Suara Indonesiaku

Langit Sidrap Diramaikan Aksi Prajurit Kostrad dalam Terjun Payung Penyegaran Statik

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Langit Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), diramaikan aksi prajurit Divisi Infanteri 3 Kostrad dalam Terjun Payung Penyegaran Statik, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut disaksikan langsung Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad Mayor Jenderal TNI Wulang Nur Yudhanto, didampingi Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif. Terjun payung ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kostrad di Sidrap, sekaligus menjadi bagian dari pembinaan dan kesiapsiagaan prajurit. Selain penerjunan, rangkaian kegiatan juga diisi bakti sosial berupa pembagian 200 paket sembako kepada masyarakat serta panen raya di Kelurahan Kanyuara. Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad Mayor Jenderal TNI Wulang Nur Yudhanto mengatakan, pasukan yang disiapkan untuk penerjunan tersebut selanjutnya akan berangkat ke Malaysia pada 26 September untuk mengikuti kegiatan latihan bersama. Menurutnya, kegiatan di Sidrap tidak hanya berkaitan dengan kemampuan militer, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat. “Kami juga harus mampu hadir di tengah masyarakat dan dituntut paham dengan kondisi lingkungan masyarakat,” katanya. Ia menyampaikan, kegiatan tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan TNI dengan masyarakat. “Besar harapan saya kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat, tapi juga menjadi pondasi yang semakin memperkokoh tali silaturahmi, mempererat kekeluargaan, memperkuat kemitraan antara TNI dan masyarakat Kabupaten Sidrap yang akan terus kita jaga dan kita lanjutkan di masa yang akan datang,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi atas kegiatan Kostrad di Kanyuara. Ia mengatakan kehadiran Pangdivif 3 Kostrad juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi pertanian Sidrap. Syaharuddin mengatakan, Sidrap saat ini tercatat sebagai salah satu daerah lumbung beras di Indonesia. Ia menyebut produksi gabah Sidrap meningkat dari sekitar 400 ribu ton pada 2024 menjadi sekitar 700 ribu ton pada 2025. Khusus di Kelurahan Kanyuara, luas areal sawah mencapai 1.229 hektare dengan rata-rata hasil panen 9–10 ton per hektare. Dalam kesempatan tersebut, Pangdivif 3 Kostrad bersama Bupati Sidrap juga melihat kondisi persawahan dari udara. Wulang mengatakan, dari atas terlihat upaya penyediaan air yang membuat persawahan di Sidrap tetap hijau di tengah kondisi El Niño. “Saya dengan Bapak Bupati naik helikopter. Ternyata benar ada air yang bisa ditarik sampai ke pelosok. Di wilayah lain cokelat, ternyata di Sidrap semua masih hijau,” katanya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Sekda Andi Rahmat Saleh, Dandim 1420/Sidrap Letkol Zulhakim Asdar, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda, PJU Divisi Infanteri 3 Kostrad, perwakilan DPRD, jajaran Kodim 1420/Sidrap, kepala OPD terkait, Forkopimcam Watang Sidenreng, Persit, masyarakat setempat, serta undangan lainnya.

