Suara Indonesiaku

Air Danau Sidenreng Dialirkan ke Sawah, Ikhtiar Sidrap Jaga Pasokan Air

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Air Danau Sidenreng dimanfaatkan untuk mendukung pasokan air ke lahan persawahan warga di wilayah Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng. Langkah ini menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menjaga kebutuhan air tanaman padi di tengah musim kemarau. Untuk mendukung pemanfaatan tersebut, pemerintah daerah membangun jaringan irigasi yang menghubungkan sumber air dari Danau Sidenreng dengan jaringan pengairan menuju persawahan warga. Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif memantau langsung pekerjaan jaringan irigasi tersebut di wilayah Mojong, Jumat (4/9/2026). Pemantauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target sehingga air danau dapat segera dimanfaatkan petani. “Kita buat jaringan irigasi air Danau Sidenreng supaya mengaliri sawah-sawah petani kita untuk menyelamatkan padi,” kata Syaharuddin. Ia menjelaskan, ketersediaan air di Danau Sidenreng menjadi sumber yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung jaringan sungai irigasi dan memenuhi kebutuhan air persawahan. “Kita membutuhkan air di Danau Sidenreng untuk akses masuk ke sungai irigasi,” ujarnya. Syaharuddin mengatakan, pekerjaan jaringan irigasi tersebut telah dimulai sejak Kamis (3/9/2026) dan ditargetkan rampung dalam dua hari ke depan. Setelah selesai, air Danau Sidenreng akan dialirkan menuju persawahan warga di Mojong. “Kita manfaatkan air danau ini untuk menyelamatkan sawah di Mojong. Jarak dari danau ke sawah warga kurang lebih satu kilometer,” jelasnya. Pemanfaatan air Danau Sidenreng menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber air yang tersedia untuk mendukung keberlanjutan pertanian. Pasokan air tersebut diharapkan membantu menjaga tanaman padi tetap terairi selama musim kemarau. Dalam pemantauan tersebut, Bupati Syaharuddin Alrif didampingi Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Kepala Dinas Pemdes PPA Andi Surya Praja Hadiningrat, Kepala Bidang Bina Manfaat PSDA Abdul Rahman, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian DTPHPKP Anju Saleh, serta Kepala Desa Mojong.

Sinergi dengan Kementerian Perindustrian, Sidrap Perkuat Pengolahan Kopi Berbasis Teknologi

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memperkuat langkah pengembangan komoditas kopi lokal melalui sinergi dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBSPJIHPMM), unit kerja Kementerian Perindustrian. Hal itu ditandai dengan pertemuan Ketua Tim Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi, Konsultasi, dan Pendampingan Teknis BBSPJIHPMM, Dr. Asma Assa, bersama tim dengan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Jumat (4/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama dalam pengembangan industri berbasis komoditas unggulan daerah, khususnya peningkatan kualitas dan daya saing produk kopi Sidrap. Melalui kerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sidrap, BBSPJIHPMM akan melaksanakan program pembinaan, peningkatan kompetensi, serta penerapan teknologi industri bagi pelaku usaha lokal. Salah satu program yang akan dijalankan yakni Peningkatan Kompetensi Pengolah Kopi melalui Penerapan Teknologi Pascapanen yang melibatkan produsen kopi lokal di Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyambut baik sinergi tersebut. Ia menilai peningkatan kualitas pengolahan menjadi kunci agar komoditas unggulan daerah mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat. “Kopi merupakan salah satu komoditas andalan di daerah kita. Karena itu, kualitasnya harus terus ditingkatkan, mulai dari proses pascapanen hingga menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujarnya. Menurutnya, pendampingan teknologi dari Kementerian Perindustrian menjadi peluang bagi pelaku usaha kopi di Sidrap untuk meningkatkan mutu produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran. “Potensi kita ada. Tinggal bagaimana kita tingkatkan kualitas, kemasan, dan pemasarannya. Pemerintah daerah akan terus mendukung agar produk unggulan Sidrap tidak hanya dikenal di daerah, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya. Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Sidrap berharap industri pengolahan kopi dapat berkembang lebih kuat, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan petani dan produsen kopi, khususnya di Kecamatan Pitu Riase. Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidrap Patahangi Nurdin, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sidrap Fajri Salman, dan Camat Pitu Riase Andi Mukti Ali.

