Suara Indonesiaku

GMP ELIT Tagih Janji Kejati Sulsel Soal Reklamasi Laut Makassar

Suaraindonesiaku,com.Makassar, 05 Februari 2026 Gerakan Mahasiswa Pemuda Elang Timur Indonesia (GMP ELIT) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sul-Sel), Kamis (05/02/2026). Aksi ini merupakan bentuk komitmen nyata GMP ELIT dalam mengawal laporan dugaan pelanggaran hukum yang sebelumnya telah mereka masukkan beberapa pekan lalu. Dalam aksinya, GMP ELIT menyoroti lemahnya transparansi Kejati Sul-Sel dalam menangani dugaan kasus reklamasi laut yang berlokasi di belakang Trans Studio Mall Makassar. Mereka menilai penanganan kasus tersebut berjalan lamban, tidak jelas, dan terkesan berlarut-larut tanpa adanya perkembangan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, mengingat kasus tersebut telah dilaporkan sejak beberapa bulan lalu. Namun hingga kini, belum ada langkah konkret yang menunjukkan keseriusan Kejati Sul-Sel dalam menuntaskan perkara tersebut secara terbuka dan profesional. Dalam aksi tersebut, perwakilan Kejati Sul-Sel melalui Kasi Intelijen, Irwan, menyampaikan bahwa perkara reklamasi laut tersebut saat ini masih berada pada tahap penyidikan. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak, termasuk beberapa mantan pejabat negara yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut. Meski demikian, GMP ELIT menegaskan bahwa pernyataan tersebut belum cukup untuk menjawab keresahan publik jika tidak dibuktikan dengan langkah hukum yang nyata. PahLevi selaku Ketua GMP ELIT menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan pernah berhenti melakukan aksi demonstrasi sampai Kejati Sul-Sel benar-benar menunjukkan keseriusan dalam menindaklanjuti laporan yang telah mereka masukkan. “Kami tidak akan pernah lelah untuk turun ke jalan. Kami akan terus mengawal laporan ini sampai kasus reklamasi laut ini dituntaskan. Kami tidak ingin ada permainan, apalagi masuk angin dalam perkara ini,” tegasnya. Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa GMP ELIT akan kembali menggelar aksi lanjutan dalam waktu dekat sebagai bentuk pengawalan ketat terhadap proses hukum yang sedang berjalan. “Kami pastikan akan turun kembali dalam aksi jilid 6. Ini adalah bentuk tekanan moral dan kontrol publik agar Kejati Sul-Sel bekerja profesional, transparan, dan tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum,”. GMP ELIT berharap Kejati Sul-Sel tidak hanya memberikan pernyataan normatif, tetapi segera menunjukkan bukti nyata melalui tindakan hukum yang tegas demi menjaga marwah penegakan hukum dan mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Lurah Kodingareng Fasilitasi Sanggar Seni Lolo Bayo Tampil di Pantai Bosowa