Disaksikan 390 Mahasiswa KKN UNM, Rumah Pohon Coffee Resmi Dibuka di Sidrap

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Rumah Pohon Coffee resmi dibuka di Pelataran Pangker, Kelurahan Lakkessi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Rabu (9/9/2026). Grand opening tersebut disaksikan 390 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Makassar (UNM) Angkatan 33 Tahun 2026 yang sekaligus diterima untuk menjalankan program pengabdian di Sidrap. Pembukaan Rumah Pohon Coffee dihadiri Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah. Hadir pula Kajari Sidrap Ady Kusumo Wibowo, Sekda Andi Rahmat Saleh, perwakilan Polres Sidrap, perwakilan Dandim 1420 Sidrap, anggota DPRD, jajaran dosen UNM, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah, kepala bagian Sekretariat Daerah, serta undangan lainnya. Kehadiran Rumah Pohon Coffee menjadi bagian dari penataan kawasan Pelataran Stadion Ganggawa yang dalam beberapa bulan terakhir dikembangkan menjadi ruang publik dengan fungsi kuliner, olahraga, dan tempat berkumpul masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif mengatakan kawasan yang sebelumnya kurang tertata kini mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Saat ini terdapat 32 UMKM yang berjualan di kawasan tersebut. Pendapatan sejumlah pedagang juga meningkat. Dari sebelumnya sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari, kini dapat mencapai Rp500 ribu hingga Rp2 juta per hari. “Ini menunjukkan ketika kita tata dengan baik, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” ujar Syaharuddin. Pemkab Sidrap, lanjutnya, juga berencana mengembangkan kawasan sekitar Monumen Ganggawa dan Masjid Agung sebagai pusat wisata religi dan ruang publik modern. Penataan tersebut direncanakan dilanjutkan pada awal 2027, termasuk menghadirkan area swafoto dan ruang publik yang dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat. Syaharuddin juga mengingatkan pelaku UMKM untuk menjaga kualitas pelayanan. Kecepatan, keramahan, dan sikap murah senyum dinilai penting agar pengunjung mendapatkan pengalaman yang baik. Ia mendorong pesanan konsumen dapat disiapkan dalam waktu sekitar tiga hingga lima menit. 390 Mahasiswa KKN UNM Diterima di Sidrap Grand opening Rumah Pohon Coffee dirangkaikan dengan penerimaan 390 mahasiswa KKN UNM yang akan menjalankan program pengabdian di 11 kecamatan. Koordinator KKN UNM Angkatan 33, Dr. Aguswan, mengatakan mahasiswa tersebut terdiri atas KKN Terpadu Angkatan 33, KKN Reguler Angkatan 55, dan KKN Tematik Literasi 2026. “Jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN di Kabupaten Sidenreng Rappang pada periode ini 390 orang. Mereka akan tersebar di 42 posko yang berada di 11 kecamatan, dengan didampingi 14 Dosen Pembimbing Lapangan,” kata Aguswan. Sebanyak 42 posko tersebut terdiri atas 14 lokasi SD, delapan SMP, tiga SMA, tiga SMK, satu MTs, satu SLB, enam posko KKN Tematik Literasi, serta 10 posko KKN Reguler. Aguswan menyampaikan apresiasi atas penerimaan Pemkab Sidrap. Ia meminta mahasiswa menjaga nama baik almamater sekaligus memberikan kontribusi nyata selama menjalankan KKN. Sementara itu, Syaharuddin meminta mahasiswa mempraktikkan ilmu yang diperoleh di kampus selama berada di tengah masyarakat. Mahasiswa juga didorong untuk aktif berdiskusi dan berbagi pengetahuan dengan para guru di sekolah lokasi KKN. Pemkab Sidrap, katanya, siap memberikan rasa aman dan nyaman selama mahasiswa menjalankan pengabdian. Ia juga mempersilakan mahasiswa berkomunikasi dan berkoordinasi di Rumah Jabatan Bupati dan Wakil Bupati. Penerimaan mahasiswa di ruang terbuka tersebut disebut menjadi simbol keterbukaan masyarakat Sidrap atau Saromase dalam menyambut mahasiswa UNM. Angkat Kopi Lokal dan Buka Lapangan Kerja Owner Rumah Pohon Coffee, Herlina Hamka, mengatakan kehadiran tempat usaha tersebut diharapkan tidak hanya menjadi destinasi kuliner, tetapi juga memberi dampak bagi masyarakat sekitar. Ia menyebut lokasi tersebut sebelumnya kurang mendapat perhatian karena kondisinya kotor dan belum tertata. Setelah dikembangkan, kawasan tersebut kini menjadi ruang usaha sekaligus tempat berkumpul masyarakat. Rumah Pohon Coffee saat ini mempekerjakan sekitar 10 tenaga kerja lokal. Ke depan, pengelola berkomitmen memperluas peluang kerja. Selain membuka lapangan pekerjaan, Rumah Pohon Coffee juga berupaya mengangkat komoditas lokal melalui penggunaan kopi produksi Sidrap. Herlina berharap Rumah Pohon Coffee dapat bertahan dan berkembang sebagai ruang sosial masyarakat. Dari lokasi tersebut, pengunjung dapat menikmati pemandangan Masjid Agung, kawasan UMKM, Stadion Ganggawa, serta suasana Kota Pangkajene. Pengunjung juga dapat menikmati panorama matahari terbenam dari kawasan tersebut. “Kami ingin Rumah Pohon bukan hanya tempat menikmati kopi atau makanan, tetapi juga menjadi ruang sosial bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga dan menikmati suasana,” ujar Herlina.

