Suara Indonesiaku

Antrean BBM Mengular, Badko HMI Sulsel Desak Pertamina Beri Insentif Operator SPBU dan Evaluasi Regional VII

MAKASSAR — Badan Koordinasi (Badko) HMI Sulawesi Selatan mendesak PT Pertamina untuk mendorong badan usaha atau pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) memberikan insentif kepada operator yang mengalami peningkatan beban kerja akibat antrean BBM di Makassar dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). Selain persoalan kesejahteraan operator, Badko HMI Sulsel juga meminta Pertamina mengevaluasi jajaran PT Pertamina Patra Niaga Regional VII, terutama terkait distribusi BBM, kesiapan pelayanan, komunikasi publik dan langkah antisipasi menghadapi peningkatan kebutuhan masyarakat. Desakan tersebut disampaikan Kabid Pendidikan dan Pendampingan Beasiswa Badko HMI Sulsel, Abd Razak Usman. Ia menilai operator SPBU menjadi salah satu pihak yang ikut terdampak langsung karena harus bekerja lebih lama di tengah antrean kendaraan yang berlangsung hingga berjam-jam. “Pertamina harus melihat juga kondisi para operator SPBU. Mereka bekerja dalam situasi yang tidak normal. Beban kerja meningkat, jam pelayanan bertambah, dan mereka harus berdiri melayani masyarakat dalam antrean yang panjang,” kata Razak. Razak memahami bahwa operator SPBU bukan pekerja yang secara langsung digaji oleh Pertamina. Karena itu, menurutnya, bentuk perhatian yang dapat dilakukan Pertamina adalah mendorong atau memberikan penekanan kepada badan usaha dan pengelola SPBU agar memberikan insentif kepada operator yang beban kerjanya meningkat selama kondisi antrean. “Kami memahami bahwa operator SPBU bukan pekerja yang digaji langsung oleh Pertamina. Karena itu, yang kami dorong adalah Pertamina memberikan penekanan atau imbauan kepada badan usaha dan pengelola SPBU agar memberikan insentif atau bentuk apresiasi kepada operator yang beban kerjanya meningkat akibat antrean panjang,” ujarnya. Menurutnya, tambahan beban kerja yang muncul dalam situasi tidak normal semestinya tidak sepenuhnya dibebankan kepada pekerja di lapangan. “Kalau memang beban kerja mereka meningkat secara signifikan karena kondisi antrean BBM, sudah selayaknya ada bentuk apresiasi. Pertamina dapat mendorong pengelola SPBU agar memperhatikan operator yang bekerja ekstra dalam kondisi seperti ini,” katanya. Sebelumnya, Wakil Ketua DPD Hiswana Migas Sulsel, Sukardi Haseng, menyebut beban operator SPBU meningkat akibat antrean dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, menurutnya, terdapat operator yang mengalami sakit setelah kelelahan melayani antrean. “Nah, ini juga namanya manusia kan punya keterbatasan. Nah capek, sakit, ada yang jatuh sakit, ada anak buahku, tipes dua malam. Capek berdiri,” kata Sukardi usai mengikuti rapat evaluasi bersama Forkopimda di Rujab Gubernur Sulsel, Makassar, Senin (14/9/2026). Razak menilai kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi Pertamina dan pengelola SPBU untuk memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja operator, termasuk pengaturan shift serta waktu istirahat selama antrean masih berlangsung. “Pelayanan publik harus tetap berjalan, tetapi jangan mengorbankan kesehatan pekerja. Mereka juga manusia yang memiliki batas kemampuan. Karena itu, pengaturan shift, waktu istirahat dan perlindungan kesehatan harus diperhatikan,” tegasnya. Selain persoalan operator, Badko HMI Sulsel meminta Direktur Utama Pertamina mengevaluasi jajaran Pertamina Patra Niaga Regional VII. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk mengetahui penyebab persoalan di lapangan sekaligus mengukur efektivitas langkah antisipasi yang telah dilakukan. “Kami meminta Direktur Utama Pertamina tidak hanya memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak, tetapi juga mengevaluasi jajaran Pertamina Patra Niaga Regional VII. Evaluasi ini penting untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di lapangan dan sejauh mana langkah antisipasi telah dilakukan,” ujarnya. Razak juga meminta Pertamina membuka informasi kepada publik mengenai kondisi stok, distribusi dan langkah penanganan antrean BBM. “Jangan sampai masyarakat terus diminta untuk tidak panik, sementara persoalan di lapangan tidak dievaluasi secara menyeluruh. Pertamina harus memastikan sistem distribusi, komunikasi publik dan pelayanan di SPBU benar-benar siap menghadapi situasi seperti ini,” katanya. Ia menegaskan, persoalan antrean BBM tidak hanya menyangkut konsumen dan ketersediaan bahan bakar, tetapi juga kondisi pekerja yang berada di garis depan pelayanan. “Pertamina jangan hanya menghitung berapa liter BBM yang tersalurkan dan berapa banyak kendaraan yang dilayani. Di balik itu ada pekerja yang mengeluarkan tenaga ekstra untuk memastikan pelayanan tetap berjalan,” tegasnya. Razak berharap evaluasi terhadap Pertamina Patra Niaga Regional VII dapat menjadi bagian dari perbaikan sistem distribusi dan pelayanan BBM, sekaligus memastikan pengelola SPBU memberikan perhatian yang layak kepada operator yang bekerja dalam kondisi beban kerja meningkat. “Evaluasi ini tentu bukan untuk mencari siapa yang harus disalahkan, tetapi bagaimana persoalan yang terjadi dapat menjadi bahan perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat ke depan semakin baik,” pungkasnya.

