Pangdam Hasanuddin Resmikan Kantor Koramil Dua Pitue, Dorong Kedekatan TNI dengan Masyarakat

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko meresmikan Kantor Koramil 1420-05/Dua Pitue dan sumur bor di Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (20/8/2026), sebagai bagian dari upaya mendukung pelayanan dan kedekatan TNI dengan masyarakat. Acara turut dihadiri Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Renny Bangun Nawoko. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sidrap serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Sidrap. Peresmian Kantor Koramil 1420-05/Dua Pitue merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sidrap dan Kodim 1420/Sidrap. Fasilitas baru ini diharapkan mampu menunjang pelaksanaan tugas kewilayahan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan pembangunan kantor Koramil menjadi perhatian bersama mengingat kondisi kantor sebelumnya kerap terdampak banjir saat hujan. Selain itu, lokasi kantor yang berada di jalur Trans-Sulawesi juga menjadi pertimbangan untuk dilakukan pembenahan. “Dulu Koramil ini sering banjir kalau hujan. Selain itu, lokasinya berada di jalan Trans-Sulawesi yang merupakan jalan poros utama, sehingga kondisi bangunannya juga kurang elok dipandang. Karena itu, kita bersama-sama melakukan pembenahan,” ujar Syaharuddin. Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sidrap akan terus memperkuat sinergi dengan TNI, khususnya dalam mendukung program-program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Di hadapan Pangdam XIV/Hasanuddin, Syaharuddin juga menyampaikan sejumlah program strategis daerah yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, termasuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Selain itu, Bupati melaporkan progres pembangunan infrastruktur daerah, termasuk usulan pembangunan Jembatan Merah Putih di sejumlah wilayah untuk meningkatkan konektivitas masyarakat. Kunjungan kerja Pangdam XIV/Hasanuddin tersebut menjadi momentum memperkuat hubungan antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui dukungan keamanan, pelayanan kewilayahan, maupun pembangunan daerah. Pewarta: REZKY MUBARAK Editor: NURYADIN SUKRI
Semarak Kemerdekaan, Lomba Seru Disnakkan Sidrap Jadi Ajang Pererat Kebersamaa

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Suasana semarak mewarnai halaman Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Rabu (19/8/2026). Sejumlah pegawai mengikuti berbagai lomba rekreatif untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Beragam perlombaan digelar dengan suasana santai dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pegawai untuk sejenak melepas rutinitas pekerjaan sekaligus mempererat kekompakan di lingkungan kantor. Beberapa lomba yang digelar yakni makan kerupuk, memasukkan pulpen ke dalam botol, estafet sarung, serta lomba balon. Antusiasme peserta terlihat dalam setiap perlombaan. Sorak dan tawa mewarnai jalannya kegiatan, terutama ketika peserta berusaha menyelesaikan tantangan dalam waktu singkat. Keseruan perlombaan semakin terasa dengan adanya hadiah yang telah disiapkan bagi para pemenang. Hadiah tersebut menjadi tambahan motivasi bagi peserta untuk mengikuti setiap permainan dengan penuh semangat. Peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan Dinas Peternakan dan Perikanan tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan kemerdekaan, tetapi juga menghidupkan kembali permainan sederhana yang lekat dengan tradisi perayaan 17 Agustus. Melalui kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan dirayakan dalam suasana yang lebih dekat dan akrab. Kebersamaan antarpegawai menjadi bagian penting dari semarak peringatan kemerdekaan di lingkungan pemerintahan daerah.