BPK Ungkap Kejanggalan Pengadaan Buku Rp3,17 Miliar di 198 Sekolah, HMI Sulsel Desak Kejati dan Polda Sulsel Usut Tuntas

Suaraindonesiaku.com, Makassar — Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait persoalan pengadaan buku senilai Rp3,17 miliar di 198 satuan pendidikan di Sulawesi Selatan memicu sorotan tajam. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (Badko) Sulsel secara resmi mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan untuk turun tangan mengusut tuntas indikasi penyimpangan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, BPK menemukan sederet indikasi kejanggalan. Persoalan tersebut meliputi dugaan pengarahan proyek kepada penyedia tertentu, transaksi di luar prosedur antara pihak sekolah dan sales penerbit, indikasi pemakaian “perusahaan pinjaman”, hingga pelanggaran akses akun Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) yang diberikan kepada pihak tidak berwenang. Ketua HMI Badko Sulsel Bidang Pendidikan dan Pendampingan Beasiswa, Abd Razak Usman, menegaskan bahwa rentetan temuan tersebut tidak boleh sekadar dianggap sebagai kesalahan administrasi teknis dalam tata kelola anggaran. “Ini bukan persoalan kecil. Ketika BPK menemukan pola pengadaan yang sejak awal diduga telah diarahkan kepada penyedia tertentu, transaksi melalui sales, hingga akun SIPLah sekolah yang bisa diakses oleh pihak tak berwenang, aparat penegak hukum seperti Kejati dan Polda Sulsel harus segera mengambil langkah proaktif untuk menyelidiki,” tegas Abd Razak Usman. HMI Badko Sulsel secara khusus menyoroti temuan terkait potongan atau rabat pengadaan buku. Dalam uji petiknya, BPK menemukan adanya potongan penjualan sebesar 5 hingga 40 persen dari nilai pembelian, yang diberikan setelah bendahara BOSP melakukan pembayaran kepada penyedia. Nilai potongan yang terdeteksi mencapai sekurang-kurangnya Rp3.175.452.333. Meskipun BPK mencatat bahwa potongan tersebut telah dipulihkan dan disetorkan kembali ke kas daerah melalui 198 Surat Tanda Setoran, HMI menilai langkah pengembalian tersebut tidak menghapus potensi tindak pidana jika terbukti ada niat jahat (mens rea) dalam perencanaan. “Pengembalian uang memang penting untuk menyelamatkan kas negara, tetapi publik juga harus mengetahui mengapa potongan sebesar itu bisa terjadi dan siapa otak di baliknya. Persoalan ini tidak boleh berhenti hanya karena uang sudah dikembalikan. Pola semacam ini butuh intervensi penegak hukum agar ada efek jera,” ujar Razak Usman. Indikasi pengondisian proyek juga tergambar dari temuan BPK di salah satu sekolah, seperti SMAN 1 Barru. Di sekolah tersebut, ditemukan kertas kerja pemilihan buku di mana pihak sekolah telah berkoordinasi dengan sales penerbit terkait harga dan jumlah pesanan, bahkan sebelum Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) 2025 disusun. Dari sisi keamanan sistem digital, BPK juga mengungkap fakta bahwa sejumlah sekolah memberikan akses akun SIPLah mereka secara sadar kepada penyedia, sehingga pemesanan justru dikendalikan oleh pihak luar. Terlebih, ditemukan kondisi di mana buku telah diterima pihak sekolah sebelum transaksi di SIPLah diproses secara resmi. “Sistem pengawasan digital menjadi lumpuh total ketika akun SIPLah justru dikendalikan pihak luar. Ini membuka ruang manipulasi yang sangat lebar,” jelasnya. Selain risiko penyalahgunaan wewenang, BPK juga menemukan kelebihan pembayaran belanja buku sekurang-kurangnya Rp350.817.500. Kondisi ini dinilai sebagai bukti konkret lemahnya pengawasan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Sebagai elemen kontrol sosial, HMI Badko Sulsel berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar kembali kepada peserta didik. Kami mendesak Kejati dan Polda Sulsel segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. Jika dari hasil pendalaman ditemukan unsur pidana, korupsi, atau gratifikasi, tidak boleh ada kompromi atau pihak yang dilindungi,” pungkas Razak Usman.