Petani Botto Syukuri Hasil Panen, Rayakan Mappadendang di Tengah Kemarau El Nino

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Warga Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menggelar pesta panen raya “Mappadendang“, Senin (14/9/2026). Tradisi tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas hasil panen musim tanam kedua di tengah tantangan musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif hadir di tengah warga dalam acara tersebut. Kehadirannya menjadi bagian dari momentum syukuran atas hasil panen yang diperoleh para petani. Meski menghadapi kondisi kekeringan, sebagian besar lahan persawahan di Desa Botto tetap mampu menghasilkan panen padi. Syaharuddin mengatakan, Mappadendang merupakan tradisi masyarakat yang menjadi bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang telah diperoleh. “Mappadendang ini merupakan bentuk rasa syukur kita terhadap hasil panen yang telah kita dapatkan,” ujar Syaharuddin. Ia menyampaikan, dari total luas lahan persawahan di Desa Botto yang mencapai 1.073 hektare, sebanyak 1.036 hektare berhasil dipanen. Sementara 37 hektare lahan mengalami gagal panen. Menurutnya, lahan yang gagal panen tersebut merupakan sawah tadah hujan yang cukup rentan terhadap kondisi kekeringan. “Dari total 1.073 hektare, yang gagal panen hanya 37 hektare. Itu pun sawah tadah hujan. Sementara, sebanyak 1.036 hektare berhasil panen dengan rata-rata produksi mencapai 8 ton per hektare,” jelasnya. Capaian tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Desa Botto, terutama para petani, di tengah tantangan musim kemarau. Hasil panen yang cukup tinggi juga menunjukkan produktivitas pertanian masyarakat tetap terjaga meskipun kondisi cuaca kurang mendukung. Syaharuddin berharap tradisi mappadendang terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya masyarakat. Tradisi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan rasa syukur atas hasil pertanian yang diperoleh.