Perkuat Akses Desa, Kodim dan Pemkab Sidrap Bangun 6 Jembatan

Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengungkap progres pembangunan enam Jembatan Garuda yang dikerjakan jajaran Kodim 1420/Sidrap dalam program percepatan pembangunan infrastruktur perdesaan. Hal tersebut disampaikan Syaharuddin dalam podcast khusus yang dipandu jurnalis senior Edy Basri di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Selasa (10/8/2026) malam. Dialog yang berlangsung selama 45 menit itu, membahas program strategis nasional pembangunan jembatan perintis oleh TNI Angkatan Darat, khususnya dalam membuka akses masyarakat di wilayah terpencil. Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang mendorong keterlibatan TNI AD dalam pembangunan infrastruktur konektivitas perdesaan. Kehadiran TNI dinilai memiliki keunggulan karena didukung struktur komando teritorial hingga tingkat desa melalui Babinsa. Syaharuddin mengatakan, pembangunan jembatan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, termasuk anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Secara nasional, pembangunan tersebut menargetkan 2.838 jembatan yang tersebar di 38 provinsi. Hingga saat ini, sebanyak 1.416 jembatan atau sekitar 49,9 persen telah rampung. Sementara di Kabupaten Sidrap, terdapat enam titik pembangunan jembatan yang dikerjakan jajaran Kodim 1420/Sidrap bersama masyarakat. Salah satu yang telah rampung 100 persen yakni Jembatan Armco di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae. Jembatan tersebut memiliki panjang 14 meter dan lebar 5 meter, membentang di atas Sungai Maluku dengan konstruksi beton K-350 berpenahan Armco. Jembatan itu kini telah membuka kembali akses mobilitas bagi lebih dari 850 jiwa masyarakat setempat. Sementara itu, sejumlah jembatan lainnya juga menunjukkan progres signifikan. Jembatan Sungai Cendana di Desa Tanatoro, Kecamatan Pitu Riase, misalnya, telah mencapai progres 93,30 persen. Jembatan beton sepanjang 17 meter dan lebar 4 meter tersebut dibangun di atas sungai selebar 19 meter. Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk membuka akses bagi 176 kepala keluarga atau sekitar 550 jiwa yang selama ini menghadapi keterisolasian geografis. Pengerjaannya menghadapi tantangan cuaca ekstrem serta medan pendropan material yang terjal dan licin. Kemudian Jembatan Salo Labekka di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, telah mencapai progres 95,50 persen. Jembatan beton sepanjang 10 meter dan lebar 4 meter itu menjadi akses penting yang menghubungkan Dusun 2 Pabbaresseng, Desa Mattirotasi, dengan Desa Buae. Adapun tiga titik jembatan lainnya di wilayah pelosok Sidrap masih terus dikebut. Pengerjaannya dilakukan personel Kodim 1420/Sidrap bersama masyarakat dengan progres rata-rata mencapai 80 hingga 90 persen. Dalam podcast tersebut, Syaharuddin juga mengulas peran TNI dalam pembangunan infrastruktur melalui pengalaman panjang Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Menurutnya, kemampuan TNI dalam memobilisasi personel dan peralatan hingga wilayah terpencil menjadi salah satu faktor yang mendukung percepatan pembangunan jembatan. Syaharuddin menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta seluruh jajaran TNI atas perhatian dan kebijakan yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Sidrap. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidrap dan seluruh masyarakat Sidrap, kami menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, serta Panglima TNI, Bapak Jenderal TNI Agus Subiyanto, beserta seluruh jajaran TNI,” ujar Syaharuddin. Ia menilai pembangunan enam jembatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat, akses pendidikan, serta peningkatan perekonomian di wilayah perdesaan. Menurutnya, keberadaan jembatan akan memperlancar distribusi hasil pertanian, menekan biaya logistik, mempercepat pergerakan komoditas, sekaligus membuka peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di wilayah pelosok Sidrap. Syaharuddin menegaskan, sinergi antara Pemkab Sidrap, Kodim 1420/Sidrap dan masyarakat merupakan wujud nyata gotong royong dalam mempercepat pembangunan serta mengatasi keterisolasian wilayah. “Enam jembatan ini bukan sekadar struktur beton dan baja, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjamin keselamatan masyarakat dan membuka akses ekonomi serta pendidikan,” pungkasnya.
