Suara Indonesiaku

Masyarakat Kepulauan Sangkarrang Apresiasi Pelayanan Langsung Disdukcapil Makassar di Pulau Bonetambung

Suaraindonesiaku,com.Makassar, 12 Juni 2026 – Masyarakat Kepulauan Sangkarrang menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Makassar yang menghadirkan layanan administrasi kependudukan secara langsung di Pulau Bonetambung. Kegiatan ini bertepatan dengan pelaksanaan Soft Launching layanan transportasi laut Pete-Pete Laut, yang merupakan salah satu inovasi dan terobosan Pemerintah Kota Makassar dalam meningkatkan akses pelayanan bagi masyarakat kepulauan. Pelayanan jemput bola yang dilakukan Disdukcapil Makassar mendapat sambutan positif dari masyarakat karena memudahkan warga dalam mengurus berbagai dokumen kependudukan tanpa harus menyeberang ke daratan. Adapun layanan yang diberikan meliputi perekaman, pencetakan dan penggantian KTP elektronik, penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, akta kematian, serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Tokoh masyarakat setempat menilai program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat kepulauan. Pelayanan yang langsung menyentuh warga dinilai mampu menghemat waktu, biaya transportasi, serta mempercepat pengurusan administrasi kependudukan. Hal senada disampaikan oleh Ketua Karang Taruna Kepulauan Sangkarrang, Ahmad Rusli, yang menyatakan dukungan penuh terhadap program jemput bola yang dilaksanakan Disdukcapil Kota Makassar. “Kami sangat mengapresiasi dan mendukung program jemput bola yang dilakukan Disdukcapil Makassar di Pulau Bonetambung. Kehadiran layanan ini sangat membantu masyarakat kepulauan yang selama ini memiliki keterbatasan akses untuk mengurus dokumen kependudukan. Kami berharap program seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh pulau yang ada di Kecamatan Sangkarrang,” ujar Ahmad Rusli. Menurutnya, pelayanan langsung yang dihadirkan pemerintah merupakan langkah strategis dalam memastikan seluruh masyarakat mendapatkan hak yang sama terhadap layanan publik, tanpa terkendala oleh kondisi geografis wilayah kepulauan. Selain memberikan kemudahan akses pelayanan administrasi kependudukan, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dengan diperkenalkannya layanan Pete-Pete Laut, yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah kepulauan dan memperlancar mobilitas masyarakat. Masyarakat Kepulauan Sangkarrang berharap kolaborasi antara inovasi transportasi dan pelayanan publik seperti ini dapat terus ditingkatkan guna mewujudkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan merata bagi seluruh warga Kota Makassar, khususnya masyarakat yang berada di wilayah kepulauan.

Disparbud Gowa dengan Poltekpar Makassar Perkuat Sinergi Pengembangan Agrowisata Berbasis Masyarakat