Ribuan Warga Nikmati Konser Adista di Stadion Ganggawa Sidrap

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Ribuan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan daerah sekitar menikmati konser Adista di Stadion Ganggawa, Pangkajene, Sabtu (12/9/2026) malam. Konser tersebut menjadi ruang hiburan bagi masyarakat yang hadir untuk menyaksikan penampilan grup musik Adista. Sejumlah lagu populer dibawakan dan disambut dengan nyanyian bersama dari penonton. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif turut hadir bersama Wakil Bupati Nurkanaah, Ketua TP PKK Sidrap Haslinda Syaharuddin, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda, Sekda Andi Rahmat Saleh, serta perwakilan Forkopimda. Suasana konser berlangsung meriah. Penonton menikmati pertunjukan sambil mengikuti sejumlah lagu yang dibawakan Adista. Dalam sambutannya, Syaharuddin menyampaikan apresiasi kepada panitia, pihak keamanan, dan masyarakat yang turut menjaga ketertiban selama kegiatan. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan positif seperti ini. Konser Adista di Stadion Ganggawa malam ini membuktikan bahwa Sidrap adalah daerah yang aman, religius, dan masyarakatnya punya semangat serta energi kreatif yang luar biasa,” ujar Syaharuddin. Ia menegaskan, Pemkab Sidrap akan terus mendukung kegiatan seni, budaya, dan hiburan yang positif dengan tetap menjaga ketertiban dan kekompakan masyarakat. Syaharuddin juga menyampaikan rencana menghadirkan konser dengan skala lebih besar pada kesempatan mendatang. “Insya Allah ke depannya kita adakan konser yang lebih besar lagi, lebih meriah lagi,” katanya.

Susuri Aka-akae, Talumae, dan Mojong, Syaharuddin Kawal Aliran Air untuk Sawah Petani

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menyusuri persawahan dan jaringan irigasi di Desa Aka-akae, Talumae, hingga Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, Sabtu (12/9/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan aliran air pertanian berjalan lancar hingga ke sawah petani. Selain mengecek kondisi tanaman, Syaharuddin juga memantau jaringan irigasi mulai dari saluran primer, pintu air, hingga debit air yang mengalir ke persawahan. Di Desa Aka-akae, Syaharuddin menyusuri pematang sawah dan berdialog dengan petani yang sedang melakukan pengoboran. Ia juga melakukan panen bersama petani. Syaharuddin mengatakan, sawah yang gagal panen menjadi pembelajaran untuk menghadapi musim tanam berikutnya. Pengoboran dilakukan sebagai upaya agar kebutuhan air untuk pertanian dapat terpenuhi, salah satunya melalui program listrik masuk sawah. “Sawah yang gagal panen ini kita ambil pelajaran. Saat ini kita melakukan pengoboran bagaimana supaya musim tanam selanjutnya tidak gagal lagi dengan adanya program listrik masuk sawah ini,” ujar Syaharuddin. Dari Aka-akae, Syaharuddin bersama rombongan melanjutkan peninjauan jaringan irigasi menuju Talumae dan Mojong. Ia mengecek langsung kondisi pintu air, saluran, serta debit air yang mengalir ke sawah petani. Saat menemukan petani di sawah, Syaharuddin meminta mereka memaksimalkan penggunaan pompa air untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman. “Silakan pompa airnya ke sawah kalian supaya padi kalian terselamatkan,” ujar Bupati. Dalam peninjauan tersebut, Syaharuddin didampingi Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Kabag Perekonomian dan SDA Haris Halimin, serta kepala desa setempat.