Harmonisasi APBD Perubahan 2026, Bupati Sidrap Tekankan Anggaran Tepat Sasaran

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menekankan agar APBD Perubahan 2026 diarahkan pada anggaran yang tepat sasaran dan memberi manfaat bagi masyarakat. Penegasan itu disampaikan pada kegiatan harmonisasi APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Aula Saromase, Rabu (2/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Sidrap selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Andi Rahmat Saleh, bersama seluruh pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidrap. Dalam harmonisasi, setiap OPD diminta menjelaskan secara rinci anggaran yang dikelola, mulai dari kebutuhan, program, kegiatan, hingga manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat. Syaharuddin meminta setiap usulan anggaran disusun berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas. Ia mengingatkan agar tidak ada anggaran yang dialokasikan untuk program atau kegiatan yang tidak memberikan dampak nyata. “Jangan ada anggaran yang dibuang percuma atau tidak bermanfaat. Kita gunakan anggaran itu untuk masyarakat,” tegasnya. Menurut Bupati, pembahasan APBD Perubahan harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan urgensi setiap kebutuhan. Anggaran yang tersedia perlu diarahkan pada program yang benar-benar dibutuhkan dan memberikan dampak bagi masyarakat. “Setiap anggaran harus jelas peruntukannya. Kalau tidak memberikan manfaat, kita evaluasi. Anggaran harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk program yang benar-benar dibutuhkan,” ujarnya. Selain belanja program dan kegiatan, pembahasan juga mencakup kebutuhan belanja pegawai, termasuk gaji aparatur sipil negara (ASN), baik PNS maupun PPPK, termasuk PPPK paruh waktu, serta tunjangan kinerja (tukin). Kebutuhan belanja pegawai menjadi bagian penting dalam pembahasan agar hak-hak aparatur dapat diperhitungkan secara tepat dengan tetap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Melalui harmonisasi ini, Pemkab Sidrap berupaya memastikan APBD Perubahan 2026 tersusun secara efektif, efisien, transparan, dan tepat sasaran. Setiap rupiah anggaran diharapkan dikelola secara optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Sidrap.

Panen di Tengah Kemarau El Nino, Bupati Sidrap Puji Keuletan Petani

Suaraindonesiaku.com, — Kemarau akibat fenomena El Nino tidak menyurutkan semangat Rasyid menggarap sawahnya di Patommo, Kecamatan Watang Pulu. Dari lahan seluas 68 are, ia tetap mampu memanen sekitar 9 ton gabah. Hasil tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, yang hadir langsung dalam panen padi tersebut, Rabu (2/9/2026). Menurutnya, capaian itu menunjukkan keuletan petani dalam mempertahankan produksi di tengah keterbatasan air. “Berbagai kendala kita hadapi, terutama kekeringan akibat El Nino. Kita patut bersyukur masih bisa panen. Dari lahan 68 are ini, hasilnya mencapai 9 ton. Ini menunjukkan petani kita tetap semangat dan tidak menyerah menghadapi kondisi yang ada,” ujar Syaharuddin. Menurut Syaharuddin, hasil panen tersebut tidak hanya menjadi kabar baik bagi petani, tetapi juga menunjukkan pentingnya menjaga semangat bercocok tanam di tengah tantangan musim kemarau. Karena itu, pemerintah daerah terus memperhatikan kebutuhan petani, terutama terkait ketersediaan air. “Petani harus tetap semangat. Kita tidak boleh berhenti hanya karena menghadapi kekeringan. Pemerintah akan terus melihat apa yang menjadi kebutuhan petani, khususnya terkait air,” katanya. Perhatian terhadap kebutuhan air itu kemudian dibahas Syaharuddin bersama para petani setelah panen. Ia tidak langsung meninggalkan lokasi, melainkan berdiskusi untuk mendengarkan kendala yang dihadapi petani secara langsung. Dalam dialog tersebut, petani menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan ketersediaan air, kondisi lahan, serta kebutuhan untuk menghadapi musim tanam berikutnya. Masukan tersebut menjadi bahan bagi pemerintah daerah dalam melihat persoalan pertanian dari kondisi nyata di lapangan. Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Kepala Bagian Ekonomi Haris Halimin, Camat Watang Pulu Mansyur, para kepala desa/lurah se-Kecamatan Watang Pulu, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Bisa Orasi Jadi Ruang Gagasan, Bupati Syaharuddin Ajak Warga Tunjukkan Karya dan Prestasi