Suaraindonesiaku.com, Gowa — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gowa terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan dan rapat koordinasi bersama Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar yang dilaksanakan berdasarkan Surat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa Nomor 500.13/154/Disparbud tanggal 4 Juni 2026 perihal Permohonan Kunjungan. Rapat koordinasi yang berlangsung di Kampus Poltekpar Makassar dipimpin oleh Wakil Direktur I, Muh. Arfin M. Salim, mewakili Direktur. Sementara itu, rombongan Disparbud Kabupaten Gowa dipimpin langsung oleh Kepala Disparbud Kabupaten Gowa, Ari Mahdin, didampingi Perencana, Jusmiati, dan Kepala Bidang, Suharaini Syafruddin. Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya pengembangan agrowisata di Kecamatan Tinggimoncong, penguatan program pemberdayaan masyarakat, keberlanjutan program magang mahasiswa, serta pengembangan kerja sama dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata. Kepala Disparbud Kabupaten Gowa, Ari Mahdin, menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan mendukung arah pembangunan daerah yang berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan destinasi wisata saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan usaha, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Pariwisata harus menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat. Karena itu, setiap program yang dilaksanakan harus mampu menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan budaya yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” ujar Ari Mahdin. Dalam kesempatan tersebut, Ari Mahdin menyampaikan adanya penyesuaian lokus program pengembangan agrowisata di Kecamatan Tinggimoncong. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi awal antara Disparbud Kabupaten Gowa dengan Poltekpar Makassar pada April 2026, kegiatan direncanakan berlokasi di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggi moncong. Namun, berdasarkan hasil peninjauan lapangan dan evaluasi lanjutan, lokasi tersebut diusulkan untuk dialihkan ke Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong. Perubahan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan masyarakat, potensi pengembangan kawasan, serta sinkronisasi dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Gowa. “Kelurahan Pattapang memiliki tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi dan menunjukkan kesiapan yang baik untuk mendukung program pengembangan wisata berbasis masyarakat. Ini menjadi modal penting untuk mewujudkan program yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang,” jelasnya. Perencana Disparbud Kabupaten Gowa, Jusmiati, menambahkan bahwa hasil kunjungan lapangan yang dilakukan pada 22 April 2026 menunjukkan perlunya penyesuaian pendekatan dalam pengembangan kawasan wisata di Tinggimoncong. Menurutnya, meskipun Kelurahan Bulutana masih memiliki potensi pertanian dan persawahan, karakteristik kawasan yang berkembang saat ini lebih mengarah pada penguatan unsur budaya, aktivitas masyarakat, serta pengembangan wisata berbasis komunitas. “Kelurahan Pattapang memperlihatkan respons masyarakat yang sangat baik terhadap rencana pengembangan program. Dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi kegiatan yang akan dilaksanakan,” ungkap Jusmiati. Sementara itu, Kepala Bidang Disparbud Kabupaten Gowa, Suharaini Syafruddin, menjelaskan bahwa program yang akan dikembangkan tidak hanya berfokus pada pengembangan destinasi wisata, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Beberapa target yang akan dicapai antara lain pengembangan aktivitas agrowisata, peningkatan kapasitas kewirausahaan masyarakat, pendampingan legalitas usaha dan produk lokal, serta penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata. “Program ini diharapkan mampu menghasilkan produk dan aktivitas wisata yang memiliki nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi wisata yang dimiliki. Dukungan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan juga telah dipersiapkan sesuai dengan rencana program yang telah disusun,” jelas Suharaini.

Dinilai Lamban Tangani Kasus Korupsi, Aktivis Minta Kajati Sulsel Untuk Copot Kasi Pidsus Jeneponto

Jeneponto – Aktivis dari Lembaga Komite Aksi Kerakyatan Mahasiswa Sulawesi Selatan, Abdul Salam, mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan mengevaluasi sekaligus mencopot Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Jeneponto. Desakan itu terkait lambannya penanganan laporan dugaan penyimpangan di Desa Parasangan Beru, Kabupaten Jeneponto. Salam menilai Kejari Jeneponto tidak menunjukkan progres jelas atas laporan yang telah dimasukkan sejak 17 April 2025. Hingga kini, kata dia, pelapor belum menerima kepastian terkait tindak lanjut perkara tersebut. “Sudah lebih dari satu tahun laporan resmi kami masukkan, tetapi sampai hari ini belum ada titik terang,” kata Salam kepada wartawan, Kamis, (28/05/2026). Menurut dia, setiap kali mempertanyakan perkembangan kasus, pihak Kasi Pidsus hanya menyampaikan bahwa laporan telah dilimpahkan ke Inspektorat Jeneponto untuk dilakukan audit khusus. Namun, hasil audit maupun tindak lanjut hukumnya disebut tak pernah dijelaskan secara terbuka. Salam mengaku kecewa terhadap kinerja bidang Pidsus Kejari Jeneponto karena dianggap tidak memberikan kepastian hukum kepada pelapor maupun masyarakat. “Kami sebagai pelapor merasa dipermainkan. Masyarakat terlalu lama menunggu kepastian hukum, tetapi tidak ada kejelasan yang kami terima,” ujarnya. Ia meminta Kejati Sulsel turun tangan langsung mengambil alih penanganan perkara tersebut sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kejari Jeneponto. Menurut Salam, lambannya penanganan perkara berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. “Kami mendesak Kejati Sulsel mengambil sikap tegas terhadap kinerja Kejari Jeneponto, khususnya Kasi Pidsus. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap aparat penegak hukum,” katanya. Salam menegaskan masyarakat hanya menginginkan transparansi dan kepastian hukum atas laporan yang telah disampaikan secara resmi. “Apakah untuk mendapatkan keadilan di Jeneponto harus sesulit ini? Kami hanya meminta kepastian hukum dan transparansi,” ujar dia. (Red).   Sumber: https://indiwarta.com/aktivis-desak-kejati-sulsel-copot-kasi-pidsus-kejari-jeneponto/