Maulid di Bila Riase Jadi Momentum Syukur atas Panen di Tengah El Nino

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW begitu terasa di Desa Pitu Riase, Kecamatan Pitu Riase, Jumat (11/9/2026) malam. Tabligh Akbar Tingkat Desa digelar di Jalan Poros Barukku-Compong, tepatnya di Masjid Mujahidin, dan diikuti ribuan jamaah. Kegiatan dihadiri langsung Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama Ketua PKK Haslindah Syaharuddin, pejabat pemda, Camat dan Forkopimcam Pitu Riase, kepala desa, kepala sekolah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Sejak sore hari, Jalan Poros Barukku-Compong sudah dipadati warga. Jalan utama desa ditutup sementara dan disulap menjadi panggung utama untuk pelaksanaan tabligh akbar. Dalam sambutannya, Bupati Sidrap menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa dan seluruh panitia yang telah sukses menggelar peringatan Maulid. Ia selanjutnya mengutarakan, di tengah kemarau El Nino, sejumlah daerah lain mengalami dampak kekeringan. “Tapi Alhamdulillah di Bila Riase semuanya sudah panen,” ujar Bupati. Menurut Bupati, nikmat besar ini harus dibarengi dengan rasa syukur, meningkatkan keimanan dan ketakwaan. “Kalau ini kita jaga, Insya Allah Bila Riase semakin sejahtera. Masyarakatnya semakin kuat ibadahnya, anak sekolahnya semakin tinggi, dan semakin banyak orang Bila Riase yang bisa beli mobil dan beli emas,” lanjutnya. Bupati menekankan hasil melimpah ini adalah buah dari kerja keras, tetesan keringat, serta doa orang tua, istri, dan anak di rumah maupun di masjid. “Ini hasil jerih payah kita yang halal. Doa istri, doa anak diijabah. Maka kita harus terus memperkuat keimanan dan kepercayaan diri lewat kegiatan keagamaan. Dulu di Bila Riase kalau ada acara belum terlalu kompak dengan kegiatan keagamaan. Sekarang Alhamdulillah sudah,” katanya. Bupati menyebut selama 1 tahun 8 bulan memimpin, ia lebih banyak turun ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi masyarakat. “Saya senang sekali. Luar biasa hasil panen kita ini walaupun kemarau El Nino. Sidrap menanam 51.000 hektare, yang berhasil panen 92 persen. Yang gagal hanya 8 persen,” jelasnya. Ia mencontohkan di perbatasan Lagading-Bila Riase ada yang gagal dan ada yang berhasil. Untuk mengantisipasi tahun depan, Pemkab Sidrap akan menyiapkan bantuan teknologi pertanian. “Tahun ini dan tahun depan saya akan persiapkan agar di bagian atas Bila Riase, Bila Riawa, Lagading tidak lagi terdampak kemarau. Kita tahu masalahnya,” tegas Bupati. Dari 51.000 hektare, yang gagal sekitar 4.000 hektare lebih. Angka ini jauh lebih baik dibanding daerah lain yang gagalnya bisa mencapai 80 persen. “Ini karena kita orang Sidrap bergerak sesuai perintah Allah SWT. Lewat kegiatan Maulid ini adalah momentum luar biasa. Bukan hanya Bila Riase, semua desa di Sidrap sudah melakukan hal yang sama. Kalau ini kita teruskan 5 tahun ke depan, maka Allah SWT betul-betul menurunkan berkah kepada kita semua,” ujarnya. Bupati memaparkan peningkatan produktivitas pertanian Sidrap yang signifikan. “Dulu awal saya jadi Bupati hasil panen kita hanya sekitar 7-8 ton. Tahun 2025 kita kompak, Alhamdulillah panen baru-baru ini rata-rata 10 ton. Itu sama dengan Rp77 juta per hektare. Bandingkan 2024 hasilnya hanya Rp34 juta,” ungkapnya. Khusus Desa Bila Riase, dengan luas sawah sekitar 420 hektare ditambah cetak sawah baru 140 hektare, potensi hasilnya sangat besar. “Kalau 420 hektare dikali 10 ton, hasilnya 4,2 juta kilogram. Kalau per hektare Rp77 juta, maka sekali panen hasilnya kurang lebih Rp32 miliar. Kalau 2 kali panen jadi Rp64 miliar. Ini hasil kerja keras kita,” hitung Bupati. Saat ini juga sedang dipersiapkan IP 300 di lahan 55 hektare. Targetnya ke depan seluruh 420 hektare di Bila Riase bisa IP 300. Untuk mengantisipasi kekeringan, Bupati telah menyiapkan program Jaringan Irigasi Air Tanah di wilayah Lagading dan arah Bila Riawa. “Anggarannya 1,7 miliar per titik, dikali 3 titik jadi Rp5,4 miliar. Kedalaman pengeboran 100 meter, nanti menampung 32 meter kubik. Khusus untuk menangani sawah tadah hujan,” jelasnya. Selain itu, bantuan cetak sawah di Bila Riase sudah mencapai 140 hektare dengan nilai bantuan sekitar Rp4,9 miliar. Di bidang infrastruktur, Bupati juga menyebut akhir September 2026 akan dikerjakan Jalan Bila Riase-Botto. Selanjutnya akan disambung tahun depan dari Bendungan ke Betao Riase. Tujuh dusun Tanah Toro dan Betao Riase juga sudah mulai dirapikan. “Untuk pendidikan juga kita siapkan semua. Saya mau anak-anak Sidrap semuanya berhasil, dan untuk berhasil harus tinggi sekolahnya. Jalan yang punya kebun nanti bersihkan rumputnya, saya akan kasih lampu jalan supaya orang ke Lagading serasa ada di Kota Pangkajene,” pungkas Bupati.