Suaraindonesiaku.com, Makassar – Lurah Kodingareng, Sachrir, S.E., M.M., memfasilitasi Sanggar Seni Lolo Bayo Baji Areng untuk tampil pada kegiatan Gathering Silaturahmi RT/RW se-Kota Makassar yang akan digelar pada 8 Februari 2026 di Pantai Bosowa, Makassar. Penampilan ini menjadi bukti nyata kebangkitan Sanggar Seni Lolo Bayo Baji Areng yang sekian lama vakum. Kini, sanggar tersebut kembali menunjukkan eksistensinya melalui aktivitas latihan yang intens, khususnya pada tarian tradisional yang sarat nilai historis budaya Makassar, paraga sebagai ciri khas, serta iringan ganrang bulo yang telah kembali aktif dilatih. Di tengah cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah pesisir, semangat para pelaku seni Sanggar Lolo Bayo Baji Areng tidak surut. Kondisi tersebut tidak menjadi penghalang untuk terus berlatih dan mempersiapkan penampilan terbaik, terlebih latihan paraga dan ganrang bulo yang InsyaAllah akan ditampilkan pada agenda besar tersebut. Acara Gathering Silaturahmi RT/RW se-Kota Makassar ini dijadwalkan akan dihadiri dan dibuka langsung oleh Wali Kota Makassar, H. Munafri Arifuddin, S.H., serta diikuti oleh tidak kurang dari 6.000 peserta yang terdiri dari para pemangku kepentingan dan seluruh Ketua RT/RW sebagai representasi warga Kota Makassar. Momentum ini tidak disia-siakan oleh Sanggar Seni Lolo Bayo Baji Areng sebagai ajang untuk tampil maksimal sekaligus memperkenalkan kembali identitas seni dan budaya Pulau Kodingareng. Melalui tarian, paraga, dan ganrang bulo, sanggar ini ingin menegaskan bahwa Pulau Kodingareng memiliki kekayaan budaya yang khas dan patut mendapat ruang di panggung Kota Makassar. Lurah Kodingareng, Sachrir, S.E., M.M., menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian seni dan budaya lokal dengan memfasilitasi Sanggar Seni Lolo Bayo Baji Areng agar dapat tampil pada event strategis tersebut. Dukungan ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi generasi muda untuk terus menjaga, menghidupkan, dan mengembangkan warisan budaya Makassar.

PLN Peringati Bulan K3 Nasional 2026, Tegaskan Komitmen Zero Harm dan Zero Loss

Suaraindonesiaku,com.Makassar, 4 Februari 2026 – PT PLN (Persero) menggelar apel siaga dalam memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 yang berlangsung pada 12 Januari hingga 12 Februari 2026. Momentum ini dimanfaatkan PLN untuk semakin memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja sebagai fondasi utama dalam mendukung keandalan pasokan listrik yang aman dan berkelanjutan. Mengusung tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, PLN menegaskan bahwa penerapan K3 merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional, mencakup sektor pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga pelayanan pelanggan. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, menegaskan bahwa keselamatan kerja bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan nilai inti perusahaan yang harus tertanam kuat dalam perilaku kerja seluruh insan PLN dan mitra kerja. “PLN berkomitmen memastikan setiap insan PLN dapat bekerja dengan aman dan pulang ke rumah dalam keadaan selamat. Budaya K3 adalah fondasi utama untuk mewujudkan Zero Harm dan Zero Loss,” ujarnya. Dalam rangkaian Bulan K3 Nasional 2026, PLN melaksanakan berbagai kegiatan di seluruh unit kerja, di antaranya apel siaga K3, inspeksi peralatan dan alat pelindung diri, edukasi serta kampanye keselamatan kerja, kegiatan sosial kemanusiaan, serta penguatan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan sistem manajemen K3. Sementara itu Manajer Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Keamanan (K3) PLN UID Sulselrabar, Arman, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 PLN UID Sulselrabar mencatatkan capaian kinerja K3 yang cukup baik. Pada tahun 2025, tingkat Maturity Level K3 berhasil menunjukkan kjnerja positif. Ia menambahkan Sejumlah penghargaan K3 tingkat regional juga berhasil diraih pada tahun 2025, antara lain Implementasi CCTV Online K3 Terbaik Regional Sulmapana, Tertib Working Permit Inspekta Terbaik Regional Sulmapana, serta Safety Culture Regional Sulmapana yang diraih oleh PLN UP3 Makassar Utara. “Capaian lainnya yang membanggakan adalah perolehan nilai plus 1,05 atas kepatuhan pengelolaan K3 melalui Breakthrough Safety Leader Management yang dikenal dengan program SALAMA,” kata Arman. Melalui peringatan Bulan K3 Nasional ini, PLN berharap kesadaran dan kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja terus meningkat, tidak hanya di lingkungan internal perusahaan, tetapi juga bersama mitra kerja dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen PLN untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh pelanggan.