Komunitas Masyarakat Kombes (Kombes) Kolaborasi dengan Kecamatan Bontoala Gelar Penyembelihan Hewan Kurban

Suaraindonesiaku,com.Makassar – Dalam semangat berbagi dan mempererat kepedulian sosial di momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Komunitas Masyarakat Bersih (KOMBES) berkolaborasi dengan Kecamatan Bontoala menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban melalui program Sahabat Kombes Berkurban (SAKURA), Rabu (27/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Bontoala, Kota Makassar ini melibatkan panitia dari unsur Komunitas Kombes, aparat kecamatan, hingga masyarakat sekitar. Suasana kebersamaan dan gotong royong tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan mulai dari proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban. Sekretaris Camat Bontoala, Suryadi Yamin, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Kecamatan Bontoala dan Komunitas Kombes dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan silaturahmi di tengah masyarakat. Semoga kolaborasi seperti ini terus terjalin dan memberi manfaat yang lebih luas,” ujarnya. Sementara itu, perwakilan Komunitas Kombes menyampaikan bahwa program SAKURA merupakan agenda sosial tahunan yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk komitmen komunitas dalam berbagi kebahagiaan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di momen Idul Adha. Daging kurban kemudian didistribusikan oleh Korcam Kombes kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Kota Makassar dengan harapan dapat memberikan manfaat serta menghadirkan kebahagiaan bagi warga penerima. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan tetap mengedepankan aspek kebersihan selama proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban. Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Pegadaian Kanwil VI Makassar Salurkan Bantuan Sapi Qurban untuk Masyarakat Pesisir Kepulauan Sangkarrang

Suaraindonesiaku,com.Makassar 27 Mei 2026 — Dalam semangat kepedulian sosial dan berbagi kebahagiaan di momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H 2026 M, PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Makassar SulselBarraMaluku menyalurkan bantuan sapi qurban kepada masyarakat pesisir di Pulau Barrang Caddi Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi bersama Karang Taruna Kepulauan Sangkarrang sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat kepulauan dan pesisir. Bantuan hewan qurban tersebut disambut dengan penuh antusias dan rasa syukur oleh masyarakat setempat. Warga mengaku sangat bahagia dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pegadaian, khususnya kepada masyarakat pesisir yang selama ini memiliki keterbatasan dalam menikmati pembagian daging qurban setiap Hari Raya Idul Adha. Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI SulselBarraMaluku, Pratikno, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pegadaian untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan keuangan, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan. “Pegadaian ingin terus menjadi perusahaan yang dekat dengan masyarakat. Momentum Idul Adha menjadi pengingat pentingnya berbagi dan memperkuat rasa kepedulian sosial, khususnya bagi masyarakat pesisir dan kepulauan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kepulauan Sangkarrang, Ahmad Rusli, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada PT Pegadaian Kanwil VI Makassar atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat di wilayah kepulauan. “Kami sangat mengapresiasi perhatian dan bantuan dari Pegadaian. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat pesisir Kepulauan Sangkarrang karena dapat merasakan manfaat qurban bersama. Semoga sinergi sosial seperti ini terus terjalin dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, PT Pegadaian Kanwil VI Makassar kembali menunjukkan komitmennya sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga aktif membangun kepedulian sosial dan mempererat hubungan dengan masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah pesisir dan kepulauan.

