Suaraindonesiaku.com, Gowa — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gowa terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan dan rapat koordinasi bersama Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar yang dilaksanakan berdasarkan Surat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa Nomor 500.13/154/Disparbud tanggal 4 Juni 2026 perihal Permohonan Kunjungan.
Rapat koordinasi yang berlangsung di Kampus Poltekpar Makassar dipimpin oleh Wakil Direktur I, Muh. Arfin M. Salim, mewakili Direktur. Sementara itu, rombongan Disparbud Kabupaten Gowa dipimpin langsung oleh Kepala Disparbud Kabupaten Gowa, Ari Mahdin, didampingi Perencana, Jusmiati, dan Kepala Bidang, Suharaini Syafruddin.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya pengembangan agrowisata di Kecamatan Tinggimoncong, penguatan program pemberdayaan masyarakat, keberlanjutan program magang mahasiswa, serta pengembangan kerja sama dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata.

Kepala Disparbud Kabupaten Gowa, Ari Mahdin, menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan mendukung arah pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Menurutnya, pengembangan destinasi wisata saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan usaha, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Pariwisata harus menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat. Karena itu, setiap program yang dilaksanakan harus mampu menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan budaya yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” ujar Ari Mahdin.
Dalam kesempatan tersebut, Ari Mahdin menyampaikan adanya penyesuaian lokus program pengembangan agrowisata di Kecamatan Tinggimoncong. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi awal antara Disparbud Kabupaten Gowa dengan Poltekpar Makassar pada April 2026, kegiatan direncanakan berlokasi di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggi moncong.
Namun, berdasarkan hasil peninjauan lapangan dan evaluasi lanjutan, lokasi tersebut diusulkan untuk dialihkan ke Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong. Perubahan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan masyarakat, potensi pengembangan kawasan, serta sinkronisasi dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Gowa.
“Kelurahan Pattapang memiliki tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi dan menunjukkan kesiapan yang baik untuk mendukung program pengembangan wisata berbasis masyarakat. Ini menjadi modal penting untuk mewujudkan program yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang,” jelasnya.
Perencana Disparbud Kabupaten Gowa, Jusmiati, menambahkan bahwa hasil kunjungan lapangan yang dilakukan pada 22 April 2026 menunjukkan perlunya penyesuaian pendekatan dalam pengembangan kawasan wisata di Tinggimoncong.
Menurutnya, meskipun Kelurahan Bulutana masih memiliki potensi pertanian dan persawahan, karakteristik kawasan yang berkembang saat ini lebih mengarah pada penguatan unsur budaya, aktivitas masyarakat, serta pengembangan wisata berbasis komunitas.
“Kelurahan Pattapang memperlihatkan respons masyarakat yang sangat baik terhadap rencana pengembangan program. Dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi kegiatan yang akan dilaksanakan,” ungkap Jusmiati.
Sementara itu, Kepala Bidang Disparbud Kabupaten Gowa, Suharaini Syafruddin, menjelaskan bahwa program yang akan dikembangkan tidak hanya berfokus pada pengembangan destinasi wisata, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Beberapa target yang akan dicapai antara lain pengembangan aktivitas agrowisata, peningkatan kapasitas kewirausahaan masyarakat, pendampingan legalitas usaha dan produk lokal, serta penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata.
“Program ini diharapkan mampu menghasilkan produk dan aktivitas wisata yang memiliki nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi wisata yang dimiliki. Dukungan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan juga telah dipersiapkan sesuai dengan rencana program yang telah disusun,” jelas Suharaini.







