Suara Indonesiaku

Semarak HUT RI, Ratusan Alsintan Penuhi Jalanan Sidrap

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Suasana berbeda mewarnai peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Sidenreng Rappang. Karnaval Alat dan Mesin Pertanian Modern atau Karnaval Alsintan tingkat Kabupaten Sidrap berlangsung meriah, Sabtu pagi (23/8/2026). Kegiatan ini dilepas langsung oleh Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, didampingi Wakil Bupati Nurkanaah Tepat pukul 09.00 Wita di monumen Ganggawa bendera start dikibarkan dan ratusan alsintan bergerak menuju rute yang telah ditentukan. Turut hadir Ketua DDPRD Takyuddin Masse, Sekda Andi Rahmat Saleh, Ketua Tim pengerak PKK Haslinda Syaharuddin dan para vertikal lainnya. Turut hadir, Asisten, Staf Bupati, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, kelompok tani, dan ribuan masyarakat. Uniknya, karnaval ini diikuti oleh 11 kecamatan yang ada dikabupaten Sidrap dengan menampilkan sekitar 250 unit alat mesin pertanian. Mulai dari traktor, combine harvester, pompa air, cultivator, hingga drone pertanian modern turut ditampilkan. Sepanjang jalan, masyarakat memadati trotoar untuk menyaksikan arak-arakan alsintan yang dihias dengan kreatif. Spanduk “Sidrap Lumbung Pangan” berkibar di setiap kendaraan. Tak hanya itu hasil dari pertanian seperti Buah-Buahan diberikan kepada penerima penghormatan di pangungng penghormatan tepatnya dirujab bupati sidrap. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengapresiasi antusiasme para peserta yang turut memeriahkan kegiatan tersebut. Menurutnya, karnaval bukan sekadar menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap para petani. “Kegiatan ini bukan sekadar perayaan kemerdekaan, melainkan bentuk penghormatan dan kebanggaan kita terhadap para petani yang menjadi tulang punggung ekonomi Kabupaten Sidrap,” ujar Syaharuddin. Ia berharap semangat kebersamaan, gotong royong, serta kreativitas yang ditampilkan masyarakat dalam kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan. “Semoga semangat gotong royong dan kreativitas yang ditunjukkan dapat terus memajukan sektor pertanian di daerah kita,” katanya. Karnaval berlangsung tertib dan meriah. Warga tampak antusias menyaksikan iring-iringan alat pertanian yang melintas dengan memadati sejumlah titik di sepanjang rute karnaval. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus menjadi sarana mempromosikan potensi sektor pertanian sebagai salah satu keunggulan Kabupaten Sidrap.