Klinik Utama Syamsinar Maros Raih Penghargaan Nasional BPJS Kesehatan atas Komitmen Transformasi Digital Layanan

Suaraindonesiaku.com, Maros – Klinik Utama Syamsinar Maros kembali menorehkan prestasi membanggakan di awal tahun 2026. Fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) ini menerima penghargaan dari BPJS Kesehatan Pusat atas komitmennya dalam implementasi Integrasi Sistem Antrian Online, Integrasi Sistem Klaim, dan Implementasi E-SEP (Finger Print & Frista). Penghargaan tersebut diberikan oleh Direktur IT BPJS Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Ir. Edwin Aristiawan, M.M., CPM-A, CCGO, CCCO, QRGP, CSEP, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Maros, Nurbaya Basmar, kepada Klinik Utama Syamsinar Maros. Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan atas keseriusan Klinik Syamsinar dalam menjalankan berbagai inisiatif transformasi digital untuk mempermudah, mempercepat, dan meningkatkan kualitas layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Transformasi Digital: Dari Antrian Online hingga E-SEP Implementasi Integrasi Sistem Antrian Online, Sistem Klaim, dan E-SEP (Finger Print & Frista) merupakan rangkaian transformasi digital di rumah sakit dan FKRTL yang dicanangkan BPJS Kesehatan untuk mempercepat dan mempermudah layanan bagi peserta JKN. Melalui sistem ini, beberapa hal penting dapat dilakukan secara lebih efisien, antara lain: Pendaftaran Online Peserta tidak perlu lagi menunggu lama di loket pendaftaran. Antrian dapat diambil secara online sehingga alur kedatangan pasien menjadi lebih teratur dan waktu tunggu di fasilitas kesehatan berkurang. Integrasi Sistem Klaim Proses klaim pelayanan ke BPJS Kesehatan menjadi lebih otomatis, terdokumentasi, dan transparan. Hal ini membantu fasilitas kesehatan mempercepat proses administrasi serta meminimalkan risiko kesalahan data. Implementasi E-SEP (Finger Print & Frista) Verifikasi peserta dilakukan dengan teknologi sidik jari (finger print) maupun pengenalan wajah (FRISTA). Selain memperkuat aspek keamanan dan keabsahan data peserta, teknologi ini juga mempercepat proses verifikasi sehingga pasien dapat segera mendapatkan pelayanan medis tanpa berbelit-belit. FKRTL Pertama di Maros yang Berkomitmen Sejak 2024 Direktur Klinik Utama Syamsinar Maros, dr. Muh Aditya Manulusi, FISQua, AIFO-K, CHSE, menjelaskan bahwa penghargaan ini tidak datang secara instan. Sejak tahun 2024, Klinik Syamsinar telah berkomitmen menjadi FKRTL pertama di Kabupaten Maros yang menerapkan integrasi sistem antrian online, sistem klaim, dan E-SEP secara bertahap dan konsisten. “Sejak 2024 Klinik Syamsinar berkomitmen menjadi FKRTL pertama di Kab. Maros yang menerapkan sistem ini. Alhamdulillah dengan kerjasama seluruh tim mulai dari pendaftaran pasien, pemeriksaan pasien, penunjang, dan layanan farmasi, akhirnya di 2026 kami mendapat penghargaan langsung dari Direktur IT BPJS Kesehatan,” tutur dr. Muh Aditya. Ia menambahkan bahwa implementasi sistem ini bukan sekadar mengikuti tren digital, tetapi benar-benar diarahkan untuk memudahkan pasien dan menguatkan tata kelola klinik. Dengan sistem yang terintegrasi, data pasien tercatat lebih rapi, alur layanan lebih jelas, dan koordinasi dengan BPJS Kesehatan menjadi lebih efektif. Penghargaan untuk Seluruh Tim, Bukan Prestasi Individu Dalam kesempatan yang sama, dr. Muh Aditya menegaskan bahwa penghargaan ini bukan milik pribadi, tetapi milik semua pihak yang terlibat dalam ekosistem pelayanan Klinik Syamsinar. “Penghargaan ini bukan penghargaan pribadi, namun penghargaan seluruh tim, baik itu secara internal maupun eksternal dari BPJS Kesehatan Kab. Maros dan Dinas Kesehatan Kabupaten Maros,” ujarnya. “Kami akan terus berbenah, berusaha menjadi yang pertama menjalankan komitmen-komitmen dengan BPJS Kesehatan untuk pelayanan kesehatan masyarakat Maros yang lebih baik lagi.” Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada BPJS Kesehatan Kabupaten Maros dan Dinas Kesehatan Kabupaten Maros yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam peningkatan mutu pelayanan dan penguatan sistem rujukan di wilayah tersebut. Komitmen Berkelanjutan untuk Masyarakat Maros Penghargaan dari BPJS Kesehatan ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi seluruh tenaga kesehatan dan non-kesehatan di Klinik Utama Syamsinar Maros untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Ke depan, Klinik Syamsinar berencana untuk: Mengoptimalkan pemanfaatan antrian online agar semakin banyak pasien yang merasakan manfaatnya. Menjaga keandalan sistem klaim yang transparan dan akuntabel. Memperluas edukasi kepada pasien mengenai penggunaan E-SEP (finger print & FRISTA) agar proses pelayanan semakin cepat dan nyaman. Terus berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan untuk pengembangan inovasi layanan lainnya. Dengan capaian ini, Klinik Utama Syamsinar Maros menegaskan posisinya sebagai klinik rujukan yang adaptif terhadap teknologi, berkomitmen pada mutu, dan berorientasi pada pelayanan yang aman, cepat, dan humanis bagi masyarakat Maros dan sekitarnya.