Disparbud Gowa dengan Poltekpar Makassar Perkuat Sinergi Pengembangan Agrowisata Berbasis Masyarakat

Suaraindonesiaku.com, Gowa — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gowa terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan dan rapat koordinasi bersama Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar yang dilaksanakan berdasarkan Surat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa Nomor 500.13/154/Disparbud tanggal 4 Juni 2026 perihal Permohonan Kunjungan. Rapat koordinasi yang berlangsung di Kampus Poltekpar Makassar dipimpin oleh Wakil Direktur I, Muh. Arfin M. Salim, mewakili Direktur. Sementara itu, rombongan Disparbud Kabupaten Gowa dipimpin langsung oleh Kepala Disparbud Kabupaten Gowa, Ari Mahdin, didampingi Perencana, Jusmiati, dan Kepala Bidang, Suharaini Syafruddin. Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya pengembangan agrowisata di Kecamatan Tinggimoncong, penguatan program pemberdayaan masyarakat, keberlanjutan program magang mahasiswa, serta pengembangan kerja sama dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata. Kepala Disparbud Kabupaten Gowa, Ari Mahdin, menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan mendukung arah pembangunan daerah yang berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan destinasi wisata saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan usaha, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Pariwisata harus menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat. Karena itu, setiap program yang dilaksanakan harus mampu menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan budaya yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” ujar Ari Mahdin. Dalam kesempatan tersebut, Ari Mahdin menyampaikan adanya penyesuaian lokus program pengembangan agrowisata di Kecamatan Tinggimoncong. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi awal antara Disparbud Kabupaten Gowa dengan Poltekpar Makassar pada April 2026, kegiatan direncanakan berlokasi di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggi moncong. Namun, berdasarkan hasil peninjauan lapangan dan evaluasi lanjutan, lokasi tersebut diusulkan untuk dialihkan ke Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong. Perubahan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan masyarakat, potensi pengembangan kawasan, serta sinkronisasi dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Gowa. “Kelurahan Pattapang memiliki tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi dan menunjukkan kesiapan yang baik untuk mendukung program pengembangan wisata berbasis masyarakat. Ini menjadi modal penting untuk mewujudkan program yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang,” jelasnya. Perencana Disparbud Kabupaten Gowa, Jusmiati, menambahkan bahwa hasil kunjungan lapangan yang dilakukan pada 22 April 2026 menunjukkan perlunya penyesuaian pendekatan dalam pengembangan kawasan wisata di Tinggimoncong. Menurutnya, meskipun Kelurahan Bulutana masih memiliki potensi pertanian dan persawahan, karakteristik kawasan yang berkembang saat ini lebih mengarah pada penguatan unsur budaya, aktivitas masyarakat, serta pengembangan wisata berbasis komunitas. “Kelurahan Pattapang memperlihatkan respons masyarakat yang sangat baik terhadap rencana pengembangan program. Dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi kegiatan yang akan dilaksanakan,” ungkap Jusmiati. Sementara itu, Kepala Bidang Disparbud Kabupaten Gowa, Suharaini Syafruddin, menjelaskan bahwa program yang akan dikembangkan tidak hanya berfokus pada pengembangan destinasi wisata, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Beberapa target yang akan dicapai antara lain pengembangan aktivitas agrowisata, peningkatan kapasitas kewirausahaan masyarakat, pendampingan legalitas usaha dan produk lokal, serta penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata. “Program ini diharapkan mampu menghasilkan produk dan aktivitas wisata yang memiliki nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi wisata yang dimiliki. Dukungan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan juga telah dipersiapkan sesuai dengan rencana program yang telah disusun,” jelas Suharaini.