Kemah Merah Putih TP PKK Sidrap Jadi Ruang Silaturahmi dan Unjuk Kreativitas

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Malam kebersamaan dan malam kesenian Kemah Merah Putih TP PKK Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) berlangsung meriah di Kompleks SKPD Sidrap, Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus panggung bagi kader PKK dari 11 kecamatan untuk menampilkan kreativitas dan kesenian unggulan masing-masing. Kegiatan yang digagas TP PKK Kabupaten Sidrap di bawah kepemimpinan Ketua TP PKK Haslindah Syaharuddin itu diwarnai beragam pertunjukan seni. Setiap kecamatan membawa ciri khas masing-masing, menciptakan suasana semarak sekaligus memperlihatkan keberagaman potensi seni dan budaya masyarakat Sidrap. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Nurkanaah, Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Turut hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Andi Rieskha Rahmat, Ketua IKA DPRD Jumriah, serta para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidrap. Ketua Panitia yang juga Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sidrap, Syamsuddin, dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan Kemah Merah Putih tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Alhamdulillah, kegiatan ini tidak menggunakan APBD sama sekali. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ujarnya. Kemah Merah Putih TP PKK Kabupaten Sidrap berlangsung selama dua hari, 21–22 Agustus 2026. Ketua TP PKK Kabupaten Sidrap, Haslindah Syaharuddin, mengatakan Kemah Merah Putih lahir dari semangat mabbulo sipodeceng, yakni semangat bersatu dan bergotong royong untuk saling memperbaiki, berbuat kebaikan, serta menuju kemaslahatan bersama. “Dari semangat mabbulo sipodeceng inilah lahir Perkemahan Merah Putih. Tujuannya adalah mempererat silaturahmi dan menyatukan frekuensi kita dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK,” kata Haslindah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan frekuensi seluruh kader PKK dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK. Ia menegaskan, 10 Program Pokok PKK memiliki keterkaitan dan keselarasan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sidrap serta 14 program kerja pemerintah daerah. Karena itu, PKK akan terus bergerak menjaga semangat kebersamaan sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai program yang menyentuh masyarakat. “PKK akan terus engine on untuk melesatkan program-program pokok PKK. Kita ingin seluruh kader bergerak bersama, menyatukan langkah dan bekerja secara konsisten,” ujarnya. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengapresiasi pelaksanaan Kemah Merah Putih yang dinilainya mampu memperkuat silaturahmi, kekompakan, dan persamaan persepsi di antara kader PKK dari seluruh kecamatan. “Kita membangun silaturahmi, membangun kekompakan, dan menyatukan persamaan. Ini yang paling penting,” kata Syaharuddin. Menurutnya, kebersamaan menjadi modal penting agar berbagai program dapat dijalankan secara nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menilai 10 Program Pokok PKK merupakan program yang sangat baik. Namun, program tersebut tidak akan memberikan dampak apabila hanya menjadi konsep tanpa pelaksanaan di lapangan. Syaharuddin meminta seluruh jajaran PKK mengerjakan setiap program secara konsisten dan terarah. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada kemauan untuk bekerja secara berkelanjutan. “10 Program Pokok PKK sangat bagus. Implementasinya harus dikejar dan dikerjakan. Bangun konsistensi dalam bekerja dan harus punya visi serta misi yang jelas,” ujarnya. Kemah Merah Putih pun tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Pertemuan kader dari 11 kecamatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi, merawat semangat kebersamaan, sekaligus menampilkan kreativitas dan potensi seni budaya daerah. Pemerintah Kabupaten Sidrap dan PKK Kabupaten Sidrap akan terus bersinergi dalam menjalankan program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat menuju Sidrap yang maju dan sejahtera.

Bupati Syaharuddin Membaur dengan Jajaran Bersih-Bersih Kawasan Mogan

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif membaur dengan jajaran dalam kegiatan bersih-bersih kawasan Monumen Ganggawa (Mogan) dan Hutan Kota, Pangkajene, Jumat (21/8/2026). Sejak pagi, Syaharuddin bersama jajaran terkait melakukan pembersihan dan penataan di sejumlah titik kawasan Mogan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan ruang publik yang menjadi tempat masyarakat beraktivitas dan bersantai. Syaharuddin tidak hanya memantau kegiatan, tetapi turut berbaur bersama petugas dalam membersihkan dan menata kawasan. Suasana gotong royong pun terlihat saat jajaran pemerintah daerah bersama-sama bekerja membersihkan sejumlah bagian kawasan Mogan. Kerja bakti melibatkan tim dari Dinas Lingkungan Hidup, Kecamatan Maritengngae, Dinas Perhubungan, serta sejumlah unsur terkait lainnya. Kolaborasi lintas perangkat daerah tersebut dilakukan untuk menjaga kawasan Mogan tetap tertata dan nyaman digunakan masyarakat. Syaharuddin menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian kawasan secara berkelanjutan. Menurutnya, menjaga ruang publik merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran pemerintah dan masyarakat. “Ini tempat kita bersama. Kita tata dan bersihkan agar semakin rapi, nyaman, dan enak dipandang. Pemerintah turun langsung, tetapi masyarakat juga harus ikut menjaga,” ujar Syaharuddin. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan. Pemerintah daerah bersama jajaran terkait berkomitmen melanjutkan penataan kawasan Mogan agar tetap menjadi ruang publik yang bersih, rapi, dan nyaman bagi masyarakat.