Panitia dan Dosen Pembimbing Laksanakan Monitoring dan Evaluasi PLP II serta Magang PNF di Parepare

Suaraindonesiaku.com, Parepare — Panitia bersama dosen pembimbing Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II dan Magang Pendidikan Nonformal (PNF) FKIP Universitas Muhammadiyah Parepare melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) sebagai bagian dari upaya penjaminan mutu pelaksanaan program lapangan mahasiswa. (3/01/2026) Monev PLP II dilaksanakan di SMAN 4 Parepare, sementara Monev Magang PNF berlangsung di PKBM Panrita Parepare. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketercapaian capaian pembelajaran mahasiswa, sekaligus menjadi ruang refleksi dan dialog antara mahasiswa, dosen pembimbing, serta mitra sekolah dan lembaga pendidikan nonformal. Ketua Panitia, A. Hasdiansyah, menjelaskan bahwa kegiatan Monev tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi administratif, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bersama. “Monitoring dan evaluasi ini kami rancang sebagai ruang refleksi bersama antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan mitra. Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak sekadar hadir di lokasi, tetapi benar-benar belajar, berkontribusi, dan tumbuh secara profesional,” ujarnya. Pihak mitra menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Perwakilan PKBM Panrita Parepare, Ihwan Ridwan, mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa magang memberikan dampak nyata bagi pengembangan program lembaga. “Mahasiswa magang sangat membantu kami, terutama dalam pelaksanaan pelatihan kompetensi tutor dan program English for Children. Kami juga mengapresiasi rencana workshop penyusunan RPP berbasis deep learning yang relevan dengan kebutuhan PKBM ke depan,” jelasnya. Di lingkungan sekolah, mahasiswa PLP II juga memperoleh pengalaman praktik yang bermakna. Perwakilan SMAN 4 Parepare, Hadmal, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa PLP memberikan warna baru dalam proses pembelajaran. “Mahasiswa PLP cukup adaptif dan aktif. Mereka belajar menyusun RPP, mengelola ice breaking, serta praktik mengajar di kelas. Ini menjadi pengalaman yang baik, baik bagi mahasiswa maupun bagi sekolah,” tuturnya. Melalui kegiatan Monev ini, diharapkan pelaksanaan PLP II dan Magang PNF semakin selaras dengan kebutuhan mitra serta mampu memperkuat kompetensi pedagogik dan profesional mahasiswa sebagai calon pendidik dan praktisi pendidikan di masa mendatang.

