di Ballroom Rewako, kegiatan ini menghadirkan ruang dialog, edukasi, dan sharing bagi pekerja perempuan dalam membangun lingkungan kerja yang aman, saling menghargai, dan berpihak pada kesehatan mental. Sebanyak 110 pegawai perempuan dari seluruh unit-unit yang berada di bawah naungan PLN UID SULSELRABAR turut hadir dalam kegiatan tersebut. Fokus utama kegiatan ini terletak pada sesi sosialisasi tentang lingkungan kerja yang sehat harus terbebas dari diskriminasi, intimidasi, dan pelecehan, serta memberikan ruang aman bagi setiap individu untuk menyampaikan pendapat dan melaporkan pelanggaran tanpa rasa takut. Selain memberikan sosialisasi, dalam acara ini juga menghadirkan materi dari psikolog klinis Nur Hafidzah, M.Psi., Psikolog yang memberikan materi tentang “Koneksi Bersama Diri dan Memori Traumatik.” Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bahwa trauma merupakan respons alami tubuh terhadap pengalaman yang dirasakan mengancam, yang kerap muncul dalam bentuk kecemasan, serangan panik, hingga burnout. Kegiatan Inspiring Srikandi ini turut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Meisy Papayungan, yang mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan. Ia menyampaikan penghargaan atas inisiatif PLN dalam menghadirkan ruang edukasi dan pemulihan bagi perempuan pekerja. “Kami mengapresiasi langkah PLN melalui kegiatan Inspiring Srikandi ini. Upaya membangun lingkungan kerja yang aman dan peduli terhadap kesehatan mental sejalan dengan komitmen pemerintah dalam perlindungan perempuan. Kegiatan seperti ini penting untuk terus diperluas agar perempuan merasa didukung, dilindungi, dan dihargai,” tutur Meisy. Ketua Srikandi PLN UID Sulselrabar, Yuli Ashaniais, yang juga menjabat sebagai Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Sulselrabar menyampaikan bahwa Inspiring Srikandi dirancang sebagai ruang aman bagi perempuan agar berani bersuara, memahami haknya, serta merawat dirinya secara utuh. Ia menambahkan bahwa Srikandi PLN berkomitmen mendorong terciptanya lingkungan kerja yang saling menghargai, bebas dari intimidasi, serta mendukung keberanian perempuan dalam menjaga batasan diri. “Inspiring Srikandi kami hadirkan sebagai ruang aman bagi perempuan untuk belajar, didengar, dan dipulihkan. Kami ingin memastikan bahwa perempuan tidak hanya kuat secara profesional, tetapi juga sehat secara mental dan emosional,” ujar Yuli. Komitmen tersebut selaras dengan capaian PLN yang dinobatkan sebagai Great Place to Work (GPTW) Tahun 2025. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil membangun budaya kerja positif, berintegritas, dan berorientasi pada kesejahteraan pegawai. Adapun poin-poin utama yang mengantarkan PLN meraih predikat tersebut antara lain terciptanya lingkungan kerja yang saling menghargai, adanya rasa aman bagi pegawai untuk menyampaikan pendapat dan keluhan, kepemimpinan yang dipercaya, serta perhatian perusahaan terhadap kesehatan mental dan keseimbangan kehidupan kerja pegawai. General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah yang ditemui dalam kesempatan terpisah menegaskan bahwa keselamatan dan martabat manusia merupakan fondasi utama dalam membangun budaya kerja PLN yang sehat dan berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa komitmen tersebut akan terus diperkuat melalui kebijakan, sistem, dan budaya kerja yang berpihak pada pegawai. “PLN tidak hanya berbicara tentang kinerja dan target, tetapi juga tentang manusia di dalamnya. Lingkungan kerja yang aman, saling menghargai, dan bebas dari kekerasan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Edyansyah. Kegiatan ditutup dengan diskusi dan refleksi bersama. Inspiring Srikandi menjadi pengingat bahwa lingkungan kerja yang aman tidak hanya dibangun melalui regulasi dan sistem, tetapi juga melalui keberanian untuk peduli, mendengar, dan saling menjaga.