PKM BIMA Dorong IKM Nau Palm Sugar Kembangkan Gula Lontar Berbasis Teknologi Tepat Guna

Suaraindonesiaku,com.Bulukumba – Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA melaksanakan program pemberdayaan kepada IKM Nau Palm Sugar di Desa Sipaenre, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Program ini berfokus pada pengembangan dan diversifikasi gula lontar melalui penerapan teknologi tepat guna, peningkatan kapasitas produksi, inovasi produk dan kemasan, manajemen usaha, serta pemasaran digital. Ketua tim PKM BIMA, Gina Audina P Alhabsy, mengatakan program dirancang untuk meningkatkan nilai tambah gula lontar sekaligus membantu mitra mengembangkan usaha dari proses produksi hingga pemasaran. “Program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah gula lontar melalui penerapan teknologi tepat guna, diversifikasi produk, perbaikan kemasan, serta penguatan pemasaran digital,” ujarnya. IKM Nau Palm Sugar merupakan industri kecil berbasis rumah tangga yang memanfaatkan nira lontar sebagai bahan baku gula merah. Selama ini proses produksi masih dilakukan secara tradisional, mulai dari penyaringan nira, pemasakan, pengentalan, pencetakan hingga pendinginan. Dalam satu hari, mitra memperoleh sekitar 20–30 liter nira dan menghasilkan sekitar 10–15 kilogram gula merah cetak, bergantung pada ketersediaan nira dan kondisi cuaca. Melihat potensi tersebut, tim PKM BIMA mendorong pengembangan produk agar tidak hanya berhenti pada gula merah cetak. Produk kemudian dikembangkan menjadi gula pasir lontar (palm sugar) dan gula cair lontar, dengan varian original serta tambahan bahan alami seperti jahe, pandan dan kelapa. Terapkan Teknologi Tepat Guna Rangkaian program diawali dengan observasi kondisi usaha, proses produksi, potensi bahan baku, kebutuhan teknologi serta permasalahan yang dihadapi mitra. Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar dalam perancangan teknologi dan pendampingan yang sesuai dengan skala IKM. Tim kemudian memberikan pelatihan diversifikasi produk dan manajemen usaha dengan pendekatan learning by doing. Mitra terlibat langsung dalam pengolahan gula merah menjadi gula pasir, pembuatan gula cair, formulasi varian rasa, pengemasan, pelabelan, hingga perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Teknologi yang diterapkan meliputi peralatan penggerusan, pengeringan dan pengayakan gula merah lontar. Proses pengolahan dilakukan melalui penggerusan, pengeringan suhu rendah, pengayakan, formulasi bahan alami dan pengemasan kedap udara. Peralatan dirancang sesuai kebutuhan IKM, di antaranya mesin penggerus berkapasitas sekitar 1–2 kilogram per proses, oven pengering bersuhu 50–60 derajat Celsius, serta ayakan stainless steel untuk menghasilkan ukuran gula pasir yang lebih seragam. Penerapan teknologi dilakukan melalui demonstrasi dan praktik bersama agar mitra mampu mengoperasikan peralatan serta menjaga konsistensi mutu produk secara mandiri. Kemasan dan Pemasaran Diperkuat Selain teknologi produksi, tim PKM BIMA memberikan pendampingan dalam pengembangan kemasan. Produk diarahkan menggunakan standing pouch berbahan food grade dengan sistem kedap udara, dilengkapi branding, label dan informasi produk. Aspek manajemen usaha juga diperkuat melalui pelatihan pencatatan keuangan sederhana, perhitungan biaya produksi dan penentuan harga jual. Untuk memperluas pasar, mitra diperkenalkan dengan strategi pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran produk dari lingkungan sekitar Desa Sipaenre ke wilayah yang lebih luas. Tingkatkan Nilai Tambah Gula Lontar Melalui penerapan teknologi tepat guna, diversifikasi produk dan inovasi kemasan, gula lontar diharapkan memiliki nilai tambah, mutu dan daya saing yang lebih baik. Program ini menargetkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra, tersedianya produk gula pasir dan gula cair lontar dengan berbagai varian, peningkatan mutu dan daya simpan, kemasan yang lebih kompetitif, serta berkembangnya pemasaran melalui platform digital. Tim PKM BIMA juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada IKM Nau Palm Sugar atas keterbukaan, kerja sama, dan partisipasi aktif selama pelaksanaan program. Dukungan mitra menjadi salah satu kunci dalam mendorong pengembangan gula lontar menjadi produk pangan lokal yang lebih bernilai tambah. Melalui PKM BIMA, tim berharap pengolahan gula lontar di Desa Sipaenre tidak hanya menjadi produk tradisional, tetapi dapat berkembang menjadi produk pangan lokal bernilai tambah yang mampu memperkuat usaha IKM dan mendukung perekonomian masyarakat.