Dukung Pengembangan Wisata, PLN Peduli Hadir melalui Program Desa Berdaya di Desa Sani-sani, Sulawesi Tenggara

Suaraindonesiaku,com.Kolaka, 31 Januari 2026 – PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli terus mendorong pengembangan Desa Wisata, salah satunya di Desa Sani-Sani, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Desa Sani-sani merupakan daerah dengan keindahan alam dan potensi pariwisata yang luar biasa. Hal ini perlu didukung dan dikelola dengan baik agar berkembang dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Melalui Program Desa Berdaya Study Beach Eduwisata Dive Desa Sani-Sani, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) memberikan bantuan berupa alat diving dan kapal, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sani-Sani untuk observasi terumbu karang dan juga digunakan untuk wisata. Kepala Desa Sani-Sani, Alias Mujur, mengucapkan rasa terima kasihnya karena masyarakat dan pelaku usaha di desa wisata sangat terbantu berkat kerja sama dan bantuan yang diberikan oleh PLN. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas hadirnya PLN yang telah membina desa kami. Bantuan yang diberikan PLN UID Sulselrabar ini nantinya mampu meningkatkan kunjungan wisata dan memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan finansial bagi masyarakat desa,” kata Alias Mujur. Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua turut memberikan apresiasi kepada kepedulian PLN dalam memberikan sumbangsih kepada peningkatan ekonomi. “Bantuan PLN Peduli melalui Program Desa Berdaya ini memberikan harapan baru bagi masyarakat sekitar. Kolaborasi PLN dengan Pemerintah sudah sangat kuat. Kami mengucapkan terima kasih banyak atas seluruh bantuan yang diberikan oleh PLN,” kata Hugua Pada kesempatan yang sama, Bupati Kolaka, Amri turut mengucapkan terima kasih atas sumbangsih PLN kepada masyarakat Kabupaten Kolaka. “PLN tidak hanya memberikan cahaya listrik kepada masyarakat desa, tetapi juga memberikan cahaya harapan untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya. Amri juga optimis program bantuan kepada masyarakat dan UMKM yang membutuhkan seperti ini terus berlanjut. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, mengatakan bahwa kehadiran program PLN Peduli ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mendorong pembangunan berkelanjutan bagi sektor pariwisata. “Sebagai penyedia listrik, PLN tentu saja memiliki tanggung jawab untuk turut serta mengembangkan dan membangun masyarakat yang ada di wilayah kerja kami. PLN melaksanakan program TJSL yang menyentuh langsung aspek kehidupan masyarakat dan lingkungan sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” ujar Edyansyah. Lanjut Edyansyah, selain menyerahkan bantuan peralatan diving dan kapal, pada kesempatan tersebut melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UID Sulselrabar juga memberikan bantuan berupa 50 paket sembako dan bantuan penyambungan listrik gratis kepada lima masyarakat prasejahtera.

Jalan Baru Tapi Sudah Hancur, Elang Timur Temukan Dugaan Korupsi Proyek Rp21,6 Miliar