Maju Bertarung Jadi Ketua KNPI Sinjai, Don Idil Siap Bawa Pemuda Berkontribusi untuk Daerah

Suaraindonesiaku.com, Sinjai — Dinamika jelang pemilihan Ketua DPD KNPI Kabupaten Sinjai mulai memunculkan sejumlah figur muda potensial. Salah satunya adalah Jihadul Ma’ruf atau yang akrab dikenal dengan sapaan Don Idil Konjo. Don Idil menyampaikan kesiapannya untuk ikut berkontribusi dalam membangun daerah melalui wadah kepemudaan KNPI. Menurutnya, peran pemuda sangat penting dalam mendorong kemajuan Kabupaten Sinjai ke depan. “Sebagai kaum muda Sinjai, saya mengapresiasi atas atensi dari beberapa pihak untuk berkontribusi pada daerah. Kita lihat ke depan bagaimana dinamika kepemudaan di Sinjai. Sebelum memutuskan maju ke gelanggang, saya minta restu dulu kepada beberapa senior pemuda Sinjai dan tentunya mohon petunjuk semesta,” ujar Jihadul Ma’ruf (Don Idil Konjo). Langkah Don Idil mendapat apresiasi dari berbagai kalangan pemuda. Salah satunya datang dari mantan Sekretaris KNPI Sinjai Selatan, Achwil Hidayat. Ia menilai kehadiran figur muda seperti Don Idil menjadi angin segar bagi perkembangan organisasi kepemudaan di Kabupaten Sinjai. “Sebagai eks Sekretaris KNPI Sinjai Selatan, saya sangat mengapresiasi langkah Don Idil dalam niatnya membangun pemuda di Butta Panritta Kitta,” kata Achwil. Menurut Achwil, sosok Don Idil memiliki kapasitas dan pengalaman jaringan usaha yang dapat menjadi modal besar dalam membangun sinergi kepemudaan. “Sangat jarang pemuda yang sudah mapan secara finansial serta memiliki berbagai jaringan usaha yang digelutinya masih ingin melihat dan berkemauan membangun Pemuda Kabupaten Sinjai lewat KNPI,” tambahnya. Munculnya nama Don Idil pun mulai menjadi perbincangan di kalangan pemuda Sinjai sebagai salah satu figur potensial yang dinilai mampu membawa semangat baru bagi organisasi KNPI dan kontribusi nyata untuk daerah.

Dihadiri 1.500 Kader, Pelantikan DPP APPI Dimatangkan Lewat Audiensi Bersama Wali Kota Makassar