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Forum Bisa Orasi (Bincang Santai Orang Sidrap) di Makassar menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat semangat masyarakat Sidrap untuk menunjukkan potensi daerah melalui karya dan prestasi. Pesan itu disampaikan Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, saat menghadiri kegiatan tersebut di Mes Pemkab Sidrap, Jalan Bau Mangga, Kota Makassar, Selasa (1/9/2026). Kegiatan yang diinisiasi IKM-ISA IPMI Sidrap tersebut dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain menjadi ajang silaturahmi, forum ini mempertemukan masyarakat Sidrap dalam suasana santai untuk bertukar pandangan dan membicarakan berbagai hal terkait daerah. Dalam kesempatan tersebut, Syaharuddin mengajak masyarakat bersama-sama menunjukkan sisi positif Sidrap melalui karya, prestasi, dan kontribusi di berbagai bidang. Ia menilai, perilaku segelintir orang tidak boleh menjadi gambaran seluruh masyarakat Sidrap. Menurutnya, banyak warga Sidrap yang bekerja keras dan memberikan kontribusi positif, baik di daerah maupun di luar daerah. “Jangan biarkan stigma negatif muncul di daerah kita. Sidrap adalah daerah dengan masyarakat yang bekerja keras, bertani, berkebun, berdagang, berwirausaha, dan menghasilkan banyak hal positif,” tegasnya. Syaharuddin menyebut pertanian sebagai salah satu kekuatan utama Sidrap. Selain itu, terdapat potensi perkebunan, peternakan, perdagangan, UMKM, pendidikan, serta berbagai sektor ekonomi lainnya. Ia mengajak masyarakat, khususnya pemuda dan mahasiswa Sidrap yang berada di luar daerah, ikut memperkenalkan berbagai potensi dan prestasi tersebut. “Kalau ada yang salah, kita perbaiki. Tetapi jangan karena ulah segelintir orang, seluruh masyarakat Sidrap diberi cap negatif. Kita lawan stigma dengan karya dan prestasi,” ujarnya. Menurut Syaharuddin, membangun citra positif daerah merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, pelaku usaha, dan seluruh warga Sidrap dapat mengambil peran sesuai bidang masing-masing. “Kita ingin ketika orang menyebut Sidrap, yang muncul adalah hal-hal positif. Sidrap dikenal karena pertaniannya, masyarakatnya yang pekerja keras, dan anak mudanya yang berprestasi,” katanya. Bisa Orasi menghadirkan sejumlah tokoh sebagai narasumber, antara lain Agus Arifin Nu’mang, mantan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, dan Imran Muin Yusuf. Forum berlangsung dalam suasana santai dan penuh gagasan. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat silaturahmi dan menyatukan semangat masyarakat Sidrap untuk membawa nama daerah melalui karya, prestasi, dan kontribusi positif.