Pangdam Hasanuddin Resmikan Kantor Koramil Dua Pitue, Dorong Kedekatan TNI dengan Masyarakat

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko meresmikan Kantor Koramil 1420-05/Dua Pitue dan sumur bor di Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (20/8/2026), sebagai bagian dari upaya mendukung pelayanan dan kedekatan TNI dengan masyarakat. Acara turut dihadiri Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Renny Bangun Nawoko. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sidrap serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Sidrap. Peresmian Kantor Koramil 1420-05/Dua Pitue merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sidrap dan Kodim 1420/Sidrap. Fasilitas baru ini diharapkan mampu menunjang pelaksanaan tugas kewilayahan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan pembangunan kantor Koramil menjadi perhatian bersama mengingat kondisi kantor sebelumnya kerap terdampak banjir saat hujan. Selain itu, lokasi kantor yang berada di jalur Trans-Sulawesi juga menjadi pertimbangan untuk dilakukan pembenahan. “Dulu Koramil ini sering banjir kalau hujan. Selain itu, lokasinya berada di jalan Trans-Sulawesi yang merupakan jalan poros utama, sehingga kondisi bangunannya juga kurang elok dipandang. Karena itu, kita bersama-sama melakukan pembenahan,” ujar Syaharuddin. Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sidrap akan terus memperkuat sinergi dengan TNI, khususnya dalam mendukung program-program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Di hadapan Pangdam XIV/Hasanuddin, Syaharuddin juga menyampaikan sejumlah program strategis daerah yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, termasuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Selain itu, Bupati melaporkan progres pembangunan infrastruktur daerah, termasuk usulan pembangunan Jembatan Merah Putih di sejumlah wilayah untuk meningkatkan konektivitas masyarakat. Kunjungan kerja Pangdam XIV/Hasanuddin tersebut menjadi momentum memperkuat hubungan antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui dukungan keamanan, pelayanan kewilayahan, maupun pembangunan daerah. Pewarta: REZKY MUBARAK Editor: NURYADIN SUKRI

Badko HMI Sulsel Soroti Dugaan Pemukulan Guru di Jeneponto, Desak Polisi Bertindak Tegas