Temu Karya Karang Taruna Sinjai Segera Digelar, Firdaus: Persiapan Awal Sudah Berjalan

Suaraindonesiaku.com, Sinjai — Karang Taruna Kabupaten Sinjai segera menggelar Temu Karya dalam waktu dekat. Agenda tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menata kembali organisasi kepemudaan dan memastikan keberlanjutan roda organisasi Karang Taruna di Kabupaten Sinjai. Rencana pelaksanaan Temu Karya tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Karang Taruna Kabupaten Sinjai, Firdaus, Jumat, 11 September 2026. Firdaus mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan sejumlah langkah awal, termasuk membentuk kepanitiaan yang nantinya bertanggung jawab terhadap seluruh rangkaian pelaksanaan Temu Karya. Menurutnya, pembentukan panitia menjadi tahapan penting agar agenda tersebut dapat dipersiapkan secara matang, mulai dari aspek teknis, administrasi, koordinasi dengan berbagai pihak, hingga memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai dengan mekanisme organisasi. “Kami akan membentuk kepanitiaan untuk pelaksanaan Temu Karya. Ini tentu perlu dipersiapkan dengan baik agar seluruh prosesnya bisa berjalan tertib dan sesuai dengan ketentuan organisasi,” kata Firdaus. Koordinasi dengan Bupati Sinjai Sebelum tahapan pelaksanaan berjalan lebih jauh, Firdaus menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Bupati Sinjai. Langkah tersebut dilakukan untuk menyampaikan secara langsung rencana pelaksanaan Temu Karya sekaligus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah agar agenda organisasi kepemudaan tersebut dapat terlaksana dengan baik. “Kami akan menghadap dulu ke Ibu Bupati Sinjai untuk menyampaikan rencana ini, supaya bisa terselenggara,” ujar Firdaus. Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah daerah merupakan bagian penting dalam memastikan agenda Temu Karya dapat berjalan secara baik dan mendapatkan dukungan sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak. Ia menegaskan, persiapan akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan. Telah Mendapat Petunjuk Karang Taruna Sulsel Firdaus juga mengungkapkan bahwa rencana pelaksanaan Temu Karya tersebut telah dikomunikasikan dengan Ketua Karang Taruna Sulawesi Selatan, Harmansyah. Menurut Firdaus, pihaknya telah mendapatkan petunjuk dari tingkat provinsi terkait langkah-langkah yang perlu dipersiapkan dalam proses menuju Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Sinjai. “Kami sudah mendapat petunjuk dari Ketua Karang Taruna Sulawesi Selatan, Pak Harmansyah. Selanjutnya kami akan menindaklanjuti petunjuk tersebut melalui tahapan persiapan di tingkat kabupaten,” jelasnya. Ia berharap seluruh proses persiapan dapat berjalan secara kondusif sehingga Temu Karya nantinya tidak hanya menjadi agenda pergantian atau penataan kepemimpinan organisasi, tetapi juga momentum memperkuat konsolidasi Karang Taruna di seluruh wilayah Kabupaten Sinjai. Momentum Konsolidasi Pemuda Temu Karya diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai unsur Karang Taruna sekaligus membicarakan arah organisasi ke depan. Bagi Firdaus, Karang Taruna memiliki posisi strategis dalam mendorong partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah. Karena itu, penguatan organisasi perlu dilakukan melalui konsolidasi yang sehat, terbuka, dan melibatkan seluruh unsur sesuai mekanisme yang berlaku. Ia berharap proses menuju Temu Karya dapat berlangsung dengan semangat kebersamaan dan menghindari berbagai kepentingan yang berpotensi memecah soliditas organisasi. “Harapan kami, semua proses bisa berjalan dengan baik, tertib, dan penuh kebersamaan. Karang Taruna ini adalah organisasi kepemudaan yang harus kita jaga bersama,” tuturnya. Firdaus yang juga dikenal sebagai kader Partai Gerindra tersebut menambahkan, pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak dalam mempersiapkan agenda tersebut. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai mekanisme organisasi sehingga Temu Karya dapat menghasilkan kepemimpinan dan arah organisasi yang mampu membawa Karang Taruna Kabupaten Sinjai semakin aktif dan berkontribusi bagi masyarakat. “Yang paling penting adalah bagaimana Temu Karya ini bisa terlaksana dengan baik dan menjadi momentum untuk memperkuat Karang Taruna Kabupaten Sinjai ke depan,” pungkas Firdaus.