Bupati Sidrap Cek Sawah Arateng, Serahkan 18 Pompa Air untuk Petani

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengecek kondisi persawahan di Arateng, Kelurahan Tellu Limpoe, Kecamatan Watang Pulu, yang terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino, Senin (31/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyerahkan 18 unit pompa air untuk membantu petani memenuhi kebutuhan air di lahan persawahan. Syaharuddin melihat langsung kondisi lahan pertanian sekaligus meninjau Danau Sidenreng untuk memastikan kondisi sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. Penurunan debit air danau turut berdampak terhadap ketersediaan air bagi lahan pertanian di sekitar Arateng. Usai meninjau persawahan, Syaharuddin menyerahkan 18 pompa air kepada petani. Pompa tersebut akan dimanfaatkan secara bersama oleh kelompok tani untuk mengoptimalkan sumber air yang masih tersedia. “Saya langsung telepon Dinas Pertanian setelah melihat kondisi masyarakat. Kita bawa 18 pompa. Pompa ini menjadi milik bersama, semua kelompok tani silakan dipakai,” kata Syaharuddin. Menurutnya, bantuan pompa menjadi salah satu langkah yang disiapkan pemerintah untuk menghadapi kondisi kekeringan. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah alternatif sumber air agar kebutuhan petani tidak hanya bergantung pada aliran air melalui saluran tersier. Syaharuddin menyebut, salah satu langkah yang akan dilakukan yakni mengupayakan pengaliran air dari jaringan ledeng. Jika debit air memungkinkan, pompa berukuran kecil dapat digunakan untuk mengambil air dari jaringan tersebut menuju area pertanian. “Besok akan dibantu alirkan air dari ledeng. Kalau ada air dari ledeng, kita pakai pompa kecil untuk mengambil air dari irigasi,” ujarnya. Pemerintah juga akan mengoptimalkan sumber air dari Danau Sidenreng. Syaharuddin meminta pemilik pompa yang berada di sekitar danau ikut mengupayakan pemanfaatan air yang masih tersedia. “Air dari danau harus kita usahakan. Semua yang punya pompa di situ harus diusahakan pompanya,” katanya. Selain itu, pengerukan di sekitar sumber air akan dilakukan untuk membantu mengalirkan air dari danau. Saluran air yang berada di sekitar sungai juga akan dioptimalkan dengan melibatkan kelompok tani melalui kerja bakti. Syaharuddin turut menyoroti pompa berukuran enam inci yang mengalami kerusakan. Ia menyatakan akan mengganti pompa tersebut agar dapat kembali dimanfaatkan petani. Untuk pompa Serasi, pemerintah akan memberikan bantuan perpipaan. Pipa yang tersedia saat ini memiliki panjang sekitar 100 meter dan akan diperpanjang hingga mencapai saluran tersier. “Pompa Serasi pipanya baru 100 meter. Nanti kita berikan bantuan perpipaan supaya pipanya ditambah dan ditarik sampai ke tersier,” jelasnya. Selain memastikan ketersediaan air, pemerintah juga menyiapkan perbaikan jalan tani untuk mendukung aktivitas pertanian. Syaharuddin menyebut terdapat sekitar 8 kilometer jalan tani yang perlu ditangani, dengan sekitar 3 kilometer telah dipersiapkan untuk dikerjakan. “Saya cek tadi ada kurang lebih 8 kilometer yang akan kita kerjakan. Tiga kilometer sudah kita persiapkan,” katanya. Syaharuddin optimistis berbagai sumber air yang tersedia masih dapat dimanfaatkan untuk membantu petani menghadapi kekeringan. “Potensi air kita banyak sekali. Kendalanya selama ini karena hanya terbiasa menunggu air lewat tersier. Saya sangat optimistis, saya yakin bisa,” tegasnya. Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata beserta jajaran, Anggota DPRD Sidrap Albar, jajaran Dinas TPHPKP (Pertanian), Camat Watang Pulu, Lurah Arateng beserta jajaran, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta kelompok tani.