Bupati Sidrap Cek Sawah di Bangkai, Pastikan Program Listrik Masuk Sawah Jaga Produktivitas Padi

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Untuk memastikan pertanian padi sawah tetap produktif di tengah ancaman El Niño, Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif turun langsung mengecek kondisi persawahan di Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Selasa (8/9/2026). Pengecekan dilakukan di kawasan persawahan Toddang Bojo, tepatnya di sekitar Perkampungan Batu Pute. Sebelumnya, Bupati juga berada di wilayah tersebut untuk meninjau pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan. Di sela kunjungan itu, Syaharuddin menyempatkan diri melihat kondisi persawahan dan memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi yang tengah dibudidayakan petani. Ia menyebut, kawasan Toddang Bojo sebelumnya merupakan wilayah persawahan tadah hujan. Kondisi tersebut membuat petani rentan mengalami gagal panen ketika musim kemarau tiba. “Dulu Toddang Bojo ini sawah tadah hujan. Kalau musim kemarau pasti gagal panen. Tapi Alhamdulillah, kita bersyukur dengan program Listrik Masuk Sawah,” kata Syaharuddin. Saat mengecek lahan milik Ketua Kelompok Tani setempat, Bupati melihat tanaman padi varietas Inpari 32 yang tetap tumbuh di tengah kondisi kemarau. Menurutnya, ketersediaan air dari sumur bor melalui program Listrik Masuk Sawah mulai memberikan dampak bagi petani. Meski debit air tidak besar, ketersediaannya masih mampu membantu mempertahankan tanaman padi. “Saya sengaja berkunjung ke Batu Pute. Satu bulan yang lalu saya sudah datang, sekarang pelan-pelan airnya tetap ada walaupun sedikit,” ujarnya. Untuk memperkuat ketersediaan air, Pemkab Sidrap juga menyiapkan bantuan sumur bor bagi kelompok tani di kawasan tersebut. Syaharuddin menyampaikan, sebanyak delapan kelompok tani akan mendapatkan bantuan sumur bor berukuran 3 inci. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui masing-masing lurah untuk kemudian dibawa ke lokasi kelompok tani. “Besok delapan kelompok tani melalui delapan lurah mengambil bantuan di kantor, kemudian dibawa ke sini. Masing-masing mendapatkan bor 3 inci,” jelasnya. Program tersebut akan dilanjutkan pada 2027. Sebanyak delapan kelompok tani di Batu Pute ditargetkan kembali mendapatkan bantuan tiga unit sumur bor untuk setiap kelompok. Dengan demikian, total terdapat 24 unit sumur bor yang direncanakan untuk delapan kelompok tani di kawasan tersebut pada 2027. Kunjungan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Komisi III, jajaran OPD terkait, Camat Watang Pulu, Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Belajar dari Daerah Lumbung Pangan, Hulu Sungai Utara Sambangi Sidrap