Ketua Presidium Putra Putri Kebangsaan Sulsel Desak APH Usut Dugaan Permainan BBM

Firdaus S.Si., MM: Jangan Biarkan Masyarakat Terus Menjadi Korban Suaraindonesiaku.com, Sulsel —  Ketua Presidium Putra Putri Kebangsaan Sulawesi Selatan, Firdaus S.Si., MM, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan mengusut secara serius dan menyeluruh dugaan permainan dalam distribusi BBM yang diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya antrean panjang di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan. Menurut Firdaus, antrean BBM yang terjadi di berbagai wilayah Sulawesi Selatan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Kondisi tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat, pelaku usaha, pengemudi angkutan, serta roda perekonomian daerah. “Kami mendesak APH untuk tidak tinggal diam. Kalau memang ada dugaan permainan, penyelewengan, penimbunan, penyalahgunaan distribusi, atau praktik-praktik lain yang menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan BBM, maka harus diusut sampai tuntas,” tegas Firdaus. Ia meminta aparat untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh rantai distribusi BBM, mulai dari ketersediaan stok, penyaluran dari depot, distribusi ke SPBU, kuota, hingga mekanisme penjualan di lapangan. Firdaus juga meminta agar pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap SPBU, tetapi juga terhadap kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang mengambil keuntungan secara tidak wajar dari kondisi kelangkaan atau antrean BBM. “Masyarakat membutuhkan kepastian. Jangan sampai masyarakat harus antre berjam-jam, sementara ada pihak tertentu yang justru mengambil keuntungan dari situasi ini,” ujarnya. Putra Putri Kebangsaan Sulawesi Selatan, lanjut Firdaus, mendukung penuh upaya penegakan hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran. Namun, seluruh proses tersebut harus dilakukan berdasarkan data, fakta, bukti, dan ketentuan hukum yang berlaku, sehingga tidak terjadi tuduhan tanpa dasar. Ia juga meminta Pertamina dan instansi terkait memberikan penjelasan terbuka dan transparan kepada masyarakat mengenai penyebab antrean BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. “BBM merupakan kebutuhan strategis masyarakat. Negara harus hadir memastikan distribusinya tepat sasaran, tersedia, dan tidak menjadi ruang bagi oknum untuk bermain,” kata Firdaus. Firdaus S.Si., MM Ketua Presidium Putra Putri Kebangsaan Sulawesi Selatan “Usut jika ada permainan, benahi jika ada persoalan, dan pastikan masyarakat tidak menjadi korban.”