Suaraindonesiaku.com, Jeneponto — Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulawesi Selatan menyoroti dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang guru yang diduga dilakukan oleh orang tua siswa di Kabupaten Jeneponto. Badko HMI Sulsel mendesak aparat kepolisian tidak berhenti pada penanganan administratif, tetapi memastikan dugaan tindak pidana tersebut diusut secara profesional, transparan, dan berdasarkan fakta hukum. Ketua Bidang Pendidikan dan Pendampingan Beasiswa Badko HMI Sulsel, Abd Razak Usman (ARU), menilai dugaan kekerasan terhadap tenaga pendidik merupakan persoalan serius karena menyangkut marwah profesi guru sekaligus keamanan lingkungan pendidikan. “Kami meminta Polres Jeneponto tidak mengabaikan persoalan ini. Jika berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan bukti adanya tindak kekerasan, maka proses hukum harus berjalan secara tegas dan objektif. Tidak boleh ada perlakuan berbeda di hadapan hukum,” tegas ARU. Menurutnya, kritik maupun keberatan orang tua terhadap proses pendidikan merupakan hal yang dapat disampaikan melalui mekanisme yang tersedia. Namun, ketidakpuasan tidak dapat menjadi pembenaran untuk melakukan kekerasan terhadap guru. Badko HMI Sulsel juga meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak membangun opini yang mendahului proses hukum. Fakta, keterangan para pihak, bukti medis, saksi, serta alat bukti lainnya harus menjadi dasar dalam menentukan ada atau tidaknya pelanggaran hukum. “Jangan sampai kasus seperti ini justru dianggap sebagai konflik biasa antara guru dan orang tua. Negara harus hadir ketika ada dugaan kekerasan. Guru memiliki hak atas rasa aman dalam menjalankan tugasnya, dan orang tua juga memiliki hak untuk mendapatkan penjelasan melalui jalur yang benar,” ujar ARU. Ia menegaskan bahwa Badko HMI Sulsel akan terus mengawal isu-isu yang berkaitan dengan perlindungan tenaga pendidik dan kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan. Pengawalan tersebut, kata dia, bukan untuk mengintervensi proses hukum, melainkan memastikan penegakan hukum berjalan secara adil dan tidak tebang pilih. “Ini bukan sekadar persoalan seorang guru dengan orang tua siswa. Ini menyangkut bagaimana negara menjamin ruang pendidikan yang aman dan bermartabat. Kami akan mengawal prosesnya dan mendorong aparat bekerja secara profesional. Hukum harus berdiri di atas semua kepentingan,” tegas ARU. Badko HMI Sulsel berharap kasus ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk membangun penyelesaian persoalan pendidikan melalui dialog, mekanisme sekolah, dan jalur hukum, bukan melalui tindakan kekerasan. “Guru harus dilindungi, hukum harus ditegakkan, dan setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme yang sah. Jangan biarkan kekerasan menjadi budaya di lingkungan pendidikan,” tutup ARU.

Semarak Kemerdekaan, Lomba Seru Disnakkan Sidrap Jadi Ajang Pererat Kebersamaa

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Suasana semarak mewarnai halaman Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Rabu (19/8/2026). Sejumlah pegawai mengikuti berbagai lomba rekreatif untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Beragam perlombaan digelar dengan suasana santai dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pegawai untuk sejenak melepas rutinitas pekerjaan sekaligus mempererat kekompakan di lingkungan kantor. Beberapa lomba yang digelar yakni makan kerupuk, memasukkan pulpen ke dalam botol, estafet sarung, serta lomba balon. Antusiasme peserta terlihat dalam setiap perlombaan. Sorak dan tawa mewarnai jalannya kegiatan, terutama ketika peserta berusaha menyelesaikan tantangan dalam waktu singkat. Keseruan perlombaan semakin terasa dengan adanya hadiah yang telah disiapkan bagi para pemenang. Hadiah tersebut menjadi tambahan motivasi bagi peserta untuk mengikuti setiap permainan dengan penuh semangat. Peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan Dinas Peternakan dan Perikanan tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan kemerdekaan, tetapi juga menghidupkan kembali permainan sederhana yang lekat dengan tradisi perayaan 17 Agustus. Melalui kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan dirayakan dalam suasana yang lebih dekat dan akrab. Kebersamaan antarpegawai menjadi bagian penting dari semarak peringatan kemerdekaan di lingkungan pemerintahan daerah.