Suaraindonesiaku.com, Sidrap– Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, menyambangi Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, untuk belajar pengelolaan sektor pertanian, Selasa (8/9/2026). Kunjungan kerja yang dipimpin Wakil Bupati HSU Hero Setiawan tersebut diterima Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan MAritengngae. Turut mendampingi Bupati Sidrap, Sekda Andi Rahmat Saleh, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Iqbal, Kepala Bapperida Herwin, serta jajaran Bapperida. Haeru Setiawan mengatakan Sidrap dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dikenal sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Sulawesi Selatan dengan produktivitas pertanian yang tinggi. Menurutnya kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Pemkab HSU untuk mempelajari berbagai strategi pengelolaan pertanian yang diterapkan di Sidrap. “Saya ucapkan permohonan maaf dan salam hormat dari Bupati kami. Karena beliau belum berkesempatan hadir di sini, namun mengutus saya untuk datang,” ujarnya. Ia menyebut HSU dan Sidrap memiliki kesamaan sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian. Meski demikian, karakteristik lahannya berbeda. “Secara luas wilayah kami di Kalsel sebenarnya di Kalimantan wilayahnya luas, tapi secara potensi pertanian lebih luas di sini. Dan potensinya itu mirip dengan di sini. Miripnya di sektor pertanian,” katanya. Menurutnya, sebagian besar lahan pertanian di HSU memiliki karakteristik rawa. Sementara di Sidrap, lahan pertaniannya lebih banyak berupa sawah tadah hujan dan sawah irigasi. “Bedanya, karakteristik tanah di tempat kami lebih banyak rawa. Sementara di Sidrap lahannya lebih dominan sawah tadah hujan dan irigasi. Ini yang ingin kami pelajari bagaimana pengelolaannya,” tambahnya. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengatakan perbedaan karakteristik lahan tidak menghalangi kedua daerah untuk saling bertukar pengalaman dalam mengembangkan sektor pertanian. “Kami senang disambangi saudara dari Kalsel. Walaupun berbeda karakteristik tanah, tapi semangat memajukan petani dan menjaga ketahanan pangan kita sama. Silakan belajar di sini, dan kita juga bisa saling berbagi,” ujar Syaharuddin. Dalam pertemuan tersebut, Syaharuddin memaparkan sejumlah program pertanian yang dijalankan Pemkab Sidrap. Di antaranya peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga 300, program Listrik Masuk Sawah, serta langkah penanganan dampak El Nino. Pembahasan juga mencakup pompanisasi, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penguatan kelembagaan kelompok tani. Kunjungan ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman, tetapi juga membuka peluang kerja sama antara Sidrap dan Hulu Sungai Utara dalam pengembangan pertanian dan penguatan ketahanan pangan.

Sidrap Jaga Ketahanan Pangan, Panen Padaloang Alau Tembus 11,6 Ton Gabah per Hektare