Sidrap Tunjukkan Komitmen Kuat Mendukung Pelaksanaan ProSN Tahun 2025

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Kabupaten Sidenreng Rappang kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan Program Strategis Nasional atau ProSN Tahun 2025. ProSN merupakan instrumen penting untuk memastikan kebijakan nasional diterjemahkan secara nyata melalui program dan kegiatan pemerintah daerah yang terukur, akuntabel, serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Secara nasional, penilaian ProSN Tahun 2025 mencakup 546 pemerintah daerah, yang terdiri atas 38 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota. Dalam penilaian tersebut, Kabupaten Sidenreng Rappang berhasil memperoleh skor 84,51 dengan kategori Sedang. Capaian ini menempatkan Kabupaten Sidrap pada peringkat pertama dari 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan, mengungguli Kota Parepare dengan skor 82,78 dan Kabupaten Takalar dengan skor 75,25. Capaian ini menjadi bukti bahwa sinergi antara kepemimpinan daerah, perangkat daerah, perencanaan pembangunan, penganggaran, serta pelaksanaan program prioritas nasional telah berjalan secara konsisten. ProSN Tahun 2025 berfokus pada lima agenda strategis, yaitu penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan untuk semua, perluasan akses pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi. Bagi Kabupaten Sidenreng Rappang, capaian ini bukan sekadar angka dan bukan pula sekadar peringkat. Ini adalah refleksi dari kerja bersama pemerintah daerah dalam menerjemahkan kebijakan nasional menjadi program yang berdampak bagi masyarakat. Ke depan, capaian 84,51 menjadi modal sekaligus tantangan bagi Kabupaten Sidrap untuk terus meningkatkan kualitas implementasi ProSN, memperkuat kualitas data dan eviden kinerja, meningkatkan koordinasi lintas perangkat daerah, serta memastikan setiap program benar-benar menghasilkan outcome dan manfaat nyata bagi masyarakat. Sidrap berada di posisi pertama di Sulawesi Selatan. Namun yang lebih penting, Sidrap harus terus bergerak dari capaian menuju peningkatan kualitas, dari program menuju hasil, dan dari kinerja menuju dampak nyata. ProSN kuat, sinergi meningkat, pelayanan semakin berkualitas, dan masyarakat Sidrap semakin sejahtera.”

Malam Hari di Talawe, Bupati Syaharuddin Duduk Bersama Petani Bahas Solusi Pengairan