Pelantikan PDUI Komisariat Bulukumba, Perkuat Peran Dokter Umum di Layanan Primer

Suaraindonesiaku.com, Bulukumba, Sabtu (11/4/2026) — Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) resmi melantik pengurus Komisariat Bulukumba dalam sebuah acara yang berlangsung di Ruang Pertemuan RSUD Andi Sulthan Daeng Radja, Kabupaten Bulukumba. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua IDI Cabang Bulukumba dr. Firdaus, S.Ked., M.Kes., Ketua PDUI Cabang Sulawesi Selatan Dr. dr. Aswan Usman, M.Kes., serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba dr. H. Muhammad Amrullah, M.Kes. Pengurus PDUI Komisariat Bulukumba yang dilantik terdiri dari puluhan dokter umum yang berpraktik di wilayah tersebut. Kepengurusan ini dipimpin oleh dr. Ilyas Nurdin untuk periode 2026–2029. Dalam sambutannya, dr. Ilyas Nurdin menegaskan bahwa dokter umum memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan para sejawat untuk tetap percaya diri dan tidak merasa rendah diri dibandingkan profesi medis lainnya. “Dokter umum adalah ujung tombak pelayanan kesehatan. Kita harus bangga dengan profesi ini dan terus meningkatkan kompetensi,” ujarnya. Sementara itu, Ketua PDUI Sulawesi Selatan, Dr. dr. Aswan Usman, M.Kes., menyampaikan bahwa pembentukan PDUI Komisariat di tingkat kabupaten diharapkan dapat memperkuat kontribusi dokter umum dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah. “Dengan adanya PDUI Komisariat, diharapkan pelayanan kesehatan semakin meningkat, terutama dalam penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, serta program prioritas lainnya,” jelasnya. Ketua IDI Cabang Bulukumba, dr. Firdaus, S.Ked., M.Kes., turut menyambut baik terbentuknya PDUI Komisariat Bulukumba. Ia berharap organisasi ini dapat menjadi mitra strategis IDI dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. “PDUI Komisariat Bulukumba diharapkan mampu berkontribusi dan berkolaborasi dengan IDI dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Bulukumba,” ungkapnya. Dukungan juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, dr. H. Muhammad Amrullah, M.Kes. Ia mengapresiasi terbentuknya PDUI Komisariat Bulukumba, mengingat sebelumnya ia pernah menjabat sebagai sekretaris PDUI Kabupaten Bulukumba pada periode sebelum menjabat sebagai Ketua IDI. Selain kegiatan pelantikan, PDUI Sulawesi Selatan dan PDUI Bulukumba berkolaborasi dengan Perdosri (Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik) Sulampua mengadakan workshop bertajuk “Penatalaksanaan Awal Osteoarthritis Lutut dengan Efusi di Layanan Primer,” sebagai upaya peningkatan kompetensi dokter umum di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Di saat yang bersamaan, pengurus PDUI Sulawesi Selatan juga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan di Puskesmas Caile, Bulukumba, dengan mengangkat topik penyakit campak yang saat ini mengalami peningkatan kasus. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan masyarakat setempat. Diharapkan melalui penyuluhan tersebut, pengetahuan masyarakat terkait pencegahan dan penanganan campak semakin meningkat, sehingga kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan juga bertambah dan masyarakat Kabupaten Bulukumba dapat terhindar dari penyakit tersebut. Tidak hanya itu, para pengurus yang terdiri dari puluhan dokter umum juga melaksanakan pemeriksaan cek kesehatan gratis (CKG) bagi masyarakat di wilayah Caile, Bulukumba. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan kadar kolesterol, asam urat, serta gula darah. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat sebagai bentuk pelayanan langsung dan kontribusi nyata dokter umum dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dengan rangkaian kegiatan tersebut, kehadiran PDUI Komisariat Bulukumba diharapkan mampu memperkuat sinergi antar tenaga kesehatan serta memberikan dampak nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan dan kesehatan masyarakat di daerah.