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Di tengah tantangan kemarau panjang akibat fenomena El Nino, petani di Desa Padaloang Alau, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), tetap mampu mencatat hasil panen padi yang menggembirakan. Kondisi itu tergambar saat Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama petani melakukan panen padi di lahan milik Madi, salah seorang petani Desa Padaloang Alau, Senin (7/9/2026). Panen tersebut menjadi bukti produktivitas sektor pertanian Sidrap tetap terjaga di tengah kondisi iklim yang tidak menentu. Kehadiran Bupati disambut antusias oleh petani dan masyarakat setempat. Turut hadir Anggota DPRD Sidrap Kartini Bekka, Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Andi Gustianti, perwakilan BPS, jajaran Dinas TPHPKP Sidrap, Camat Duapitue, Kepala Desa Padaloang Alau, penyuluh pertanian, serta unsur Forkopimcam. Syaharuddin Alrif memimpin panen menggunakan combine harvester, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah bersama para petani. “Alhamdulillah hari ini kita panen padi di Padaloang Alau. Hasilnya bagus, melimpah. Ini bukti kerja keras para petani kita dan dukungan pemerintah melalui pendampingan serta sarana pertanian,” ujar Syaharuddin. Ia menyampaikan, capaian pertanian Sidrap di tengah kemarau menjadi perhatian hingga tingkat nasional. Menurutnya, saat rapat bersama kepala daerah seluruh Indonesia, Menteri Dalam Negeri menyampaikan Sidrap sebagai salah satu daerah yang dapat menjadi contoh dalam menjaga produktivitas pertanian. “Di tengah kemarau El Nino, kita tidak hanya menjadi contoh di Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi contoh di Indonesia. Walaupun kemarau, kita tetap bisa panen raya,” ungkapnya. Pada panen tersebut, produktivitas padi di lahan Padaloang Alau mencapai sekitar 11,6 ton gabah per hektare. Dengan asumsi harga gabah Rp7.800 per kilogram, satu hektare sawah mampu menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp90 juta. Syaharuddin menyebut, Desa Padaloang Alau memiliki luas areal persawahan sekitar 591 hektare. Jika rata-rata produktivitas tersebut dapat dipertahankan, nilai ekonomi satu kali musim panen di wilayah tersebut mencapai sekitar Rp53,4 miliar. “Kalau dua kali panen dalam setahun, potensinya bisa mencapai lebih dari Rp106 miliar. Ini menjadi potensi besar bagi kesejahteraan petani,” katanya. Ia menambahkan, Kecamatan Duapitue memiliki total lahan sawah sekitar 5.768 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Tanru Tedong, Salobukkang, dan Salomallori. Dengan produktivitas rata-rata yang sama, potensi ekonomi pertanian Kecamatan Duapitue dalam satu kali panen diperkirakan mencapai lebih dari Rp500 miliar. “Kalau dua kali panen, potensi perputaran ekonomi pertanian Duapitue bisa mencapai lebih dari Rp1 triliun,” jelasnya. Bupati juga mengajak petani untuk mensyukuri hasil panen dengan meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat pertanian. Hal tersebut akan disampaikan kembali dalam kegiatan Mappadendang bersama tokoh agama dan Baznas Sidrap. Selain menjaga produksi, Pemkab Sidrap juga menyiapkan penguatan pertanian modern di Kecamatan Duapitue. Program tersebut mencakup penggunaan metode tanam modern, bantuan benih, peningkatan pemupukan, serta penguatan sarana irigasi. Untuk pertanian modern, petani yang mendaftar akan mendapatkan bantuan benih sebanyak 70 kilogram per hektare. Saat ini, sebanyak 15 kelompok tani di Padaloang Alau telah mulai mengikuti program tersebut. “Model tanamnya nanti lebih padat dan lebih rapat, ditambah penggunaan pupuk organik minimal satu ton per hektare. Tujuannya agar hasil produksi meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” ujarnya. Syaharuddin juga meminta kelompok tani mengusulkan perbaikan jaringan irigasi tersier agar secara bertahap dapat dibangun dengan konstruksi beton. Menurutnya, penguatan infrastruktur pertanian menjadi bagian penting untuk menjaga produktivitas jangka panjang. Sementara itu, Anggota DPRD Sidrap Kartini Bekka menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang terus hadir mendukung masyarakat, khususnya petani. “Terima kasih kepada Bapak Bupati bersama jajaran pemerintah yang selalu menyempatkan hadir di tengah masyarakat. Mudah-mudahan kerja sama pemerintah dan masyarakat terus berjalan sehingga Sidrap semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.

Bupati Sidrap Kenalkan Potensi Pertanian ke Wali Kota Tarakan, Buka Peluang Kerja Sama Perdagangan Antardaerah