Suaraindonesiaku,com.MAKASSAR — Organisasi Kemasyarakatan Angkatan Pemersatu Pemuda Indonesia (APPI) melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam rangka membahas persiapan pelantikan pengurus DPP Ormas APPI yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Mei 2026 mendatang di Gedung Balai Kencana 45 Makassar, Senin (18/05/2026). Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Dalam kesempatan itu, Munafri Arifuddin selaku Dewan Pembina menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ormas APPI di Kota Makassar serta berharap organisasi tersebut dapat menjadi bagian dari pembangunan sosial kemasyarakatan melalui kegiatan-kegiatan positif. “Tentunya kami apresiasi sepanjang memberikan manfaat kegiatan positif untuk Kota Makassar,” ujar Munafri. Ia juga berpesan agar seluruh kader APPI menjaga solidaritas internal organisasi dan mampu membangun persatuan tanpa sekat di dalam tubuh organisasi. “Jaga kekompakan dan mampu menyatukan tanpa ada sekat dalam organisasi tersebut,” pesannya. Sementara itu, Ketua Umum DPP Ormas APPI, H. Irfan Darmawan NM, SH menyampaikan rasa terima kasih kepada Wali Kota Makassar yang telah menerima audiensi jajaran pengurus DPP APPI. Ia mengaku bangga atas dukungan dan perhatian yang diberikan terhadap organisasi yang dipimpinnya. “Tentunya kami merasa senang dan bangga Bapak Munafri Arifuddin hadir melantik dan pastinya akan menjadi spirit baru bagi kawan-kawan untuk mengembangkan Ormas APPI ke depan,” ungkap Irfan. Menurutnya, kehadiran Wali Kota Makassar dalam agenda pelantikan nantinya sangat dinantikan oleh seluruh kader APPI, terlebih Munafri Arifuddin juga merupakan Dewan Pembina organisasi tersebut. “Para kader tentu akan berkali-kali lipat semangatnya dalam berorganisasi di bawah APPI,” tambahnya. Di sisi lain, Ketua Panitia Pelantikan, Ibrahim, SH, MH, mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan pelantikan telah mencapai sekitar 70 persen. Panitia saat ini terus mematangkan berbagai kebutuhan teknis menjelang pelaksanaan acara. “Peserta yang hadir diperkirakan mencapai 1.200 hingga 1.500 kader. Kami sementara merampungkan persiapan yang sudah mencapai 70 persen menjelang hari H,” ujarnya. Dalam audiensi tersebut, Ormas APPI juga turut menghadirkan unsur Satgas, Srikandi APPI, jajaran DPC-DPC, serta LKBH APPI sebagai bagian integral dari organisasi yang akan ikut berperan dalam menyukseskan agenda pelantikan mendatang.(*)

Ketua KNPI Sulsel “VAS” Dorong Kolaborasi Organisasi Mahasiswa dan Kepemudaan di RAKORDA IMM Sulsel

Suaraindonesiaku,com.Enrekang – KNPI Sulsel menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) IMM Sulsel yang digelar di Kabupaten Enrekang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh perwakilan DPC IMM dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan sebagai ajang konsolidasi organisasi dan penguatan gerakan kepemudaan di daerah. ‎RAKORDA IMM Sulsel berlangsung penuh semangat dengan mengangkat Tema : Sinergi mengokohkan gerakan. Kehadiran para kader IMM dari berbagai daerah menunjukkan soliditas organisasi dalam menjaga nilai intelektual, keislaman, dan kebangsaan di tengah dinamika zaman. ‎Ketua IMM Sulsel, Adrian Al Fatih, dalam sambutannya menyampaikan bahwa RAKORDA menjadi momentum strategis untuk menyatukan arah gerakan IMM di Sulawesi Selatan. Ia menekankan pentingnya membangun sinergi lintas organisasi kepemudaan demi menciptakan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah. ‎Sementara itu, KNPI Sulsel yang diwakili oleh Muhammad Syahrul Alam menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan RAKORDA IMM Sulsel. Menurutnya, IMM merupakan salah satu organisasi mahasiswa yang memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang kritis, progresif, dan berintegritas. ‎Muhammad Syahrul Alam juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan mahasiswa dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Selatan. Ia berharap forum seperti ini dapat melahirkan gagasan-gagasan konstruktif yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial serta memperkuat persatuan pemuda di daerah. ‎Kegiatan RAKORDA IMM Sulsel di Kabupaten Enrekang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi forum koordinasi organisasi, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar kader IMM se-Sulawesi Selatan serta memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan gerakan kepemudaan yang berdampak positif bagi masyarakat.