Bupati Sinjai ikut serta kegiatan Jambore Kepala Desa dilaksanakan Pemprov Sulsel melalui Dinas PMD

Suaraindonesiaku.com, Sinjai – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menggelar Jambore Kepala Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025, Jumat (12/12/2025) pagi. Acara yang digelar di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XIV Hasanuddin, Pakkatto, Kabupaten Gowa ini menjadi wadah strategis untuk penguatan kapasitas aparatur pemerintah desa sekaligus ajang silaturahmi dan kolaborasi antar kepala desa dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Hj. Fatmawati Rusdi, jajaran Forkopimda Provinsi, sejumlah kepala daerah, termasuk Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, yang didampingi oleh Kepala Dinas PMD Sinjai, Yuhadi Samad, serta seluruh kepala desa dari berbagai wilayah di Sulsel. Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pangdam XIV Hasanuddin serta para Bupati yang telah mendukung penuh penyelenggaraan Jambore dengan menghadirkan seluruh kepala desa dari wilayahnya masing-masing. Gubernur menjelaskan bahwa program Jambore ini sejalan dengan arahan Presiden, khususnya Astacita ke-6, yaitu fokus pada pembangunan dari desa untuk memperkuat ekonomi rakyat dan memberantas kemiskinan. “Melalui jambore ini, para kepala desa akan mendapatkan pembekalan pemerintahan, sekaligus memperkuat wawasan kepemimpinan,” ujar Gubernur. Gubernur juga menekankan pentingnya kegiatan dalam Jambore yang mendorong kekompakan, seperti fun games dan aktivitas kolaboratif. Hal ini dinilai krusial untuk mempererat hubungan antar kepala desa lintas kabupaten, khususnya bagi desa-desa berprestasi yang dapat dijadikan rujukan. “Dengan kekompakan ini, para kepala desa bisa saling berbagi pengalaman, menerapkan konsep ATM: amati, tiru, dan modifikasi, dan membawa inspirasi baru untuk pembangunan desa masing-masing,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif menyampaikan harapannya agar seluruh Kepala Desa yang mewakili Kabupaten Sinjai dapat mengikuti rangkaian kegiatan ini secara optimal. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur desa untuk menopang kemajuan pembangunan di tingkat lokal. “Kami berharap para kepala desa betul-betul memanfaatkan kesempatan ini. Pembelajaran dan pengalaman yang diperoleh sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Bupati Ratnawati. Ia berharap seluruh kepala desa memanfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin, menyerap ilmu, memperluas jejaring, dan membawa pulang praktik-praktik baik untuk diterapkan di desa masing-masing. Usai upacara pembukaan, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan bersama para bupati melanjutkan rangkaian kegiatan dengan agenda santap siang dan silaturahmi bersama yang bertempat di Bendungan Bili-bili. Jambore Desa 2025 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan menghadirkan pemerintahan desa yang lebih akuntabel, responsif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Bupati Sinjai Dra. Hj. Ratnawati Arif Audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Terkait sensus ekonomi

Suaraindonesiaku.com, Sinjai – Bupati Sinjai Dra. Hj. Ratnawati Arif menyambut baik audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sinjai Syamsuddin, di Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Jl. Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara, Selasa (9/12/2025) Pagi. Audiensi ini selain untuk menguatkan tali silaturahmi antara BPS dan Pemkab Sinjai, juga untuk menyampaikan perihal pelaksanaan Sensus Ekonomi yang puncaknya pada Mei-Juni 2026 mendatang. Menurut penuturan Kepala BPS, sensus ekonomi ini penting dilakukan untuk mendapatkan potret/gambaran data ekonomi Sinjai secara komprehensif. “Targetnya sekitar 44 ribu data ekonomi, tapi kemungkinan bisa kurang bisa lebih tergantung capaian petugas di Lapangan,”ungkap Syamsuddin. Rencananya sekira 200 petugas sensus akan diterjunkan ke rumah-rumah mendata pelaku usaha by name by address. Datanya nanti akan menjadi dasar perencanaan pembangunan Pemerintah dalam mengurangi ketimpangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu Bupati Sinjai merespon baik audiensi ini. Ia meminta kolaborasi BPS dan OPD terkait dapat terjalin demi lancarnya sensus 10 tahunan tersebut. “Saya Bupati Sinjai mengajak seluruh masyarakat Sinjai ikut serta dalam SE2026, karena partisipasita sangat penting untuk pembangunan ekonomi daerah,”ungkap Ratnawati. Dengan sensus ekonomi tersebut, diharapkan dapat menghasilkan data akurat untuk kebijakan yang lebih tepat sasaran kedepannya seperti peluang kerja, stabilitas harga, akses usaha, serta membantu pelaku usaha memahami pasar dan persaingan. Dalam audiensi ini tampak hadir Kepala DPMPTSP Lukman Dahlan, Kepala DTPHP Kamaruddin, Kepala Bappeda Haerani Dahlan, Perwakilan BPS Sulsel dan beberapa jajaran BPS Sinjai.