Bioskop NSC Resmi Beroperasi di Sidrap, Cabang Perdana di Sulawesi

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Bioskop New Star Cineplex (NSC) resmi beroperasi menghadirkan ruang hiburan baru sekaligus membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Senin (31/8/2026). Ini merupakan cabang pertama NSC di Pulau Sulawesi dari sekitar 40 jaringan NSC di Indonesia yang mayoritas berada di Pulau Jawa. Bioskop yang berlokasi di Kompleks Nagoya, Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae, tersebut diresmikan Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita di lobi bioskop. Acara dihadiri Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Kajari Sidrap Ady Kusumo Wibowo, Kapolres Sidrap Indra Waspada Yuda, serta Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh. Tampak pula Ketua TP PKK Sidrap Hj. Haslindah Syaharuddin, unsur Forkopimda, jajaran OPD, instansi vertikal, tokoh masyarakat, serta ratusan warga. Kehadiran NSC menjadi bagian dari bertambahnya fasilitas hiburan modern di daerah. Masyarakat kini dapat menikmati film di wilayah sendiri tanpa harus bepergian ke daerah lain seperti Makassar atau Wajo. Selain memberikan alternatif hiburan, keberadaan bioskop turut membawa dampak ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja. NSC Sidrap mempekerjakan 15 warga lokal, sekaligus berpotensi mendorong aktivitas ekonomi di kawasan sekitar. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengapresiasi investasi yang dihadirkan pemilik NSC, H. Gaffar atau Haji Papi dan Hj. Dian, bersama Manajer NSC Himawan Sasongko. Ia menilai kehadiran bioskop dapat melengkapi pembangunan daerah yang selama ini tidak hanya berorientasi pada indikator ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas hidup dan kebahagiaan masyarakat. “Kita berharap warga tidak perlu lagi ke Makassar atau Wajo hanya untuk menonton film,” ujar Syaharuddin. Menurutnya, masyarakat dapat menikmati fasilitas hiburan sekaligus membelanjakan uangnya di daerah sendiri. Dengan demikian, keberadaan bioskop diharapkan ikut menciptakan perputaran ekonomi lokal. Syaharuddin juga berharap NSC Sidrap tidak berhenti sebagai tempat menonton film. Bioskop dapat menjadi ruang pembelajaran dan hiburan positif bagi generasi Z dan milenial. Di sisi lain, kehadiran bioskop dinilai membuka peluang bagi industri kreatif lokal. Syaharuddin berharap produser film dapat mengangkat potensi dan cerita Sidrap ke layar lebar sehingga semakin dikenal masyarakat luas. Manajer NSC Himawan Sasongko menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Sidrap dan seluruh pihak yang mendukung pembangunan hingga bioskop tersebut resmi beroperasi. Ia mengatakan NSC hadir untuk memperluas akses masyarakat terhadap hiburan yang modern, nyaman, dan berkualitas. “Kami berharap kehadiran NSC Nagoya ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata baru yang mampu menarik minat wisatawan lokal maupun nasional untuk berkunjung ke Kabupaten Sidrap,” ujar Himawan. Ia juga mengajak masyarakat menjaga fasilitas bioskop agar dapat menjadi ruang hiburan yang positif sekaligus tempat menikmati karya film nasional dan internasional. Dengan beroperasinya NSC Sidrap, masyarakat memperoleh pilihan hiburan baru di daerah sendiri, sementara pelaku usaha dan masyarakat sekitar mendapat peluang untuk ikut merasakan dampak ekonomi dari hadirnya fasilitas tersebut.

Wabup Nurkanaah Terima Tim BPK, Pemkab Sidrap Siap Dukung Pemeriksaan Pengelolaan PAD

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, menerima tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan di ruang kerjanya, Senin (31/8/2026). Kunjungan dalam rangka Pemeriksaan Pendahuluan Kepatuhan atas Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2025 hingga Semester I Tahun 2026 pada Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang. Turut hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap Andi Rahmat Saleh, Kepala Bapenda Muhammad Rohady Ramadhan, Kepala BKAD Sunandar Priyoatmojo, Kepala Bapperida Herwin, serta sejumlah pejabat terkait. Wabup Nurkanaah menyampaikan kesiapan Pemkab Sidrap mendukung pelaksanaan pemeriksaan. “Perangkat daerah terkait diminta memberikan data dan dokumen yang diperlukan serta mendukung kelancaran proses pemeriksaan sesuai ketentuan,” imbuhnya. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, mulai 31 Agustus hingga 29 September 2026. Sebelumnya, BPK Sulsel telah menyampaikan pemberitahuan sekaligus permintaan dokumen terkait pemeriksaan melalui surat Nomor 01/PAD.Pendahuluan-Sidrap/08/2026 tertanggal 28 Agustus 2026. Pemeriksaan kepatuhan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pelaksanaan pengelolaan pendapatan daerah sekaligus menjadi bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan.