Wandy Roesandy Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Elang Timur Desak Pemkot Makassar Tindak Pidana Pelanggaran PBG & RTH

Suaraindonesiaku,com.MAKASSAR, 12 MEI 2026 – Dalam forum Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi SAPPO CARADDE yang diselenggarakan Badan Kesbangpol Kota Makassar di Karebosi Premier Hotel, Selasa (12/05), Wandy Roesandy, Ketua DPC Makassar Elang Timur (ELIT) menyampaikan penekanan tegas terkait integritas penataan ruang kota> Wandy Roesandy menegaskan bahwa implementasi aplikasi digital harus dibarengi dengan keberanian penegakan hukum di lapangan, terutama menyangkut ribuan bangunan di Makassar yang diduga melanggar Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan menyerobot Ruang Terbuka Hijau (RTH). “Kami di Elang Timur menuntut kepastian: Apakah SAPPO CARADDE ini sanggup menjadi instrumen hukum nyata untuk mengeksekusi bangunan yang melanggar PBG dan RTH, tanpa peduli seberapa kuat ‘dekkeng’ (backing) di belakangnya? Jangan sampai sistemnya sudah digital dan canggih, namun nyali penegakan hukum kita di lapangan masih terhambat oleh kepentingan oknum-oknum tertentu,” ujar Wandy di hadapan narasumber dari Pemerintah Kota dan Kejaksaan Tinggi. Ancaman Pidana Bagi Pengelola dan Pemberi Izin Wandy mengingatkan bahwa pelanggaran tata ruang bukan sekadar masalah administratif, melainkan pelanggaran pidana serius. Berdasarkan UU Penataan Ruang, ancaman pidana penjara tidak hanya menyasar pihak pengelola atau pengembang, tetapi juga *pejabat pemberi izin* yang menerbitkan izin tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah. Menurutnya, pembiaran terhadap pelanggaran PBG dan RTH telah menyebabkan dampak ekologis yang fatal bagi warga Makassar, termasuk hilangnya area resapan alami yang memicu krisis cadangan air tanah (akuifer). Kejaksaan Tantang Bukti Awal Merespons desakan dari Elang Timur, perwakilan dari *Intel Kejaksaan Tinggi* yang hadir sebagai narasumber menyatakan kesiapannya untuk melakukan tindakan tegas. “Silakan laporkan jika ada bukti awal, kami akan tindak lanjuti,” ungkap pihak Kejaksaan di forum tersebut. Menyambut tantangan tersebut, Elang Timur menyatakan kesiapannya untuk segera melayangkan Laporan Informasi (LI) resmi dan menawarkan Pakta Integritas kepada Pemerintah Kota Makassar. “Kami akan segera menyerahkan data awal mengenai ribuan bangunan yang melanggar aturan. Kami ingin membuktikan apakah hukum tetap tegak meski yang kami laporkan adalah aset-aset milik oknum pejabat berpengaruh yang berlindung di balik dalih kejar target atau diskresi ilegal,” tutup Wandy. Elang Timur berharap kehadiran aplikasi SAPPO CARADDE menjadi titik balik bagi transparansi perizinan di Makassar, di mana masyarakat dan Ormas dapat berperan aktif memastikan tidak ada lagi bangunan yang berdiri di atas lahan yang merugikan kepentingan lingkungan dan publik.