Panen di Tengah Kemarau, Listrik Masuk Sawah Bantu Petani Sidrap Jaga Produktivitas

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Panen raya di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (18/8/2026), menjadi gambaran pemanfaatan program listrik masuk sawah dan optimalisasi lahan (oplah) dalam mendukung aktivitas pertanian selama musim kemarau. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Panen Raya Oplah Non Rawa Program Listrik Masuk Sawah untuk mendukung Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) dan Swasembada Pangan Nasional di Sidrap. Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, panen di tengah musim kemarau menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah, petani, PLN, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung sektor pertanian. “Sidrap luar biasa. Di tengah musim kemarau masih bisa panen. Ini bukti nyata seluruh pihak dan stakeholder bekerja bersama sehingga persoalan kekeringan, khususnya di sektor pertanian, bisa diatasi,” ujar Fatmawati di lokasi panen. Ia mengatakan penerapan PM-AAS di Sulawesi Selatan mulai menunjukkan hasil. Sebelumnya, hasil panen di Majjelling bahkan mampu mencapai lebih dari 11 ton per hektare. “Memang ini yang kita harapkan, produksi pertanian bisa 10 ton lebih per hektare,” katanya. Fatmawati juga mengapresiasi Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif yang dinilai aktif memperjuangkan sektor pertanian, termasuk melalui koordinasi dengan Menteri Pertanian dan jajaran direktorat jenderal terkait. “Yang hebat Pak Bupatinya. Beliau terus memberikan support dan semangat kepada petani,” ujarnya. Pemprov Sulsel, lanjut Fatmawati, akan kembali memberikan perhatian kepada Sidrap pada 2027. Pemerintah daerah diminta memasukkan usulan program mulai dari cetak sawah, optimalisasi lahan hingga pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi. Sementara itu, Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Sulsel Zainal Abidin mengatakan program PM-AAS terus diperluas sebagai bagian dari upaya memperkuat produksi pangan. Di Sulsel terdapat sekitar 91 hektare kawasan PM-AAS. Khusus di Sidrap, program tersebut mendapat dukungan benih gratis untuk lahan sekitar 10 ribu hektare. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel Bustanul Arifin menambahkan, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp65 miliar pada 2026 untuk berbagai program penguatan pertanian di Sulsel. Anggaran tersebut antara lain diarahkan untuk cetak sawah sekitar 600 petak senilai Rp21 miliar. Sidrap mendapat alokasi optimalisasi lahan sekitar 3.200 hektare dengan anggaran Rp14 miliar. Selain itu, terdapat dukungan pembangunan irigasi pertanian melalui pengadaan sekitar 150 unit pompa senilai Rp23 miliar, irigasi tersier di 38 titik senilai Rp3,8 miliar, serta pembangunan irigasi pipa sekitar 10 titik dengan anggaran kurang lebih Rp1 miliar. “Sidrap merupakan sentral produksi pertanian. Karena itu, kami serius mendukung pengembangan pertanian di daerah ini,” ujar Bustanul. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan keberhasilan panen di tengah kemarau merupakan hasil inovasi dan kerja keras bersama. “Jalan keluarnya ada. Salah satunya melalui program listrik masuk sawah sehingga petani bisa panen di tengah kekeringan,” kata Syaharuddin. Syaharuddin menggambarkan manfaat listrik masuk sawah sebagai salah satu terobosan bagi petani. “Dengan voucher Rp100 ribu bisa digunakan tiga hari untuk pompanisasi. Listrik mengalir, air mengalir,” ungkapnya. Salah satu lokasi yang merasakan manfaat program tersebut berada di Desa Takkalasi. Di wilayah itu terdapat sekitar 395 