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif mengajak Wali Kota Tarakan Khairul melihat langsung potensi pertanian dan industri pengolahan beras di Kabupaten Sidrap, Ahad (6/9/2026). Kegiatan itu dilakukan usai menghadiri pembukaan MRD Celebes Series Grasstrack dan Motocross Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sulawesi Selatan putaran ketiga, bersama Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda. Kunjungan dimulai dari kawasan persawahan di Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng. Di lokasi itu, rombongan melihat aktivitas pertanian masyarakat sekaligus menyapa petani dan peternak sapi yang menjadi bagian dari potensi ekonomi daerah. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi antara Sidrap dan Kota Tarakan. “Setelah pertemuan ini, kita berharap ke depan bisa saling bekerja sama, khususnya dalam bidang perdagangan. Sidrap memiliki potensi pertanian dan peternakan yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan daerah lain,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Syaharuddin juga mengajak Wali Kota Tarakan mengunjungi CV Sinar Sulawesi, salah satu industri pengolahan beras di Sidrap. Di lokasi tersebut, rombongan melihat langsung proses produksi beras mulai dari pengolahan hingga siap dipasarkan. Menurut Syaharuddin, produksi beras Sidrap memiliki peluang besar untuk menjangkau pasar di berbagai daerah, termasuk Kota Tarakan. “Kita melihat langsung produksi beras di CV Sinar Sulawesi. Produksi kita siap untuk dikirim, sehingga ini menjadi peluang kerja sama perdagangan antara Sidrap dan Tarakan,” jelasnya. Ia menambahkan, penguatan kerja sama antardaerah dapat memperluas pemasaran produk pertanian sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi petani dan pelaku usaha. Sementara itu, Wali Kota Tarakan Khairul menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, melihat langsung sentra pertanian dan industri pengolahan beras memberikan gambaran mengenai potensi komoditas yang dapat dikembangkan melalui kerja sama perdagangan. Bupati Sidrap berharap komunikasi antara kedua daerah dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama konkret, terutama dalam sektor perdagangan beras dan komoditas unggulan lainnya. “Semoga silaturahmi ini membawa manfaat dan ke depan ada kerja sama yang nyata. Kita ingin produk-produk Sidrap semakin luas pemasarannya dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkas Syaharuddin.

Wabup Nurkanaah Dorong Guru Tellu Limpoe Perkuat Kompetensi Digital Pembelajaran

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, mengajak para guru memperkuat kompetensi dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran. Hal itu disampaikan Nurkanaah saat menghadiri sekaligus memberikan arahan pada Pelatihan Guru bertema “Digitalisasi Pembelajaran” yang digelar PGRI Cabang Tellu Limpoe di SD Negeri 5 Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus PGRI Kabupaten Sidrap, Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Sidrap Syamsuddin beserta jajaran pengurus PGRI Cabang Tellu Limpoe. Perwakilan PGRI Cabang Tellu Limpoe, Abdul Salam, mengatakan pelatihan berlangsung selama satu hari dan diikuti para guru muda di Kecamatan Tellu Limpoe. Pelatihan tersebut menjadi wadah bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran. Nurkanaah mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, digitalisasi pembelajaran perlu terus dikembangkan seiring pesatnya perkembangan teknologi. “Dengan adanya pelatihan ini, kita berharap pembelajaran digitalisasi dapat dimanfaatkan dengan baik. Anak-anak didik kita diharapkan bisa memanfaatkan teknologi digital, dan para guru harus mengarahkan anak-anak kita untuk menggunakan teknologi pada hal-hal yang positif,” ujar Nurkanaah. Ia menekankan, perkembangan teknologi perlu diimbangi kemampuan guru dalam mendampingi peserta didik. Pendampingan tersebut penting agar teknologi digunakan secara tepat dan memberikan manfaat bagi proses pendidikan. Nurkanaah juga berharap peserta pelatihan dapat menjadi pelopor penerapan digitalisasi pembelajaran di sekolah masing-masing. “Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, para guru akan menjadi pionir kita ke depannya dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” harapnya. Menurutnya, peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan menjadi langkah penting untuk menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda Sidrap agar mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab.

Panen di Tonrongnge Hingga 12 Ton per Hektare, Tegaskan Sidrap sebagai Lumbung Pangan