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, mengunjungi dan bersilaturahmi dengan para petani Desa Talawe, Kecamatan Watang Sidenreng, Kamis malam (10/9/2026). Pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Talawe tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani. Sejumlah isu dibahas, terutama menyangkut ketersediaan air untuk persawahan. Turut hadir Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Sekretaris TPHPKP Suryanto, Camat Watang Sidenreng Andi Saipullah Tenri Tatta, Kepala Desa Talawe Syarifuddin, Kepala BPP Watang Sidenreng, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta kelompok tani Desa Talawe. Dalam pertemuan itu, pemerintah bersama petani membahas sejumlah langkah untuk mendukung kebutuhan air di lahan persawahan. Beberapa di antaranya melalui program Listrik Masuk Sawah, bantuan embung, irigasi perpompaan, serta berbagai dukungan lainnya. Bupati Syaharuddin Alrif mengatakan, kunjungannya ke Talawe dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus mencari jalan keluar atas kendala yang selama ini dirasakan petani. “Kedatangan saya ke sini untuk menyelesaikan masalah yang ada di Desa Talawe. Saat ini ada petani yang berhasil, tetapi ada juga yang mengalami gagal panen. Karena itu, saya kumpulkan semuanya untuk membahas persoalan yang ada, bagaimana agar ke depan seluruh petani di Desa Talawe bisa berhasil,” ujar Syaharuddin. Menurutnya, keberhasilan usaha tani tidak semata-mata bergantung pada bantuan pemerintah. Kekompakan dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat di lapangan turut menentukan hasil yang dicapai. Ia mendorong para petani untuk meningkatkan semangat dan etos kerja serta memperbaiki tata kelola usaha tani. Dengan begitu, produktivitas dapat meningkat dan manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. “Saya ingin seluruh petani di Desa Talawe berhasil ke depannya. Mari kita perbaiki desa kita melalui pertanian yang berhasil. Kalau pertaniannya berhasil, insyaallah ekonomi masyarakat juga akan semakin baik,” tegasnya. Syaharuddin juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah desa, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), PPL, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kelompok tani, dan masyarakat yang bergerak di sektor pertanian. Menurutnya, penanganan sektor ini membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari perencanaan, pengelolaan air, penentuan pola tanam, pemanfaatan teknologi, hingga pendampingan di lapangan. “Saya berharap semua kelompok tani kompak menjalankan apa yang menjadi arahan dan imbauan PPL. Mulai dari BPP, kepala desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, PPL sampai petani, semuanya harus bekerja sama dan kompak,” katanya. Ia pun mengajak seluruh elemen pertanian di Desa Talawe memegang prinsip bekerja cerdas, bekerja keras, dan bekerja ikhlas. “Kalau kita bekerja cerdas, bekerja keras dan bekerja ikhlas, insyaallah hasilnya akan baik dan petani kita akan berhasil,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Desa Talawe menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sidrap atas perhatian langsung terhadap kondisi pertanian di wilayahnya. Ia berharap dukungan pemerintah daerah dapat membantu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penyediaan sarana pengairan. Pemerintah Kabupaten Sidrap terus mendorong peningkatan produksi melalui penguatan infrastruktur irigasi, pemanfaatan teknologi, pendampingan, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu fondasi perekonomian masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan dan swasembada pangan.

Komunitas Masyarakat Bersih (KOMBES) Gelar Pengajian Bulanan

MAKASSAR — Komunitas Masyarakat Bersih (KOMBES) kembali menggelar kegiatan pengajian bulanan sebagai bagian dari agenda rutin sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antaranggota dan Sahabat KOMBES. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan di kediaman Sahabat KOMBES, Bu Ratna, di Jalan Kajenjeng Dalam V Blok 6, Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Dalam kegiatan tersebut, para anggota dan Sahabat KOMBES mengikuti rangkaian pengajian, doa bersama, serta tausiah keagamaan. Selain menjadi sarana meningkatkan nilai-nilai keimanan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian antaranggota. Pengajian kali ini terasa semakin istimewa karena Bu Ratna dalam waktu dekat akan melaksanakan ibadah Umrah. Ketua Umum KOMBES, Hj. Hasnah Haosary, bersama jajaran pengurus dan Sahabat KOMBES yang hadir, turut memberikan doa dan dukungan agar seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan ibadah Umrah diberikan kelancaran. Dalam doa bersama tersebut, para peserta berharap Bu Ratna senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan membawa keberkahan. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Suasana penuh kehangatan semakin memperlihatkan eratnya hubungan kekeluargaan yang terjalin di antara keluarga besar KOMBES. Melalui kegiatan pengajian bulanan ini, KOMBES berharap semangat silaturahmi, kepedulian, dan kebersamaan dapat terus dipelihara serta diwujudkan dalam berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat. KOMBES — Bersilaturahmi, Bersama, dan Berbagi Kebaikan.