500 Pemuda Sulsel Dilantik, 3 Ketua DPP KNPI Hadir Sekaligus: Sejarah Baru, Vonny Tegaskan Kami Sah & Bersatu

Suaraindonesiaku,com.MAKASSAR, 10 Mei 2026 – Sebanyak 500 pemuda terbaik se-Sulawesi Selatan resmi dilantik menjadi pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Daerah Sulawesi Selatan, dalam momen yang langsung mencatatkan sejarah nasional: untuk pertama kalinya sepanjang sejarah organisasi, pelantikan satu daerah dihadiri langsung oleh tiga orang Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI sekaligus, hadir bersama dalam satu forum, satu waktu, memberikan restu dan pengukuhan penuh. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua KNPI Sulsel, Vonny, dengan struktur lengkap: 3 Ketua Harian, 10 Wakil Ketua, dan 500 pengurus inti yang mewakili seluruh 24 kabupaten/kota se-Sulsel. Angka 500 bukan sekadar jumlah, melainkan bukti kekuatan, keterwakilan mutlak, dan dukungan nyata pemuda seluruh daerah ini. Vonny menyampaikan rasa haru dan bangga luar biasa saat menyoroti kehadiran para pucuk pimpinan pusat tersebut. “Pelantikan kami ini, menurut saya, sangat bersejarah. Insyaallah kalau saya tidak keliru, ini yang pertama kali terjadi di seluruh Indonesia: Sulawesi Selatan mendapat kehormatan tertinggi, dikukuhkan dan disaksikan langsung oleh tiga Ketua DPP KNPI sekaligus dalam satu acara pelantikan. Jujur, saya sendiri tak pernah membayangkan momen indah ini bisa terjadi, namun Alhamdulillah, hari ini kenyataan itu ada di depan mata kita semua”, ujarnya disambut tepuk tangan gemuruh. “Ini penghormatan tertinggi bagi Sulsel, sekaligus beban kehormatan yang berat. Ini membuktikan kami harus lebih siap, lebih kuat, lebih bekerja keras lagi. Karena hari ini, di pundak kami semua, terukir sejarah baru yang tak terhapuskan. Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ketua DPP KNPI dan seluruh pimpinan pusat yang berkenan hadir, bersatu, dan mengukuhkan kami—ini bukti nyata bahwa KNPI Sulsel diakui, sah, dan menjadi rujukan persatuan”, tambah Vonny. Vonny kembali mengajak seluruh pemuda Sulsel bersatu, jauh dari kepentingan pribadi dan ego sempit. “Saya mengajak seluruh pemuda Sulawesi Selatan: mari majukan kepemudaan kita bukan untuk diri sendiri, bukan untuk kekuasaan semata. Atas nama saya dan seluruh pengurus, saya berjanji: saya siap menjahit kembali tali silaturahmi yang mungkin terputus atau renggang di luar kepengurusan kami, semua kita arahkan ke satu tujuan: Pemuda Indonesia bersatu, KNPI makin maju, Indonesia berjaya”. Terkelibat keberadaan pihak-pihak yang mengaku membawa nama KNPI di luar struktur sah ini, Vonny bicara dengan bahasa halus, elegan, namun tegas penuh makna politik: “Kita paham, di perjalanan gerakan pemuda, kadang muncul nama-nama atau kelompok yang merasa dan mengaku mewakili nama besar organisasi ini. Mari kita anggap itu tanda semangat KNPI memang indah dan diinginkan banyak pihak. Namun biarlah publik dan sejarah yang menilai: mana yang lahir dari proses lengkap, mana yang membawa aspirasi nyata 24 kabupaten kota, mana yang didukung 500 pengurus, dan mana yang dikukuhkan langsung oleh tiga Ketua DPP KNPI sekaligus seperti yang kita saksikan hari ini. Kita tidak menolak keberadaan siapa pun, namun kita percaya: keabsahan tidak perlu diteriakkan keras-keras, ia sudah tertulis jelas dalam proses, struktur, dan restu induk organisasi tertinggi. Biarlah mereka berjalan dengan pemahaman masing-masing, namun kami berdiri kokoh di atas landasan yang pasti, sah, dan diakui seluruh elemen pemuda”. Di akhir, Vonny tegaskan kesiapan total jajarannya: “Dengan kekuatan luar biasa 500 orang ini, kami siap mewakafkan seluruh jiwa, raga, tenaga dan pikiran kami demi memajukan Sulawesi Selatan dan seluruh 24 kabupaten kota di bawah kepemimpinan kami. Kami hadir bukan berdebat, tapi berkarya; bukan memecah belah, tapi menyatukan segala potensi demi kejayaan bersama”.