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Produktivitas padi hingga 12 ton per hektare di Desa Tonrongnge, Kecamatan Baranti, menunjukkan besarnya potensi pertanian Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam menopang kebutuhan pangan. Potensi tersebut terlihat dalam kegiatan panen padi milik Syarif yang dihadiri Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Sabtu (5/9/2026). Bupati Syaharuddin bahkan turun langsung ke sawah dan mengoperasikan mesin panen padi (combine harvester) dalam kegiatan tersebut. Panen berlangsung di lahan seluas 10 are dengan hasil sekitar 8 karung gabah. Sementara itu, total lahan sawah milik Syarif mencapai kurang lebih 1,5 hektare. Produktivitas rata-rata di lahan tersebut berada pada kisaran 10–12 ton per hektare. Dengan harga gabah yang mencapai Rp7.700 per kilogram, produktivitas tersebut memberikan peluang ekonomi bagi petani sekaligus memperkuat peran sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat. Potensi itu semakin terlihat dari luas lahan pertanian di Desa Tonrongnge yang mencapai sekitar 435 hektare. Hamparan lahan tersebut menjadi bagian dari kekuatan pertanian Sidrap yang terus dioptimalkan untuk meningkatkan produksi pangan. Bupati Syaharuddin Alrif mengatakan, hasil pertanian Sidrap tidak hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. “Dari Sidrap, kita bisa memberi makan orang Indonesia dengan beras kita, dari pertanian kita,” kata Syaharuddin. Menurutnya, potensi pertanian yang dimiliki Sidrap perlu terus dioptimalkan melalui peningkatan produktivitas, dukungan sarana dan prasarana pertanian, serta perhatian terhadap kesejahteraan petani. Usai panen, Bupati Syaharuddin berdialog langsung dengan warga dan para petani Desa Tonrongnge. Dialog tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk mendengar kondisi, kebutuhan, dan aspirasi petani secara langsung di lapangan. Turut hadir Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, anggota DPRD Sidrap Daerah Pemilihan III, Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Kepala Disnakkan Ahmad, serta Camat Baranti.

Bupati Syaharuddin Saksikan Panen Padi dan Ikan di Kecamatan Kulo

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif menghadiri sejumlah agenda di Kecamatan Kulo, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut yakni panen padi, panen ikan, serta peresmian Kantor Desa Abbokongang. Acara turut dihadiri Ketua DPRD Takyuddin Masse, anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) III, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Camat Kulo, serta para kepala desa se-Kecamatan Kulo. Agenda diawali dengan panen padi di lahan pertanian masyarakat seluas 14 are. Dari lahan tersebut, diperoleh hasil sebanyak sembilan karung. Bupati menilai hasil tersebut menunjukkan potensi besar sektor pertanian di Kabupaten Sidrap. Dengan pengelolaan dan dukungan yang tepat, produktivitas lahan pertanian dapat terus ditingkatkan. “Kalau kita lihat hasil panen hari ini, lahan 14 are bisa menghasilkan sembilan karung. Kalau dikembangkan, produksinya bisa mencapai 10 sampai 12 ton per hektare,” ujar Syaharuddin Alrif. Usai panen padi, Bupati melanjutkan kegiatan dengan memanen ikan nila di salah satu kolam milik masyarakat, Andi Thamrin. Dari kolam tersebut, diperoleh hasil panen sekitar satu ton ikan nila. Panen padi dan ikan tersebut menggambarkan potensi ekonomi masyarakat Kulo yang tidak hanya bertumpu pada satu sektor. Pertanian dan perikanan dapat dikembangkan secara berdampingan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan masyarakat. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peresmian Kantor Desa Abbokongang. Dalam kesempatan tersebut, Syaharuddin Alrif menegaskan kekuatan utama masyarakat Sidrap terletak pada etos kerja dan kemampuan mengelola potensi yang dimiliki. “Ini kita lihat pekerjaan orang Sidrap. Pertanian, peternakan, perkebunan. Inilah asli orang Sidrap. Orang Sidrap itu pekerja keras dan kerja cerdas,” tegasnya. Menurutnya, sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Sidrap. Potensi tersebut harus terus dijaga dan dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kegiatan di Kecamatan Kulo juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melihat langsung aktivitas produktif masyarakat sekaligus melihat berbagai potensi di tingkat desa yang dapat terus dikembangkan. Syaharuddin berharap semangat kerja masyarakat terus dipertahankan. Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah, tetapi juga oleh kemauan masyarakat untuk bekerja, berinovasi, dan mengoptimalkan potensi yang ada. “Kita harus bangga menjadi orang Sidrap. Kita punya tanah yang subur, punya petani, peternak, pekebun, dan pembudidaya ikan yang pekerja keras. Tinggal bagaimana kita kerja lebih keras, kerja lebih cerdas, dan terus meningkatkan hasilnya,” pungkasnya.