DWP Kabupaten Sinjai rayakan HUT ke-26 dengan aksi nyata solidaritas sosial dan kebugaran

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sinjai merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan aksi nyata solidaritas sosial dan kebugaran. DWP Sinjai menggelar Senam Bersama yang sekaligus menjadi wadah Penggalangan Donasi untuk membantu korban Bencana Alam di Sumatera. Kegiatan yang dilaksanakan di Area Car Free Day (CFD) Lapangan Nasional Sinjai pada Minggu pagi (7/12/2025) ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan anggota DWP. Sekretaris DWP Sinjai, Andi Julia Arisanti, menjelaskan bahwa acara ini merupakan implementasi program kerja bidang sosial budaya DWP dalam rangka HUT. ”Ini kegiatan senam bersama dan penggalangan donasi untuk korban Bencana Alam di Sumatera dalam rangka HUT DWP,” tegas Andi Julia. Andi Julia menerangkan, donasi yang terkumpul dari kegiatan tersebut akan disalurkan secara terpusat dan transparan. ”Hasil dari donasi ini akan kami kirimkan ke rekening DWP Pusat untuk kemudian disalurkan kepada korban bencana di Aceh dan Sumatera,” katanya. Meski jumlah donasi total masih dalam perhitungan, antusiasme masyarakat Sinjai terlihat jelas. Ia menekankan bahwa donasi bukan hanya soal angka, melainkan semangat kebersamaan. “Bukan nilainya semata tapi semangat kebersamaannya. Alhamdulillah selain dari DWP unit, masyarakat juga banyak yang berkontribusi di area CFD,” imbuhnya. Kegiatan penggalangan dana ini merupakan bagian dari rangkaian internal HUT ke-26 DWP. Sebelumnya, DWP Sinjai telah melaksanakan kegiatan sosial edukatif, yakni ikut serta dalam program pendidikan anak tidak sekolah, sejalan dengan tema HUT tahun ini: “#DWPmengajar: Mendidik dengan Hati, menginspirasi Negeri.” Rangkaian acara HUT DWP ke-26 dilanjutkan dengan beberapa kegiatan menarik, di antaranya Lomba Nasi Goreng antar Kepala OPD, Kepala Bagian, dan Camat dan Lomba Fashion Show pada malam hari, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata. Melalui upaya kemanusiaan ini, DWP Sinjai berharap agar korban bencana di Sumatera dapat cepat tertangani serta pulih secara fisik maupun psikis. “Tentunya kita sebagai saudara meskipun jauh, turut merasakan dan memberikan bantuan semampunya kita,” tutup Andi Julia. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa didampingi Ketua DWP Sinjai, Ny. Rini A. Jefrianto, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan anggota Darma Wanita Kabupaten Sinjai.