hektare lahan yang dikelola 13 kelompok tani. Pada 2025, sebanyak 39 titik sumur bor diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air pertanian. Sebelumnya, petani mengandalkan sumber air dari Bendung Takkalasi. Namun, saat kemarau panjang, bendung tersebut ikut mengering sehingga aktivitas pertanian terancam terganggu. Kehadiran sumur bor yang dipadukan dengan program listrik masuk sawah kemudian menjadi salah satu solusi bagi petani untuk mendapatkan pasokan air. Untuk 2026–2027, jumlah titik bor tersebut direncanakan kembali ditambah. Jika sebelumnya satu titik bor melayani sekitar 10 hektare sawah, ke depan ditargetkan satu titik bor dapat melayani sekitar lima hektare agar pengairan lebih optimal. Di Sidrap, dukungan juga diperkuat dengan bantuan 50 unit mesin pompanisasi dari Wakil Gubernur Sulsel. Ditambahkannya, berbagai bantuan pemerintah mulai menunjukkan hasil di lapangan. Program Oplah Non Rawa 2025 telah diterapkan di Sidrap dan memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas. Dalam program PM-AAS, petani juga mendapatkan bantuan benih gratis sekitar 70 kilogram per hektare. Hasil ubinan pada panen kali ini menunjukkan produktivitas sekitar 6,5 ton, yang setara dengan sekitar 10,4 ton per hektare.. Angka tersebut meningkat dibanding musim tanam sebelumnya yang berada di kisaran 7 ton per hektare. Peningkatan produktivitas tersebut turut berdampak terhadap nilai ekonomi yang diterima petani. Dengan produktivitas sebelumnya sekitar 7 ton per hektare dan harga gabah Rp7.200 per kilogram, nilai produksi mencapai sekitar Rp50,4 juta per hektare. Sementara dengan produktivitas sekitar 10,4 ton per hektare dan harga Rp7.500 per kilogram, nilai produksi meningkat menjadi sekitar Rp78 juta per hektare. Syaharuddin mengatakan petani kini tengah mempersiapkan musim tanam berikutnya yang ditargetkan dimulai pada Oktober 2026. Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari PLN. Perwakilan Manager PLN Sulawesi, Albert, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan, termasuk melalui penyediaan listrik untuk sektor pertanian. Khusus wilayah kerja UP3 Parepare-Sidrap, terdapat sekitar 1.471 titik lokasi kebutuhan listrik untuk irigasi pertanian dan listrik masuk sawah. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.073 titik berada di Sidrap. “Ini selaras dengan pertanian mandiri. Listrik tidak hanya menyasar rumah tangga, bisnis dan industri, tetapi juga sektor pertanian dan perkebunan agar menjadi lebih produktif serta lebih tahan terhadap perubahan musim seperti kemarau,” jelas Albert. Investasi PLN di Sidrap sendiri disebut telah mencapai lebih dari Rp100 miliar. Dukungan jaringan listrik juga terus diperluas, termasuk sekitar 120 titik baru di wilayah Desa Takkalasi, Tenete, dan Allakuang. Kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah provinsi, kementerian terkait, PLN, dan petani tersebut menunjukkan modernisasi pertanian tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga akses terhadap air dan energi. Di tengah musim kemarau, pemanfaatan listrik masuk sawah dan optimalisasi lahan menjadi bagian dari upaya menjaga aktivitas pertanian tetap berjalan sekaligus mendukung produktivitas petani di Sidrap. Panen raya turut dihadiri Wakil Bupati Nurkanaah, Ketua DPRD Takyuddin Masse, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda, Sekda Andi Rahmat Saleh, Ketua TP PKK Sidrap Haslinda Syaharuddin, Dandim 1420 Sidrap, para kepala OPD, perwakilan PLN wilayah Sulawesi, Tenggara dan barat, Camat Maritengngae, lurah dan kepala desa se-Kecamatan Maritengngae, penyuluh pertanian, petani, serta undangan lainnya.

