Suaraindonesiaku.com, Sidrap — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengungkap progres pembangunan enam Jembatan Garuda yang dikerjakan jajaran Kodim 1420/Sidrap dalam program percepatan pembangunan infrastruktur perdesaan.
Hal tersebut disampaikan Syaharuddin dalam podcast khusus yang dipandu jurnalis senior Edy Basri di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Selasa (10/8/2026) malam.
Dialog yang berlangsung selama 45 menit itu, membahas program strategis nasional pembangunan jembatan perintis oleh TNI Angkatan Darat, khususnya dalam membuka akses masyarakat di wilayah terpencil.
Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang mendorong keterlibatan TNI AD dalam pembangunan infrastruktur konektivitas perdesaan. Kehadiran TNI dinilai memiliki keunggulan karena didukung struktur komando teritorial hingga tingkat desa melalui Babinsa.
Syaharuddin mengatakan, pembangunan jembatan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, termasuk anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Secara nasional, pembangunan tersebut menargetkan 2.838 jembatan yang tersebar di 38 provinsi. Hingga saat ini, sebanyak 1.416 jembatan atau sekitar 49,9 persen telah rampung.
Sementara di Kabupaten Sidrap, terdapat enam titik pembangunan jembatan yang dikerjakan jajaran Kodim 1420/Sidrap bersama masyarakat.
Salah satu yang telah rampung 100 persen yakni Jembatan Armco di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae.
Jembatan tersebut memiliki panjang 14 meter dan lebar 5 meter, membentang di atas Sungai Maluku dengan konstruksi beton K-350 berpenahan Armco.
Jembatan itu kini telah membuka kembali akses mobilitas bagi lebih dari 850 jiwa masyarakat setempat.
Sementara itu, sejumlah jembatan lainnya juga menunjukkan progres signifikan.
Jembatan Sungai Cendana di Desa Tanatoro, Kecamatan Pitu Riase, misalnya, telah mencapai progres 93,30 persen. Jembatan beton sepanjang 17 meter dan lebar 4 meter tersebut dibangun di atas sungai selebar 19 meter.
Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk membuka akses bagi 176 kepala keluarga atau sekitar 550 jiwa yang selama ini menghadapi keterisolasian geografis. Pengerjaannya menghadapi tantangan cuaca ekstrem serta medan pendropan material yang terjal dan licin.
Kemudian Jembatan Salo Labekka di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, telah mencapai progres 95,50 persen. Jembatan beton sepanjang 10 meter dan lebar 4 meter itu menjadi akses penting yang menghubungkan Dusun 2 Pabbaresseng, Desa Mattirotasi, dengan Desa Buae.
Adapun tiga titik jembatan lainnya di wilayah pelosok Sidrap masih terus dikebut. Pengerjaannya dilakukan personel Kodim 1420/Sidrap bersama masyarakat dengan progres rata-rata mencapai 80 hingga 90 persen.
Dalam podcast tersebut, Syaharuddin juga mengulas peran TNI dalam pembangunan infrastruktur melalui pengalaman panjang Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Menurutnya, kemampuan TNI dalam memobilisasi personel dan peralatan hingga wilayah terpencil menjadi salah satu faktor yang mendukung percepatan pembangunan jembatan.
Syaharuddin menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta seluruh jajaran TNI atas perhatian dan kebijakan yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Sidrap.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidrap dan seluruh masyarakat Sidrap, kami menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, serta Panglima TNI, Bapak Jenderal TNI Agus Subiyanto, beserta seluruh jajaran TNI,” ujar Syaharuddin.
Ia menilai pembangunan enam jembatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat, akses pendidikan, serta peningkatan perekonomian di wilayah perdesaan.
Menurutnya, keberadaan jembatan akan memperlancar distribusi hasil pertanian, menekan biaya logistik, mempercepat pergerakan komoditas, sekaligus membuka peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di wilayah pelosok Sidrap.
Syaharuddin menegaskan, sinergi antara Pemkab Sidrap, Kodim 1420/Sidrap dan masyarakat merupakan wujud nyata gotong royong dalam mempercepat pembangunan serta mengatasi keterisolasian wilayah.
“Enam jembatan ini bukan sekadar struktur beton dan baja, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjamin keselamatan masyarakat dan membuka akses ekonomi serta pendidikan,” pungkasnya.