Pemkab Sinjai dan jajaran Forkopimda menggelar Rakor Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2025

Suaraindonesiaku.com, SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2025, yang diinisiasi oleh Polres Sinjai di Aula Parama Satwika, Senin (8/12/2025). Rakor ini menjadi penanda langkah strategis dalam menyikapi potensi bencana yang diprediksi meningkat seiring cuaca ekstrem. Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, hadir dalam pertemuan tersebut dan menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Dalam sambutannya, Bupati Ratnawati menyoroti pentingnya sinergi semua pihak agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, terarah, dan efektif di lapangan. “Kalau berbicara kesiapsiagaan bencana, semua harus siap setiap saat. Begitu juga dengan peralatan sebagai sarana pendukung harus tersedia,” tegas Ratnawati. Ia secara khusus mengapresiasi inisiatif proaktif Polres Sinjai dalam memperkuat langkah mitigasi. Senada dengan Bupati, Kapolres Sinjai AKBP Harry Azhar menekankan bahwa efektivitas penanggulangan bencana sangat bergantung pada koordinasi dan komunikasi yang solid antar instansi. “Kebersamaan dan komunikasi yang baik merupakan kunci utama. Koordinasi lintas sektor yang kuat akan mempercepat pengambilan keputusan dan penanganan di lapangan apabila terjadi kondisi darurat,” ujar AKBP Harry Azhar. Kapolres menegaskan, seluruh unsur terkait, mulai dari BPBD, TNI, Polri, hingga Dinas Kesehatan dan Perhubungan wajib memastikan kesiapsiagaan operasional dan kemampuan bergerak cepat demi mengamankan keselamatan masyarakat. “Kita berharap bencana tidak terjadi, namun kesiapan adalah sebuah keharusan. Koordinasi hari ini menunjukkan komitmen bersama untuk melindungi masyarakat Sinjai,” pungkasnya. Rakor ini merupakan penguatan koordinasi antara Pemda, TNI-Polri, dan stakeholder terkait. Dihadiri lengkap oleh unsur Forkopimda, termasuk Dandim 1424 Sinjai, Kepala Kejaksaan Negeri, dan Ketua Pengadilan Negeri. Selain itu juga dihadiri Kepala BPBD Sinjai, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Dirut RSUD Sinjai, perwakilan Satpol PP dan Damkar, Dinas Perhubungan, Kapolsek dan jajaran Polres Sinjai.
PemerinPemkab Sinjai melalui Dinas DPMPTSP menggelar Bimtek Peningkatan Sumber Daya Manusia

Suaraindonesiaku.com, Sinjai – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Sumber Daya Manusia dengan tema “Pelayanan Prima bagi Petugas Mal Pelayanan Publik (MPP)”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Wisma Sanjaya, Sabtu (06/12/2025). Bimtek tersebut dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia, H. Andi Mandasini, mewakili Bupati Sinjai.Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan peningkatan kapasitas aparatur tersebut. Turut hadir Kepala Dinas DPMPTSP Sinjai, Lukman Dahlan, serta yang mewakil kepala kantor Kementerian Agama, OPD Teknis, BPJS Kesehatan, dan PDAM Sinjai. Sementara narasumber Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sulawesi Selatan bersama tim, serta Ketua Yayasan Adil Sejahtera. Dalam sambutannya, Andi Mandasini menegaskan bahwa MPP merupakan wajah terdepan birokrasi daerah dan kualitas pelayanannya sangat ditentukan oleh kompetensi serta sikap petugas yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa fasilitas fisik saja tidak cukup untuk menghadirkan pelayanan optimal. Karena itu, peningkatan pengetahuan, keterampilan, integritas, dan etika pelayanan aparatur menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. “Jadi ada tiga poin utama yang kami tekankan kepada para peserta, yaitu penguatan mindset melayani, peningkatan kompetensi teknis terkait prosedur dan regulasi layanan, serta penerapan empati dan hospitality dalam menghadapi masyarakat,” Ujarnya. Selain itu, Andi Mandasini juga menegaskan bahwa pelayanan prima bukan hanya soal senyum dan sapa, tetapi budaya kerja yang menempatkan kepuasan masyarakat sebagai prioritas. Setiap solusi cepat dari petugas, katanya, turut membangun citra positif Pemerintah Kabupaten Sinjai. “Melalui pelaksanaan Bimtek ini, pemerintah daerah tentu sangat berharap agar petugas MPP mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus menjadikan MPP Sinjai sebagai salah satu ikon pelayanan publik terbaik di Sulawesi Selatan,” Jelas Andi Mandasini.