Wagub Sulsel Kunjungi Pengolahan Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik Bernilai Ekonomi di Sidrap

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengunjungi CV. Kur Agro Lestari di Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), untuk melihat pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik, Selasa (18/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan usai menghadiri panen raya di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae. Fatmawati Rusdi bersama Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah melihat langsung proses pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik remah. CV. Kur Agro Lestari merupakan usaha lokal yang bergerak di bidang peternakan sekaligus mengolah limbah berupa kotoran ayam dan sapi menjadi pupuk organik. Pengolahan tersebut membuat limbah peternakan memiliki nilai tambah dan dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat potensi usaha lokal yang dapat dikembangkan lebih besar. “Kita menerima kunjungan Wakil Gubernur di lokasi CV. Kur Agro Lestari yang memproduksi pupuk organik remah. Kita akan bantu untuk kerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam rangka pemberdayaan pengusaha lokal Sidrap, karena bahan bakunya cukup banyak di Sidrap,” ujar Syaharuddin. Ia menyebut, CV. Kur Agro Lestari memiliki kapasitas produksi sekitar 7 ton pupuk organik per hari dengan memanfaatkan kotoran ayam dan sapi sebagai bahan baku. “Dengan kapasitas 7 ton per hari dari kotoran ayam dan kotoran sapi, CV. Kur Agro Lestari sudah lama mengolah pupuk organik ini. Untuk itu kita dorong usahanya agar lebih besar lagi,” katanya. Menurut Syaharuddin, potensi pengembangan usaha tersebut cukup besar karena Sidrap memiliki aktivitas peternakan dan pertanian yang tinggi. Ketersediaan bahan baku dari sektor peternakan juga menjadi peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi. Pengolahan limbah peternakan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan. Kotoran ternak yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat bagi petani. Pemerintah Kabupaten Sidrap berencana mendorong pengembangan usaha tersebut melalui peluang kerja sama dengan Kementerian Pertanian. Dukungan itu diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pemasaran. “Kita ingin bahan baku yang ada di Sidrap tidak hanya menjadi limbah, tetapi bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi dan kembali mendukung pertanian kita,” lanjutnya. Pengembangan pupuk organik dari limbah ternak juga mempertemukan potensi sektor peternakan dan pertanian dalam satu rantai ekonomi. Bahan yang berasal dari aktivitas peternakan diolah menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung produksi pertanian. Kunjungan Wagub Sulsel bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap tersebut menjadi bagian dari upaya melihat langsung potensi usaha lokal yang dapat dikembangkan dan terhubung dengan program pemerintah di tingkat provinsi maupun pusat. Melalui pengolahan tersebut, limbah peternakan tidak berhenti sebagai persoalan lingkungan, tetapi dapat menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan di Sidrap (*)

Paskibraka Sidrap Tunaikan Tugas, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI Berlangsung Lancar

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) berhasil menunaikan tugas terakhir dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Penurunan Bendera Merah Putih tingkat Kabupaten Sidrap berlangsung lancar dan khidmat di Lapangan Kompleks SKPD Sidrap, Senin sore (17/8/2026). Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memimpin jalannya upacara. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Nurkanaah, Ketua DPRD Takyuddin Masse, Dandim 1420 Letkol Inf. Andi Zulhakim Asdar, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda, Kajari Ady Wibowo Kusumo, serta jajaran Forkopimda lainnya. Hadir pula Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, Ketua TP PKK Haslindah Syaharuddin, Ketua Dharma Wanita Persatuan Andi Rieskha Rahmat, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. Paskibraka Sidrap Tahun 2026 kembali menunjukkan kesiapan dan kedisiplinannya dalam menjalankan amanah. Dengan langkah tegap dan penuh konsentrasi, tim penurunan berhasil menurunkan Sang Saka Merah Putih dengan apik. Suasana haru menyelimuti lapangan saat Sang Merah Putih perlahan diturunkan. Seluruh peserta upacara memberikan penghormatan sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan dan nilai-nilai kemerdekaan. Penurunan bendera tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Sidrap yang berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.