Suaraindonesiaku,com.MAKASSAR – Proyek rehabilitasi jalan senilai Rp21,6 miliar di Makassar menjadi sorotan setelah Tim Elang Timur Indonesia mengungkap adanya dugaan korupsi dan penyimpangan teknis. Proyek yang dikerjakan PT Mareraya Multipratama Jaya dan didanai APBN 2025 ini diduga kuat tidak sesuai spesifikasi. Pantauan Tim Elang Timur di lapangan menunjukkan kerusakan parah di sejumlah titik, termasuk di depan Taman Makam Pahlawan Panaikang. Aspal hancur dan berlubang sebelum masa pemeliharaan, mengindikasikan pekerjaan tambal sulam alih-alih rehabilitasi struktural. Sumber investigasi Tim Elang Timur mengungkapkan bahwa kuat dugaan lapisan pondasi agregat tidak dikerjakan dengan benar, padahal itu fondasi utama jalan. Investigasi juga menemukan sejumlah pelanggaran spesifikasi teknis, seperti tidak dilaksanakannya lapis pondasi agregat sesuai standar, tidak adanya proses pemecahan dan blending agregat yang benar, serta penghamparan agregat yang tidak memenuhi ketentuan. Uji kualitas juga diduga tidak dilakukan. Pekerjaan drainase juga disorot karena diduga menggunakan material berkualitas rendah. Tak hanya teknis, proses tender proyek juga diduga bermasalah dengan indikasi persekongkolan, gratifikasi, dan pengaturan pemenang tender. Diduga, pembayaran pekerjaan bahkan sudah 100 persen, padahal proyek diduga belum rampung dan kualitasnya meragukan. Menyikapi temuan ini, Ketua Umum Elang Timur Indonesia, Imran, SE, mendorong agar aparat penegak hukum (APH) segera melakukan pengecekan dan investigasi lebih lanjut. “Ya, kami respon aduan dari teman-teman. Kami juga akan koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Sulsel agar diperhatikan proyek-proyek yang ada di Sulawesi Selatan,” singkat Imran. Masyarakat pun mendesak agar kasus ini diusut tuntas dan semua pihak yang terlibat diperiksa, sehingga proyek-proyek yang menggunakan uang rakyat dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan memberikan manfaat yang optimal.

Asrama Medica FK Unhas Komitmen Bentuk Yayasan Amal pada Reuni Akbar dan Temu Alumni

Suaraindonesiaku.com, Makassar — Asrama Medica Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin melaksanakan Reuni Akbar dan Temu Alumni Asrama Medica FK Unhas 2026 pada Jumat, 23 Januari 2026. Acara ini bertempat di Unhas Hotel & Convention dan berlangsung secara hangat. Acara ini merupakan wadah silaturahim bagi semua alumni Asrama Medica FK Unhas yang telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus momen untuk meningkatkan kontribusi pada kepada bangsa dengan membentuk Yayasan Amal. Direktur Asrama Medica, Fadel Muhammad, S.Ked mengungkapkan bahwa acara ini berlangsung meriah dan hangat. “Reuni Akbar & Temu Alumni dilaksanakan dengan harapan untuk memperkuat silaturahim antar alumni dari berbagai generasi dan wilayah, sekaligus memantapkan dan mewujudkan cita-cita membentuk yayasan amal, sebagai upaya untuk berkontribusi kepada negara, bangsa, dan kemanusiaan”, ujar Fadel. Salah satu alumni Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp.THT-KL(K), MARS, AAAK yang merupakan Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dan Guru Besar THT FK Unhas, mengenang kebersamaannya selama menjadi anggota Asrama Medica. “Banyak hal-hal yang positif yang saya rasakan selama tinggal di Asrama, yang paling utama adalah rasa kebersamaan, pada saat ada salah satu warga asrama yang baru pulang dari kampung dan membawa oleh-oleh makanan, maka serempak kita akan berteriak kepada semua anggota. Salamnya yang terkenal, yaitu salam KUMPUL. Maka semua orang pada saat itu, akan beramai-ramai datang ke aula untuk mencicipi makanan yang dibawa dari kampung” kenang beliau. Beliau juga menambahkan bahwa yang paling penting adalah menjaga solidaritas dan persatuan. “Untuk adik-adik asrama, satu yang paling penting adalah menjaga solidaritas dan persatuan antar sesama penghuni asrama.” tambahnya Ketua Panitia, M. Fadlan Abdillah juga mengungkapkan harapannya pada acara reuni kali ini akan memupuk silaturahmi “Saya harap dengan diselenggarakannya reuni Akbar kali ini, dapat terus memupuk silaturahmi tanpa mengenal batasan jarak dan usia”, ucap Fadlan selaku ketua panitia.

