Suaraindonesiaku.com, Jakarta – Perhimpunan Putera Puteri Kebangsaan (PPPK) resmi menunjuk Pius Agustinus Bria, mantan Sekretaris Jenderal GMNI, sebagai Ketua Harian Koordinator Nasional Perhimpunan Putera Puteri Kebangsaan.
Penunjukan tersebut merupakan bagian dari penguatan struktur kepemimpinan nasional organisasi dalam mempercepat konsolidasi kelembagaan, memperluas jaringan kepengurusan di berbagai daerah, serta mengakselerasi pelaksanaan program-program strategis yang berorientasi pada pengembangan kepemimpinan, penguatan wawasan kebangsaan, pemberdayaan pemuda, dan kolaborasi lintas sektor.
Pius Agustinus Bria dikenal sebagai sosok aktivis yang memiliki pengalaman panjang dalam organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di tingkat nasional. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam membangun Perhimpunan Putera Puteri Kebangsaan sebagai organisasi yang adaptif, inklusif, dan mampu menjawab tantangan generasi muda di era transformasi digital.
Dalam menjalankan amanah sebagai Ketua Harian Koordinator Nasional, Pius menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi organisasi, membangun kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Perhimpunan Putera Puteri Kebangsaan harus menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda Indonesia untuk bertumbuh, berkarya, dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa. Saatnya anak muda tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi pelaku utama yang menghadirkan solusi bagi Indonesia,” ujar Pius.
Melalui penguatan kepemimpinan nasional ini, Perhimpunan Putera Puteri Kebangsaan optimistis dapat mempercepat pembentukan kepengurusan di berbagai provinsi dan kabupaten/kota, sekaligus menghadirkan berbagai program unggulan di bidang pendidikan, kepemimpinan, kewirausahaan, literasi digital, serta pengabdian kepada masyarakat.
Penunjukan Pius Agustinus Bria sebagai Ketua Harian Koordinator Nasional menjadi momentum baru bagi Perhimpunan Putera Puteri Kebangsaan dalam memperkuat eksistensinya sebagai wadah kolaborasi generasi muda yang berkomitmen membangun Indonesia yang maju, inklusif, dan berdaya saing global.