Bupati Sidrap Turun Bersama Damkar Padamkan Kebakaran di Lawawoi, Imbau Warga Waspada

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif turun langsung bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) memadamkan api yang terjadi di Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Senin (31/8/2026). Syaharuddin yang baru tiba dari Makassar langsung menuju lokasi kebakaran dan bergabung bersama petugas Damkar Sidrap dalam penanganan kebakaran tersebut. Respons cepat dilakukan untuk mencegah api meluas ke bangunan dan kawasan permukiman di sekitarnya. Usai proses pemadaman, Bupati mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah musim kemarau dan dampak fenomena El Nino. “Musim kemarau El Nino ini tentu banyak berdampak pada banyaknya kebakaran lahan maupun rumah. Maka dari itu saya mengimbau kepada masyarakat Sidrap untuk menjaga rumahnya masing-masing agar supaya kebakaran bisa kita cegah,” ujar Syaharuddin. Ia menyebut korsleting listrik menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai sebagai pemicu kebakaran rumah. Kondisi tersebut dapat diperparah angin kencang dan cuaca panas yang membuat api lebih cepat menyebar. “Oleh karena itu, seluruh warga masyarakat yang memasak, cas HP, kipas angin tolong dijaga rumahnya. Jangan ditinggal dalam keadaan menyala,” tegasnya. Syaharuddin juga meminta masyarakat berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan. Warga diminta segera melaporkan apabila melihat titik api dan mengambil langkah awal agar api tidak meluas. “Untuk kebakaran hutan tolong kita jaga masing-masing. Begitu lihat api langsung laporkan dan lakukan tindakan agar supaya apinya tidak menyebar,” katanya. Ia mengingatkan kewaspadaan tersebut penting, khususnya di sepanjang jalan poros yang berada di kawasan rawan kebakaran. “Dampak kemarau El Nino ini tentu kebakaran hutan dan lahan. Apalagi ini jalan poros, mari kita jaga dan cegah bersama-sama agar kebakaran tidak terjadi,” lanjutnya. Pemkab Sidrap bersama BPBD dan Damkar juga telah menyiagakan personel serta armada untuk mengantisipasi potensi kebakaran selama musim kemarau. Syaharuddin berharap kewaspadaan bersama dapat mencegah terjadinya kebakaran dan meminimalkan kerugian yang dapat dialami masyarakat.

Legislator Firmina Tallulembang Raih Penghargaan sebagai Tokoh Perempuan Sulsel

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Insan Pers memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai memiliki kontribusi di berbagai bidang pada Sabtu lalu (29/08/2026). Salah satunya politikus asal partai Gerindra mendapatkan penghargaan tersebut dari sebanyak 12 tokoh dari beragam latar belakang menerima penghargaan dalam rangkaian peringatan HUT ke-17 KabarMakassar di Bikin-Bikin Hub, Nipah Park, Kota Makassar. Pemberian award tersebut menjadi bagian dari komitmen KabarMakassar guna memberikan ruang penghargaan bagi para figur yang dianggap mempunyai peran penting untuk kehidupan masyarakat. Tahun 2026 ini, sejumlah nama dengan rekam jejak diberbagai sektor mulai dari pemerintahan, pendidikan, kebudayaan hingga politik masuk dalam daftar penerima penghargaan HUT ke-17 KabarMakassar. Lebih Jauh politikus asal Toraja tersebut berhasil meraih penghargaan sebagai Tokoh Perempuan Sulsel 2026 dalam ajang KabarMakassar Award. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan pada momentum perayaan HUT ke-17 KabarMakassar. Berikut adalah poin-poin penting terkait penghargaan yang diterima oleh Firmina Tallulembang. Kategori Penghargaan: Dinobatkan sebagai Tokoh Perempuan Sulsel. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi, konsistensi, serta kiprahnya dalam memperkuat peran perempuan di ruang publik dan politik, sekaligus kontribusi besarnya bagi pembangunan di wilayah Sulawesi Selatan, Beliau merupakan politisi perempuan dari Partai Gerindra yang memiliki rekam jejak panjang sebagai legislator di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. (*)