Ketua Karang Taruna Mariso Hadiri Musrenbang Kecamatan, Suarakan Kebutuhan Warga

Suaraindonesiaku,com.Makassar – Ketua Karang Taruna Kecamatan Mariso, Muhammad Irfan Rahman, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Mariso yang digelar di Hotel Novotel Makassar, Selasa (27/1/2026). Kehadiran Karang Taruna dalam forum perencanaan tahunan tersebut bertujuan untuk mengawal serta memastikan aspirasi masyarakat dapat terakomodasi secara optimal dalam proses penyusunan program pembangunan. Muhammad Irfan Rahman menyampaikan bahwa Karang Taruna Kecamatan Mariso membawa empat misi utama dalam Musrenbang kali ini. Pertama, berkaitan dengan sektor kesehatan, termasuk upaya pencegahan dan penanganan penyakit di tengah masyarakat. Kedua, penguatan peran Karang Taruna dalam penyebaran informasi sosial kepada warga. Ketiga, percepatan pelayanan publik, khususnya yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Keempat, pada sektor pendidikan, Karang Taruna berfokus pada pendampingan anak-anak putus sekolah melalui program mentoring agar mereka dapat kembali mengakses pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. “Di bidang sosial, Karang Taruna hadir untuk mengawal hak-hak masyarakat yang memang wajib mendapatkan perhatian dan pelayanan dari pemerintah,” ujar Irfan. Ia menegaskan, keterlibatan pemuda dalam Musrenbang merupakan bentuk komitmen Karang Taruna untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah, sekaligus menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah

2 Tahun Berturut-turut Wakil Rakyat Tak Hadiri Musrenbang Sangkarrang, Aspirasi Warga Kepulauan Terabaikan

Suaraindonesiaku,com.Makassar – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kepulauan Sangkarang kembali digelar tanpa kehadiran satu pun anggota DPRD Kota Makassar dari Daerah Pemilihan (Dapil) II. Ironisnya, kondisi ini terjadi dua tahun berturut-turut, meskipun Dapil II memiliki 10 orang anggota dewan yang secara konstitusional bertanggung jawab memperjuangkan aspirasi masyarakat kepulauan. Tokoh pemuda Kepulauan Sangkarang, Sardi yang juga Ketua Bidang OKK DPD KNPI Kota Makassar, menyampaikan kekecewaannya atas absennya para wakil rakyat tersebut. Menurutnya, Musrenbang merupakan forum strategis dan resmi dalam menentukan arah pembangunan, khususnya bagi wilayah kepulauan yang memiliki banyak keterbatasan dan kebutuhan mendesak. “Musrenbang bukan sekadar agenda seremonial. Ini ruang resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan riil mereka. Ketidakhadiran anggota DPRD selama dua tahun berturut-turut menunjukkan lemahnya perhatian dan keberpihakan terhadap masyarakat kepulauan,” tegas Sardi, Selasa (27/01/2026). Ia menilai, kehadiran anggota DPRD sangat penting untuk memastikan usulan masyarakat dapat dikawal dan diperjuangkan di tingkat penganggaran dan kebijakan. Tanpa kehadiran tersebut, aspirasi warga pulau berpotensi kembali terpinggirkan. “Masyarakat Kepulauan Sangkarang tidak kekurangan aspirasi, yang kami butuhkan adalah wakil rakyat yang hadir, mendengar, dan memperjuangkan. Jangan hanya datang saat kampanye, tetapi absen saat rakyat berbicara tentang kebutuhan hidupnya,” tambahnya. Sardi berharap ke depan para anggota DPRD Dapil II Kota Makassar dapat menunjukkan tanggung jawab moral dan politiknya dengan hadir langsung dalam forum-forum perencanaan pembangunan, khususnya di wilayah kepulauan. “Kepulauan Sangkarang adalah bagian sah dari Kota Makassar. Kami tidak meminta perlakuan istimewa, hanya keadilan dan perhatian yang setara,” pungkasnya.